NovelToon NovelToon
TIRAKAT 7

TIRAKAT 7

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / TKP
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Sebagian besar cerita berdasarkan TEORI KONSPIRASI ELIT GLOBAL nyata.

(SERI KE 7 DARI UNIVERSE NOVEL TIRAKAT)

Sepuluh tahun berlalu.

Kini Harumi bertugas sebagai penyidik Jatanras, sementara Haruma menjadi dokter forensik kepolisian. Di balik meja autopsi dan olah TKP, dua bersaudara ini menghadapi serangkaian pembunuhan sadis dan aneh.

​Petunjuk misterius pada jasad para korban membawa mereka membongkar konspirasi gelap sebuah keluarga Taipan (penguasa bisnis) yang diam-diam menjadi bagian dari sekte penyembah iblis internasional bernama "THE ONE".

​Berbekal keahlian forensik, analisis hukum, serta mata batin spiritual, Haruma dan Harumi berjuang meruntuhkan cengkeraman sihir hitam dan kekuasaan elit global demi menegakkan keadilan.

Sanggupkah mereka berdua menghentikan sekte penyembah iblis "THE ONE" tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7 (KASUS 1) KEJANGGALAN PADA ORGAN DALAM

Kedua mata dr. Haruma seketika membelalak lebar menatap kejanggalan luar biasa di dalam rongga dada jasad Jonathan Nasution di depannya!

​Langkah kakinya sampai mundur setengah tindak. Napas Haruma tertahan di balik maskernya. Keheningan ruangan itu mendadak terasa mencekik.

​Di dalam rongga dada seorang pria muda berusia 32 tahun yang atletis dan sehat... pemandangan organ dalamnya benar-benar tidak masuk akal secara medis!

​Normalnya, paru-paru manusia muda yang baru meninggal beberapa jam akan tampak mengembang penuh, berwarna kemerahan segar, dan elastis. Sementara jantungnya akan berukuran sebesar kepalan tangan dengan pembuluh darah yang menonjol berisi darah.

​Namun...

Apa yang berada di hadapan Haruma saat ini sungguh mengerikan!

​Kedua belah paru-paru Jonathan tampak mengkerut, menciut, dan berwarna abu-abu gelap kehitaman layaknya daun-daun kering yang layu di musim kemarau. Volume paru-parunya menyusut hingga lebih dari separuh ukuran normal.

​Dan yang paling membuat dada Haruma berdesir hebat adalah organ jantungnya.

Jantung Jonathan tampak kaku, ciut, dan berkerut parah, dengan permukaan jaringan yang mengering bagaikan buah yang kehabisan seluruh cairan alaminya!

​"Astagfirullahal'adzim..." bisik Haruma lirih, tak mampu menahan rasa syoknya.

​Haruma mendekatkan wajahnya, menggunakan pinset anatomi untuk meraba permukaan organ jantung korban secara sangat perlahan.

Tekstur jaringan jantung itu terasa amat kaku dan kasar—tekstur organ yang secara medis hanya bisa ditemukan pada jasad manusia lansia berusia di atas 80 tahun yang meninggal akibat dehidrasi dan penuaan sel tingkat ekstrem!

​Haruma menarik napas panjang, mencoba menguasai kembali ketenangan profesionalismenya. Ia mendekati mic perekam suara dengan tangan yang sedikit bergetar.

​"Temuan anomali makroskopis pada rongga dada," dikte Haruma dengan intonasi suara yang tertahan dan penuh keheranan. "Organ paru-paru kanan dan kiri mengalami pengkerutan masif, konsistensi kaku dan kering. Organ jantung mengalami pengkerutan ekstrem, berat perkiraan hanya 150 gram—kurang dari separuh berat normal jantung dewasa."

​Haruma mengambil pisau bedah kembali.

Dengan hati-hati, ia membuat sayatan kecil pada pembuluh darah utama (aorta) yang terhubung ke jantung.

