kau hadir saat ku benar benar merasa hancur dan nyaris gila dengan alur cerita hidupku. kau seperti malaikat tak bersayap yg di utus tuhan untuk menyadarkan dan menyelamatkan hidupku.
tanpamu aku bukan lah siapa siapa, tanpamu aku hanya orang hina yg kehilangan arah tujuan hidup.
takan cukup aku mengucap kata terimakasih kepadamu, atas segala kebaikan dan ketulusan hatimu.
kaulah jawaban do'a dalam hatiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ketahuan bohong
*Di tempat lain*
Dan sementara maya dan dony. Saat itu mereka sedang duduk berdua, maya sedang mengobati luka di wajah dony.
" Gue gak nyangka si satria jadi kayak gitu sekarang.." ucap maya sembari mengobati luka di wajah dony.
dony tidak menjawab, dia diam dengan pandangan ke bawah melihat sedikit payudara maya. maya tidak menyadari kacing baju nya terlepas, lalu maya melihat apa yang dony perhatikan itu, tanpa banyak tanya maya langsung menampar wajah dony tepat di luka nya.
_plak_
" Awww..sakit may ah.." dony meringis kesakitan.
Maya panik dan reflek minta maaf. " Aduh Ma’af don..!” ucapnya mengusap lembut wajah dony.
“lagian salah loe sendiri sih, sempet sempetnya loe ya, dasar omes.." ucap maya kesal sembari memasangkan kembali kancing bajunya yang terlepas itu. Sementara dony malah ketawa, kemudian dony mengucapkan terimakasih kepada maya atas kepedulian nya itu.
*di tempat lain*
Dan sementara aku dan elina, saat itu aku sedang duduk di suatu taman. dia mengobati luka di wajah ku, aku bertanya kepada elina.
" Lin, sebentar lagi hari kelulusan sekolah ya..? " Tanya ku.
" Iya emang kenapa..? " Jawab elina sambil mengobati luka di wajah ku.
" Kamu mau ngelanjutin pendidikan kamu ke mana?, kira kira kamu masih di sini gak..? " Tanyaku.
" Aku juga gak tau kang, paling aku ikut gimana orang tua aku aja.." jawab elina.
" Kayaknya nanti kita bakal berjauhan ya, nanti gimana ya.? Pasti kangen banget ya nanti.." tanyaku, lalu aku tersenyum kepadanya.
" Iya pasti kang, tapi kan kita bisa VC, chatan, kalau kangen, yang penting kita harus selalu ada kabar, nanti juga kan ada waktunya kita ketemu lagi.." ucap elina.
" Iya sih. makasih ya lin kamu udah perhatian banget sama aku..!." ucapku tulus. lalu aku tersenyum kepadanya.
" Iya sama sama kang, aku perhatian sama kamu, karena aku sayang sama kamu, aku gak rela kamu terluka, apalagi hati kamu yang terluka..." ucap elina, lalu ia tersenyum kepadaku.
dan aku pun tersenyum mendengarnya. " Bisa aja kamu..!!" Ucapku dengan gemas mencubit pipi elina.
*ke esokan harinya*
sementara asep kakak ku. Waktu malam itu selepas pulang berdagang, dan sesampainya di rumah. ia melihat rumah tanpak begitu sepi, ia berjalan ke kamarnya, saat ia membuka kamarnya, ia tersenyum melihat istri dan anaknya yang sudah tertidur pulas.
Dan sementara ibu selepas dari dapur, ibu melihat asep yang sedang memperhatikan anak dan istrinya yang sudah tidur itu." Kamu baru pulang sep..? " Tanya ibu.
" Eh umi, iya mi baru pulang, tumben ini Lia sama layla udah tidur jam segini.." jawab asep, LIA itu nama istrinya, dan layla nama anak nya.
" Iya mungkin kecapean. yaudah sep umi juga mau tidur.." ucap ibu, saat ibu hendak berjalan masuk kamar, asep menahanya.
" tunggu mi.." ucap asep, lalu asep mengeluarkan sejumblah uang dari saku celananya.
" Mi ini ada sedikit rezki buat umi.." ucap asep sambil memberikan uang itu kepada ibu. ibu menatap uang yang asep berikan itu.
" Emang kamu ada sep.?." Tanya ibu.
" Ada kok mi, ini ambil aja mi.." ucap asep tulus dengan tersenyum memberi uang kepada ibu.
dan ibu pun menerima uang pemberian asep." Makasih ya sep.." ibu.
