NovelToon NovelToon
NEW SAGA WARISAN PRIMORDIAL

NEW SAGA WARISAN PRIMORDIAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Abai Shaden

Ribuan tahun setelah Kaisar Primordial Wang Tian menghilang ke dalam keheningan dimensi untuk menjaga keseimbangan alam, silsilah darahnya telah bercabang menjadi klan-klan besar yang menguasai berbagai penjuru dunia.

​Istri pertama, Lin Xuelan, melahirkan garis keturunan Penjaga Samudra. Istri ketiga, Mora, melahirkan klan Bayangan Langit. Istri keempat, Lin Xia (setelah menjadi manusia sepenuhnya), melahirkan garis Pedang Dewa. Namun, cerita kita kali ini bermula dari garis keturunan istri kedua, Sui Ren, Sang Permaisuri Angin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abai Shaden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: Lembah Tulang Dewa dan Warisan Naga yang Hilang

Gurun pasir merah yang luas perlahan berganti menjadi medan yang lebih mengerikan. Di hadapan **Wang Jian**, menjulang dua jajaran pegunungan raksasa yang melengkung, menyerupai tulang rusuk makhluk purba yang terkubur di bawah tanah. Inilah **Lembah Tulang Dewa**, sebuah zona terlarang di mana hukum fisika Benua Pasir Merah seolah memudar, digantikan oleh tekanan gravitasi murni yang terpancar dari sisa-sisa sumsum dewa kuno.

Setiap langkah Jian di tanah putih pucat yang terbuat dari kalsium padat terasa seperti memikul beban sebuah gunung. Keringat yang menetes dari dahinya menguap sebelum sempat menyentuh tanah karena suhu yang ekstrem.

### **Tekanan yang Menghancurkan Jiwa**

"Jika aku tidak bisa berjalan di sini, bagaimana mungkin aku bisa menyeberangi lautan dimensi?" gumam Jian, gigi-giginya terkatup rapat.

Ia mengaktifkan **Qi Badai Plasma**-nya untuk menyelimuti tubuh, namun energi plasma itu justru terserap oleh tanah lembah. Lembah ini lapar; ia menghisap setiap tetes energi dari makhluk hidup yang berani menginjakkan kaki di sana.

Tiba-tiba, dari celah-celah tulang raksasa, muncul **Arwah Penjaga Tulang**. Mereka tidak memiliki daging, hanya kumpulan energi abu-abu yang membentuk ksatria-ksatria kuno dengan tombak panjang. Mereka adalah sisa-sisa kesadaran para pelayan dewa yang telah mati ribuan tahun lalu.

"Siapa... yang berani... mengotori tempat peristirahatan... Sang Penguasa Langit?" suara mereka bergema seperti ribuan bisikan di dalam kepala Jian.

Jian tidak berhenti. Ia justru memacu **Inti Primordial Ganda**-nya hingga titik didih. "Aku bukan datang untuk mengotori, aku datang untuk mengambil apa yang seharusnya menjadi milik mereka yang cukup kuat untuk memegangnya!"

### **Pertempuran Tanpa Henti di Jalur Sumsum**

Pertempuran pecah. Arwah Penjaga bergerak tanpa berat, menebas dengan kecepatan yang melampaui penglihatan manusia. Jian harus mengandalkan **Putaran 5: Tubuh Tanpa Bentuk** hanya untuk bertahan hidup. Namun, di tempat dengan gravitasi setinggi ini, bergerak tanpa bentuk adalah siksaan yang luar biasa bagi meridiannya.

*SLASH!*

Sebuah tombak arwah menggores lengan Jian. Luka itu tidak mengeluarkan darah, melainkan cahaya putih—tandanya energi jiwanya yang sedang terkuras.

"Sial! Jika ini terus berlanjut, aku akan menjadi salah satu dari mereka!"

Jian menarik tombak hitamnya. Ia menyadari bahwa di lembah ini, serangan fisik tidak berguna. Ia harus menyerang dengan **Esensi Jiwa**. Ia memusatkan memorinya tentang Meiling—rasa sakit saat mereka terpisah, janji untuk menjemputnya—dan mengubah emosi itu menjadi pemantik bagi plasma-nya.

**"Seni Orisinal: Terjangan Badai Plasma - Pemutus Arwah!"**

Jian meledak dalam kecepatan cahaya putih. Setiap kali tombaknya bersentuhan dengan arwah, terjadi ledakan pemurnian. Ia membantai puluhan arwah, maju selangkah demi selangkah menuju pusat lembah di mana sebuah kawah berisi cairan emas berpendar—**Sumsum Dewa Kuno**.

### **Pertemuan dengan Sang Naga Tua**

Tepat di tepi kawah sumsum, langkah Jian terhenti oleh sesosok makhluk yang jauh lebih besar dari arwah penjaga. Itu adalah naga tulang berukuran lima puluh meter. Matanya tidak kosong, melainkan berisi api biru yang cerdas.

"Cukup, Manusia," naga itu berbicara dalam bahasa kuno yang bergetar di sumsum tulang Jian. "Kau membawa bau **Naga Primordial**, namun tubuhmu adalah campuran yang kacau. Siapa kau sebenarnya?"

