Cinta kadang dapat membutakan mata seseorang, itu juga yang terjadi pada Ivy. Cinta membuatnya buta hingga tega merebut tunangan saudara kembarnya sendiri.
Ivy memang berhasil, pertunangan Mateo dan Evelyn dibatalkan dan dia berhasil menikahi Mateo. Tapi sayangnya pria itu tidak pernah mencintai Ivy. Mateo melakukan banyak hal untuk menyakit hati Ivy bahkan dia juga berselingkuh hanya agar Ivy lebih terluka. Tapi Ivy selalu memaafkan Mateo.
Hingga hari itu Ivy benar-benar berhenti mencintai Mateo. Sejak Mateo lebih memilih menemani selingkuhannya dibandingkan mengantarkan putri mereka ke rumah sakit. Hingga akhirnya Ivy harus kehilangan putrinya untuk selamanya. Sejak saat itu, cinta Ivy lenyap dan dia akhirnya memilih bercerai dan meninggalkan Mateo.
Saat Ivy berpikir dia sendirian dan tak punya tempat untuk pulang, Edgar datang memberikan cahaya untuknya. Awalnya Ivy berpikir jika Edgar hanyalah pria biasa. Tapi ternyata identitas Edgar tidak sesederhana itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nitaastri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
prolog
Sejak lahir, Ivy Alexandra Myles tahu bahwa dirinya tidak pernah benar-benar menjadi pilihan. Bukan karena dia tidak cukup cantik, bukan juga karena dia tidak cukup pintar. Melainkan karena di sampingnya selalu ada Evelyn Celestine Myles saudara kembarnya sendiri.
Saudara kembar yang jauh lebih sempurna dari Ivy. Dia jauh lebih pintar, dia juga tangguh, bisa berbagai olahraga, memiliki banyak bakat yang tidak Ivy miliki. Evelyn sering mengikuti lomba dan memenangkan banyak piala dan medali. Itulah sebabnya Evelyn selalu menjadi anak yang dibanggakan kedua orang tua mereka.
"Kenapa kamu tidak bisa seperti Evelyn?"
Atau kalimat
"Evelyn saja bisa kenapa kamu tidak bisa, dasar anak bodoh."
Atau kalimat
"Kenapa kamu selalu buat malu papa, beda banget sama Evelyn. Dia selalu bisa bikin papa bangga, kalau nggak bisa kayak Evelyn. Seenggaknya kamu nggak bikin malu papa di depan orang-orang."
Atau kalimat
"Kamu itu nggak sepintar Evelyn, jadi nggak usah sok sokan ngikut lomba segala. Bikin malu aja, kalau tau bodoh ya udah diem aja di rumah. Biar mama nggak malu."
Kalimat-kalimat menyakitkan itu telah di dengar Ivy berkali-kali hingga rasanya seperti luka yang tak pernah bisa mengering.
Ketika Evelyn mendapatkan nilai terbaik, rumah dipenuhi pujian.
Ketika Evelyn memenangkan perlombaan, kedua orang tua mereka tersenyum bangga. Mereka bahkan akan menemani Evelyn sepanjang perlombaan, bahkan merelakan pekerjaan mereka hanya untuk menemani Evelyn.
Dan ketika Evelyn bertunangan dengan seorang pria dari keluarga terpandang bernama Mateo Leonardo Agler, seluruh keluarga Myles bersukacita.
Sementara Ivy?
Tidak ada yang bertanya bagaimana perasaannya. Tidak ada yang peduli bahwa setiap pujian untuk Evelyn membuat dadanya terasa sesak. Ivy juga ingin di puji oleh orang tuanya, sekali saja. Tapi Ivy tetap tidak mendapatkan semua itu, bukannya pujian dia justru selalu mendapatkan cacian dari ibunya setiap hari.
Hingga akhirnya, pertemuan Ivy dengan Mateo membuat Ivy tidak mengharapkan semua itu lagi. Perhatian Mateo padanya, membuat Ivy jatuh cinta dan berpikir jika Mateo juga mencintai dirinya seperti halnya dia yang juga mencintai Mateo.
Tapi sayang, harapan itu harus pupus saat melihat Evelyn datang sambil menggandeng Mateo dan memperkenalkan pria itu sebagai kekasihnya. Katanya mereka akan segera melangsungkan pertunangan. Mendengar itu, tentu saja hati Ivy sangat hancur. Lagi-lagi Evelyn yang di pilih bukan dirinya. Ivy sangat ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi seseorang yang dipilih. Namun ternyata dia lagi-lagi bukanlah pilihan.
Rasa iri dan cinta yang begitu dalam, membuat mata Ivy buta. Hingga malam itu, dia nekat menjebak Mateo.
Sebuah keputusan yang pada awalnya Ivy pikir akan membuatnya mendapatkan apa yang selama ini dia inginkan, yaitu cinta.
Namun Ivy melupakan satu hal, bahwa merebut seseorang dengan cara licik seperti itu tidak akan pernah membuat orang itu mencintai dirinya.
Setelah kebenaran tentang perbuatannya terungkap, Evelyn memilih pergi. Dia tidak marah pada Ivy, tidak berteriak pada Ivy, tidak bertanya mengapa Ivy melakukan hal itu. Dia hanya pergi,
meninggalkan keluarganya, meninggalkan pria yang pernah menjadi tunangannya, juga meninggalkan kota tempat dia dibesarkan.
Sementara Ivy, dia berhasil mendapatkan apa yang selama ini dia inginkan yaitu Mateo.
Ivy akhirnya berhasil menikahi Mateo, tapi sayang. Hari pernikahan yang seharusnya menjadi hari paling membahagiakan dalam hidupnya, Ivy justru harus menerima satu kenyataan bahwa pria itu tidak mencintainya. Dia juga kehilangan saudara kembar yang begitu menyayangi dirinya akibat keegoisannya, bahkan dia juga harus kehilangan seluruh keluarganya. Karena sejak hari itu dia di usir dan tidak di akui lagi oleh kedua orangtua serta kakaknya.
Tapi hal itu tidak membuat Ivy benar-benar hancur, karena dia berpikir masih memiliki Mateo.
Dia berpikir walaupun Mateo tidak mencintai dirinya, setidaknya Mateo bisa bersamanya dan dia akan berusaha membuat Mateo mencintainya. Tapi sayang, bahkan setelah 4 tahun pernikahan mereka. Mateo masih tetap tidak mencintai dirinya, bahkan setelah mereka punya anak sekalipun.
Setelah 4 tahun berusaha menjadi istri yang sempurna bagi Mateo, Ivy akhirnya memilih menyerah saat putri kecilnya meninggal dalam sebuah kecelakaan.
Malam itu seluruh cinta Ivy lenyap bersama kematian putrinya bukan karena kehadiran selena yang selama ini menjadi orang ketiga dalam pernikahan mereka.
Akhirnya setelah sekian lama, Ivy memilih bercerai dan melanjutkan hidupnya yang baru. Tanpa keluarga, tanpa Mateo juga tanpa bayang-bayang Evelyn. Hanya ada Ivy, sendirian.
Hingga pertemuannya dengan Edgar merubah segalanya.
Mampukah Edgar memberikan apa yang selama ini Ivy impikan?
Bersambung