NovelToon NovelToon
Titik Tertinggi Mencintai

Titik Tertinggi Mencintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:597
Nilai: 5
Nama Author: Nisaul Mardhiyah

Ketika perbedaan kasta memaksa mereka berpisah dan amnesia menghapus ingatan Neya, akankah kisah cinta delapan tahun yang mereka rajut sejak SMP benar-benar berakhir atau takdir punya cerita lain ?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nisaul Mardhiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perceraian

Enam bulan berlalu sejak malam berdarah yang melenyapkan Verian dan suaminya dari silsilah keluarga Kusuma. Di permukaan, mansion megah itu tampak tenang, berdiri kokoh di atas fondasi uang dan kepalsuan yang rapi. Namun di balik dinding-dinding marmernya, waktu telah mengikis sisa-sisa pertahanan emosional para penghuninya hingga ke titik paling kritis.

Tragedi berikutnya menghantam tepat di pertengahan tahun. Kandungan Sherly yang semula dijaga dengan pengawasan militeristik oleh para pelayan dan tim medis, mendadak runtuh. Keguguran itu tidak terjadi karena kecelakaan fisik, melainkan karena akumulasi kecemasan psikologis yang ekstrem. Selama berbulan-bulan, Sherly harus hidup di bawah tekanan konstan dari Tuan Kusuma yang menuntut lahirnya pewaris sempurna, sementara di sisi lain, ia harus menghadapi sikap Kinan yang luar biasa dingin dan berjarak. Kenyataan bahwa suaminya hanya memperlakukannya tak lebih dari sebuah pajangan takhta—ditambah ketakutan bahwa rahasia ramuan kopinya sewaktu-waktu akan terbongkar—membuat mental Sherly hancur. Stres tingkat tinggi itu memicu kontraksi dini yang fatal, memaksa janin di dalam rahimnya gugur sebelum sempat melihat dunia.

Kehilangan calon anak itu menjadi pukulan telak bagi Sherly, namun bagi Tuan Kusuma, keguguran itu hanyalah sebuah kegagalan produk. Pria tua itu bahkan tidak sudi menjenguk menantunya di rumah sakit, melainkan langsung mengeluarkan maklumat dingin bahwa posisi Sherly di dalam rumah ini tidak lagi memiliki nilai tawar.

Berita tentang keguguran Sherly menjalar cepat di kalangan elite, meruntuhkan dinding-dinding rahasia yang selama ini dijaga ketat oleh keluarga Kusuma. Bagi keluarga besar Mahendra—sebuah dinasti bisnis lama yang memegang teguh kehormatan keluarga—kehilangan calon cucu pertama adalah sebuah tragedi berdarah yang tidak bisa dimaafkan, terutama setelah mereka mengetahui bagaimana dinginnya perlakuan keluarga Kusuma terhadap putri mereka di saat-saat kritis.

Sore itu, ruang tamu utama mansion Kusuma mendadak berubah menjadi ruang sidang yang mencekam. Tuan Mahendra, ayah kandung Sherly, duduk dengan rahang mengeras di hadapan Mama Casandra. Di sampingnya, Sherly bersandar lunglai dengan wajah pucat dan mata yang sembap, menyiratkan trauma mendalam yang belum pulih.

"Kami bersekutu dengan keluarga Kusuma untuk membangun masa depan, bukan untuk mengorbankan nyawa dan mental putriku!" suara Tuan Mahendra menggelegar, sarat akan kemarahan murni yang tak lagi bisa ditahan. "Sejak awal kehamilan hingga tragedi ini terjadi, tidak ada satu pun dari kalian yang menunjukkan empati! Kalian memperlakukan putriku tak lebih dari sekadar mesin pencetak ahli waris! Di mana hati nurani kalian?!"

Di seberang meja, Mama Casandra duduk dengan keanggunan aristokrat yang mutlak. Meskipun batinnya sendiri sebenarnya goyah dan hancur pasca-kematian Verian, sisa-sisa keangkuhan dan kegilaannya akan kehormatan membuat wanita itu menolak terlihat lemah di hadapan keluarga lain. Baginya, mempertahankan hubungan yang sudah retak dan dipenuhi kecurigaan hanya akan merusak citra dirinya.

Dengan gerakan yang sangat tenang, Casandra meletakkan cangkir teh porselennya tanpa menimbulkan suara sedikit pun. Tatapannya mendingin, menatap Tuan Mahendra dengan enteng seolah keluhan itu hanyalah angin lalu.

"Jika keluarga Mahendra merasa pernikahan ini sudah tidak lagi membawa keuntungan dan hanya menyisakan penderitaan, maka tidak ada gunanya kita saling berteriak di sini," ucap Casandra dengan nada suara yang datar dan meremehkan. "Keluarga Kusuma tidak pernah mengemis pada aliansi yang rapuh. Jika empati yang Anda tuntut, maka saya berikan solusi yang paling bersih: mari kita selesaikan hubungan ini. Cerai."

