NovelToon NovelToon
Pawang Para Villainess: Kadar Kewarasan Mereka Sisa 1%!

Pawang Para Villainess: Kadar Kewarasan Mereka Sisa 1%!

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Penyelamat / Akademi Sihir
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Fluffy Dream

Menjadi satu-satunya manusia tanpa kemampuan sihir di Akademi Hunter membuat Axel sempat merasa pasrah dengan nasibnya. Namun, sebuah sistem misterius tiba-tiba menyingkap kenyataan tak terduga bahwa ia adalah satu-satunya penjinak yang mampu meredam amarah para wanita terkuat di dunia saat kadar kewarasan atau sanity mereka mencapai titik kritis dan memicu mode berserk.

Sialnya, kemampuan istimewa ini justru menjadi sumber petaka baru. Para wanita berbahaya tersebut, mulai dari Paladin Suci hingga Ratu Penyihir, kini menjadi sangat obsesif dan posesif karena ingin memonopoli dirinya seorang diri. Tanpa modal kekuatan fisik yang berarti, Axel terpaksa harus memutar otak dan lihai memanipulasi emosi. Ia harus pintar membagi perhatian dengan adil agar dunia tidak hancur berantakan, sekaligus berjuang keras demi mempertahankan kebebasannya dari kepungan wanita-wanita mematikan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fluffy Dream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: DEKRIT PEMBURUAN

Matahari baru saja naik ke titik tertinggi saat Axel melangkah di koridor utama akademi. Hari ini terasa berbeda. Biasanya, kehadiran tiga wanita paling ditakuti di kekaisaran di sisinya akan menimbulkan kegaduhan, namun hari ini mereka bertindak sangat profesional.

Reynarda berjalan dengan seragam perangnya yang rapi, menjaga jarak aman namun tetap waspada. Elysia melayang di sisi kiri Axel, berpura-pura sedang membaca jurnal sihir. Sementara Valeria—seperti janjinya—telah menyatu dengan bayangan di kaki Axel, kehadirannya tak terdeteksi oleh taruna mana pun.

"Host, deteksi radar saya menunjukkan peningkatan aktivitas sihir deteksi di sekitar perimeter akademi," suara AI menggema di kepala Axel dengan nada waspada. "Ada tiga entitas dengan energi Inquisitor kelas tinggi. Mereka tidak berniat melakukan penyusupan, mereka datang dengan izin resmi gereja."

Axel berhenti melangkah. Firasatnya mengatakan ini adalah awal dari badai yang dia takutkan.

Di ujung koridor, gerbang utama gedung administrasi terbuka. Sepuluh orang pria berjubah perak dengan topeng tanpa wajah melangkah masuk. Di depan mereka, seorang pria tua dengan jubah putih bersulam benang emas—seorang Kardinal tinggi dari Gereja—berjalan dengan langkah angkuh.

"Reynarda Vance!" Kardinal itu bersuara lantang. Seluruh taruna langsung berlutut memberi hormat.

Reynarda berhenti, menatap Kardinal itu dengan tatapan datar yang dingin. "Kardinal Vane. Apa urusan Gereja datang ke area akademi tanpa koordinasi?"

Kardinal Vane tidak membalas. Matanya justru tertuju pada sosok Axel yang berdiri di belakang Reynarda. Senyum tipis yang penuh kepalsuan tersungging di bibirnya.

"Kami datang membawa Dekrit Suci," Kardinal Vane mengangkat sebuah gulungan perkamen yang menyala oleh energi keemasan. "Berdasarkan investigasi rahasia dewan gereja, telah ditemukan bukti bahwa ada elemen penyihir gelap yang menyusup ke lingkungan akademi untuk melakukan pencucian otak terhadap ksatria dan bangsawan."

Para taruna di koridor mulai berbisik panik.

"Oleh karena itu," lanjut Kardinal Vane, suaranya kini menggelegar, "Atas nama Gereja, kami menyatakan bahwa staf kebersihan bernama Axel adalah tersangka utama dalam kasus Kesejatan Jiwa (Sihir Terlarang). Dia harus segera dibawa ke Katedral Bawah Tanah untuk disucikan."

Reynarda tidak menunggu satu detik pun. Pedang raksasanya muncul di tangannya dalam kilatan cahaya emas, menghantam lantai koridor hingga retak. Aura membunuhnya meledak, menekan para Inquisitor di belakang Kardinal hingga mereka terpaksa mengeluarkan perisai energi.

"Sentuh dia, dan aku akan memastikan kau tidak akan pernah melihat matahari besok pagi," desis Reynarda.

Kardinal Vane tertawa dingin. Dia menyebarkan gulungan di tangannya. "Oh, Reynarda. Kami sudah menduga kau akan melawan. Itulah sebabnya, kami membawa Dekrit kedua."

