NovelToon NovelToon
EMBER

EMBER

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Dua hari menjelang pernikahan megahnya, Cinderella Huntington harus menelan kenyataan pahit: sang tunangan mengkhianatinya bersama adik kandungnya sendiri.
Dijatuhi tuduhan tak adil dan selalu dituntut mengalah oleh keluarganya, Cinderella memilih pergi melintasi dinginnya malam untuk meluapkan amarah dan rasa sakitnya hingga mengakhiri hidup.

Namun takdir berkehendak lain. Ia terbangun dalam raga Marcella Ember Vitiello—gadis 18 tahun yang tewas mengakhiri hidup akibat pengabaian orang tuanya.

Di tengah keputusasaan, takdir mempertemukannya kembali dengan Draxler Lutolf Ashford—pemuda 19 tahun berparas tampan yang ia kira hanyalah mahasiswa biasa.

Cinderella bertekad membalas setiap ketidakadilan.

Bisakah ia benar-benar menghapus jejak Draxler dari hidupnya ketika takdir pria muda itu ternyata jauh lebih rumit dari yang pernah ia bayangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#25

Sinar matahari sore menembus celah pepohonan rindang yang menaungi pelataran gedung sekolah taman kanak-kanak eksklusif di kawasan elite California.

Gedung berarsitektur klasik modern itu dipenuhi fasilitas mewah, tempat di mana anak-anak dari kalangan konglomerat kasta tertinggi menimba ilmu awal mereka.

Di sudut taman bermain luar ruangan, sekumpulan bocah berusia enam tahun sedang berkumpul di dekat ayunan.

"Kami tidak berbohong, Cinderella!" celoteh seorang anak perempuan berambut keriting dengan antusias, menunjuk-nunjuk ke arah koridor utama.

"Angelo Ashford Berres—anak laki-laki itu benar-benar sangat mirip denganmu! Wajah kalian, bentuk mata kalian, bahkan cara kalian menekuk alis saat marah itu sama persis! Kami bahkan sempat mengira kalian ini saudara kembar yang terpisah!"

Cinderella Vitiello kecil yang mengenakan terusan seragam katun biru muda menggelengkan kepala mungilnya berulang kali. Rambut hitam tebalnya yang diikat dua bergoyang seiring gerakannya.

"Aku bahkan tidak mengenal Angelo, sungguh," sahut Cinder dengan intonasi halus namun tegas, menatap teman-temannya polos. "Kami bukan keluarga. Marga kami saja berbeda. Aku Cinderella Vitiello, dan dia Angelo Berres."

Tepat saat itu, seorang bocah laki-laki berpostur tinggi tegap untuk usianya melangkah melewati area ayunan sambil menggendong tas punggung bermotif pahlawan super.

Bocah itu menghentikan langkahnya, menatap sekumpulan anak perempuan di sana dengan sorot mata cokelat gelap yang tajam dan sedikit angkuh.

Angelo Ashford Berres—putra tunggal dari pasangan Penny Ashford dan suaminya, sekaligus cucu laki-laki pertama dan satu-satunya bagi keluarga besar Kaetos dan Parrie Ashford.

"Aku juga tidak mengenalmu," potong Angelo datar, menatap Cinder dengan pandangan bosan khas bocah laki-laki yang merasa lebih dewasa.

"Jadi berhenti membicarakan soal kembaran konyol itu. Kalian anak perempuan benar-benar cerewet. Tidak salah Daddy-ku selalu menyuruhku untuk menjauh dari kaum perempuan karena kalian hanya tahu cara bergosip!"

"Kau yang galak, Angelo!" teriak salah seorang bocah perempuan membalas ucapan sok tahu itu.

Angelo tidak memedulikan teriakan teman-temannya. Ia memutar tubuhnya dan melanjutkan langkahnya menuju gerbang utama dengan gaya berjalan yang sangat percaya diri—gaya berjalan yang diturunkan murni dari garis darah keluarga Ashford.

Sejujurnya, Angelo sendiri sudah sering mengeluhkan hal ini di rumah. Ia pernah bercerita pada Mommy-nya—Penny, dan sang Daddy—Huxley Berres, tentang bagaimana anak-anak di sekolah selalu mengejeknya memiliki kembaran perempuan yang tak ia kenal.