​Tidak ada darah cair yang mengalir keluar!

Yang ada hanyalah butiran-butiran serbuk kental berwarna hitam pekat yang mengering di dalam dinding pembuluh darah, menyebarkan aroma samar cengkeh terbakar dan es yang sangat dingin!

​Haruma membelalakkan matanya. Ini adalah bukti medis yang teramat nyata!

Kerusakan sel dan pengkerutan organ paru-paru dan jantung masif ini adalah efek dari serangan sihir pencuri usia yang diceritakan dalam kitab-kitab sihir kuno!

​Sebab secara hukum biologis kedokteran, tidak ada satu pun jenis penyakit, serangan jantung biasa, atau racun kimia di dunia ini yang sanggup membuat organ dalam pemuda berusia 32 tahun mendadak menua dan mengkerut menjadi organ lansia 80 tahun hanya dalam waktu satu malam!

​Haruma meletakkan pisaunya. Ia melepas sarung tangan karet lapis luarnya yang terkena serbuk hitam, lalu merogoh ponsel pintarnya dari dalam saku apron hijau.

Jemarinya yang bergetar cepat mencari nomor Ipda Harumi, adiknya.

​Hanya dalam satu kali nada panggil, suara Harumi langsung menyahut dari balik telepon dengan nada antusias.

​"Halo, Kak Ruma?! Gimana di ruang bedah?! Kakak udah buka rongga dadanya?!" tanya Harumi langsung tanpa basa-basi.

​Haruma menarik napas dalam-dalam, berusaha menetralkan getaran di tenggorokannya.

​"Rumi..." panggil Haruma dengan suara pelan namun terdengar teramat tegang.

​Di seberang sana, Harumi yang mendengar nada suara kakaknya seketika mengubah intonasinya. "Kak Haruma? Kenapa, Kak? Ada yang aneh sama jasad Jonathan?"

​"Aneh itu kata yang terlalu sederhana, Dek!" ujar Haruma, matanya masih menatap tak percaya ke arah organ jantung yang mengkerut di atas meja bedah. "Ini gila, Rumi! Ini benar-benar di luar akal sehat kedokteran biasa!"

​"Serius, Kak?! Kenapa organ dalamnya?!" cecar Harumi penasaran setengah mati dari balik telepon.

​"Kakak baru saja membuka rongga dadanya dan melepas tulang rusuknya," cerita Haruma dengan napas naik turun. "Jantung sama paru-parunya Jonathan... mengkerut parah, Dek! Paru-parunya kuyu kayak daun kering, dan jantungnya ciut, kaku, persis kayak organ kakek-kakek umur 80 tahun yang mati kekeringan!"

​"Hah?! Seriusan?! Demi apa, Kak?!" seru Harumi terbelalak di seberang telepon. Suara gebrakan meja kerja Harumi terdengar pelan. "Organ cowok umur 32 tahun berubah jadi organ lansia 80 tahun?! Jangan bercanda, Kak!"

​"Iya, serius Rumi! Kakak nggak lagi bercanda! Kakak bersumpah demi Allah, ini di depan mata Kakak sendiri!" tegas Haruma. "Nggak ada pendarahan biasa di pembuluh darah utamanya, yang ada cuma kaya serbuk kental hitam yang baunya persis kayak aroma es dan cengkeh kebakar!"

​Di seberang telepon, Harumi terdengar tertawa kecil—sebuah tawa kelegaan luar biasa bercampur kejengkelan pada para petinggi yang tadi memojokkannya.

​"Alhamdulillah... Ya Allah!" seru Harumi penuh kemenangan. "Firasat mata batinku tadi pagi bener seratus persen, Kak! Bayangan tangan raksasa di plafon itu beneran nyedot usia dan energi hidupnya Jonathan sampai organ dalamnya keriput!"