Sebuah cahaya keemasan menyambar dari langit, mengikat tubuh Reynarda dengan rantai cahaya yang membakar. Dekrit Penyesatan. Itu adalah sihir pengikat tingkat tertinggi yang hanya bisa dikeluarkan oleh otoritas pusat gereja untuk menahan para ksatria yang dianggap memberontak.

"Kau telah terpengaruh sihir hitam, Ksatria Suci," ucap Kardinal dengan nada prihatin yang dibuat-buat. "Kau pun harus menjalani pembersihan."

Di saat yang sama, dari balik bayangan Axel, sebilah belati hitam pekat melesat dengan kecepatan suara ke arah leher Kardinal. Namun, salah satu Inquisitor bertopeng perak dengan sigap menangkisnya dengan pedang cahaya.

Valeria muncul dari bayangan, berdiri di depan Axel dengan pose bertarung yang mematikan. Matanya menyala merah terang. "Satu langkah lagi mendekati Axel, dan aku akan mencabut nyawa kalian satu per satu."

Situasi di koridor akademi berubah menjadi zona perang. Ratusan taruna melarikan diri, sementara para Inquisitor mulai mengepung Axel, Reynarda, dan Valeria.

"Host," suara AI terdengar tenang, namun ada urgensi di dalamnya. "Rantai itu bukan sekadar sihir, itu artefak pengikat jiwa. Jika Reynarda mencoba memutusnya secara paksa, jiwanya sendiri bisa terluka permanen. Valeria tidak bisa menang melawan sepuluh Inquisitor kelas tinggi sekaligus. Kita harus lari."

"Lari ke mana? Mereka mengepung kita!" Axel berbisik dalam pikirannya.

"Ke arah Menara Penyihir. Elysia sudah menyiapkan mana flare di sana sebagai pintu keluar darurat. Anda harus menarik perhatian Kardinal, saya akan meretas frekuensi sihir pengikat mereka."

Axel menarik napas panjang. Dia tidak punya pilihan lain. Dia maju, melangkah melewati bahu Reynarda dan Valeria yang sedang menahan serangan.

"Kardinal Vane," suara Axel memecah keheningan koridor.

Sang Kardinal berhenti, menatap Axel dengan tatapan meremehkan. "Oh, tikus kecil itu akhirnya berani bicara."

Axel menunjuk ke langit-langit koridor. "Kalian bicara soal sihir terlarang, tapi kalian sendiri menggunakan artefak kuno yang dirancang untuk memanipulasi jiwa orang lain. Bukankah itu munafik?"

"Tangkap dia!" Kardinal tidak mau berdebat lagi.

Tepat saat para Inquisitor menerjang, Axel berteriak, "Elysia, sekarang!"

BOOM!

Seluruh Menara Penyihir di kejauhan meledak dalam pilar cahaya hijau yang masif. Gelombang kejut sihir elemen yang dahsyat menghantam koridor akademi, memecahkan seluruh kaca dan membutakan para Inquisitor sesaat.

Di tengah kepulan debu dan angin kencang, sebuah lubang dimensi hijau terbuka tepat di belakang Axel.

"Reynarda! Valeria! Mundur!" Axel menarik tangan kedua wanita itu dan melompat ke dalam lubang dimensi.

Saat tubuh mereka menghilang, Kardinal Vane menggeram marah. Dia menoleh ke para Inquisitor-nya. "Cari mereka! Sisir seluruh distrik ibu kota! Jangan biarkan tikus itu keluar dari wilayah kekaisaran!"

Axel, Reynarda, dan Valeria jatuh tersungkur di sebuah ruangan rahasia yang jauh di bawah tanah, di dasar Menara Penyihir yang sunyi. Elysia sudah menunggu di sana dengan wajah yang sangat dingin, memegang tongkat sihirnya yang kini berpendar hijau redup.

"Mereka sudah menandai kita sebagai buronan negara," ucap Elysia pelan. "Sekarang, kita bukan lagi pelindung kekaisaran. Kita adalah orang buangan."

Reynarda berdiri, membersihkan debu dari zirah peraknya. Dia menatap Axel dengan pandangan yang tidak lagi hanya berisi cinta, tapi juga tekad seorang ksatria yang siap memulai pemberontakan.

"Jika mereka ingin kita jatuh," Reynarda menyarungkan pedangnya dengan denting logam yang tegas, "maka kita akan jatuhkan seluruh sistem yang busuk ini dari akarnya."

Axel menatap ketiga wanita di depannya. Mereka telah berubah dari pahlawan menjadi buronan. Dan dia, sang staf kebersihan tanpa sihir, kini resmi menjadi pemimpin pemberontakan paling mematikan dalam sejarah kekaisaran.

"Selamat, Host," suara AI menggema dengan nada sarkasme yang paling tajam selama ini. "Misi 'Menjadi Staf Kebersihan yang Tenang' resmi gagal total. Selamat datang di babak: Perang Saudara."

1
Pria Misterius
Harem😋 aku suka ini
Orimura Ichika
up yg banyak thor👍
Orimura Ichika: di tungguin 🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!