NovelToon NovelToon
Twin Gus: A Love Story

Twin Gus: A Love Story

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Hantu / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fega Meilyana

"Aku yang akan menikahi Zaskia, Abi."
"Apa kamu yakin?"
"Yakin Abi. Hanya Zaskia yang Aryan mau dan Zaskia cuma butuh aku saat ini."
***
"Gus itu terlalu galak!"
"Bukan saya yang galak, tapi kamu yang bebal dan sulit di atur!"

Kisah cinta dua Gus Kembar.
Zaskia diguna-guna oleh seorang laki-laki yang menggilainya, sihir itu akan musnah jika Zaskia menikah dan berhubungan dengan suaminya. Aryan yang menikahi Zaskia meski ia tau bahwa Zaskia tidak mencintai dirinya melainkan sahabatnya-Kafa. Lantaran Kafa mundur bak pengecut.

Sedangkan Kisah Gus Arshaf, yang sudah menyerah dengan sikap nakal santriwatinya, bernama Zayna. Juga tentang Zayna yang sudah kebal dengan kegalakan dan semua hukuman dari Gus-nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fega Meilyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengikuti Zaskia

“Eh, Dik?”

Diki tak menjawab. Alih-alih menyahut, laki-laki itu justru melangkah hingga menghadang jalan Zaskia.

“Aku mau ngomong sesuatu sama kamu, Kia.”

Perasaan Zaskia langsung tidak nyaman.

Sejak pengakuan Diki tadi pagi, suasana di antara mereka terasa berbeda. Zaskia yang biasanya santai saat berbicara dengannya kini justru merasa resah sendiri.

Apalagi melihat cara Diki menatapnya sekarang.

“Kenapa lagi, Dik?” tanya Zaskia hati-hati.

“Kamu belum jawab ucapan aku tadi pagi.”

Zaskia mengembuskan napas pelan. “Dik...” Gadis itu mencoba bicara setenang mungkin. “Sebelumnya maafin gue ya kalau selama ini sikap gue bikin lo salah paham. Selama ini gue nolongin lo dan mau ngobrol sama lo itu karena rasa kemanusiaan gue aja, Dik. Bukan maksud gue bikin lo jadi baper. Jujur aja, semakin lo nampakin perasaan lo ke gue, semakin gue risih. Jadi, tolong bersikap kaya biasanya, oke?"

Hening.

Beberapa detik berlalu tanpa jawaban.

"Kasih tau aku, apa yang harus aku ubah supaya kamu balas perasaan aku?"

Ucapan aneh Diki membuat kegelisahan perlahan-lahan menyelinap ke dada Zaskia.

"Dik, please! Udah ya. Kita cukup berteman aja. Lagian gue gak pacar-pacaran. Gue balik dulu. Assalamu'alaikum." Usai berkata demikian, Zaskia segera membawa langkahnya menjauh dari Diki.

Ia berjalan sedikit tergesa lantaran takut Diki akan menahannya lalu mengatakan hal yang lebih aneh dari sebelumnya. Kepergian Zaskia yang seakan tidak menghargai Diki, membuat laki-laki itu mengepalkan kedua tangan sambil terkekeh sinis.

"Lo akan tau akibatnya karena udah nolak gue, Zaskia." Ia bergumam seraya berbalik, menatap punggung Zaskia yang hampir menjauh dari pandangannya.

Setelah itu Diki kembali melangkah, berniat ingin mengejar Zaskia yang jaraknya belum terlalu jauh. Namun, seseorang menahan dadanya ketika ia baru saja bergerak satu langkah.

Diki terkejut tatkala melihat Aryan tiba-tiba sudah berada disana. Apakah dia telah mendengar semua yang dikatakan Diki? Tapi, bukankah tadi Aryan sudah beranjak pulang?

"Lo mau rencanain apa?" Tanya Aryan sesaat dirinya sudah berada di hadapan Diki yang melotot ketakutan.

Sebenarnya, saat tadi Aryan memperhatikan ke dalam kelas yang dihuni oleh Zaskia, pandangannya tak sengaja menangkap basah Diki yang diam-diam sedang mengamati gadis itu sambil memainkan alat kelaminnya di balik tas.

Tentu, tindakan tersebut sangatlah tidak wajar dilakukan orang normal di luar rumah. Sebagai pengamat yang handal, Aryan sudah menduga jika ada yang tidak beres pada Diki saat ia pertama kali bertemu dengan laki-laki itu pagi tadi.

