NovelToon NovelToon
Simpanan Sang Aktor

Simpanan Sang Aktor

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Di depan layar dia adalah milik semua orang, tapi di belakang layar, dia hanya milikku. Kamila.

Seharusnya 3 tahun lalu, Kamila tidak mengambil keputusan ini. Menemui seorang aktor terkenal, memohon agar dia memberinya pekerjaan. Salahnya dia memilih untuk menyetujui perjanjian pada malam itu. Hingga akhirnya dia terjebak dengan Razka Aditama Fernandez, seorang aktor terkenal yang semua orang tahu.

Hanya menjadi seorang simpanan, apa yang bisa dia harapkan? Cinta? Hubungan serius? Apa itu mungkin dalam kehidupannya ini?

"Hubungan ini hanya sebatas saling menguntungkan antara aku dan kamu"

Kalimat itu menjadi pembatas atas perasaannya, seharusnya memang seperti itu. Tapi nyatanya, Kamila telah melewati batas dirinya sendiri. Hidup bersama selama 3 tahun, membuatnya perlahan melihat sisi lain dari Razka.

Tapi, apa mungkin Razka mempunyai perasaan yang sama atau dia tetap menganggapnya sebagai seorang simpanan saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kita Lewati Saja Hari Ini

Razka menidurkan Kamila di atas tempat tidur dengan perlahan. Setelah lelah menangis, Kamila akhirnya tertidur dalam pelukannya. Menarik selimut dan mengecup keningnya dengan lembut. Razka tahu ini adalah kenyataan yang pasti membuat Kamila sangat sedih dan kecewa. Tapi saat ini Razka juga hanya bisa berusaha untuk menyelesaikan semuanya. Tanpa dia harus meninggalkan Kamila.

"Aku berjanji akan menyelesaikan semuanya, aku tidak ingin menikahi perempuan yang tidak aku cintai"

Razka keluar dari kamar, mengambil kunci mobilnya dan pergi ke rumah orang tuanya. Entah ini akan berhasil atau tidak, namun Razka hanya ingin terus berusaha untuk tetap bisa bersama Kamila selamanya.

Saat sampai di sana, orang tuanya sedang berada di ruang tengah. Kebetulan yang sangat pas, ketika Razka tidak perlu memanggil mereka dulu untuk berbicara.

"Ya ampun, Razka kamu pulang, Nak" ucap Mama dengan antusias seorang Ibu yang melihat anaknya pulang tanpa di minta. "Ayo duduk"

Razka duduk di sofa, berhadapan dengan orang tuanya. Menatap Papa dan Mama dengan bergantian. "Pa, Ma, aku ingin perjodohan ini dibatalkan. Aku tidak akan pernah mau menikah dengan Victoria, karena dia bukan perempuan yang aku cintai!"

"Papa sudah tidak ingin membahasnya, keputusan sudah di ambil sejak awal. Dan kau tidak akan bisa merubah apapun!" tegas Papa Jo.

Razka langsung berdiri saat melihat Papanya juga berdiri dan akan pergi begitu saja sebelum Razka selesai berbicara. "Aku tidak mencintainya, dan aku hanya mencintai Kamila. Biarkan aku tetap bersamanya"

"Sudah Papa bilang, keputusan sudah ditentukan sejak awal. Kau tidak akan bisa merubah apapun. Dan gadis itu, dia adalah anaknya Angga. Papa tidak akan pernah mengizinkan kamu menikahinya!"

Rintangan Razka bukan hanya tentang hubungannya dengan Kamila yang berawal dari hubungan saling menguntungkan tanpa cinta. Tapi juga tentang masa lalu Kamila dan keluarganya yang membuat Papa Jo kecewa. Hingga semakin sulit untuk mendapatkan restu untuk bisa bersama Kamila.

Setelah Papa Jo pergi, Razka hanya bisa mengusap wajah kasar. Entah bagaimana lagi harus membujuk Ayahnya agar dia bisa membatalkan perjodohan dan pernikahannya dengan Victoria.

