Sinta Maharani dijual ayah kandungnya seharga Rp 500 juta untuk lunasi hutang judi.
Pembelinya adalah Arga Wijaya, CEO Rogue terkaya dan paling kejam di Jakarta. Pernikahan kontrak 1 tahun demi warisan triliunan.
Namun di malam pertama, Arga berbisik dingin, "Keluarga Maharani adalah pembunuh keluargaku. Sekarang giliranmu yang membayarnya."
Sinta terjebak. Menikah dengan musuh yang membenci darahnya, sambil menyembunyikan rahasia bahwa dia adalah serigala terakhir berdarah murni.
Mampukah Sinta bertahan di tengah dendam dan cinta terlarang? Ataukah dia akan hancur oleh masa lalu keluarganya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26 - DETAK JANTUNG KEEMPAT YANG TERNYATA BUKAN DI PERUT LUNA, DAN JANJI NAMA
Malam itu setelah Luna pergi meninggalkan bau parfum yang sama seperti parfum Kelvin Tan di mall, aku, Sinta, tidak bisa tidur di atas nakas penthouse 50 Miliar. Padahal janji kami berdua tadi jelas. Kalau anak kami lahir laki-laki, namanya bukan Arga Jr. Tapi Kelvin Jr. Biar detak jantung keempat itu berhenti berbisik.
Tapi detak jantung keempat itu tidak berhenti. Malah makin kencang.
Arga memelukku dari belakang di atas nakas itu. Nakas yang jam 05.12 pagi di Bab 23 nanti jadi saksi pendarahan 2 garis ku. Nakas yang sekarang masih ada bekas gelang emas putih ARGA JR - DARI OPA ROBERT yang tadi dibuang Luna ke tempat sampah lobi penthouse 50 Miliar.
"Sin, tidur. Detak jantung itu cuma halusinasi karena kamu bedrest total. Dokter bilang kamu tidak boleh turun dari nakas. Tadi kamu turun lawan Luna, itu bahaya buat 2 garis kamu," bisik Arga, tangannya mengelus perutku yang masih 2 garis baru, yang masih belum kelihatan hamil tapi sudah ada detak jantung kedua di dalam.
Aku menggeleng. Keringat dingin membasahi baju rumah sakit yang masih aku pakai sejak bedrest total. "Bukan halusinasi, Arga. Tadi aku dengar jelas detak jantung keempat itu bukan dari perutku. Tapi dari perut Luna di bawah. Kencang. Marah. Seperti detak jantung Kelvin Tan sebelum hampir bunuh aku di mall Bab 10. Dan sekarang, setelah Luna pergi, detak jantung itu ada di dalam kamar ini. Di bawah nakas ini."
Arga langsung duduk tegak. Wajahnya yang biasanya dingin seperti Robert Tan di Bab 28, sekarang pucat. Dia menatap ke bawah nakas penthouse 50 Miliar kami. Nakas yang harganya 500 juta, yang ada laci-lacinya, yang ada lampu tidur 50 juta.
Di bawah nakas, tidak ada apa-apa. Hanya bayangan.
Tapi dari bayangan itu, terdengar suara. Suara detak jantung. Dug... Dug... Dug... Kencang. Marah. Seperti waktu aku di mall Bab 10, waktu Kelvin Tan mencekik leherku di depan toko baju bayi, bilang "Kamu yang bikin aku mati 50 Miliar asuransi!"
"Arga, kamu dengar?" bisikku, tanganku mencengkram tangan Arga erat, kuku-kukuku menancap di kulitnya yang putih.
Arga mengangguk pelan. Dia dengar. Jelas dia dengar. Karena detak jantung itu sekarang bukan cuma di bawah nakas. Tapi di dalam laci nakas.
Laci nakas yang tadi siang, sebelum Luna datang, aku simpan test pack 2 garis yang pertama. Test pack yang jam 05.12 pagi di Bab 23 aku foto, yang aku taruh di atas nakas, yang jadi bukti aku hamil DNA 99,9% Arga.
Arga membuka laci nakas itu pelan-pelan. Tangannya gemetar, tidak seperti tangan yang dulu cabut gugatan 2,5 Triliun dengan satu tanda tangan di Bab 25, tidak seperti tangan yang perang saham 20% Tan Group dengan uang 50 Miliar.
Di dalam laci nakas, ada gelang emas putih ARGA JR - DARI OPA ROBERT yang tadi dibuang Luna ke tempat sampah lobi penthouse 50 Miliar. Gelang itu kembali. Ada di dalam laci nakas kami. Padahal jelas-jelas tadi Luna buang ke tempat sampah lobi. Aku lihat sendiri dengan mata kepalaku. Ayahku yang dulu menjualku 500 juta di Bab 3 juga lihat. Satpam lobi juga lihat.
Tapi sekarang gelang itu ada di laci nakas. Dan gelang itu berdetak. Dug... Dug... Dug...
Gelang emas putih ARGA JR - DARI OPA ROBERT itu berdetak seperti jantung. Seperti detak jantung keempat.
"Gelang ini... berdetak?" Arga mengambil gelang itu, tangannya yang besar memegang gelang kecil bayi 3,2 kg DNA 99,9% Robert Tan di Bab 27.
Aku mundur di atas nakas. Perutku yang 2 garis baru itu tiba-tiba sakit, seperti ditendang dari dalam. Padahal janinnya masih 6 minggu, belum bisa nendang.