Benar saja. Apa yang Aryan sangka ternyata terbukti. Diki memiliki kelainan mental yang tertutupi oleh penampilan cucunya tersebut. Semua terlihat jelas saat Aryan memperhatikan bagaimana cara Diki menatap Zaskia.

"J-jangan ikut campur! Minggir!" Diki bergeser ingin segera pergi.

Namun, Aryan tak membiarkannya pergi begitu saja.

Begitu Diki mencoba melewatinya, Aryan langsung mencengkeram lengannya lalu menarik laki-laki itu agar kembali menghadapnya.

“Lo mau rencanain apa?” sentaknya tajam.

“Lepasin!” Diki berusaha menarik kasar lengannya. “Jangan ikut campur!”

Ia kembali mencoba pergi. Dan itu berhasil membangkitkan sisi lain Aryan yang jarang terlihat.

Biasanya laki-laki itu selalu tenang. Namun kali ini tidak.

Tanpa banyak bicara lagi, Aryan langsung mencekal leher Diki menggunakan lengannya lalu mendorong tubuh laki-laki itu keras hingga membentur tembok koridor.

Brak!

Diki meringis kaget.

Kini tubuhnya benar-benar tersudut.

Kedua tangannya sibuk mencengkeram lengan Aryan yang menekan lehernya kuat-kuat.

“Jangan pernah mikir buat ngelakuin hal aneh ke Zaskia.” Suara Aryan terdengar rendah namun penuh tekanan. “Karena gue bakal jadi orang pertama yang bikin lo nyesel.”

Diki mulai kesulitan bernapas. “A-ampun... Kak...”

Namun Aryan belum berhenti.

Emosi yang sejak tadi ia tahan kini benar-benar memuncak.

“Satu lagi.” Tatapannya menggelap penuh jijik. “Kalau otak lo udah mesum, jangan bawa-bawa perempuan lain ke fantasi kotor lo.”

Diki membelalak. Ia sadar.

Aryan ternyata melihat semuanya tadi.

“Apalagi Zaskia,” lanjut Aryan penuh penekanan. “Jangan pernah lo bayangin dia dengan cara menjijikkan kayak gitu.”

Aryan hampir saja melayangkan pukulan ketika bayangan tentang tindakan Diki di kelas tadi kembali terlintas di kepalanya.

Namun ia masih menahan diri. Napasnya memburu. Rahangnya mengeras.

Sementara Diki kini benar-benar ketakutan.

“A-aku minta maaf...” suaranya tercekat.

Beruntung keadaan sekitar koridor sudah cukup sepi karena sebagian besar mahasiswa telah pulang.

Aryan akhirnya menarik lengannya pelan dari leher Diki.

Laki-laki itu langsung terbatuk-batuk sambil memegangi lehernya yang memerah.

Aryan berdiri tegak menatapnya dingin beberapa detik.

Lalu ia mengembuskan napas kasar.

“Astaghfirullah...” Ia memalingkan wajah sejenak, berusaha menenangkan emosinya sendiri sebelum akhirnya melangkah pergi meninggalkan Diki sendirian di sana.

Sepanjang koridor yang ia lalui, dada Aryan masih terasa bergemuruh hebat.

Ia benar-benar marah.

Bukan hanya karena Diki menyukai Zaskia. Tapi karena cara laki-laki itu memandang gadis tersebut. Menjadikan perempuan yang bahkan bukan mahramnya sebagai objek fantasi di tempat umum.

Dan lebih parahnya lagi— Perempuan itu adalah Zaskia.

Gadis yang diam-diam sangat Aryan jaga dalam hatinya.

Aryan mengusap wajah kasar sambil kembali beristighfar pelan.

Ia takut emosinya tadi sudah kelewatan.

Namun setiap kali mengingat apa yang dilakukan Diki— Rasa jijik dan marah itu kembali muncul begitu saja.

Tak lama berjalan menyusuri koridor kampus, Aryan akhirnya tiba di area parkiran.

Laki-laki itu langsung menaiki motor sport hitamnya lalu mengenakan helm full face. Mesin motornya meraung halus sebelum akhirnya melaju keluar dari halaman.

Motor besar itu melesat membelah area kampus yang luas.

Melewati beberapa gedung fakultas.

Hingga beberapa menit kemudian, Aryan sudah berada di jalan raya dengan laju motor yang sengaja ia perlambat.

