NovelToon NovelToon
Kesalahanku Menyakitimu

Kesalahanku Menyakitimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Divty Hardyfani

Namaku Aliqa Mardika, setelah lulus SMA orangtuaku menjodohkan ku dengan putra dari sahabatnya, yang bernama Davin Aryasatya dia berprofesi sebagai seorang Dokter Spesialis di Rumah Sakit Swasta.

Dengan berat hati aku menerima perjodohan ini, dengan harapan seiring kita bersama cinta akan hadir dengan sendirinya.

Ternyata aku memasuki hubungan yang salah, pria yang di jodohkan dengan ku telah memiliki hubungan dengan wanita lain.

Akan kah pernikahan ini berjalan dengan semestinya?

Ini adalah novel pertama ku, mohon maaf jika mengalami kesalahan dalam penulisan, mohon koreksinya.

Ditunggu like, komen & vote nya ya reader.. terimakasih 🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Divty Hardyfani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesan Baik

Angin berhembus menerpa pepohonan rindang, sehingga menimbulkan suara-suara seakan pohon-pohon itu saling berbisik.

"Terimakasih," gumam ku.

Aliqa membalikan kepalanya ke arah ku, "Untuk?"

"Telah membawa ku kesini! Aku mendapatkan keteduhan dan ketenangan di sini," ucap ku dengan pandangan tetap lurus kedepan. Sejenak aku dapat melupakan permasalahan yang kini ku hadapi.

Aku sangat menikmati, setiap sentuhan lembut angin yang menerpa dan setiap bisikan pepohonan yang menyapa.

Bagaimana bisa di usia yang setua ini aku baru mengetahui tempat seindah ini, wanita di samping ku telah dengan mudah memporak porandakan hatiku. Membuat ku bingung akan perasaan ku.

Aku sangat sulit untuk dekat dengan seorang wanita, tapi tidak dengan Aliqa dengan sangat mudah aku merasa nyaman berada di dekatnya.

"Apa kau tidak malu jalan bersama ku?"

"Aku tak malu, hal ini yang aku tunggu berjalan-jalan bersama mu."

"Ayo kita berfoto, aku ingin mengabadikannya dan menyimpannya di dalam ponsel ku."

Ku keluarkan ponsel didalam saku celana ku, membuka kamera dan mengangkatnya tepat di hadapan ku.

"PIIP" suara jepretan foto pertama telah di ambil.

Ini adalah foto pertama yang kami lakukan, ku ulangi kembali kegiatan berfoto ria bersama Aliqa, aku mendadak seperti ABG yang doyan ber-selfie lalu di unggah ke akun sosial media nya. Namun aku tak sampai hati mengunggah foto bersama Aliqa, aku menjaga perasaan wanita yang sedang mengandung anak ku.

"Berdirilah disitu, biar aku mengambil gambar mu!"

"Aku tak pandai berpose Mas," ucap Aliqa malu-malu.

"Ayolah, satu kali saja."

"Baiklah, hanya satu kali."

Aliqa berpose dengan tak melihat kearah kamera, dia mengarahkan pandangan nya ke sembarang arah. Ku tatap hasil jepretan di layar ponsel ku, "Cantik." gumam ku.

"Aku ingin lihat hasil fotonya Mas." Aliqa berjalan menuju ke arah ku dan menatap gambar dalam layar ponsel ku. "Wah.. Mas hebat seperti photografer handal, hasil jepretannya bagus."

"Bukan aku yang hebat, tapi model dalam fotonya yang cantik."

"Mas terlalu memuji, Mas hari sudah mulai petang, sebaiknya kita pulang. Papa pasti menunggu."

Wanita ini sangat perhatian terhadap Papa, meski hanya Papa mertua kedekatan mereka seperti seorang putri dan papa kandungnya. lain halnya dengan ku yang cuek tidak begitu memperhatikan Papa.

"Ayo kita pulang sekrang."

Sepanjang perjalanan menuju parkiran, aku memikirkan suatu tempat yang memiliki kesan buruk antara aku dan Aliqa. Tiba-tiba aku berencana untuk mengajak Aliqa pergi kesana, meski kesan yang buruk tak akan terhapus kan setidaknya akan ada kenangan baik disana.

***

"Mas kau melewati jalan yang berlawanan dengan arah jalan menuju rumah," ucap Aliqa dengan menunjuk arah jalan menuju rumah.

"Ada sesuatu yang harus ku beli di sebelah sana."

"Aku kira Mas salah mengambil arah."

Jalanan cukup ramai kali ini, memerlukan waktu yang cukup lama untuk segera sampai di tempat yang akan di tuju.

Terlalu fokus melihat jalanan, membuat ku tidak begitu memperhatikan Aliqa, sudah tidak ada pergerakan dari seseorang yang duduk di sampingku.

Ketika berada di lampu merah, aku membalikan wajahku ke arah Aliqa, wanita itu kini tertidur dengan lelapnya, dengan mulut sedikit terbuka aku berusaha menahan rasa ingin tertawa ku.

Ku raih ponsel yang berada di atas dashboard, aku mengambil gambar Aliqa yang sedang tertidur, wajahnya terlihat sangat lelah.

***

"Al bangun, udah sampe." Aku mengusap lembut pipi Aliqa.

Aliqa menggeliat kecil dan mengkerjap-kerjapkan matanya untuk mendapatkan penglihatan yang lebih fokus.

"Udah sampe ya mas? Baiklah aku turun, sepertinya aku tertidur cukup lama!"

Aliqa membuka pintu dan segera keluar dari dalam mobil, saat aku sedang membuka seat belt, tiba-tiba Aliqa masuk kembali ke dalam mobil. Aku terbelalak kaget mendapati Aliqa yang kembeli terduduk di dalam mobil.

