NovelToon NovelToon
The General'S Captive Lady

The General'S Captive Lady

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Dijodohkan Orang Tua / Mafia / Aliansi Pernikahan
Popularitas:528
Nilai: 5
Nama Author: indri novianti

"The General's Captive Lady" adalah novel fiksi romantis-militer yang penuh ketegangan politik, trauma masa lalu, dan pembalasan dendam.
Claudia, seorang putri yang terbuang dan disiksa sejak kecil oleh faksi Crimson Raven. Demi menutupi ketamakan mereka, reputasi Claudia dihancurkan di mata publik hingga ia dicap sebagai wanita glamor yang buruk. Saat faksi Raven kalah perang, ia dikorbankan menjadi sandera politik dan dikirim kepada Reymond Oliver Smith, seorang panglima perang aliansi yang terkenal dingin dan kejam.

Hubungan mereka awalnya dipenuhi kebencian dan kesalahpahaman, bahkan Claudia sempat dijebloskan ke ruang bawah tanah karena fitnah dari bapaknya. Namun, jeritan trauma masa kecil Claudia di tengah sakit parah akhirnya meruntuhkan dinding es di hati Reymond. Penyelidikan rahasia pun dimulai, membongkar asal-usul Claudia yang sebenarnya sebagai pewaris sah bangsa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indri novianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAWAR DALAM KABUT UAP

Langkah sepatu bot militer milik Jenderal Agung Reymond Oliver Smith tidak pernah menghasilkan suara jika ia menghendakinya. Itu adalah keahlian yang diasah di medan perang paling berdarah—sebuah insting predator yang membuatnya bisa merayap di antara bayang-bayang tanpa mengusik satu helai daun pun. Namun malam ini, keahlian itu tidak digunakannya untuk mengendap-endap di kamp musuh, melainkan untuk melintasi lantai marmer kamar istrinya sendiri, Claudia.

Begitu pintu jati setinggi tiga meter itu tertutup dengan bunyi klik yang halus, indra penciuman Reymond langsung dihantam oleh gelombang aroma yang pekat. Semerbak wangi mawar merah yang segar, berpadu dengan kehangatan uap air yang samar, mengelilingi setiap jengkal ruangan yang remang-remang tersebut.

Kamar itu hanya diterangi oleh dua buah lilin aromaterapi yang diletakkan di atas meja rias, memancarkan cahaya keemasan yang menari-nari di dinding. Ranjang ukuran king-size berkelambu sutra di tengah ruangan tampak kosong dan tertata rapi. Seprainya yang berwarna hitam arang masih tegang tanpa kusut, menandakan pemiliknya belum menyentuh kasur itu sejak sore hari setelah mereka kembali dari kafe Le Petit Jardin.

Reymond melepaskan sarung tangan kulit hitamnya satu per satu, melemparkannya ke atas kursi penjahit di dekat pintu. Matanya mengedar, mencari sosok wanita dari Faksi Raven yang beberapa jam lalu telah mengacak-acak harga diri para wanita bangsawan di distrik pusat dengan lidahnya yang setajam pisau belati.

Detik berikutnya, pendengaran tajam sang Jenderal menangkap sesuatu. Sebuah suara samar, sangat lirih, namun teramat merdu. Itu adalah suara senandung tanpa kata, sepotong lagu pengantar tidur kuno yang biasa dinyanyikan di wilayah selatan Faksi Raven. Suara itu mengalun dari balik pintu kamar mandi yang terbuat dari kaca buram, yang sengaja dibiarkan sedikit terbuka, membiarkan uap panas meluncur keluar seperti kabut tipis.

Perlahan, Reymond melangkah mendekat. Setiap tapak kakinya terasa berat oleh ketegangan yang mendadak merayapi pundaknya. Ia mendorong pintu kaca itu tanpa menimbulkan derit sedikit pun, melangkah masuk ke dalam ruangan yang sepenuhnya telah menjelma menjadi tempat pemandian yang eksotis.

Wangi sabun aromaterapi esensial yang dipadukan dengan minyak mawar murni langsung memanjakan penciumannya. Udara di dalam kamar mandi begitu hangat dan lembap, menciptakan embun-embun air kecil yang menempel di cermin besar dan dinding marmer hitam. Di sudut ruangan, di bawah pilar-pilar batu yang kokoh, terdapat bak mandi porselen putih berukuran besar yang ditanam ke dalam lantai.

