WARNING ⚠️⚠️⚠️⚠️
BIJAKLAH DALAM MEMBACA!!
"Jika kau membuat kesalahan maka aku akan menghukum mu dengan membuatmu berteriak memanggil namaku saat berada di bawahku. Mengerti, Sayang?"
"Tidak ada yang boleh menyakiti Sabrina-ku, bahkan hanya seujung kuku!"
"Aku akan menembak tanganmu hingga hancur jika kau berani menyentuh gadisku!"
"Aku bisa mengukir namaku sendiri di tubuhmu agar kau tahu jika kau adalah milikku."
Jeff Maverick, di kenal sebagai mafia dingin dan kejam yang di takuti oleh musuhnya. Hidupnya selalu tentang bagaimana dia bisa hidup tanpa kata 'kekalahan.' Namun tanpa sengaja dia jatuh cinta pada seorang gadis yang pernah menolongnya. Berbagai cara Jeff lakukan agar bisa mendekati gadis itu yang sudah membuatnya tergila-gila.
Bahkan obsesinya di luar dugaannya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviPuspitaSari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
empat
...Sabrina berjalan sembari mencari taksi yang masih beroperasi malam itu. Jika tidak ada maka dia akan pulang berjalan saja. Sabrina sudah sering melakukannya, walaupun itu cukup melelahkan tetapi tidak ada pilihan lain lagi....
...Sebuah mobil terlihat berhenti di sebelah Sabrina....
...Sabrina menoleh dan saat kaca mobil itu di turunkan, alangkah terkejutnya ia saat melihat pria di dalam mobil itu adalah pria yang sudah mengganggunya tadi. Pria itu memang sendirian, tetapi Sabrina tahu niat busuk pria itu....
..."Jalang, kau butuh tumpangan?"...
...Mendengar itu Sabrina segera mempercepat langkahnya. Ia bahkan berlari saat mobil itu mulai melaju mengikutinya. Sabrina semakin mempercepat larinya agar tidak sampai di tangkap pria itu....
..."Bajingan itu ternyata tidak melepaskanku dengan mudah!" Sabrina terus berlari hingga ia berbelok ke sebuah gang yang di yakini bahwa pria tadi tidak akan mengejarnya lagi. Namun ternyata salah, pria tadi malah keluar dari mobilnya dan ikut berlari mengejar Sabrina....
..."Berhentilah jalang!" Teriak pria itu....
...Sabrina semakin mempercepat larinya. Bahkan ia sudah tidak peduli jika kakinya akan terluka karena Sabrina melepaskan alas kakinya agar bisa berlari dengan cepat....
...BRUKK...
...Sial, Sabrina menginjak batu kerikil yang cukup tajam hingga melukai kakinya. Hal itu membuat Sabrina terjatuh ke tanah. Sabrina menoleh ke belakang dan pria itu tersenyum penuh kemenangan saat melihat Sabrina terjatuh....
..."Kasian sekali, apakah itu sakit? Berhentilah bermain-main denganku. Ayo ikut aku, aku akan memperlihatkan permainan yang sesungguhnya." Pria itu semakin mendekati Sabrina....
...Sabrina menggelengkan kepalanya dan berusaha untuk bangkit. Namun ia merasakan tangannya di cekal oleh seseorang. Sabrina memejamkan matanya karena yakin jika pria itu sudah berhasil menangkapnya....
..."Bangunlah, dia sudah pergi." Suara bariton itu membuat Sabrina membuka matanya....
...Sabrina mendongak dan melihat pria yang berbeda. Lalu Sabrina pun menoleh ke belakang dan benar saja jika pria yang mengejarnya tadi sudah tidak ada. Bagaimana bisa? Sabrina bingung memikirkannya....
...Akhirnya Sabrina berdiri di bantu oleh seseorang itu. Sabrina mengernyit saat melihat wajahnya yang tampak tidak asing baginya....
..."Aku pernah melihatmu, tapi dimana?"...
...Pria itu tersenyum. "Apakah wajahku setampan itu hingga kau merasa pernah melihatku?"...
..."Ah, iya. Kamu adalah pria yang pernah masuk ke kamarku lewat balkon. Jeff?" Sabrina baru teringat sekarang jika pria yang menolongnya itu adalah Jeff....
...Jeff tersenyum kecil. "Kau mengingat namaku dengan baik."...
...Sabrina memutar bola matanya malas. "Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Sabrina sembari membersihkan telapak tangannya yang kotor....
..."Lalu apa yang kau lakukan di sini? Seorang gadis yang berkeliaran di gang gelap pada larut malam?" Jeff menyipitkan matanya menatap Sabrina....
..."Tidak, itu tidak seperti yang kamu pikirkan."...
..."Memangnya apa yang aku pikirkan?" Jeff balik bertanya....
...Sabrina menghela napasnya. Mengapa ia malah terlibat perdebatan lagi dengan Jeff....
..."Sudah, lupakan saja. Aku harus segera pulang sekarang." Sabrina melangkahkan kakinya namun ia segera meringis saat menyadari jika kakinya sempat terluka....