" Iya mi, doain asep ya mi, biar lancar usahanya..!" Ucap asep.
" Iya sep amin, umi selalu doain segala yang terbaik untuk anak anak umi.." ucap ibu dengan tulus.
" Iya mi makasih mi.." ucap asep.
" Yaudah sep umi mau tidur dulu ya.." ucap ibu.
" Iya mi.." angguk asep. Kemudian ibu berjalan masuk kamar untuk tidur.
*Ke esokan harinya saat malam tiba*
Dan sementara aku. saat itu aku sedang asik berdua dengan temanku bermain catur di pos ronda sambil menikmati secangkir kopi dan sebatang rokok. Temanku itu bernama .RIKO.
" Hadeh ngantuk gue nunggu loe jalan.." ucapku dengan kesal menunggu temanku menjalankan biji catur nya.
" sabar sat, masa iya ini gue kalah lagi sama loe ah, gue lagi mikir dulu biar gak kejebak strategi loe lagi..!!" Ucap riko sambil fokus menatap biji biji catur itu.
" Udah sekarang gak harus menang dah, gini aja, kalau loe bisa makan satu minion gue, gue kasih loe 100 ribu..! " Ucapku serius.
" Ah yang bener loe.." timpal temanku se akan tak percaya.
" Iya gue serius.."
" Bener loe ya, awas loe kalau bohong..!! " Riko dengan girang. dengan seriusnya dia melawan ku, hingga akhirnya ia berhasil memakan satu minion ku.
" Nah loe, dapet gue, mana sini 100 ribu.." pinta riko dengan senang hati.
" Yaudah makan dulu, telen sama loe, entar baru gue kasih 100 ribu.." ucapku mencandainya. Aku tertawa.
" Buset gila loe, yang bener aja. kirain gue di makan gimana, sekalian ajah gue makan nih biji catur pake nasi..!! " Ucap riko dengan kesal. sementara aku terus menertawakanya.
Saat aku sedang tertawa, tiba tiba ada yang menarik tangan ku. saat aku melihatnya, aku kaget ternyata itu elina. " Elina,,, kok kamu tau aku di sini, kamu sama siapa ke sini..?" Tanya ku dengan heran.
" Ikut aku sebentar ayo, aku mau ngomong sama kamu.." ucap elina dengan kesal manarikku, dan membawaku pergi dari tempat itu.
Sementara riko heran kebingungan melihat ku di tarik dan di bawa pergi oleh elina. _kenapa mereka?_ gumamnya memperhatikanku dengan elina. " Sat ini gimana belum beres kita maen.."
" Bentar.." jawabku sambil di tarik elina, dan setelah elina membawaku jauh dari temanku. dia berkata kepadaku.
" Kenapa kamu bohong kemarin sama aku, kamu berantem kan sama dony sahabat kamu..?" Tanya elina beruntun dengan kesal.
" Kok kamu tau lin, kamu tau dari siapa..? Tanyaku heran.
" Maya yang ngasih tau aku. Jelasin sama aku Kenapa kamu berantem sama dony? Jawab.” Ucapnya dengan kesal. Aku diam bingung harus menjawab apa. Elina ngomel lagi“ kamu kenapa sih berantem mulu, aku gak suka tau gak, kesel aku sama kamu, kenapa sih kamu jadi agresif gini..?." ucap elina, lalu elina buang muka dariku.
" Jangan di sini ngomong nya, entar aku jelasin.." ucapku. Detik itu, tiba tiba perutku berbunyi.
elina mendengarnya, ia menahan tawa." Kamu laper..? " Ucap elina sambil mengetawaiku.
" Iya lin, belum makan, hehe!" ucapku dengan malu.
" Kasian banget, udah ayo kita cari makan.." ajaknya.
" Iya bentar aku ngambil motor dulu.." ucapku. kemudian aku berjalan kembali ngambil motorku yang terparkir di dekat pos ronda itu, dan pamit pergi kepada riko.
“ gue cabut dulu ya ko,,!” pamit ku kepada riko. Aku langsung menyalakan motorku.
“ Loe mau kemana?” tanya riko.
“ ada urusan dulu bentar..!” jawabku, aku langsung menghampiri elina dengan vespaku itu.
“Ayo naik..!” ucapku kepada elina, elina pun naik ke motorku. Kami pun berangkat pergi mencari makan.