"Razka, sebaiknya kamu turuti saja keinginan Papa kali ini. Mama juga tidak bisa bantu apa-apa, Angga adalah seseorang yang paling Papa kamu benci. Dan rasanya tidak mungkin jika Papa akan menyetujui kamu dengan anaknya"

"Tapi Ma, itu masa lalu dan urusan Papa dengan Ayahnya Kamila. Seharusnya tidak menjadi hal yang menghalangi kebahagiaan aku dan Kamila"

"Mama mengerti, tapi Papa kamu tidak akan membiarkan itu terjadi. Dia membenci Angga, dan Kamila adalah anaknya. Cukup itu yang menentukan Papa bisa memberikan restu atau tidak"

Razka menghembuskan napas panjang, dia mengacak rambutnya sendiri. Mulai frustasi dengan semuanya, terkadang tentang kebahagiaan yang sedang kita perjuangkan, namun banyak orang tidak ingin hal itu terjadi.

"Aku pergi dulu, Ma"

"Loh, kamu tidak menginap di sini? Tidur saja di sini, Raz. Sudah malam"

"Tidak Ma, aku pergi dulu"

Mama hanya menghela napas pelan melihat anaknya yang pergi. Sebagai Ibu, dia mengerti jika anaknya ingin bersama dengan perempuan yang dia cinta. Tapi, sebagai istri, dia juga tidak bisa berbuat banyak. Tidak bisa membantah keputusan suaminya.

*

Hari sudah pagi, jalanan kota sudah di penuhi dengan orang-orang yang mulai beraktivitas kembali di pagi hari. Suara beberapa klakson kendaraan yang ingin cepat sampai ke tujuan. Beberapa berkendara dengan tenang, ada yang mampir di kedai sarapan atau kedai kopi untuk menikmati kopi pagi hari.

Semua orang sudah sibuk dengan aktivitas, namun dua orang di dalam kamar masih bergelung di bawah selimut tebal. Seperti sulit untuk membuka mata dan beranjak dari tempat tidur. Kehangatan membuat keduanya terlalu nyaman sampai tidak ingin bangun, menghadapi kenyataan yang melelahkan.

Kamila berusaha melawan rasa malas pagi ini, dia sudah izin untuk datang sedikit siang pada atasannya. Dan sudah waktunya bangun, tidak ada waktu lagi untuk berleha-leha. Ketika kelopak matanya terbuka, pemandangan pertama yang dia lihat adalah wajah Razka yang masih terlelap sambil memeluknya. Rambut yang berantakan, wajah yang polos, napasnya yang hangat, adalah pemandangan yang sulit Kamila lepaskan hanya untuk sejenak. Jadi, dia menikmati pemandangan di depannya ini selama ada waktu.

"Jika kita punya anak, apa wajahnya akan mirip denganmu ya? Aku jadi membayangkan" lirih Kamila, hampir tidak terdengar karena takut membangunkan Razka yang masih terlelap.

Kamila menghembuskan napas berat, terlalu berpikir jauh dengan seorang anak. Di saat sekarang hubungan mereka saja masih belum jelas akan seperti apa akhirnya. Meski masih bersama, tapi Kamila tetap tidak tahu apa akhirnya akan terus bersama, atau mungkin Kamila harus menyerah dan mengalah.

"Sayang bangun, sudah siang. Apa tidak ada syuting pagi ini?"

Akhirnya Kamila membangunkan Razka, meski dia tahu jika pria itu masih begitu lelap dalam tidurnya.

Perlahan Razka menggeliat, dia mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya. Lalu tersenyum saat melihat Kamila di sampingnya.

"Aku malas sekali bangun hari ini, seperti ingin tidur terus sambil memelukmu" ucapnya sambil menarik pinggang Kamila untuk semakin dia peluk erat.

"Ish, aku harus pergi bekerja sekarang. Sudah izin masuk siang, jadi sudah tidak ada waktu lagi untuk bersantai"

Razka cemberut, mengecup lembut bibir kekasih hatinya. "Berikan dulu aku amunisi sebelum memulai hari. Ah, aku malas ke lokasi syuting"

"Bukannya ini adalah syuting terakhir?"