...Melihat itu, Jeff dengan cepat menundukkan tubuhnya dan mengangkat sebelah kaki Sabrina. Ia melihat telapak kaki Sabrina yang terluka....
..."Apa yang kamu lakukan?" Sabrina hampir terjatuh jika saja dia tidak berpegangan pada lengan Jeff....
..."Kakimu terluka. Ayo ikut aku dan aku akan mengobatinya." Jeff dengan cepat mengangkat tubuh Sabrina ala bridal style....
...Sabrina terkejut. "Astaga! Apa yang kamu lakukan?...
...Turunkan aku Jeff!" Sabrina menepuk pundak Jeff....
..."Jangan memukulku. Luka ku masih belum sepenuhnya kering."...
...Sabrina segera menghentikan perbuatannya. Ia baru teringat jika kemarin malam Jeff mendapatkan luka tembak di tangannya. Melihat Sabrina yang terdiam, Jeff tersenyum kecil dan mulai membawa Sabrina ke dalam mobilnya yang berada tidak jauh di sana....
...Sabrina terdiam hingga Jeff menurunkannya di dalam mobil pria itu. Lalu ia melihat Jeff yang berjalan memutari mobil dan duduk di kursi kemudi....
..."Kenapa menatapku begitu?" Jeff menjentikkan jarinya di depan wajah Sabrina....
...Sabrina segera tersadar. "Tidak. Kamu mau membawaku kemana? Aku harus pulang sekarang juga."...
..."Sudah ku bilang jika aku akan mengobati lukamu dulu. Jika di biarkan bisa infeksi." Jeff mulai melajukan mobilnya....
...Sabrina hanya diam sepanjang perjalanan. Pikirannya berisik sekali dengan banyak pertanyaan mengapa ia tidak menolak Jeff tadi. Sabrina tidak mengenal Jeff, dan mereka bertemu hanya satu kali. Bagaimana jika Jeff ternyata adalah orang jahat?...
...Mobil itu akhirnya berhenti di sebuah Mansion yang cukup besar. Gerbang utama yang terbuka otomatis danada beberapa pria yang berdiri di area gerbang. Mereka sepertinya seorang penjaga, pikir Sabrina....
..."Tidak ingin turun?" Jeff menoleh pada Sabrina yang hanya terdiam....
...Sabrina kembali tersadar. Ia segera membuka pintu mobil Jeff dan dengan perlahan menapakkan kakinya yang terluka. Sabrina menggigit bibir bawahnya karena merasakan sakit di kakinya....
...Jeff menghela napas dan segera menghampiri Sabrina. Dia kembali menggendong Sabrina dan segera membawanya masuk. Beberapa pengawal yang berada di sana di buat terkejut dengan kemunculan seorang gadis bersama tuan mereka....
..."Jeff, turunkan aku! Aku bisa berjalan sendiri."...
...Sabrina kembali memberontak....
..."Diamlah. Aku hanya membantumu agar tidak lagi kesakitan." Jeff menurunkan Sabrina di sofa yang empuk....
..."Tunggu di sini sebentar, aku akan memanggil Dokter."...
...Jeff mengeluarkan ponselnya....
..."Tidak perlu Dokter, aku bisa mengobatinya sendiri jika kamu punya kotak obat." Sabrina melihat Jeff yang sedikit menjauh darinya karena sedang bertelepon....
...Jeff kembali menghampiri Sabrina setelah selesai bertelepon. "Dia akan segera tiba. Apa kau butuh sesuatu?"...
...Jeff berjongkok di hadapan Sabrina....
...Sabrina menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku sudah tidak apa-apa."...
..."Bagaimana ini bisa terjadi? Siapa orang yang mengejarmu tadi?" tanya Jeff pada Sabrina. Walaupun sebenarnya ia sudah tahu jika pria itu adalah pria itu sebenarnya ia sudah tahu jika pria itu adalah pria yang sudah mengganggu Sabrina di tempat kerjanya. Jeff hanya ingin memastikan apakah Sabrina percaya padanya dan mau bercerita pada Jeff....
...Sabrina menghela napas. "Aku tidak tahu siapa dia....
...Aku bertemu dengannya di tempat kerjaku, dia sempat menggangguku namun aku sudah memberikan dia pelajaran. Mungkin dia tidak terima dan ingin membalas dendam dengan mengejar ku."...
...Jeff mengangguk mengerti karena anak buahnya sudah menceritakan semuanya hingga Jeff turun tangan sendiri. "Baiklah, aku akan mengurus orang itu agar dia tidak bisa lagi mengganggumu."...
...Sabrina hanya terdiam dan tidak mengerti maksud Jeff. Yang dia pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya dia bisa cepat pulang. Gita pasti sudah menunggunya karena dia tahu hari ini Sabrina gajian....
..."Jeff, kapan kamu akan mengantarkan aku pulang?"...
..."Setelah kau selesai di obati maka aku akan mengantarmu pulang."...
...Sabrina mengangguk patuh. "Terima kasih."...
aku suka
aku suka🥰