"Arga, buang lagi. Buang jauh-jauh gelang itu. Itu bukan gelang dari Opa Robert. Opa Robert sudah koma di Bab 34 nanti, pernikahan 5 Triliun Luna & Robert Tan. Gelang itu dari kuburan. Luna bilang benar, aku tidak butuh kado dari kuburan. Aku butuh nama. Tapi detak jantung keempat itu bukan butuh nama Kelvin Jr. Dia butuh tumbal."
Tiba-tiba, dari balkon penthouse 50 Miliar, terdengar suara ketukan. Tok... Tok... Tok...
Jam menunjukkan 23.59. Hampir tengah malam. Sama seperti jam 17.59 di screenshot Bab 13 kamu, jam Gapura Tutup.
Arga berdiri, masih memegang gelang berdetak itu, dan berjalan ke balkon. Aku teriak jangan, karena bedrest total aku tidak boleh ditinggal, tapi Arga tetap buka pintu balkon.
Di luar balkon penthouse 50 Miliar yang ada di lantai 50, yang anginnya kencang, yang pemandangannya seluruh kota Medan, tidak ada siapa-siapa. Hanya angin.
Tapi di lantai balkon, ada jejak kaki basah. Jejak kaki kecil. Jejak kaki bayi. Jejak kaki yang menuju ke dalam kamar, ke bawah nakas.
Jejak kaki itu berhenti di bawah nakas tempat detak jantung keempat itu berasal.
Dan dari bawah nakas, muncul tangan kecil. Tangan bayi. Tangan yang memakai gelang emas putih. Tapi gelang itu bukan tulisan ARGA JR - DARI OPA ROBERT. Tulisannya berubah.
Aku melihat jelas dari atas nakas, dengan lampu tidur 50 juta yang menyala redup, tulisan di gelang emas putih itu berubah menjadi KELVIN JR - DARI PAPA KELVIN DI MALL BAB 10.
Arga juga lihat. Wajahnya yang dingin itu langsung marah, seperti waktu dia perang 10 Triliun di Bab 36.
"Siapa yang ganti gelang ini!" teriak Arga, suaranya menggelegar di seluruh penthouse 50 Miliar, membuat ayahku yang tidur di kamar pembantu lantai bawah terbangun, yang dulu menjualku 500 juta tapi sekarang tidak akan biarin orang lain ambil cucu Papa lagi seperti di Bab 25.
Tidak ada yang menjawab. Hanya detak jantung keempat itu yang makin kencang. Dug... Dug... Dug... Sekarang bukan dari bawah nakas, tapi dari perutku. Dari 2 garis baruku.
Perutku sakit luar biasa. Seperti ada yang mencakar dari dalam. Aku berteriak, bedrest total ku gagal, aku turun lagi dari nakas untuk kedua kalinya malam itu, sama seperti di Bab 25.
Aku memegang perutku. Dan untuk pertama kalinya, aku mendengar detak jantung keempat itu jelas asalnya bukan dari perut Luna di bawah. Bukan dari bawah nakas. Tapi dari dalam perutku sendiri. Ada detak jantung ketiga di dalam perutku yang 2 garis baru itu.
Satu detak jantungku. Satu detak jantung janinku. Dan satu detak jantung lain. Detak jantung keempat. Detak jantung Kelvin Tan yang mati di mall Bab 10.
"Arga... di perutku... ada 2 detak jantung... bukan 1..." bisikku, air mataku menetes, bukan darah hitam seperti KTP nangis darah BELUM DIKUBUR - MENUNGGU TUBUH BARU di Bab 13, tapi air mata bening ketakutan.
Arga langsung menggendongku, masih pakai baju rumah sakit, masih bedrest total, turun dari penthouse 50 Miliar jam 23.59 malam itu, menuju UGD Rumah Sakit Mahendra tempat aku nanti keguguran jadi 1 garis lagi di Bab 29.
Di mobil Alphard hitam plat B yang sama seperti mobil yang bawa Luna tadi siang, Arga mengemudi sendiri dengan kecepatan 180 km/jam, sambil terus memegang perutku yang ada detak jantung keempat itu.
"Sin, tahan. Jangan sampai 2 garis kamu jadi 1 garis lagi seperti di Bab 29 nanti. Aku sudah lunasi hutang ayahmu 3,2 Miliar tanpa kamu minta. Aku sudah beli lagi kontrakan 2 petak 500 juta yang dijual ke Kevin Tan. Aku tidak akan biarin detak jantung keempat itu ambil kamu dan anak kita."
Aku memegang gelang emas putih yang masih berdetak itu, yang sekarang tulisannya KELVIN JR - DARI PAPA KELVIN DI MALL BAB 10, yang tadinya ARGA JR - DARI OPA ROBERT.
Dan di dalam mobil yang melaju kencang menuju Rumah Sakit Mahendra, aku baru sadar satu hal.
Luna hamil 8 bulan mau lahiran. Aku hamil 2 garis baru 6 minggu. Tapi detak jantung keempat yang ada di perut Luna tadi siang di lobi penthouse 50 Miliar, sekarang pindah ke perutku.
Artinya, anak Luna yang namanya mau Kelvin Jr itu, bukan di perut Luna. Tapi di perutku. Bersamaan dengan anakku yang 2 garis.
Kembar. Tapi bukan kembar Arga Jr dan Kelvin Jr yang lahir di kasur tipis jam 05.12 pagi di Bab 40. Tapi kembar 2 garis di dalam 1 perut. Satu Arga Jr. Satu Kelvin Jr. Dalam 1 rahimku yang dibeli 500 juta.
Karena terkadang, untuk memenangkan perang 2,5 Triliun, kamu harus mengandung musuhmu sendiri.
BERSAMBUNG.....