Lin Xiu returned to civilization confident and proud after training with a master who cannot be named on a celestial island cut off from the real world. In his quest to uphold justice, he courageously picks fights with elites in the community wreaking havoc among the rich and the powerful. Be it ghosts, spirits, or seniors of the daoist association, he is fearless. Will the little girl Xiao Tong stay a little girl as she accompanies him on his journey to track down the rest of his friends from the orphanage they once shared?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15.Keputusasaan Keluarga Ye dan Permohonan di Bawah Guyuran Hujan
Di malam yang sama, suasana di dalam Kediaman Utama Keluarga Bangsawan Ye di pusat Ibukota Imperial terasa begitu mencekam. Kediaman yang menyerupai benteng militer megah itu kini dipenuhi oleh aroma obat-obatan yang pekat dan kepanikan yang tertahan.
Di dalam kamar perawatan VVIP bergaya klasik, seorang pria tua bertubuh kurus kering terbaring di atas ranjang dengan berbagai alat medis tercanggih terpasang di tubuhnya. Pria tua itu adalah **Jenderal Tua Ye**, salah satu pilar militer tertinggi negara. Namun saat ini, wajahnya menghitam keunguan, dan urat-urat di lehernya menonjol keluar seperti cacing hitam yang bergerak-gerak. Itu adalah tanda bahwa **Kutukan Racun Meridian Hitam** telah mencapai jantungnya.
Di sekeliling ranjang, belasan dokter top dan profesor medis terbaik di Ibukota Imperial berdiri dengan kepala tertunduk, tubuh mereka gemetar ketakutan.
"Bagaimana keadaan Ayahku?!" bentak seorang pria paruh baya bertubuh tegap dengan seragam militer lengkap berpangkat Jenderal Bintang Tiga. Dia adalah **Ye Jincheng**, putra sulung Jenderal Tua Ye sekaligus ayah dari Ye Min. Auranya sangat kuat dan tegas, namun matanya saat ini memerah karena cemas.
"M-Maafkan kami, Jenderal Ye..." Kepala tim dokter gemetar hebat. "Racun ini... racun ini bukan berasal dari zat kimia atau biologis normal. Ini adalah racun mistis tingkat tinggi yang telah mengunci seluruh jalur energi meridian Jenderal Tua. Peralatan modern kami tidak bisa mendeteksinya, dan jika ini terus berlanjut, dalam waktu dua jam... jantung beliau akan berhenti berdetak."
"Sampah! Kalian semua adalah dokter terbaik di negeri ini, tapi mengatasi racun saja tidak bisa?!" Ye Jincheng berteriak murka, membuat para dokter itu langsung berlutut di lantai dengan panik.
Tepat pada saat itu, pintu kamar terbuka dan Ye Min melangkah masuk dengan wajah yang masih ditekuk kesal. "Ayah! Aku sudah pulang!"
"Min'er! Bagaimana dengan Dokter Surgawi dari Jiangnan yang dibawa oleh Komandan Qin? Di mana dia?!" tanya Ye Jincheng dengan secercah harapan di matanya.
Mendengar pertanyaan ayahnya, Ye Min mendengus kesal dan melipat tangannya di dada. "Hmph! Jangan sebut bocah ingusan itu lagi, Ayah! Dia hanyalah dukun palsu yang sangat sombong dari kota kecil! Di bandara tadi, dia bahkan berani menghina Keluarga Ye kita! Dia bilang, jika Kakek ingin sembuh, Ayah sendiri yang harus datang berlutut di depan pintu rumahnya untuk memohon! Benar-benar tidak tahu diuntung, jadi aku tinggalkan saja dia!"
*PLAK!!!*
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi mulus Ye Min, menggema di dalam kamar yang sunyi tersebut. Ye Min terhuyung mundur, memegangi pipinya yang memerah dengan mata terbelalak tidak percaya. "A-Ayah... Kau menamparku?!"
"Gadis bodoh! Kau telah menghancurkan satu-satunya kesempatan kakekmu untuk hidup!" Ye Jincheng berteriak dengan napas memburu, matanya memancarkan kemarahan mutlak. "Komandan Qin sudah melaporkan kepadaku secara rahasia! Pemuda bernama Lin Xiu itu adalah sosok yang meratakan seluruh Asosiasi Daoist Jiangnan sendirian dalam satu malam! Kemampuan medisnya diakui oleh Keluarga Wang sebagai keajaiban dewa! Kau... kau justru menghinanya karena egomu?!"
