NovelToon NovelToon
Menjadi Wanita Simpanan Kakak Angkat

Menjadi Wanita Simpanan Kakak Angkat

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: NisfiDA

Satu malam, Syafiya (21) salah masuk ke kamar Zeffan (32)—kakak angkatnya sendiri. Malam terlarang itu mengubah segalanya.

​Zeffan yang terbiasa dingin kini terobsesi menjadikan Syafiya wanita simpanannya. Padahal, Zeffan sudah memiliki istri anggun, Valerie (28), dan bayi berusia satu tahun.

​Syafiya terjepit di antara utang budi pada Mommy Marlina dan cengkeraman obsesi Zeffan. Bisakah ia kabur, atau justru makin tenggelam dalam dosa terlarang ini?

​"Kamu yang masuk ke kamarku malam itu, Syafiya. Jadi jangan mimpi bisa lepas dariku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tanda Tanya di Tengah Badai

​"Bagaimana keadaannya, Dokter?" tanya Zeffan dengan suara berat yang menuntut, berdiri tegak di samping ranjang dengan pandangan tak teralih dari wajah pucat Syafiya.

​Dokter keluarga yang baru saja selesai memeriksa kondisi Syafiya dan merapikan stetoskopnya berbalik, menghela napas pelan sebelum menatap Zeffan dan Marlina yang berdiri penuh kecemasan.

​"Kondisi fisiknya sangat lemah," jelas Dokter ramah namun serius. "Tekanan darahnya drop dan ada indikasi kelahan berlebih serta stres berat. Sepertinya Nona Syafiya kurang istirahat dan pola makannya tidak teratur beberapa hari terakhir ini."

​"Astaga... kan benar dugaan Mommy," cicit Marlina dengan raut wajah penuh rasa bersalah, mengelus lembut kepala anak angkatnya yang masih belum sadarkan diri. "Anak ini terlalu banyak memendam beban sendirian."

​"Tapi tidak ada yang berbahaya, kan, Dokter?" sela Zeffan tegas, memotong kekhawatiran ibunya.

​"Secara umum tidak ada yang mengkhawatirkan, Pak Zeffan. Tapi saya sarankan Nona Syafiya harus total bed rest selama dua hingga tiga hari ke depan," lanjut Dokter seraya mencatat resep obat. "Saya sudah berikan suntikan vitamin dan infus nutrisi untuk mempercepat pemulihannya. Tolong pastikan dia makan dengan teratur dan terhindar dari hal-hal yang memicu stres."

​"Pasti, Dokter. Saya sendiri yang akan memastikan dia tidak disentuh masalah apa pun dulu," pangkas Zeffan dingin, tatapannya menyiratkan ketegasan yang mutlak.

​Marlina mengangguk setuju, lalu berbalik menatap Zeffan.

"Zeffan, kamu antar Dokter ke depan ya. Sekalian minta asisten rumah tangga buatkan bubur halus untuk Syafiya kalau nanti dia terbangun."

​"Baik, Mom," sahut Zeffan singkat.

​Sebelum melangkah keluar mengikuti Dokter keluarga, Zeffan sempat melirik ke arah tangan Syafiya yang tertancap jarum infus.

Mata pekatnya berkilat penuh tekad—penyakit dan kelemahan Syafiya justru memberinya alasan sempurna untuk makin memperketat pengawasannya dan mengunci gadis itu tetap berada di bawah genggamannya.

Sementara di kamar lantai atas, suasana mencekam dan sunyi melingkupi ruangan tempat Valerie dikurung. Pintu kamar yang terkunci rapat tiba-tiba berderit pelan saat Zeffan melangkah masuk usai mengantar dokter keluarga ke depan.

Valerie yang sedang duduk di tepi ranjang langsung bangkit berdiri dengan napas memburu. Matanya yang sembap dan merah memancar penuh amarah bercampur keputusasaan.