Jian menurunkan tombaknya, namun auranya tetap waspada. "Aku adalah Wang Jian. Aku membawa warisan Sembilan Putaran Angin."

Naga itu terdiam sejenak, lalu tawa menggelegar keluar dari rahangnya yang tanpa daging. "Sembilan Putaran Angin? Teknik yang diciptakan oleh pelayan naga untuk meniru kami? Kau pikir itu cukup untuk menyerap sumsum ini? Kau akan meledak dalam hitungan detik!"

"Aku sudah melewati neraka untuk sampai ke sini," jawab Jian dingin. "Ledakan adalah risiko yang kecil dibandingkan dengan kehilangan dia."

Naga tua itu, yang menyebut dirinya **Aurelion sang Pengawas**, menatap Jian dengan tatapan menyelidik. "Dia... gadis dengan Star-Core itu? Jadi kau adalah 'Anomali' yang dibicarakan oleh garis waktu. Baiklah, jika kau ingin bunuh diri, silakan masuk ke dalam kawah. Tapi jika kau ingin bertahan hidup, kau harus melepaskan kemanusiaanmu dan membangkitkan **Garis Darah Naga** yang tertidur di dalam selmu."

### **Transformasi Menyakitkan: Menjadi Sang Naga**

Jian melompat ke dalam kawah Sumsum Dewa tanpa ragu. Cairan emas itu seketika membungkus tubuhnya, masuk melalui pori-pori, hidung, dan telinganya.

Rasa sakitnya seribu kali lebih hebat daripada saat ia merombak meridian di dasar jurang. Sumsum dewa mulai menghancurkan sel-sel manusianya satu per satu, menggantinya dengan struktur seluler yang lebih padat dan lebih kuat.

"ARGHHHHHHHH!"

Jian merasa jiwanya ditarik keluar. Dalam penglihatannya, ia melihat seekor naga hitam raksasa yang sedang melahap bintang-bintang. Naga itu menatapnya, dan Jian menyadari: silsilah klan Wang sebenarnya bukanlah pelayan naga, melainkan keturunan yang dikutuk dari naga tersebut yang kehilangan wujud aslinya.

**[TRANSFORMASI RASIAL]:**

* **Fisik:** Tubuh Dewa Plasma berevolusi menjadi **Fisik Naga Primordial (Tahap Inkarnasi)**.

* **Perubahan:** Sisik hitam transparan mulai muncul di bahu dan punggung Jian. Matanya kini memiliki pupil vertikal naga.

Energi di dalam Dantian Jian mulai memadat secara ekstrem. Cairan energi plasma yang tadinya berupa kolam kini berputar membentuk sebuah kristal padat yang memancarkan cahaya yang menyilaukan.

**[TEROBOSAN BESAR]:**

* **Ranah:** Melompati Bintang 7, 8, dan 9 Pemurnian Qi... masuk ke **Ranah Kristalisasi Inti Bintang 2!**

### **Bangkitnya Penguasa Baru**

Jian berdiri dari kawah. Cairan emas itu kini telah habis terserap ke dalam tubuhnya. Gravitasi lembah yang tadinya menindasnya kini terasa seperti pelukan hangat. Ia telah menjadi bagian dari tempat ini.

Aurelion sang Pengawas menundukkan kepalanya yang besar. "Kau berhasil... Sang Anomali. Kau tidak lagi hanya seorang kultivator manusia. Kau adalah **Pewaris Naga Langit**. Pergilah, Kota Kekaisaran Pasir tidak akan bisa menahanmu sekarang."

Jian mengepalkan tangannya. Ia merasakan kekuatan yang mampu merobek langit. Ia menatap ke arah utara, ke arah Gerbang Transendensi.

"Terima kasih, Aurelion. Aku akan memastikan sumsum ini digunakan untuk menghancurkan mereka yang menganggap diri mereka dewa."

Dengan satu kepakan tangan, Jian menciptakan ledakan plasma yang menerbangkannya tinggi ke langit. Ia tidak lagi membutuhkan sayap energi; kehendaknya sendiri sudah cukup untuk membuatnya terbang.

### **Status Kultivasi Akhir - Bab 23:**

* **Nama:** Wang Jian

* **Ranah Kultivasi:** **Kristalisasi Inti Bintang 2** (Peningkatan masif dari Sumsum Dewa).

* **Fisik:** **Tubuh Inkarnasi Naga Primordial** (Sangat keras, regenerasi cepat, mampu memanipulasi gravitasi).

* **Keterampilan Baru:** **Napas Naga Plasma** dan **Domain Gravitasi Naga**.

* **Kondisi:** Sempurna, aura naga yang sangat menekan.

1
evelyn Syaquita
new saga
adalah bacaan wajib bagi penggemar genre kultivasi yang mencari cerita dengan kedalaman emosional dan aksi yang memukau. Meskipun memiliki beberapa kiasan (tropes) klasik genre Xianxia, eksekusinya tetap terasa segar dan membuat ketagihan.
evelyn Syaquita
Tahapan dari Qi Condensation hingga [Tahap Tertinggi] dijelaskan dengan detail yang memuaskan, membuat pembaca ikut merasakan jerih payah sang protagonis dalam bermeditasi dan menerjang kesengsaraan langit (Heavenly Tribulation).😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!