Ye Min membeku total. Mendengar bahwa bocah kasual berbaju kaos oblong yang dia temui di bandara adalah sosok mengerikan yang memusnahkan faksi raksasa Jiangnan, seluruh kesombongannya sebagai nona besar runtuh menjadi ketakutan yang mendalam. "T-Tapi Ayah... dia menyuruhmu berlutut..."
"Jika berlutut bisa menyelamatkan nyawa Ayahku, jangankan berlutut, menyerahkan seluruh pangkat militerku pun akan kulakukan!" Ye Jincheng berbalik dengan tegas, jubah militernya berkibar. "Siapkan iring-iringan mobil! Ikut aku ke Kediaman Tuan Lin Xiu sekarang juga!"
Satu jam kemudian, hujan deras tiba-tiba mengguyur kawasan perbukitan suci Ibukota Imperial. Di depan sebuah vila mewah yang dikelilingi oleh hutan bambu yang tenang—tempat tinggal baru Lin Xiu dan adik-adiknya—belasan mobil militer hitam berhenti dengan rapi.
Pintu mobil terbuka, dan Jenderal Bintang Tiga Ye Jincheng melangkah keluar ke bawah guyuran hujan lebat tanpa menggunakan payung. Di belakangnya, Ye Min mengikuti dengan tubuh yang gemetar karena dingin dan rasa bersalah yang teramat sangat.
*BRUK!*
Di hadapan puluhan pasukan khusus yang berjaga di sekitar kawasan tersebut, Ye Jincheng langsung menjatuhkan kedua lututnya ke atas tanah berbatu yang basah tepat di depan pintu gerbang vila Lin Xiu.
"Ye Jincheng dari Keluarga Ye, membawa putri saya yang tidak tahu aturan untuk memohon ampunan kepada Tuan Dokter Surgawi Lin Xiu! Mohon Tuan berkenan turun tangan untuk menyelamatkan nyawa Ayah saya!" Suara tegas Ye Jincheng menggema menembus suara gemuruh hujan, penuh dengan ketulusan dan kepasrahan mutlak.
Ye Min yang melihat ayahnya yang agung berlutut di tanah basah tidak bisa menahan air matanya lagi. Dia ikut berlutut di samping ayahnya, membenturkan kepalanya ke tanah. "Tuan Lin Xiu... saya salah! Saya yang bodoh dan lancang! Tolong hukum saya, tapi tolong selamatkan kakek saya!"
Di dalam ruang tengah vila yang hangat, Lin Xiu sedang duduk santai sembari meminum teh herbal bersama Da Xiao dan Xiao Tong. Suara teriakan dari luar terdengar dengan jelas oleh indra spiritualnya yang tajam.
"Lin Xiu... mereka sudah berlutut di luar dalam hujan deras selama lima belas menit. Ayah gadis itu tampaknya adalah seorang jenderal yang sangat berbakti," kata Da Xiao lembut, merasa agak tidak tega melihat seorang pria paruh baya berpangkat tinggi merendahkan dirinya sedemikian rupa demi orang tuanya.
Lin Xiu meletakkan cangkir tehnya perlahan, lalu menyunggingkan senyum tipis. "Keluarga Ye ini setidaknya masih memiliki satu orang yang tahu cara menghormati seorang dokter."
Lin Xiu berdiri, merapikan kaus hitamnya, lalu berjalan menuju pintu depan. Begitu pintu gerbang kayu vila terbuka secara otomatis, sosok Lin Xiu yang berdiri tegak di bawah payung hitam besar langsung terlihat oleh Ye Jincheng dan Ye Min.
Lin Xiu menatap dua orang yang basah kuyup di bawah kakinya dengan pandangan datar. "Ye Jincheng, ketulusanmu malam ini telah menyelamatkan nyawa ayahmu. Bangunlah. Bawa aku ke kediamanmu sebelum racun itu menghancurkan dantiannya sepenuhnya."
Mendengar kata-kata itu, Ye Jincheng mendongak dengan wajah penuh rasa syukur yang teramat sangat. "Terima kasih... Terima kasih, Tuan Lin Xiu!"
Perjalanan sang Dokter Surgawi di Ibukota Imperial resmi dimulai malam ini, bukan sebagai pelayan para penguasa, melainkan sebagai penyelamat tunggal yang akan membuat seluruh keluarga bangsawan tertinggi berutang budi padanya.