"Sampai kapan Mas Zeffan mengurungku di sini?!" jerit Valerie meluapkan kekesalannya. "Pintu dibuka cuma kalau makanan tiba! Aku ini istri Mas, bukan tahanan!"

Zeffan tidak langsung menjawab. Pria itu menutup pintu kembali, lalu menyandarkan punggungnya santai di daun pintu seraya menyilangkan tangan di dada. Matanya menatap Valerie dengan dingin dan tanpa empati.

"Kamu merasa seperti tahanan?" desis Zeffan, senyum sinis terukir tipis di bibirnya. "Harusnya kamu bersyukur, Valerie. Di ruangan ini kamu masih bisa makan enak dan tidur lelap, sementara perusahaan Papamu berada di ambang kehancuran karena ulahmu sendiri."

"Mas Zeffan jahat!" bentak Valerie, air matanya kembali menetes membasahi pipi. "Mas pisahkan aku dari Elvano! Aku mau ketemu anakku, Mas! Di mana Elvano sekarang?!"

"Elvano aman," pangkas Zeffan datar. "Dia berada di tempat yang jauh lebih baik daripada berada di dekat ibu yang tidak bisa menjaga kehormatan keluarganya."

"Aku tidak berselingkuh, Mas! Demi Allah, Aris cuma teman lama!" tangis Valerie histeris, melangkah mendekati Zeffan meski keberaniannya menciut melihat tatapan tajam suaminya. "Kenapa Mas begitu tega sama aku?! Apa karena Syafiya? Iya?!"

Pandangan Zeffan mendadak menajam, aura kegelapan terpancar makin pekat dari tubuhnya. "Jangan membawa nama Syafiya dalam masalahmu, Valerie."

"Kenapa?! Kenapa tidak boleh?!" cecar Valerie dengan suara melengking. "Sejak awal Mas cuma peduli sama anak angkat itu! Sekarang dia pasti puas melihat aku dikurung seperti ini! Dia senang kan, berhasil merebut posisi di rumah ini?!"

"Tutup mulutmu!" bentak Zeffan dengan suara berat yang seketika menghentikan jeritan Valerie. Zeffan melangkah maju satu tapak, mengunci pergerakan istrinya dengan tatapan membunuh. "Syafiya baru saja pingsan dan tubuhnya lemah karena terus-terusan jadi sasaran amarah gila darimu. Kalau sampai terjadi sesuatu yang buruk padanya karena stres yang kamu ciptakan... aku pastikan hidupmu dan keluargamu tidak akan pernah tenang."

Valerie membelalak kaget, napasnya tercekat di tenggorokan. "P-pingsan...?"

"Ya," desis Zeffan dingin, menyunggingkan senyum gelap yang amat menakutkan. "Jadi tetaplah di kamar ini, Valerie. Berdoalah agar Syafiya cepat pulih, atau hukumanmu akan jauh lebih berat dari sekadar dikurung di ruangan ini."

"Tapi kenapa aku yang selalu salah, Mas?!" potong Valerie dengan raut wajah hancur, menatap suaminya dengan keputusasaan yang teramat sangat. "Aku yang tertekan di rumah ini! Aku yang suaminya dingin dan tidak pernah menganggapku ada! Kenapa sekarang seolah-olah aku penjahatnya?!"

"Karena Syafiya terus memikirkan untuk pergi dari rumah ini," balas Zeffan dingin, menyela ucapan istrinya tanpa keraguan sedikit pun. "Dia sampai jatuh sakit dan pingsan hanya karena memikirkan cara agar kamu tidak memojokkannya terus-menerus... hanya karena kamu ingin menutupi kesalahanmu itu."

Valerie tertawa sumbang, menggelengkan kepalanya tak percaya mendengar pembelaan Zeffan yang begitu membuta terhadap adik angkatnya.

"Menutupi kesalahanku?" cicit Valerie dengan air mata yang mengalir semakin deras. "Mas Zeffan... Mas sungguh tidak sadar atau berpura-pura buta? Syafiya itu cuma memanfaatkan rasa kasihan Mas dan Mommy! Dia memposisikan dirinya sebagai korban supaya Mas makin benci sama aku!"