​"Iya, Dek! Ini bukti medis otentik yang nggak bakal bisa dibantah sama Kombes atau pengacara Budiarto itu!" timpal Haruma semangat. "Nggak ada penyakit jantung alami di dunia ini yang bisa bikin organ tubuh jadi tua cuma dalam hitungan jam!"

​"Pinter banget, Kakakku!" puji Harumi dengan nada renyah dan gembira. "Sekarang Kakak catat semua ukuran organ keriput itu di lembar laporan resmi. Ambil foto makro-nya, terus simpan sampel jaringan hitam itu di botol steril!"

​"Pasti, Dek! Kakak akan dokumentasikan setiap milimeter dari anomali organ ini," balas Haruma mantap. "Kamu gimana di kantor? Udah dapat berkas transaksi keuangan Jonathan?"

​"Ini Aipda Rudi baru aja nemu hal menarik, Kak!" sahut Harumi dengan intonasi misterius. "Dua hari sebelum tewas, ada transaksi dana misterius senilai 50 miliar rupiah dari rekening pribadi Jonathan yang ditransfer ke sebuah rekening cangkang milik PT. Cipta Buana Investco!"

​"Hah?! Apa?! 50 miliar?!" ulang Haruma terkejut.

​"Iya, Kak! Dan yang bikin makin seru... transaksi 50 miliar itu keterangannya ditulis 'Dana Sumbangan Khusus Pengembangan Proyek Jawa'," terang Harumi penuh semangat. "Besok pagi aku bakal seret Budiarto sama direksi perusahaan itu buat minta penjelasan soal uang ini di depan bukti otopsi Kakak!"

​"Mantap, Adekku!" puji Haruma tertawa senang. "Ya udah, Kakak mau selesaikan penjahitan luka sayatan dan ngelengkapin lembar Laporan Otopsi Visum 104 ini dulu. Nanti Kakak cetak hasilnya biar bisa kamu bawa ke meja rapat esok pagi."

​"Sip! Makasih banyak ya, Kak Haruma sayang! Kakak emang dokter forensik paling hebat di dunia!" seru Harumi penuh kasih sayang.

​"Bisa aja kamu, Dek... Ya udah, hati-hati di kantor ya."

​"Siap, Kak! Dahhh... Kak Ruma!"

​"Dahhh... Rumi."

​Klik.

​Haruma mematikan sambungan teleponnya, menyunggingkan senyuman hangat di balik maskernya.

Rasa tegang dan syoknya tadi seketika sirna, berganti menjadi semangat profesionalisme yang membara.

​Haruma meletakkan ponselnya di meja nakas. Ia kembali mengenakan dua lapis sarung tangan steril yang baru.

​Dengan ketelitian tingkat tinggi, dr. Haruma menjangkau kamera medis makro khusus forensik. Ia mengambil puluhan foto detail dari berbagai sudut mengenai kondisi organ paru-paru dan jantung Jonathan yang mengkerut, lengkap dengan skala pita ukur pembanding di sisinya.

​Setelah dokumentasi foto selesai, Haruma menggunakan pinset dan pisau bedah kecil untuk mengambil sampel jaringan dari organ jantung, paru-paru, serta serbuk hitam di pembuluh darah utama. Ia memasukkan sampel-sampel tersebut ke dalam botol-botol kaca steril bernomor registrasi khusus untuk pemeriksaan analisis mikroskopis (histopatologi).

​Langkah terakhir, Haruma menjangkau papan laporan Laporan Pembedahan Otopsi Forensik.

Sambil menatap angka-angka pengukuran dan foto organ di layar kamera, jemarinya menggoreskan pena hitam di atas kertas resmi ber-kop Kepolisian Negara Republik Indonesia.

​Ia menuliskan kesimpulan awal analisis medis dalam bahasa hukum forensik yang teramat tajam dan tak terbantahkan:

.....

