Bagaimana jadinya jika seorang dokter bedah dan ahli toksikologi jenius dari abad ke-21 bertransmigrasi ke tubuh seorang Permaisuri yang lemah dan dibuang?
Anran, seorang dokter genius masa depan, tewas dalam insiden laboratorium dan terbangun di tubuh Permaisuri Kerajaan Great Yan. Tak hanya dibuang ke Istana Dingin karena fitnah kejam, tubuh Permaisuri ini juga diracuni secara perlahan oleh musuh-musuhnya di istana belakang.
Permaisuri lama yang penakut dan mudah menangis telah lenyap. Kini, Anran bangkit membawa kecerdasan medis modern, keahlian racun yang mematikan, dan keberanian tanpa batas!
Satu per satu racun dibongkar, fitnah selir licik dipatahkan, dan intrik politik kerajaan dihancurkan. Seluruh istana dibuat gempar oleh perubahan drastis sang Permaisuri yang kini anggun, cerdas, dan tidak bisa diintimidasi oleh siapa pun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aldolado, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
lanjut bab 19
. Yang Mulia Kaisar dan Permaisuri berkenan mencicipinya secara langsung."
Suasana di dalam Aula Rembulan mendadak menjadi tegang luar biasa. Para menteri Kerajaan Great Yan saling bertukar pandang cemas. Jelas sekali bahwa utusan Kerajaan Selatan sedang memberikan ujian halus untuk menguji keberanian dan kewaspadaan penguasa Great Yan di hadapan publik.
Kaisar Tian memicingkan matanya, hawa dingin terpancar kuat dari raut wajahnya yang tegas. Tepat saat sang kaisar hendak menolak persembahan tersebut, Anran mengulas senyum memikat yang amat tenang.
"Pangeran Xiao sungguh memiliki niat yang sangat baik," suara Anran yang halus dan jernih bergaung lembut ke seluruh penjuru aula.
Anran mengibaskan gaun sutranya, melangkah turun dari tahta feniks dengan gerakan yang begitu anggun. Ia menghampiri baki perak yang dipegang oleh pelayan Pangeran Xiao. Jemari halusnya yang pucat mengangkat cangkir giok berisi cairan bening tersebut, mendekatkannya sedikit ke arah hidungnya tanpa meminumnya.
Sebagai dokter ahli toksikologi dari masa modern, indra penciuman Anran yang peka langsung menangkap kejanggalan di balik aroma manis obat herbal tersebut.
"Anggur ini memang luar biasa, Pangeran Xiao," ujar Anran seraya memiringkan kepalanya sedikit. "Diracik dari Bunga Es Pegunungan dan Akar Ginseng Merah. Namun... ada satu campuran kecil yang sepertinya terlewat oleh penasihat medismu."
Raut wajah Pangeran Xiao seketika kaku. "A-Apa maksud Yang Mulia Permaisuri?"
Anran tersenyum dingin. "Aroma manis yang agak menyengat ini berasal dari serbuk Daun Darah Hitam. Jika minuman ini dikonsumsi oleh seseorang yang biasa menghirup dupa kayu cendana seperti Yang Mulia Kaisar... reaksinya akan memicu pembekuan darah mendadak dalam waktu tiga hari."
Anran menatap lurus ke dalam sepasang mata Pangeran Xiao yang kini membelalak ketakutan.
"Pangeran Xiao... apakah Kerajaan Selatan berniat mempererat persahabatan, atau sedang mencoba menguji ilmu medis Permaisuri Kerajaan Great Yan di tengah perjamuan ini?" desis Anran mematikan.
Seluruh isi Aula Rembulan seketika gempar luar biasa! Para menteri Great Yan terperanjat berdiri dari kursi mereka, sementara para jenderal perang refleks mencengkeram hulu pedang di pinggang masing-masing.
Pangeran Xiao terhuyung mundur setengah tapak, peluh dingin bertaburan deras di dahinya. "Y-Yang Mulia Permaisuri! Ini... ini pasti ada kesalahpahaman! Hamba tidak tahu-menahu mengenai serbuk itu! Tabib Kerajaan Selatan yang meraciknya!"
"Kesalahpahaman?" Kaisar Tian bangkit berdiri dari Tahta Naga. Hawa keberadaan yang dingin dan mematikan seketika mengepung seluruh isi aula. Sepasang mata elangnya menatap Pangeran Xiao bagaikan hendak menguliti pria itu hidup-hidup. "Kau membawa racun tersembunyi ke dalam perjamuan Kerajaan Great Yan, dan kau sebut ini kesalahpahaman?"
"Ampuni Hamba, Yang Mulia Kaisar!" Pangeran Xiao seketika bersujud di atas lantai pualam, menyentuhkan dahinya kencang. "Hamba sungguh tidak berniat jahat!"
Anran melangkah mendekati Pangeran Xiao, memegang cangkir giok itu dengan ketenangan luar biasa. "Jika Pangeran Xiao mengaku tidak tahu, biarkan pelayanmu yang menuangkan anggur ini meminum cangkir kedua sebagai pembuktian."
Pelayan yang memegang baki perak seketika pucat pasi bagaikan mayat. Tubuhnya gemetaran hebat hingga baki perak di tangannya terjatuh berdentang nyaring di lantai pualam, menumpahkan seluruh cairan anggur beracun tersebut.
"Pengawal! Tangkap seluruh rombongan utusan Kerajaan Selatan dan jebloskan ke penjara pengadilan!" seru Kaisar Tian dengan suara menggelegar yang menggetarkan pilar-pilar aula.
Para pengawal