Di sanalah Claudia berada.

Wanita itu sedang berendam di dalam air yang dipenuhi oleh ribuan kelopak bunga mawar merah yang mengapung, menutupi permukaan air seperti hamparan karpet beludru di atas air. Rambut hitam panjangnya yang basah dibiarkan terurai bebas, terkulai keluar melewati bibir bak mandi porselen, menjuntai hingga menyentuh lantai marmer yang dingin. Kontras antara rambut hitamnya yang legam, porselen putih, dan kelopak mawar merah menciptakan pemandangan yang teramat magis.

Claudia sama sekali tidak menyadari kehadiran Reymond. Efek dari uap hangat dan ramuan aromaterapi tampaknya telah membuat kewaspadaannya mengendur. Matanya terpejam sayu, menikmati keheningan malam. Kepala dan bahunya bersandar pada bantalan empuk di tepi bak.

Namun, yang membuat napas Reymond benar-benar tercekaT di tenggorokan adalah apa yang sedang dilakukan wanita itu.

Dengan gerakan yang teramat pelan, luwes, dan sarat akan sensualitas alami, jemari lentik Claudia bergerak di bawah permukaan air. Ia mengangkat satu lengannya yang mulus ke udara, membiarkan busa sabun tipis berlapis air hangat mengalir turun melalui siku. Jemarinya membelai lembut kulit bahunya sendiri, turun ke arah tulang selangka, lalu bergerak memutar di atas dadanya yang tertutup oleh kelopak mawar.

Setiap sentuhan yang Claudia berikan pada tubuhnya sendiri dilakukan dengan penuh penghayatan, seolah ia sedang mengagumi dan merawat satu-satunya senjata paling berharga yang ia miliki: tubuh indahnya yang malam ini tidak dihalangi oleh selembar benang pun.

Deg.

Jantung Reymond berdentum sangat keras di dalam rongga dadanya, menghasilkan gema yang seolah memekakkan telinganya sendiri. Sebagai seorang pria dewasa dan pemimpin militer yang telah melihat segala bentuk keindahan dan kekejaman di dunia, Reymond tidak pernah mengira bahwa ia akan dibuat bertekuk lutut hanya oleh pemandangan seorang wanita yang sedang mandi.

Reaksi tubuhnya instan dan tidak bisa dinegosiasi. Darahnya mendadak berdesir hebat, mengalir deras ke seluruh tubuh dan menciptakan sensasi panas yang membakar di ulu hatinya. Gairah primitif yang selama ini ia kekang dengan disiplin militer yang ketat mendadak memberontak, menuntut pemuasan.

Manik mata elang Reymond menggelap sepenuhnya hingga menyisakan lingkaran hitam yang intens. Ia mengunci pandangannya pada setiap jengkal kulit Claudia yang terekspos di antara kelopak mawar. Jakunnya naik turun saat ia menelan ludah dengan susah payah. Napasnya mulai memberat, mengembuskan uap putih tipis yang menyatu dengan kabut di dalam ruangan.

Reymond mengambil satu langkah maju yang disengaja. Sepatu botnya bergesekan dengan lantai marmer yang basah, menciptakan bunyi gesekan halus yang memutus keheningan. Bersamaan dengan itu, bayangan tubuh tegap dan besarnya yang mengenakan seragam militer gelap bergerak memotong cahaya lampu remang, menjatuhi wajah Claudia.

Senandung merdu Claudia mendadak terhenti di udara.

Merasakan perubahan atmosfer yang tiba-tiba—kehadiran energi maskulin yang begitu masif, dominan, dan sarat akan gairah—Claudia perlahan membuka kelopak matanya yang semula sayu. Detik itu juga, manik mata indahnya langsung bertubrukan dengan tatapan membakar milik suaminya yang sedang berdiri kokoh di tepi bak mandi, menatapnya bagai seorang predator yang siap menerkam mangsanya.

Claudia tidak berteriak panik seperti wanita bangsawan biasa. Alih-alih menyembunyikan tubuhnya di balik air, Claudia justru menyunggingkan sebuah senyuman tipis yang teramat manis, namun mematikan di bibirnya yang basah.

"Kau suka dengan apa yang kau lihat, Jenderal?" bisik Claudia, suaranya terdengar serak dan menggoda, menggema lembut di antara uap mawar yang mengelilingi mereka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!