lelah, satu kata yang mewakili keadaan yang Rania rasakan saat ini. sudah 3 tahun pernikahan nya dan kevin berjalan. namun tidak sehari pun Kevin menganggap Rania sebagai istrinya.
" kapan kamu berhenti berselingkuh? dan menganggap aku sebagai istri mu?" tanya Rania dengan suara pelan dan nada lelah.
" saat kau mati" jawab Kevin dingin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 23_ risih
Haruna duduk sendirian di atas ayunan yang ada di taman kota. Taman itu sepi , tidak ada siapapun disini selain Haruna. Haruna menggerakkan pelan ayunan tersebut dengan kakinya, kepala nya di sandarkan pada tali ayunan. Matanya menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong, membiarkan angin malam berhembus menebus kain tipis yang dia pakai.
" aku mencintaimu, i love you Haruna"
" kalo kita menikah nanti, kamu ingin pernikahan yang seperti apa?"
" aku akan menunggu mu, menunggu mu sampai kapanpun"
" aku sangat mencintaimu Haruna, mau wajah mu berubah sekalipun aku tetap mencintaimu"
" aku ingin memiliki 5 orang anak, 3 laki laki dan 2 perempuan"
" aku nggak sabar buat nikahi kamu. Orang tua ku juga terus menanyakan hal tersebut"
" kapan kamu pulang ke indo? aku sudah sangat merindukan mu"
" aku kesini karena aku mencintaimu, kamu tahu? aku hampir mati karena menahan rindu ini"
mata Haruna mulai berkaca-kaca beriringan kenangan kenangan indah itu berputar di benaknya. Air matanya menetes keluar, dia meneguk ludahnya dengan susah payah merasa tenggorokan ya tercekat.
" i love you kak Alaska, i love you more. But... i'm sorry " gumam Haruna lirih dengan suara bergetar dan tatapan basah yang terasa kosong.
Demi apapun, hari harinya terasa begitu berat semenjak kejadian itu. Dulu paginya selalu di mulai dengan pesan manis dari Alaska. Kini jangankan pesan manis, satu huruf pun tak pernah masuk dari nomor Alaska.
Dulu Alaska sangat sering datang ke apartemen nya saat memiliki waktu luang. Bahkan Alaska juga sering menginap meskipun mereka tidak pernah melakukan apapun kecuali ciuman bibir.
" aku sangat bodoh , seharusnya aku bisa lebih egois dengan mempertahankan Alaska di sisiku"
Haruna mendongak menatap bintang bintang di langit. sialnya pemandangan indah itu malah semakin membawanya pada kenangan indah bersama Alaska.
" lihat bintang itu, dia berkedip indah. sama indah nya seperti dirimu" ujar Alaska
" jangan berlebih-lebihan kak, jelas lebih indah bintang" protes Haruna meskipun sebenarnya dia salting hingga pipinya merona.
" aku berkata jujur" ujar Alaska menatap Haruna " kamu cantik, kamu sangat indah seperti bintang bintang itu"
" tapi ini bukan wajah ku"
" mau bagaimanapun rupa mu, aku tetap mencintaimu. Meskipun nanti kulit mu berubah keriput"
Haruna menunduk menutup wajahnya dengan kedua tangan. dia tidak kuasa menahan Isak tangisannya. Bahunya bergetar, isak tangis terdengar jelas di taman yang sunyi itu.
" aku merindukan mu,aku sangat merindukanmu kak " batin Haruna.
*Ting tong*
Bel apartemen gizel berbunyi, gizel yang sedang sarapan segera bangkit dari duduknya dan berjalan untuk membuka pintu.
" kai?" gumam gizel heran saat melihat kehadiran kai.
Sejak kapan kai kembali ke Indonesia? Bukanya dia sudah pulang ke Jepang?
" hii, how are you" sapa kai " maaf ganggu mu pagi pagi " ujarnya tidak enak.
" i'm good" jawab gizel " kamu kembali ke Indonesia? Sejak kapan?" tanya gizel penasaran.
" semalam" jawab kai lalu mengulurkan satu paperbag ke arah gizel " ini oleh oleh untuk mu"
gizel menatap paperbag tersebut selama beberapa detik.lalu menerima nya dan melihat isinya adalah sebuah kotak hitam. entah apa isi kotak tersebut.