Namun setiap kali Angelo mengeluh, Daddy-nya selalu tertawa santai dan menjawab bahwa wajah Angelo itu memang ketiplek alias menjiplak habis wajah paman kembaran dari pihak sang Mommy.

Itulah alasan kenapa semalam Angelo sempat menangis sesenggukan—seperti bocah pada umumnya yang merajuk—menuntut agar hari ini ia dijemput oleh salah satu pamannya.

Angelo secara spesifik meminta Uncle Draxler yang menurut sudut pandang bocah enam tahun itu kelihatan seperti pengangguran karena sering terlihat bersantai di kelab atau jalan-jalan, dibanding Uncle Diedrick yang selalu sibuk mengurus bisnis dan mengintil di samping istrinya.

Sementara itu, di dalam kabin mobil sports hitam yang membelah jalanan utama kota.

Draxler Lutolf Ashford sedang mengemudikan mobilnya dengan satu tangan di lingkar kemudi.

Setelah menyelesaikan jamuan makan siang bisnis yang menguras emosi dan pertemuannya yang menyayat hati dengan Ember di hotel tadi, ia kini harus menjalankan tugas negara yang diperintahkan langsung oleh sang Mommy, Parrie Ashford.

"Sialan..." gerutu Draxler dengan suara bariton rendahnya, melirik jam tangan mewahnya. "Kenapa dari sekian banyak orang di rumah, harus aku yang menjemput bocah nakal itu?"

Draxler terdengar sangat kesal. Ia adalah pria paling sibuk yang memimpin imperium bisnisnya sendiri, namun di mata sang mommy dan keponakannya, jadwal jalannya yang fleksibel di luar jam kantor kerap dianggap sebagai 'pengangguran terselubung'.

Bagaimanapun juga, Angelo adalah cucu laki-laki kesayangan keluarga besar Ashford, dan Draxler tidak punya pilihan selain menuruti titah sang ibu.

Mobil sports hitam milik Draxler berhenti mulus di pelataran parkir khusus penjemputan TK eksklusif tersebut.

Pria berusia 26 tahun itu mematikan mesin, melepas kacamata hitamnya, lalu melangkah keluar dari mobil.

Penampilannya yang dibalut setelan jas abu-abu gelap tanpa dasi seketika mencuri perhatian beberapa ibu muda dan pengasuh yang sedang menunggu anak-anak mereka di depan gerbang.

Dari arah pintu masuk sekolah, Angelo melangkah keluar seraya menenteng tasnya.

Begitu melihat paman kesayangannya berdiri di samping mobil, mata bocah itu berkilat senang, walau ia berusaha tetap berakting keren di depan teman-temannya.

"Uncle Draxler!" panggil Angelo seraya berlari kecil menghampirinya.

Draxler menyunggingkan senyum tipis—senyum langka yang hanya ia tunjukkan pada keluarganya. Ia berlutut satu kaki, menyambut keponakannya dan merapikan tatanan rambut bocah itu.

"Bagaimana sekolahmu, Jagoan?" tanya Draxler seraya meraih tas punggung Angelo dan melemparkannya santai ke jok belakang mobil. "Kau tidak membuat ulah sampai gurumu menelepon Mommy-mu, kan?"

"Tentu saja tidak," jawab Angelo bangga seraya bersedekap dada. Namun seketika raut wajahnya berubah cemberut.

"Tapi aku kesal sekali hari ini, Uncle. Anak-anak perempuan di kelas terus-terusan menunjukku dan bilang aku punya kembaran."

Draxler tertawa pelan—sebuah tawa renyah yang meredakan sisa-sisa amarahnya dari pertemuan tadi siang. Ia membelai kepala Angelo.

"Kembaran? Mana mungkin kau punya kembaran. Kau kan anak tunggal Mommy Penny."

"Aku tahu!" seru Angelo gemas.

"Tapi mereka bilang ada anak perempuan yang wajahnya sama persis denganku! Namanya Cinderella atau siapa lah itu. Anak-anak perempuan memang sangat aneh dan cerewet, Uncle. Pantesan Daddy selalu menyuruhku berhati-hati pada mereka."

Draxler kembali terkekeh mendengar celotehan keponakannya yang terdengar begitu dewasa sebelum waktunya.

"Bagus. Dengarkan daddymu. Jangan mau dibodohi oleh perempuan."

