NovelToon NovelToon
Menjinakkan Tuan Kaku

Menjinakkan Tuan Kaku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Perjodohan
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: puput11

Freya Winata (25) adalah definisi sempurna dari wanita modern, cantik, ceria, manja, dan enerjik. hidupnya yang penuh warna mendadak berubah ketika kedua orang tuanya menjodohkannya dengan Adrian Valerick (30), seorang CEO dingin yang kaku, keras kepala dan hanya peduli dengan tumpukan berkas di kantornya.

Bagi Adrian, pernikahan adalah transaksi yang tidak logis. Namun, ancaman pencopotan jabatan dari sang ayah membuatnya terpaksa mengucapkan janji suci. Berbeda dengan Adrian yang murka, Freya justru melihat kejengkelan Adrian sebagai tantangan paling seru dalam hidupnya. Ia bertekad menjinakkan "Tuan Kaku".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon puput11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak Kosong

Aroma lembab dan debu pekat langsung menyergap indra penciuman begitu pintu besi gedung terbengkalai itu didobrak paksa. Sinar matahari pagi menerobos masuk melalui celah-celah atap yang bocor, memantulkan partikel debu yang melayang di udara.

Pak Teguh, kepala keamanan, melangkah masuk terlebih dahulu. Senjata api laras pendeknya terarah lurus ke depan dengan sigap. Di belakangnya, Bram melangkah hati-hati sembari memegang tablet, dikelilingi oleh lima personel keamanan bertubuh kekar.

"Periksa setiap sudut! Jangan ada yang terlewat!" titah Pak Teguh tegas, suaranya menggema di dalam ruangan yang luas nan sepi.

"Siap, Komandan!" seru para personel keamanan serempak sembari memecah formasi.

Bram melangkah menuju pusat ruangan di mana meja kayu tua rapuh berdiri di bawah lampu pendar lampu neon yang berkedip-kedip redup. Matanya membelalak mendapati meja itu kosong melompong. "Sial, titik koordinatnya tepat di sini. Tapi di mana perangkat komputer mereka?"

Pak Teguh mendekat, menurunkan senjatanya setelah memastikan area bersih. Rahangnya mengeras sekeras batu baja. "Bersih, Mas Bram. Tidak ada tanda-tanda pelarian darurat. Tempat ini ditinggalkan dengan sangat rapi, seolah mereka sudah tahu kita akan datang."

"Bagaimana mungkin? Sistem tim siber kita mengunci koordinat ini dengan proteksi ketat," gumam Bram bingung, napasnya memburu lelah.

"Komandan! Lihat ini!" teriak salah satu personel dari sudut ruangan dekat tumpukan rongsokan besi.

Bram dan Pak Teguh bergegas mendekat. Di atas sebuah balok beton, terdapat sebuah perangkat aneh berbentuk kotak hitam metalik seukuran telapak tangan dengan lampu indikator merah yang berkedip konstan.

BZZZT... CLIK!

Kotak hitam itu mendadak mengaktifkan fungsi proyeksi holografik. Sebuah layar cahaya biru pudar melayang di udara, menampilkan untaian teks kriptik dengan font mengetik otomatis yang kaku.

"Selamat datang, tikus-tikus Valerick," Bram membaca teks tersebut dengan suara bergetar menahan ketegangan yang menyiksa.

"Kalian terlambat tiga puluh menit dari kalkulasi sistemku. Sampaikan pesan ini pada kaisar sombongmu : Metro Pulse hanyalah pion pertama yang aku sentuh.di balik kemegahan beton Valerick Group, ada fondasi yang siap runtuh jika dia tetap menggenggam apa yang bukan hak miliknya. Kerajaan bisnismu akan hancur dalam senyap jika permataku tidak kembali."

BZZZT... BOOM!

Proyeksi itu padam seketika bersamaan dengan suara letupan kecil dari dalam kotak hitam. Asal tipis berbau hangus menyeruak dari celah perangkat yang kini telah hangus terbakar dari dalam. Sistem pemusnah komponen otomatis telah bekerja dengan sempurna.

Pak Teguh mengepalkan tangannya kuat-kuat, matanya menyipit tajam penuh selidik. "Peretas ini bukan kriminal amatir yang mengejar uang tebusan. Ini sabotase personal skala elit."

"Permata?" Bram menatap sisa-sisa kotak hitam yang hangus dengan wajah pucat pasi.

"Apa yang dimaksud dengan permata? Apakah ini tentang salah satu aset investasi internal raksasa milik Pak Adrian? Atau ada proyek rahasia Tuan Besar Arthur yang tidak kita ketahui?"

"Kita harus segera melaporkan ini ke Tuan Adrian, Mas Bram. Ini bukan lagi sekadar serangan siber biasa, ini ancaman perang terbuka," tegas Pak Teguh dengan wibawa militernya yang menekan.

Bram mengangguk cepat, tangannya dengan gemetar mengetuk layar tablet untuk mendokumentasikan sisa-sisa alat tersebut. "Benar, Pak Teguh. Peretas ini sengaja memancing kita ke sini hanya untuk memberikan teka-teki sialan ini. Siapa sebenarnya musuh tersembunyi Valerick Group ini?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!