Kata yang keluar dengan begitu mudah dari bibir Casandra membuat Tuan Mahendra tertegun. Bahkan Sherly mendongak cepat, menatap ibu mertuanya dengan tatapan yang tidak percaya. Kejam, dingin, dan tanpa beban—itulah wajah asli dari wanita yang gila kehormatan di hadapannya.

"Aku akan segera meminta Kinan untuk mengurus berkas perceraian mereka minggu ini," lanjut Casandra tanpa ragu. "Kita pisahkan aset secara profesional, dan silakan bawa putri Anda pulang ke rumah Mahendra."

Di sudut ruangan, Kinan yang sejak tadi berdiri dalam diam di balik pilar besar hanya menatap pemandangan itu dengan kilat mata yang tak terbaca. Di dalam hatinya, sebuah rasa lega yang teramat sangat membuncah keluar. Ini adalah momen yang paling ia nantikan. Perceraian ini datang langsung dari keputusan mamanya sendiri, yang berarti ia bisa terlepas dari jerat Sherly tanpa harus memicu kecurigaan atau kemarahan dari keluarganya.

Kinan melangkah maju, memecah ketegangan di antara para orang tua dengan aura wibawanya yang tenang. "Jika itu yang terbaik bagi kondisi kesehatan Sherly, aku akan mengikuti keputusan Mama. Aku akan menyiapkan seluruh dokumen perceraian malam ini juga."

Mendengar respons cepat dari Kinan, Sherly hanya bisa mengepalkan jarinya erat-erat di bawah selimut. Tidak ada pembelaan, tidak ada rasa kehilangan dari suaminya. Pria itu justru terlihat seperti seorang tahanan yang baru saja mendengar pintu penjaranya dibuka.

Tiga hari setelah pertemuan yang menegangkan itu, berkas perceraian telah ditandatangani oleh kedua belah pihak di ruang kerja pribadi Kinan. Kamar utama yang dulunya dipenuhi dengan aroma parfum vanila pekat milik Sherly kini tampak kosong, menyisakan koper-koper besar yang siap diangkut keluar dari mansion Kusuma.

Sherly berdiri di dekat jendela, menatap halaman mansion untuk terakhir kalinya. Di belakangnya, Kinan melangkah masuk dengan langkah kaki yang teratur. Tidak ada lagi ketegangan, tidak ada lagi efek obat yang mengikat pikiran pria itu. Kinan datang sebagai dirinya yang seutuhnya.

"Semua urusan administrasi dan kompensasi aset sudah diselesaikan oleh pengacaraku, Sherly," ucap Kinan dengan suara baritonnya yang tenang. "Keluarga Mahendra tidak akan dirugikan sepeser pun dari pemisahan ini."

Sherly berbalik perlahan, menatap pria yang selama satu tahun ini ia perjuangkan dengan segala cara—termasuk cara-cara kotor yang meracuni tubuh pria itu. Wajah Sherly tampak sangat dingin, matanya yang sembap kini menyiratkan kekosongan yang kelam.

Kinan menatap mantan istrinya itu. Di balik seluruh rasa muak dan benci akibat pengkhianatan ramuan kopi di masa lalu, sebagai seorang pria, ia kini melihat Sherly sebagai korban lain dari ambisi gila dinasti mereka. Kinan melangkah sedikit mendekat, menatap langsung ke sepasang mata Sherly.

Mendengar kata-kata itu, Sherly tidak menangis. Ia tidak juga berterima kasih. Ia hanya diam membeku, menatap Kinan dengan pandangan yang sarat akan kebencian murni yang mendalam. Kebencian itu tidak hanya tertuju pada Kinan, melainkan pada setiap jengkal dinding marmer mansion Kusuma, pada Mama Casandra, dan pada seluruh aturan elite yang telah menghancurkan rahimnya serta masa mudanya.

Bagi Sherly, kebaikan Kinan saat ini terasa seperti ejekan yang terlambat. Ia melangkah melewati Kinan tanpa mengucapkan sepatah kata pun, menarik kopernya keluar dari kamar dengan langkah yang penuh dendam yang membara di dalam dada. Ia pergi membawa luka, dan ia memastikan bahwa nama Kusuma akan selalu menjadi musuh abadi di dalam hidupnya.

1
Unicha
apa sebenarnya yang sedang direncanakan Neya?
Unicha
apa yang akan dilakukan sherly setelah membaca pesan itu ?
Unicha
madu ? apakah haris sudah menikah sebelumnya? atau siapa wanita yang mengaku menjadi madu Neya itu ?
Unicha
apakah perlahan Kinan akan mencintai Sherly dan melupakan neya ?
sakura
...
Unicha
Kenapa Imelda menangis ,apa yang Imelda sembunyikan?
Unicha
Siapakah laki laki yang menjadi suami neya itu ? ,apakah neya benar sudah menikah ?
lalu Kinan ?
Unicha
Apakah Kinan dan neya benar benar akan berakhir?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!