NovelToon NovelToon
Naruto : Reinkarnasi Saudara Kembar Uchiha Itachi

Naruto : Reinkarnasi Saudara Kembar Uchiha Itachi

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Anime
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: Wawan wan

“Di kehidupan ini, Akulah yang memegang kendali takdir.”

"Reinkarnasi sebagai saudara kembar Itachi dengan Supreme System."

"Aku akan mengubah takdir klan uchiha."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wawan wan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23: Pembagian Tim Sandiwara dan Pergerakan sang Pion Utama

Bab 23: Pembagian Tim Sandiwara dan Pergerakan sang Pion Utama

Keesokan paginya, suasana di dalam gedung utama pemerintahan Konoha tampak sangat berbeda bagi si kembar Uchiha. Jika beberapa bulan lalu mereka masuk ke Akademi sebagai anak-anak yang diawasi dengan penuh curiga, hari ini mereka melangkah melewati koridor gedung sebagai dua Genin resmi termuda yang memegang rekor kelulusan mutlak.

Di depan pintu ruang pembagian tim, beberapa pasang mata Anbu dari faksi Hiruzen Sarutobi masih terus memantau. Namun, Veil bahkan tidak repot-repot melirik mereka. Baginya, mata-mata tua itu tidak lebih dari sekadar dekorasi dinding yang tidak berarti.

Sret.

Pintu geser terbuka, memperlihatkan Minato Namikaze yang duduk di balik meja Hokage dengan senyum cerah, didampingi oleh beberapa Jonin pembimbing elit. Di sudut ruangan, berdiri Hatake Kakashi dengan masker kainnya yang khas, menatap si kembar dengan kilatan mata tunggalnya yang penuh rasa ingin tahu dan nostalgia.

"Selamat atas kelulusan kalian, Veil, Itachi," ucap Minato dengan nada suara yang hangat dan tulus. "Rekor kalian benar-benar membuatku takjub. Sebagai Hokage, aku bangga memiliki tunas muda sepertimu di Konoha."

"Terima kasih, Hokage-sama," jawab Itachi dengan membungkuk sopan, sementara Veil hanya mengangguk datar dengan etiket formal klan.

Minato mengambil dua lembar dokumen gulungan dari atas mejanya. Tatapannya mendadak berubah menjadi lebih serius dan penuh arti.

"Mengingat bakat dan kapasitas kalian yang sudah jauh melampaui level Genin standar, dewan tetua awalnya menuntut agar kalian dipisahkan ke dalam tim yang berbeda di bawah pengawasan faksi militer reguler," ucap Minato, sengaja menekankan kata 'dewan tetua' untuk menyindir faksi Hiruzen dan Danzo yang selalu mencoba mengintervensi kebijakannya.

Minato tersenyum tipis, meraba dagunya dengan penuh kemenangan politik. "Namun, menggunakan hak prerogatifku sebagai Hokage Keempat, aku telah memutuskan untuk menyatukan kalian dalam satu tim khusus. Tim 11."

Minato menunjuk ke arah sesosok ninja wanita berambut ungu pekat yang mengenakan seragam Anbu tanpa topeng yang berdiri di dekat jendela. Uzuki Yugao—salah satu ninja elit dari faksi sipil yang baru saja direkrut dan dilatih langsung di bawah divisi pribadi Minato.

"Jonin pembimbing kalian adalah Uzuki Yugao. Dan kalian hanya akan menerima instruksi misi langsung dari kantor Hokage, bukan melalui departemen misi reguler," lanjut Minato tegas.

Mendengar keputusan tersebut, para Anbu faksi Hiruzen yang bersembunyi di langit-langit ruangan tanpa sadar menegang. Minato baru saja melakukan manuver politik yang sangat bersih. Dengan menempatkan si kembar di bawah tim khusus yang melapor langsung kepadanya, Minato berhasil mengamankan dua aset terbesar Uchiha dari jangkauan tangan-tangan kotor Danzo maupun sistem pengawasan Hiruzen.

Tentu saja, Minato berani melakukan langkah seberani ini karena dia merasa memiliki "Faksi Bayangan Gagak" yang siap memotong tentakel politik musuhnya dari balik kegelapan, seperti yang terjadi di perbatasan barat tempo hari.

Kerja bagus, Paman Minato, batin Veil kejam, seulas senyuman tanpa emosi terukir samar di wajah enam tahunnya. Kau bergerak persis seperti catur yang sudah kuatur. Teruslah tumbuh menjadi tameng publik yang kuat untuk klanku.