"Nah, itu dia anak perempuan cerewet itu!" bisik Angelo tiba-tiba seraya menunjuk ke arah samping gerbang utama. "Lihat, Uncle! Yang sedang berdiri di dekat mobil hitam itu!"

Draxler secara refleks memutarkan pandangannya, mengikuti arah telunjuk kecil Angelo. Ia berniat hanya melirik sekilas untuk memuaskan rasa penasaran keponakannya dan mengakhiri topik konyol tentang 'kembaran' tersebut.

Namun... begitu matanya mendarat pada sosok anak perempuan kecil yang berdiri di dekat pintu mobil limousine hitam...

Deg!

Darah di dalam tubuh Draxler mendadak berhenti mengalir secara instan. Jantungnya menghantam rongga dadanya dengan hentakan yang luar biasa keras.

Manik mata Draxler membelalak lebar.

Pria tegap itu membeku di tempatnya, menatap bocah perempuan berusia enam sampai tujuh tahun—sedang tertawa kecil.

Garis rahang bocah itu, bentuk matanya yang tajam, hingga cara bocah itu menggerakkan alisnya... benar-benar bagaikan cermin dari wajah Angelo, dan secara otomatis... cermin dari wajah masa kecil Draxler sendiri!

"I-itu..." bisik Draxler parau, tenggorokannya mendadak terasa kering dan tercekik.

Namun kejutan membakar yang menghantam dadanya belum berhenti sampai di sana.

Dari arah samping mobil limousine, seorang wanita anggun bergaun blazer hitam melangkah mendekati bocah perempuan tersebut. Wanita itu merendahkan tubuhnya, mengusap lembut kepala sang bocah, lalu menggandeng jemari kecil anak perempuan itu dengan ketulusan dan kehangatan yang amat dalam.

Wanita cantik itu membalikkan wajahnya sedikit ke arah matahari sore, memamerkan garis profil wajahnya yang sempurna, elegan, dan memikat.

Marcella Ember Vitiello.

Draxler terhenyak.

Kakinya terasa lemas bagaikan dipaku ke atas tanah marmer. Kacamata di genggamannya hampir saja terlepas dari jemarinya yang mendadak bergetar hebat.

Di bawah pendar keemasan sinar matahari sore, Draxler menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri: wanita yang tadi siang bersikap begitu dingin dan mengaku tidak membutuhkan pria mana pun... kini sedang tersenyum lembut seraya menggandeng seorang anak perempuan berusia enam tahun yang memiliki raut wajah yang sama persis dengan garis darah keluarga Ashford.

Ember... dan seorang anak perempuan yang mirip denganku? batin Draxler dengan otak yang berputar liar dan dada yang dihantam kebingungan serta guncangan yang teramat dahsyat.

1
Yusry Ajay
semangat berkarya Thor 🤗🤗
Yusry Ajay
mkasih uda up Thor 🤗🤗
Yusry Ajay
hu.... menegangkan thor...
Asriani Rini
Bagus banget ceritan aku suka sekali
Yusry Ajay
lanjut Thor kurang up nya...
Asriani Rini
Lanjut Thor
Heni Utami
sangat best
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak😍
total 1 replies
Anonim
kereen abis
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Si penny end,, ember nya crazy up please,, 🤭
Rosdianah 🌷: besok mulai double bab kak🙏🏻
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
cerita keluarga ashford emang gak pernahh gagal,di tunggu cerita nya Dominic thor🤭
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
masih nyimak Thor 🤔🤔🤔
Yusry Ajay
pkoknya semangat selalu Thor 🤗🤗🤗
Rosdianah 🌷: sehat selalu ya kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
lanjut Thor 🤗🤗🤗
Rosdianah 🌷: siap kak
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat up Thor 💪💪
Yusry Ajay
kyknya ada yg mulai jatuh cinta nih🤗🤗
Rosdianah 🌷: wkwkwk🤭
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat menata hidup kembali ember💪💪
Debu Nakal
typo kah thor
Debu Nakal
typo kah thor
Rosdianah 🌷: tidak kak.. First time Author buat novel Transmigrasi 🙏🏻
Cinderella Dan Ember itu satu🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
Nita Nita
lanjut kak 💪
Rosdianah 🌷: siap kak
total 1 replies
Yusry Ajay
kyknya bnyk teka teki nih Thor 😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!