"Ya"

"Kalau begitu, cepat selesaikan filmnya agar kamu segera bisa istirahat"

Razka bangun dan duduk bersandar dengan menguap. "Ya, kau benar. Aku harus segera menyelesaikan syuting agar bisa segera bersantai bersamamu"

Kamila hanya tersenyum saja, dia mengelus lembut kepala Razka dengan sedikit merapikan rambutnya. "Sayang, lewati hari ini dengan semangat. Aku yakin semuanya akan selesai, bukankah kamu yang meyakinkan aku jika akan menyelesaikan semuanya? Sekarang kita lewati saja setiap hari dengan bahagia, meski tidak tahu akhirnya akan seperti apa. Yang penting kita bersama"

Bersama untuk saat ini, sebelum akhirnya mungkin mereka harus berpisah.

Razka tersenyum, dia memeluk Kamila dengan erat. Rasanya selalu tenang saat bisa bersama wanitanya ini. "Terima kasih Sayang, kamu selalu berusaha memahamiku. Tolong tetap mencintaiku seperti ini ya"

"Tentu saja, saat ini hati dan cintaku hanya untuk kamu"

Mereka bersiap dan pergi bekerja masing-masing, waktu terlalu mepet untuk Razka mengantarkan Kamila dulu ke tempat kerjanya. Dan Kamila juga sudah memesan taksi online. Saat dia baru saja akan masuk ke dalam taksi online, seseorang tiba-tiba memegang tangannya. Kamila menoleh dan tertegun melihat orang yang memegang tangannya.

"Jadi, kamu adalah perempuan itu?"

Deg...

Bersambung

Kasih bintang rate 5 kalo suka ceritanya. Tolong jangan nabung bab, bantu promoin juga ke temen temen kalian ya. Like dan komen kalian itu berarti banget buat author. Terima Kasih

1
Naufal Affiq
aku takut kau sakit hati kamila,kalau razka gak pulang ke rumah di waktu kau hamil,apa lagi orang tua nya tidak merestui hubungan kalian
Naufal Affiq
makanya razka cari tau dulu tentang,apa masalah orang tuamu sama orang tua kamila,bukan diam aja
Naufal Affiq
semoga lancar segala masalah yang kau hadapi razka
Naufal Affiq
lanjut kak
@alfaton🤴
ceritanya bagus👍👍👍
@alfaton🤴
seandainya ortunya Razka tau untuk apa uang seratus juta yang Angga korupsi.......dan sudah dikembalikan....uang itu untuk biaya berobat anaknya Angga....Dena ....tuan.....masihkah ada belas kasih tuk anak anaknya yang sekarang yatim piatu 😭😭😭
@alfaton🤴
kenapa kamu ga pergi menjauh dari Razka La ......rejeki Allah yang mengatur La......dari pada hidup diantara orang tua yang membenci mu......sambil menguji Razka masih maukah dia mengejar cintanya
@alfaton🤴
hanya authornya yang tahu......mau dibawa kemana cinta kalian RaMila. 😭😭😅😅
Mia Camelia
huhuuu, yah dikit banget thor😂
Naufal Affiq
Ditunggu kelanjutannya kak
Naufal Affiq
semoga ada jalan keluar yang masuk akal untuk pernikahan mu razka,jangan ada tersakiti untuk hubungan kalian,
Naufal Affiq
Rencana aneh banget buat hati kamila sakit,kalau aku saran kan terus terang aja sama kamila razka,biar di satu pihak tidak terlalu lama berharap untuk bersama
Nanik Arifin
sepertinya papa Razka sebenarnya orang baik. Seandainya dia tahu alasan Angga korupsi untuk biaya pengobatan kanker anaknya, masihkah ada kebencian ??
Sastri Dalila
🤗🥳👍🥳🥳🤗
Sastri Dalila
🤗🤗🤗
Sastri Dalila
💪💪
Sastri Dalila
👍👍
Sastri Dalila
🥺🥺
Mia Camelia
semoga Kamila gak kaget, klo nanti CEO baru nya tuh razka🤭
Mia Camelia
Kamila pingin banget punya anak kaya nya🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!