Setelah upacara pembagian tim yang formalitas itu selesai, Tim 11 dibubarkan untuk bersiap menghadapi misi pertama mereka keesokan harinya. Yugao tampak sedikit canggung memimpin dua bocah monster ini, namun dia tetap menjalankan tugasnya dengan profesional.

Sore harinya, Veil kembali menghilang dari radar pengawasan desa menggunakan Penguasaan Ruang-Waktu Mutlak miliknya. Dia mendarat di atas atap sebuah gedung tua yang terbengkalai di pinggiran distrik komersial, tempat yang berada tepat di atas jalur pipa pembuangan markas bawah tanah Root.

Veil menutup matanya, memicu sinkronisasi pikiran dengan boneka gandanya, Uchiha Yashiro, yang saat ini sedang berada di dalam gudang senjata Root.

Yashiro, laporkan posisi logistik Danzo saat ini, perintah Veil melalui transmisi mental Phantom Mind.

Di dalam ruang bawah tanah, mata Yashiro sempat berkedip merah sedetik sebelum dia menjawab di dalam kepalanya dengan patuh. "Melapor, Tuan Besar. Danzo baru saja menerima pasokan persenjataan chakra ilegal dari pasar gelap Negara Rumput. Dia berencana menggunakan senjata-senjata ini untuk mempersenjatai divisi rahasia Root yang akan dikirim untuk memicu konflik kecil di perbatasan Negara Api dan Negara Angin (Sunagakure)."

Veil menyipitkan matanya. Negara Rumput? Memicu konflik dengan Sunagakure? Tikus tua itu benar-benar tidak bisa duduk tenang setelah posisinya ditekan oleh Minato.

Logika taktis Bumi milik Veil segera bekerja. Danzo mencoba mengalihkan perhatian desa dengan menciptakan krisis luar negeri, sehingga Minato terpaksa meminta bantuan militer dari faksi lama Hiruzen untuk meredam konflik tersebut. Itu adalah taktik politik klasik yang sangat kotor.

"Sistem," panggil Veil di dalam kesadarannya. "Evaluasi opsi untuk menyabotase pasokan senjata ilegal Danzo dan mengubahnya menjadi poin sistem atau keuntungan bagi faksi mudaku."

【Ding! Mengevaluasi...】

【Skenario "Memotong Cakar Tikus Bawah Tanah" Terbuka!】

【Misi Sampingan: Cegat pengiriman senjata ilegal Root di rute rahasia perbatasan utara malam ini. Hancurkan pasukan pengantar, dan jarah seluruh pasokan besi chakra tersebut ke dalam Inventaris Sistem!】

【Hadiah Misi: 6.000 Poin Sistem, dan Pembukaan Tahap Awal Kemampuan Rinnegan Ketiga: Ningendo (Jalan Manusia - Membaca Jiwa & Ekstraksi Memori Instan tanpa alat)!】

Melihat baris hadiah Ningendo, kilatan kegelapan yang teramat pekat meledak di dalam mata Eternal Mangekyou Sharingan Veil. Dengan Ningendo, dia tidak perlu lagi menggunakan metode interogasi yang rumit. Hanya dengan menyentuh kepala musuh, dia bisa merenggut seluruh rahasia hidup mereka dan mencabut jiwa mereka hingga mati seketika.

"Sempurna," bisik Veil lirih ke arah angin malam yang berembus kencang.

Dia berbalik, jubah hitam pengabur jiwanya berkibar pelan saat tubuh kecilnya perlahan tersedot masuk ke dalam pusaran ruang hampa Kamui-Imitation miliknya sendiri. Malam ini, di bawah hidung sang Hokage Keempat yang baru saja merasa di atas angin, dan di bawah ketidaktahuan Danzo yang merasa rencananya berjalan lancar, Sang Gagak Maut sekali lagi terbang untuk merobek lembaran takdir Konoha.

1
Klarasya
lanjutt thorr 😻
Fardhanan 12
lanjutt lanjuttt panjutttt
Fardhanan 12
😭😭😭😭😭
Klarasya
lanjuttt thorrr 🤧
Nawadipta
gak nyaman. klise, kaku, kurang emosional. terlalu cepat.
Zabibiex
ini buat nya pakai ai ya kek alay gitu soal-nya
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏
Aisyah Suyuti
good
aldo
semangat terus author 🙏🙏🙏
aldo
wah seru sekali author
aldo
lanjut kan author
aldo
wah bagus sekali author
Hadi Hadi
is good 😍😍
Hadi Hadi
mantap 💪💪
Hadi Hadi
sikat 💪💪😍😍
Hadi Hadi
bantai
Hadi Hadi
sikat
Hadi Hadi
semangat 😍😍
Hadi Hadi
😍😍😍
Hadi Hadi
bantai 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!