NovelToon NovelToon
Gadis Desa Kesayangan Mafia

Gadis Desa Kesayangan Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:435.4k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​“Paman, kenapa ini besar sekali?” tanya Lucia bingung.

​“Kau menyukainya?”

​“Memangnya itu apa?”

​“Jadi kau tidak tahu ini apa? Kau yang membangkitkannya dan kau tidak tahu cara menidurkannya?!”

Lucia polos hanya menggeleng lugu, membuat sang mafia paling ditakuti di seluruh Italia itu menepuk jidatnya kuat-kuat.

****

Disiksa kemiskinan di desa terpencil Calabria dan dijual oleh pamannya sendiri ke sebuah klub malam, Lucia pasrah menunggu takdir kelamnya.

Namun, sebuah penggerebekan menyelamatkannya dan membawanya bekerja sebagai pelayan di mansion megah milik Alessandro Frederick–bos mafia dingin berdarah dingin yang menderita alergi parah terhadap sentuhan manusia.

Satu sentuhan dari orang lain bisa membunuh Alessandro. Tetapi, saat jemari Lucia tak sengaja menyentuhnya, tidak ada rasa terbakar.

Bagaimana bisa seorang mafia kejam menaklukkan hati gadis lugu hingga mengira elusan in-tim adalah usapan rasa kasihan dan ciuman adalah penyembuh rasa sakit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23

Lucia berjalan santai ke arah dapur. Kebetulan, beberapa pelayan senior dan koki sedang berkumpul di sana, berdesakan mengintip dari balik celah pintu.

“Kalian kenapa malah berkumpul di sini seperti cicak?” tanya Lucia heran.

Mila langsung menghambur dan memeluk Lucia. “Astaga, Lucia! Kau benar-benar luar biasa hebat!”

“Benar, Lucia!” sahut koki kepala dengan mata berbinar kagum. “Selama bertahun-tahun, tidak ada satu pun yang berani melawan nona Isabella. Biasanya siluman wanita itu selalu bertindak sesuka hati, menghina dan memecat rekan kami sembarangan. Dan kau baru saja menamparnya dua kali! Kau satu-satunya pahlawan kami!”

Lucia mengusap hidungnya bangga, lalu mengangkat dagunya tinggi-tinggi.

“Ah, itu biasa saja. Menamparnya tidak lebih sulit daripada menepuk nyamuk kebun.”

Dengan cekatan, Lucia mengambil gelas dan membuatkan jus jeruk dingin yang segar seperti permintaan tamu menyebalkan itu.

“Nah, sudah jadi. Aku ke depan dulu ya, kasihan bibi nenek lampir itu sudah kepanasan.”

Setelah selesai, Lucia melangkah riang membawa segelas jus jeruk dingin itu ke ruang tengah.

“Ini, Bibi. Minumlah perlahan,” ucap Lucia menyodorkan gelas tersebut.

Isabella menatap gelas itu, lalu menatap Lucia dengan senyum licik. “Kemari kau. Mendekatlah. Aku tidak bisa menjangkaunya.”

Lucia menurut dan melangkah maju.

Belum puas mengerjai dan merasa terhina oleh Lucia, Isabella sengaja meraih gelas itu, lalu dengan cepat ia membalikkan gelasnya tepat di atas kepala Lucia.

Jus jeruk yang dingin dan lengket itu tumpah membasahi rambut, wajah, hingga merembes ke kemeja Lucia.

“Ups. Maaf,” ucap Isabella berpura-pura kaget, lalu tertawa meledak dengan sangat puas.

“Sepertinya bukan aku yang butuh minum, tapi kau. Lihat dirimu sekarang, mirip sekali seperti kucing kampung yang kehujanan,” tawa Isabella pun pecah.

Lucia berdiri mematung. Air jeruk menetes dari ujung hidung dan dagunya.

Gadis itu mengerjap perlahan, mengusap wajahnya yang lengket, lalu menatap Isabella dengan polos.

“Apa ini juga hadiah lagi untukku, Bibi?” tanya Lucia.

Isabella tersenyum menang. “Ya! Itu hadiah spesial dariku karena kau sudah sangat penurut.”

“Oh, begitu,” gumam Lucia mengangguk-angguk.

Tanpa mengatakan apa-apa lagi, Lucia berbalik kembali menuju dapur dengan langkah tenang.

