Evander Aldebaran, seorang anak konglomerat kaya raya yang memiliki berbagai macam perusahaan dengan beraneka jenis bisnis.
Evander dipercaya mengemban tugas istimewa sebagai Wakil Presiden Direktur dari Aludra Entertaiment yang merupakan perusahaan agency artis.
Namun sayangnya dimasa kepemimpinan Evander justru Aludra mengalami kemunduran dan membuat Ayah Evander meragukan kapabilitas putra tunggalnya itu.
Bahkan banyak anggota direksi yang mengajukan mosi pemecatan bagi Evander yang tidak kompeten itu.
Hingga pada akhirnya Evander dipertemukan dengan seseorang yang mampu membangkitkan keterpurukannya dimasa - masa suram itu.
Sampai pada akhirnya Evander bangkit dan dapat menguasai segalanya, namun harus dengan bayaran yang setimpal.
Bagaimana kisahnya? Dan siapakah orang yang melepaskan Evander dari keterpurukan?
Akan kah Evander mampu melawan segala godaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Peony, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RENCANA PERNIKAHAN
Evander juga terlihat melahap bubur ikan yang tadi dipesannya bersama Agnetha disebuah restoran Tionghoa yang berada dipusat kota tidak jauh dari kediamannya. Diliriknya wanita cantik yang duduk didepannya itu menyendokkan bubur ikan dan sesekali meniup bubur didalam sendok keramik sebelum melahapnya.
Agnetha tampak menyibakkan rambut panjangnya yang lurus tergerai dengan indah saat sesekali ia menundukkan kepalanya. Garis lehernya yang jenjang begitu indah dan terlihat sangat menawan, bahkan Evander sampai tidak berkedip saat melihat calon istrinya itu melemparkan rambut panjangnya ke udara.
“ Mau pesan lagi? “ Suara Evander terdengar lembut seraya memandang Agnetha yang telah selesai menyantap makanannya dengan lahap, gadis itu menggeleng pelan sambil tersenyum.
“ Ada tempat yang ingin kamu kunjungi? “ Lagi – lagi Evander menawarkan hal – hal yang membuat hati Agnetha bergetar.
“ Kemanapun aku berjanji akan mengantarmu. “ Tukas Evander sebelum Agnetha menanyakan pertanyaan yang sama seperti sebelumnya.
“ Rumah sakit. “ Agnetha menjawab pelan kemudian ia menggigit bibir bawahnya sendiri dengan pelan, ia takut membuat kesalahan.
“ Ayo. “ Evander bangkit dari kursinya kemudian meraih tangan Agnetha dan Membimbingnya agar ia segera bangun.
Evander mengulurkan beberapa lembar uang pada petugas kasir sebelum meninggalkan tempat itu. Sesaat Agnetha memandang Evander dari belakang, setiap perempuan pasti tidak akan pernah menolak jika lelaki setampan dan sekaya Evander mengajak menikah. Tetapi baru kali ini Agnetha merasa tersentuh dengan sikap Evander yang lembut, ini kali pertama Evander berlaku sangat lembut pada Agnetha.
Jason dengan cepat membuka pintu mobil saat melihat pasangan itu keluar dari restoran, Jason melihat tangan Evander yang masih setia menggenggam erat jemari lentik Agentha, pria itu tersenyum kecil. Ia merasa senang bisa melihat Evander berlaku manis pada gadis sebaik Agnetha.
“ Kita ke rumah sakit. “ Tukas Evander singkat memberikan perintah pada Jason.
Saat tiba di rumah sakit Agnetha segera masuk kedalam kamar perawatan Neneknya, wanita tua itu belum memberikan tanda – tanda vital yang membaik. Agnetha sekilas menitikkan air mata dari telaga bening di pelupuk matanya, hati nya begitu bersedih melihat Neneknya yang masih terbaring lemah diatas tempat tidur.
Dengan pelan Agnetha menyentuh jemari tangan Nenek nya yang semakin terlihat pucat dan kulit nya semakin tampak keriput. Berkali – kali Agnetha menciumi wajah Neneknya yang semakin tirus, dengan mata yang masih terpejam tidak kunjung menunjukkan perubahan.
“ Ayo pulang, aku akan meminta dokter untuk melakukan terapi tambahan supaya Nenek mu bisa segera sadar dan melewati masa koma. “ Ucap Evander sambil memegang bahu Angetha singkat setelah memberi Agnetha waktu beberapa saat melihat wajah Neneknya. Perempuan itu mengiyakan dan menghapus air matanya yang masih tidak mau berhenti mengalir.
***
Setibanya di rumah kediaman Evander, Agnetha segera masuk kedalam kamarnya sementara calon suaminya itu kembali lagi ke kantor untuk melanjutkan pekerjaannya. Agnetha begitu lesu hari itu, bukan hanya karena Neneknya yang belum kunjung membaik juga karena mengingat waktu pernikahannya yang semakin dekat.