"Mas!" ucapnya panik.

Aku memperhatikan gerak geriknya, "Kenapa Al?"

"Ini bukan rumah Mas, aku kira sudah sampai rumah!"

Aku tak bisa menahan rasa ingin tertawa ku, "Siapa yang bilang sampai rumah? Aku hanya mengatakan sudah sampai." Hahahahaa aku terus tertawa hingga perutku terasa keram.

"Mas hentikan tawa mu ini tidak lucu," ucap Aliqa dengan memajukan sedikit bibirnya.

Ku tangkup wajah Aliqa, ku cium pucuk kepalanya, sudah jangan cemberut gitu nanti hilang cantiknya.

"Untuk apa Mas mengajak ku ketempat ini? Bukan kah Mas tidak menyukai tempat ini?"

"Aku ingin merubah kesan yang buruk di tempat ini, bukan kah pertemuan pertama kita di tempat ini tidak begitu mengenakkan?"

Puncak Caringin Tilu, tempat pertama yang kami datangi ketika masa perkenalan. Ternyata benar kata Aliqa, tempat ini begitu indah di malam hari cahaya lampu di bawah sana seperti gemerlap bintang bertaburan.

Sudah terlalu banyak aku menyakitinya, tapi Aliqa tetap memperlakukan ku dengan baik, menyayangi Papa seperti ayahnya. Tak ada salahnya jika aku membalas kebaikannya.

"Lalu apa yang akan Mas lakukan?"

"Memperbaiki semuanya!"

"Lagi pula aku sudah melupakannya Mas, aku tak pernah mengenang hal-hal buruk yang terjadi dalam hidup ku."

"Hari ini aku akan berlaku baik padamu, mungkin jika suatu saat nanti aku kembali ke tempat ini, aku tidak akan merasa malu atas sikap buruk yang pernah ku lakukan kepada mu."

Tangan ku menyelusup masuk kedalam saku celana, untuk mengambil kotak kecil berisi cincin bermata berlian yang siang tadi ku beli, meski siang tadi Aliqa menolaknya. Kali ini aku akan mencobanya kembali.

Ku angkat kotak kecil berwarna merah muda, ku buka kotaknya kemudian ku arahkan kepada Aliqa

Aliqa menutup kembali kotak cincin yang telah ku buka, "Meski cincin itu mahal tapi tak dapat menggantikan makna didalam cincin pernikahan ini, aku tak bisa membuangnya."

"Baiklah, aku tak akan menyuruh mu membuang cincin pernikahan kita, aku memberikan cincin ini bukan sebagai pengganti cincin yang sekarang sedang kau kenakan. Cincin ini adalah sebuah pemberian dari suami kepada istrinya. Aku ingin memperbaiki semuanya, Terimalah!"

Aliqa bergeming di tempatnya, wanita itu hanya menatap sendu ke arah kotak yang berada di hadapannya.

"Apa kau tak menyukainya?"

"Suka."

"Lalu kenapa kau bersedih?"

"Aku merasa terharu, tak ada sedikitpun bayangan hari ini akan terjadi." Terlihat tangan Aliqa menyeka setitik air di sudut matanya.

"Aku akan mengenakannya untuk mu." Aku mengambil jemari Aliqa dan memasangkan cincin di jemari indahnya.

"Bolehkah aku memeluk mu?" ucap nya lirih.

"Tentu saja, kau bisa memeluk ku kapanpun kau mau," Aku membuka lebar kedua lenganku, membiarkan Aliqa memeluk tubuh ku, Aliqa menyelusup ke dalam dada bidang milik ku, aku membalas pelukannya.

"Terimakasih, terimakasih untuk hari ini. Aku merasa sangat bahagia." Aliqa semakin mengeratkan pelukannya.

1
Oktavia Ratuliu
haaa balikan??? Ogaaaaahhh
Oktavia Ratuliu
satu kata untuk Davin sukurin
Yulia Rongkang
iya Thor aliga ama Bima aja setujuu
Yulia Rongkang
cerai aja laa aliqa
Yulia Rongkang
sayang banget kok cepet kali udah kumpul harusnya jangan dl Thor jual mahal dl laaa jangan sampe nyesel
Buncit
Kayanya authour lagi lupa sama novel yg ini ya makanya uda setahun gak update bab
Buncit
Pokoknya biarkan saja davin sama mila dan agila sama Bima. Di dunia nyata aja mana ada istri yg mau balik sama suami yg kaya davin 😂😂😂 ya kan Thour
Buncit
Agila sama Bima aja thour🙏🏻🙏🏻
Memyr 67
hiih, cowok bego. mengikuti istri egois, tersiksa sendiri.
Rena Agustina
kalau aku sih daripada dimadu mending nyelamatin hatiku agar tak terlalu sakit
Rena Agustina
dengar sendiri kan Al ..makanya buka mata Lo dan hati Lo lebar lebar jgn oon
Rena Agustina
makanya punya otak di pake ngapain lu yg berjuang bertahan sedangkan suami lu lebih cinta madu lu oon bangeett
Rena Agustina
si Mila pintar dan si aliqa bodoh
Rena Agustina
makan tuh otak tololl mu Aqila.
Lany Lan
kak ini ceritanya berhenti ya dilanjut dong kak ceritanya bagus
Sartika Bertha
mila2 kasih kamu😒😒
Mariatul Qibtiah
Bima aja
Ani Nurlia
ini cerita udh lama ga up apa ada lanjutan nya ga sih
Woro Kenthir
sayangnya author terus menghilang tanpa menyelesaikan 😭😭😭
Yani mulyani
aku mau bima aja sama aliqa.....jngn balikan lg ah sama davin....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!