​...Berdasarkan hasil pembedahan dalam pada jasad Saudara Jonathan Nasution (32th), ditemukan anomali destruksi seluler ekstrem berupa atrofi (pengkerutan) organ jantung dan paru-paru secara masif, yang secara patologis setara dengan kerusakan organ akibat proses penuaan seluler lansia usia >80 tahun. Ditemukan pula endapan serbuk terdegenerasi pada lumen vascular utama. Kerusakan organ dalam secara mendadak ini TIDAK MUNGKIN disebabkan oleh penyakit jantung bawaan atau kegagalan organ alami, melainkan akibat dari benturan trauma non-mekanis eksternal tingkat tinggi...

.....

​Haruma membubuhkan tanda tangan resmi beserta gelar spesialis forensiknya di bagian bawah kertas laporan tersebut, lalu menempelkan stempel basah laboratorium.

​Senyum kepuasan mengembang di wajah anggun dr. Haruma.

Bukti medis pertama dari kejahatan raksasa ini telah berhasil dikunci rapat di atas kertas laporan ini.

​Haruma mematikan mic perekam suara digital, lalu melangkah menuju pintu geser untuk memanggil Bripda Bowo agar membantunya merapikan kembali jasad Jonathan.

​Namun...

Tepat di saat Haruma melangkah keluar ruangan...

Jauh di balik dinding-dinding kaca laboratorium yang dingin...

Di dalam ruang dimensi kelabu yang berbatasan dengan alam kematian...

Sisa-sisa "sukma" Jonathan Nasution yang "terapung" di atas meja bedah perlahan-lahan mulai bergetar.

Bersiap untuk membocorkan rahasia kelam berikutnya tentang siapa sosok sebenarnya yang telah mencuri sukmanya malam itu.

1
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Seperti apa coba keluarga Taipan itu?

intinya korbannya itu yg sekiranya bisa jadi saksi kejahatan mereka gitu ya
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
iyakah medium ship spiritual ini?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Jadi efek sihir nya nggak ada luka fisik dari luar seperti sihir pada umumnya tapi yg diserang organ dalam nya.

berat juga ya wkwkwk sihir modern mungkin klo zaman.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Penasaran seperti apa Sakte the one, sihir pengambil usia ini bwt apa? entintas apa yg akan di bangkit kan
Sri Jumiati
bagus ceritanya .👍👍
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Seenggaknya klo terbuka, misal mereka ada apa-apa Nisa bisa membantu
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
NiZa putri atw Putra sih ?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Knp kek yg Mama ku omongin sihh? bwt orang tua ya seperti itu sedewasa apapun, sesukses apapun, bwt mereka anaknya adalah tetep anak kecil mereka.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Definisi rezeki tak kemana
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Nah iya bener itu ide atasan Rumi, pura-pura tutup kasus dulu, kematian Jonathan dgn tersangka suroto, tapi dibelakang msh diselidiki. masuk logika sih...
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
pastinya sakte the one ini di backup orang penting, klo nggak ada backingan yg kuat nggak mungkin trs bertahan bertahun-tahun
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
RIP KiSuroto sadis ya cara mati nya
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Hanya sampe disitu ki Suroto? kek nya msh ada yg lebih dari dia ya di sekte the one ini
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Sehebat apakah KiSuroto?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
perantara sihir nya udah elit ya di T7 ini, bukan bangsa lelembut lgi tapi manusia setengah jin mungkin wkwkwk sihir nya udah di darah
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Astaga suroto kek nggak ada nama lain
penampilan nya udah elit kok nama nya itu
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
seperti itu ya ruang outopsi baru tau aku, detail betul penggambarannya berasa ada di rumah sakit dokpol wkwkwk
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
waduhh serem, dibungkam dari jauh... penasaran the one ini sapa
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Karier udah oke tinggal jodoh ya ruma rumi
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Mereka tidak perlu orang lain lgi bwt jadi partner diskusi Mereka, kna berdua pun Mereka udah saling melengkapi.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!