Tiba – tiba Agnetha merasa takut jika ia tidak bisa melayani Evander dengan baik, ingatannya tiba – tiba membawa nya pada kejadian tadi siang saat Evander mencium nya dengan paksa. Ia takut jika sikap Evander kembali kasar terhadapnya, ia takut Evander menyakitinya.
Pukul enam lebih tiga puluh menit mobil Evander kembali memasuki pelataran rumah, kali ini ia pulang bersama Deandra. Agnetha segara keluar dari kamarnya dan menuju ruang tamu untuk menyambut mereka karena seperti ucapan Evander tadi siang, malam ini mereka akan membicarakan rencana pernikahan.
“ Ke ruang kerja saja. “ Ucap Evander singkat saat Agnetha hampir turun dari lantai dua.
Agnetha mengikuti Evander dan Deandra yang berjalan kompak masuk kedalam ruang kerja Evander yang berada tepat diseberang ruang rahasia milik Evander yang ia pakai untuk bertemu secara diam – diam dengan Astaroth.
“ Duduklah. “ Perintah Evander.
Ini adalah kali pertama Agnetha masuk kedalam ruang kerja itu, meja kerja dengan sentuhan minimalis namun elegan dipadu dengan kursi tamu fabric berwarna mocca menambah kesan hangat ruangan yang penuh dengan berbagai macam buku itu.
“ Nona Agnetha ini adalah beberapa referensi untuk konsep pernikahan, silahkan dipilih. Oh iya, ini hanya berlaku untuk pakaian, cincin pernikahan juga riasan ya. Karena untuk venue, dekorasi juga jamuan sudah kami tentukan. “ Rupanya Deandra justru sudah menyelesaikan segala kebutuhan rencana pernikahannya dengan Evander.
Evander menatap dalam kearah Agneta seraya menyilangkan tangan kedepan dadanya dan kaki nya menyilang lurus kedepan. Agnetha terlihat masih bingung dengan pilihan yang ada pada booklet yang diulurkan oleh Deandra baru saja.
Banyak referensi gaun pernikahan yang benar – benar menarik disana, tetapi Agnetha justru tergoda dengan gaun sederhana dengan potongan sabrina berwarna pink. Gaun dengan potongan pendek berbahan brokat dilapisi kain sutra halus, sederhana tetapi menawan.
“ Aku ingin yang seperti ini. “ Agnetha terlihat begitu antusias. Meski ini bukanlah pernikahan yang sebenarnya ia dambakan tetapi ia ingin memakai sesuatu yang ia sukai karena Agnetha menyadari ini adalah pernikahan sekali seumur hidupnya
Evander sudah berkali – kali menegaskan bahwa pernikahan mereka adalah pernikahan sungguhan, dengan keras laki – laki itu juga melarang Agnetha untuk dekat dengan dengan pria lain selain dirinya. Untuk itu Agnetha akan berusaha melakukan yang terbaik agar dia juga merasakan sedikit kebahagiaan.
“ Baik, aku akan hubungi vendor nya sekarang. “ Deandra kemudian memotret desain yang ada pada booklet kemudian mengirimkan pada seseorang melalui pesan.
“ Kalau riasan? “ Sambung Deandra sambil kembali membuka halaman belakang booklet dan mengulurkan kembali pada Agnetha.
“ Aku hanya ingin riasan yang natural dan tidak berlebihan. Tidak perlu hair do cukup disisir rapi. “ Agnetha mendorong kembali booklet yang ada didekatnya.
“ Oh baik Nona. “ Ucap Deandra singkat kemudian menuliskan beberapa catatan kedalam ponselnya.
“ Cincin biarkan besok aku pergi bersama Agnetha, rasanya sudah cukup. “ Potong Evander sesaat sebelum Deandra menyodorkan katalog cincin pernikahan pada pasangan yang ada didepannya.
“ Baik Pak, akan diupayakan besok Nona Agnetha dan Pak Evander bisa mengunjungi vendor karena malam ini mereka sudah menyiapkan gaun pilihan Nona Agnetha. “ Ucap Deandra kemudian.
“ Oke Deandra, kamu memang tak pernah mengecewakan. “ Evander tersenyum senang memandang Deandra yang selalu bekerja keras untuknya.
“ Terima kasih atas pujiannya Pak. “ Deandra menundukkan kepalanya sebagai bentuk penghormatannya untuk Evander.
“ Pulanglah, terima kasih untuk hari ini. “ Evander mempersilahkan Deandra keluar sementara Evander belum beranjak dari tempat duduknya.
“ Jika demikian besok siang saya buatkan janji temu dengan perancang Pak. Saya permisi dulu Pak Evander, Nona Agnetha. Selamat malam. “ Pamit Deandra dengan gaya formalnya kemudian melenggang dari ruang kerja Evander.
keren 👍
suka banget sama ceritanya thor ❤️