NovelToon NovelToon
PENGANTINKU DIREBUT DIHARI PERNIKAHANKU

PENGANTINKU DIREBUT DIHARI PERNIKAHANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Identitas Tersembunyi / Evolusi dan Mutasi
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Handini

Tiga tahun aku merawat cinta dan membesarkan anak seorang diri di balik bayang-bayang kesibukan perusahaan, sementara tunanganku, Rian, bersiap menyambut hari pernikahan kami. Namun, tepat di altar suci di mana harusnya aku bersumpah setia, ia justru mempermalukanku di hadapan ratusan tamu undangan demi bersanding dengan wanita lain yang dihamirinya.
​Mereka mengira aku akan hancur lebur dan memohon iba. Mereka salah besar. Aku tidak datang ke altar untuk menangis, melainkan untuk mengambil alih seluruh imperium bisnis keluarganya dan membuat pria itu berlutut di lantai kotor tanpa sisa.
​Apakah Rian benar-benar mengira air mataku adalah kelemahan, sebelum aku mencabut seluruh kekuasaannya dalam satu malam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Handini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: SERVER DOWN - HACKER CILIK CHEN

Pukul 23.00 malam. Vantec Tower lantai 88. Ruang Server Utama.

Lampu indikator merah kedip-kedip. Alarm peringatan deru kencang. Suhu di dalam ruangan melonjak drastis dari 18 derajat jadi 35 derajat.

AleshaOS down.

Seluruh sistem Vantec lumpuh total. Lima ratus karyawan tidak bisa akses email. Sepuluh ribu pelanggan banjiri saluran aduan. Nilai saham yang tadinya naik 300 persen mendadak terjun bebas turun 50 persen dalam satu jam.

Di dalam ruang server yang gerah, Alesha berdiri pakai kemeja putih kerja yang basah keringat, perutnya yang hamil dua bulan mual kena hawa panas. Di kiri kanannya, sepuluh staf IT terbaik Vantec dengan gaji tinggi lagi ngetik panik.

"Nyonya, virus ini pakai enkripsi quantum generasi ketiga!" seru Kepala IT dengan napas ngos-ngosan. "Kami bisa tahan biar tidak nyebar lebih luas, tapi kami tidak punya kunci dekripsinya! Kunci itu cuma bisa dibuat sama pembuat awal kodenya! Kita butuh pembuat kode awalnya!"

Alesha kepalkan tangannya. Pembuat kode awal itu dirinya sendiri. Tapi enkripsi quantum itu sudah dimodifikasi ulang sama si Om Botak, mantan developer IT Mahardika.

Vion nerobos masuk dengan kemeja basah, langsung rangkul Alesha dari belakang.

"Ratuku, keluar. Suhu ruangan 35 derajat, ini bahaya buat Arka."

"Tidak, Vion. Ini anak pertama ku. AleshaOS. Tujuh tahun aku rancang."

Tepat di tengah situasi genting itu, pintu ruang server berderit terbuka.

Seorang anak laki-laki 12 tahun melangkah masuk pakai celana pendek, kaus oblong gambar dinosaurus, sandal jepit swallow, dan tenteng laptop usang penuh stiker.

Chen.

"Nyonya Alesha! Bos Vion! Maaf saya telat! Tadi saya masih harus kerjain PR matematika!"

Sepuluh staf IT tatap Chen dengan bingung. Kepala IT langsung berdiri, "Chen? Bocah hacker yang retas Pentagon tahun lalu pakai warnet?"

Chen buka laptop usangnya yang layar retak. "Iya, Pak, itu saya!"

Alesha langsung berlutut dan genggam tangan Chen. "Chen, bisa kah kau bikin kuncinya?"

Chen mulai ngetik. Dua ratus ketukan per menit.

"Bisa, Kak Alesha! Virus ini namanya Worm Mahardika 2.0. Om Botak itu memang pakai enkripsi quantum, tapi dia lupa ganti password default dari pembuat awalnya. Passwordnya masih pakai nama mantan Bos Vion: AleshaOS123! Lemah banget!"

Sepuluh staf IT spontan tepuk jidat. "ASTAGA! KAMI TIDAK KEPIKIRAN CEK PASSWORD DEFAULT ITU!"

Tut... tut... tut... tut!

Layar laptop tampilkan perlawanan sengit antara virus merah versus kode hijau buatan Chen.

Suhu ruangan naik jadi 40 derajat.

"Wah, dia lawan balik! Menarik!" seru Chen riang sambil keluarin permen lolipop dari saku celananya.

Vion gendong Alesha keluar dari ruang server karena Alesha mulai pusing, meski wanita itu tetap ngotot awasi layar laptop Chen dari ambang pintu.

Lima menit berlalu.

Bip! Bip! Bip!

Lampu indikator merah padam ganti hijau. Suhu ruangan turun lagi ke 18 derajat.

SYSTEM RESTORED BY CHEN.

Sepuluh staf IT bersorak girang. "HIDUP CHEN!"

Chen tutup laptop usangnya dengan bangga.

"Selesai, Kak! Virusnya sudah saya tangkap dan kurung di flashdisk ini."

Alesha dekap Chen yang penuh keringat dengan erat.

"Chen, kau sudah selamatin aku! Kau selamatin sembilan triliun!"

Vion lempar kartu akses khusus ke Chen.

"Chen, ini kartu akses ke gudang mainan Vantec. Di dalamnya ada laptop ROG terbaru lima puluh juta dan Lego Death Star yang kau mau. Ambil sepuas mu, tagih ke Om."

Chen lompat girang. "Hore! Aku bisa rakit Death Star malam ini!"

Jauh di warnet gelap kawasan Blok M, Om Botak tatap layar komputernya yang tampilkan tulisan: VIRUS DEFEATED BY A 12-YEAR-OLD. Ia banting keyboard dengan geram.

Malam itu, nilai saham kembali meroket 100 persen karena sentimen positif penyelamatan sistem sama hacker cilik.

Di penthouse lantai 99, pukul satu dini hari, Alesha yang sudah pakai piyama sutra tampak pangku Chen yang terlelap di sofa bersama kotak mainan barunya.

Alesha elus rambut kusut Chen sambil elus perutnya yang berisi Arka.

"Vion, nanti Arka harus sepintar Chen."

Vion kecup lembut kening Alesha dan kening Chen bergantian.

"Arka akan jauh lebih pintar, Ratuku. Karena ibunya adalah kamu, seorang ratu yang pantang nyerah di ruang server suhu 40 derajat."

Chen yang lagi mimpi mengigau, "Kak... PR matematika nya... belum selesai..."

Alesha dan Vion ketawa renyah barengan.

1
falea sezi
lah berarti alesa uda gk perawan🤣🤣🤣 mahal mahal vion buat perjanjian dpet cwek bekas🤣
Aksara Handini: iya kak 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!