Isabella tertawa penuh kemenangan, merasa akhirnya berhasil menjatuhkan mental gadis kampungan itu.

Namun, hanya berselang beberapa menit, Lucia kembali ke ruang tengah. Kali ini ia tidak membawa gelas.

Kedua tangannya yang kuat tampak mengangkat sebuah ember besar berwarna merah, penuh berisi air keran dan bongkahan es batu yang baru saja ia ambil dari freezer.

Isabella menghentikan tawanya. Matanya melotot ngeri melihat ember raksasa itu.

“H–hei! Apa yang mau kau—”

“Ini hadiah dariku untuk Bibi yang suka berbagi,” potong Lucia dengan senyum semringah.

Dengan sisa tenaga kuli panggulnya, Lucia mengayunkan ember itu dan menyiramkan seluruh isinya tepat ke arah Isabella yang sedang duduk di sofa.

“Kyaaaa!”

Jeritan histeris Isabella pecah seketika. Air es yang membekukan tulang itu mengguyur habis seluruh tubuhnya, merusak rambut hasil styling salon mewahnya, melunturkan make-up tebalnya hingga maskaranya meleleh hitam seperti hantu.

Isabella gelagapan. Ia menatap Lucia dengan wajah pucat pasi dan bibir gemetar.

“Kau gila!”

Lucia hanya tertawa kecil, merasa sangat bangga karena berhasil memberikan hadiah balasan yang setimpal.

"Sama-sama, Bibi. Tidak perlu sungkan. Lain kali kita main siram-siraman lagi, ya?”

Sementara itu, tak jauh dari ruang tengah, tepatnya di balik pilar besar dekat pintu masuk, dua orang pria berpakaian serba hitam berdiri.

Vincent menelan ludahnya susah payah melihat adegan barbar di depannya. Ia melirik bos besarnya dengan waswas, bersiap jika Alessandro akan murka karena kekacauan di rumahnya.

Namun, alih-alih mengamuk mencabut pistolnya seperti biasa, Alessandro justru berdiri bersedekap dada sambil menyandarkan bahunya.

Sorot matanya yang biasa dingin dan mematikan kini dipenuhi binar geli yang tak tertahankan.

Ujung bibir sang mafia yang terkenal kejam itu berkedut menahan tawa, hingga akhirnya perlahan membentuk lengkungan senyum tipis yang teramat memesona.

“Gadis ini benar-benar tahu cara menghiburku,” batin Alessandro seraya senyum-senyum sendiri dalam kegelapan.

Ia menyadari satu hal dengan sangat pasti hari ini, Lucia adalah harta karun paling berharga dan berbahaya yang pernah masuk ke dalam hidupnya.

Dan Alessandro tidak akan pernah melepaskannya. Apapun yang terjadi!

1
Azalea
bagus Marco ak setuju akan ucapanmu
Azalea
Allesandro knapa jadi begitu ya luciakan cuma mau ktemu keluarganya yg hilang dlu tpi seakan akan salah besar bwt Lucia ak kecewa padamu Ale 😔
Azalea
Ale cemburu🤣🤣
Azalea
ternyata Marco dan Lucia adik kakak
Azalea
Alhamdulillah Marco peduli pada Lucia tlong Lucia marco
Azalea
Lucia pasti gak paham hadiah apa yg d'berikan naga besar ale🤣
Yasinta Niken
wkwkwk wkwkwk wkwkwk
Azalea
Duh penganten baru udah d'tinggal pergi sebulan lg
Azalea
wah gak bakalan rame klau d'skip thor
Anjani Manurung
ini polos ,bego atau bodoh ya.malah ky trbelakang mental.desa mana yg pelosok banget coba.kl bgini gmn mau JD pasangan mafia.
Azalea
Ada apa dgn Marco jadi penasaran lanjut thor
Nurul Hidayah
seru👍
Azalea
Coba it Isabel d'dor aj biar mampus
Azalea
rasain kamu Isabella
Azalea
Jangan salah paham paman ganteng sukanya Lucia karna paman baik hati
Azalea
it Isabella knapa gak sekalian d'bunuh aja
Azalea
penawarnya harus bersentuhan bbir ya
Azalea
Good job lucia👍
Azalea
Lucia knapa gak bisa nyimpen rahasia sie knapa harus bercerita pada otang
Azalea
karna ular naga paman tampan gede sekalee gtukan lucia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!