" terimakasih kai, seharusnya kamu tidak perlu repot repot" ujar gizel tidak enak
" tidak repot sama sekali, by the way itu unit ku, baru ku sewa kemarin" ujar kai menunjukkan pada pintu unit apartment yang berada tepat di depan unit apartment nya.
" oh ya? jadi kita tetanggaan sekarang dong" ujar gizel merasa senang karena tetanggaan dengan orang yang dia kenal.
" hmm" gumam kai mengiyakan.
" mau masuk? Aku sedang sarapan" ajak gizel
" kamu sedang sarapan? Pantas saja ada noda selai di bibir mu"
gizel terkejut mendengar ucapan kai. Dengan panik dia mengusap kedua sudut bibir nya secara asal untuk menghapus noda tersebut.
" Disini "ujar kai seraya mengusap noda selai yang ada di bibir bawah gizel.
*deg*!
Gizel terpaku saat merasakan tangan dingin kai menyentuh lembut bibirnya. Jantung nya berdegup tak karuan dan darahnya ikut berdesir. padahal hanya sentuhan biasa, tapi mampu membuat gizel terpaku.
" *ah! Mungkin ini efek mau datang bulan*" batin gizel.
" udah" ujar kai yang tidak merasa bersalah sama sekali. Bahkan raut wajahnya tetap terlihat biasa saja tanpa terlihat canggung sedikitpun. Ah! memang pada dasarnya gizel yang terlalu lebay, di sentuh kek gitu saja sampai bereaksi berlebihan.
" thanks" ujar gizel
" hmm,aku kembali dulu. lain kali saja kita sarapannya" ujar kai lalu berbalik dan masuk ke unit apartment nya.
Gizel pun segera masuk.dia menutup pintu lalu menyentuh dadanya.
" ah! efek mau datang bulan emang gini. Hormon nya murahan banget" keluh gizel lalu kembali ke meja makan.
gizel duduk kembali di kursi miliknya. Dia membuka paperbag yang berukuran sedang itu. lalu mengambil kotak yang ada di dalam nya dan melihat isinya.
" aksesoris?" gumam gizel menatap kotak biru yang yang berisi satu kalung dengan liontin berlian yang elegan dengan warna merah muda. Lalu ada satu gelang berlian yang mirip dengan kalung tersebut. dan juga sepasang anti yang juga sangat mirip.
" kenapa dia memberikan ku ini? Padahal kami baru kenal, ini terlalu berlebihan" gumam gizel menatap kagum sekaligus bingung pada perhiasan tersebut.
tidak ingin terlalu memikirkan nya, gizel memilih menutup kembali kotak tersebut dan melanjutkan sarapannya. Setelah itu dia segera berangkat ke toko.
" morning Bu bos, tuan Kevin sedang menunggu Anda di atas" ujar Marina
Kening gizel berkerut bingung. Kenapa Kevin ada disini? Perasaan mereka tidak memiliki janji.
" aku ke atas dulu" ujar gizel lalu segera menaiki tangga menuju lantai 2 dimana ruangan nya berada.
*Cekleek*!
Begitu pintu itu terbuka, gizel segera masuk dan melihat kevin yang sedang duduk santai di sofa nya sambil bermain ponsel.
" Kevin?" panggil gizel berjalan mendekat
Kevin menoleh, dia tersenyum saat melihat kehadiran gizel.kevin menyimpan ponsel nya lalu menyuruh gizel untuk duduk.
" apa kabar gizel? Lama kita tidak bertemu" ujar Kevin.
" baik, ada apa kamu kesini?" tanya gizel heran
"aku ingin bertemu denganmu, apa tidak boleh?" tanya Kevin.
gizel ingin menjawab tidak, tapi dia tidak mungkin mengatakan hal itu karena itu tidak sopan. Dia sendiri heran, kenapa dia sangat terganggu dengan kehadiran Kevin?
" bukan seperti itu maksud ku. tapi apa kamu tidak bekerja? Ini masih terlalu pagi" ujar gizel
ini masih terlalu pagi untuk bertamu ke kantor orang lain. Apa lagi Kevin yang berstatus sebagai CEO dari perusahaan yang cukup ternama. jelas dia memiliki banyak pekerjaan untuk di kerjakan.
" aku kesini karena ingin berkerja " balas Kevin yang semakin membuat gizel bingung.
" apa maksud mu?" tanya gizel.