"Syafiya tidak pernah meminta apa pun di rumah ini," pangkas Zeffan tegas, melangkah mendekat hingga bayangannya mengurung Valerie sepenuhnya. "Dia diam, menahan semuanya sendirian, bahkan saat kamu dengan lancang mendorongnya sampai cedera! Sementara kamu? Kamu sibuk mengadu pada pria lain di belakangku!"

"Aris cuma teman, Mas! Aku cuma butuh teman cerita karena suamiku sendiri tidak pernah ada untukku!" jerit Valerie meledak-ledak. "Mas tidak pernah mencintaiku! Mas cuma menjadikan aku pajangan, sementara pikiran dan perhatian Mas cuma tertuju pada gadis itu!"

Plak!

Zeffan mencengkeram rahang Valerie dengan kuat, memaksa istrinya menatap lurus ke dalam matanya yang sehitam jelaga.

"Jaga bisikan beracunmu itu, Valerie," desis Zeffan amat pelan namun sarat ancaman yang membekukan darah. "Jangan pernah melompati batas lagi jika kamu masih ingin melihat pintu kamar ini terbuka. Satu kata lagi yang keluar dari mulutmu untuk menyudutkan Syafiya... aku pastikan karier dan perusahaan Papamu runtuh sebelum matahari terbenam."

Valerie membeku seketika. Cengkeraman di rahangnya mengendur, meninggalkan rasa panas dan ketakutan mendalam. Ia terdiam seribu bahasa, tak sanggup lagi melawan kekuasaan penuh yang dimiliki suaminya.

"Renungkan kesalahanmu di sini," pangkas Zeffan dingin seraya berbalik dan melangkah keluar kamar.

Klak.

Suara kunci yang kembali memutar dari luar menjadi tanda bahwa penjara dingin bagi Valerie masih jauh dari kata usai.

1
Aditya hp/ bunda Lia
coba bicara baik2 kalian tuh jangan juga selalu membela Valerie kalo salah yah slah biar gak tambah kacauuuu ...
Aditya hp/ bunda Lia
kasian juga ..
Anisa Dwi riona
lanjut Thor.makin Seruuu
lexxa
sepertinya syafiya ini emng istrinya zaffankan?, yg ilang ingatan gara² zaffan di jebak valerie sampe hamil kan yaa?🤣(soal nya valerie sama zaffan pernah slh ngomong di bab sebelumnya),ini cuman khayalan ku yaa🤣
Aditya hp/ bunda Lia
apanyang akan terjadi kalo pada saatnya nanti mommy Marlina dan Daddy Bram tau kalo zeffan menjadikan syafiya simpanannya
Aditya hp/ bunda Lia
huuuh, ... Valerie habis kamu
Aditya hp/ bunda Lia
zeffan gila ...
Aditya hp/ bunda Lia
huuh, ... gak akan bisa pergi syafiya
Aditya hp/ bunda Lia
ternyata oh ternyata ...
Aditya hp/ bunda Lia
gak usah denger si Valerie pergi ajah
Aditya hp/ bunda Lia
simalakama yah Valerie ...
Aditya hp/ bunda Lia
bagus zef
Aditya hp/ bunda Lia
cabut ajah inpestasimu zef
Aditya hp/ bunda Lia
👍👍👍👍
Aditya hp/ bunda Lia
Nah, ... makin rame ributnya ini
Anisa Dwi riona
hati hati kamu syafiya.kunci pintunya
Aditya hp/ bunda Lia
gak ngancurin gimana sih zefran yah bakalan ancur atuh hidup syafiya .. jadi wanita simpanan tanpa status gitu
Aditya hp/ bunda Lia
nanti pas kebongkar takutnya yang disalahin syafiya ... dituduh menggoda
Aditya hp/ bunda Lia
hadir ☝️
lanjut kayaknya bakalan seru ini tetap 💪🫰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!