Matanya terus menyapu sekitar.

Mencari seseorang.

Dan tak lama kemudian—Ia menemukannya.

Di pinggir jalan, terlihat Zaskia sedang berhenti bersama motor matic miliknya.

Aryan spontan mengembuskan napas lega.

Sejak kejadian dengan Diki tadi, entah kenapa hatinya jadi tidak tenang membiarkan gadis itu pulang sendirian.

Karena itulah ia diam-diam memutuskan mengikuti Zaskia sampai rumah.

Untung saja ia belum tertinggal terlalu jauh.

Namun alis Aryan sedikit berkerut ketika melihat Zaskia turun dari motornya sambil membawa botol plastik besar.

Penasaran, Aryan akhirnya ikut berhenti sekitar dua meter dari sana.

Dan beberapa detik kemudian—Laki-laki itu terkekeh pelan tanpa suara.

Ternyata Zaskia sedang memberi makan kucing-kucing jalanan.

Beberapa ekor kucing langsung mengerubungi gadis itu sambil mengeong manja.

“Maaf ya telat.” Zaskia jongkok sambil menuangkan makanan ke wadah plastik kecil. “Tadi pagi aku buru-buru jadi gak sempat nyamperin kalian.”

Aryan memperhatikan tanpa sadar. Tatapannya perlahan melunak.

“Makan yang banyak ya...” lanjut Zaskia sambil tersenyum gemas pada kucing-kucing itu. “Habis ini doain aku juga, oke?” Ia bahkan sampai memonyongkan bibir seolah sedang mengobrol serius dengan mereka.

Aryan sampai harus menahan senyumnya sendiri. Lucu banget...

Orang-orang sekitar yang berjualan di trotoar tampaknya sudah hafal dengan kebiasaan Zaskia.

Karena itu mereka hanya tersenyum melihat gadis tersebut berbicara sendiri dengan para kucing.

“Baru pulang kuliah, Neng?” tanya seorang bapak penjual cendol ramah.

“Iya, Pak.” Zaskia mengangguk sambil berdiri.

“Itu yang di sana temennya juga bukan?”

Zaskia langsung mengikuti arah tunjuk si bapak.

Dan detik itu juga—Tatapan Zaskia dan Aryan tak sengaja bertemu.

Aryan yang ketahuan sedang memperhatikannya langsung salah tingkah.

Refleks ia buru-buru memalingkan wajah lalu menurunkan visor helmnya.

Sementara Zaskia membeku di tempat. “Kak Aryan... kok dia bisa ada di sini?” gumamnya pelan.

“Temennya ya, Neng?” tanya bapak tadi lagi.

“Hah?” Zaskia langsung salah tingkah. “Oh... bukan, Pak.”

Jawabannya terlalu cepat.

Malah jadi mencurigakan.

“Kalau gitu saya duluan ya, Pak.”

“Iya, hati-hati, Neng.”

Zaskia hanya tersenyum kecil lalu buru-buru berjalan menuju motornya.

Pipi gadis itu mulai terasa panas.

Ya ampun. Sejak kapan Aryan ada di situ? Apa dia lihat semuanya tadi? Apa dia dengar aku ngomong sama kucing?!

Tak butuh waktu lama, motor Zaskia langsung melaju meninggalkan bahu jalan.

Sementara Aryan masih diam beberapa detik di tempatnya.

“Aduh...” gumamnya pelan sambil mengusap tengkuk sendiri. “Ketahuan lagi.”

Ia pun kembali menyalakan motornya lalu perlahan mengikuti Zaskia dari belakang dengan jarak aman.

Sementara itu—Di atas motor maticnya, Zaskia terus mengomel dalam hati.

“Kak Aryan dari kapan sih ada di situ...” Ia menggigit bibir malu sendiri. “Jangan-jangan dia lihat aku ngomong sendiri tadi.”

Malu setengah mati.

“Duh... pasti dia mikir aku cewek aneh.”

Namun beberapa detik kemudian, Zaskia malah menggeleng sendiri. “Ah, tapi ya udahlah.” Ia mendesah kecil. “Ngapain juga dipikirin. Paling Kak Aryan cuma kebetulan lewat. Lagipula... Kenapa juga kalau dia menganggapnya aneh? Bukannya Kak Aryan memang biasanya cuek dan tidak terlalu peduli pada orang lain?

Tapi entah kenapa—Justru karena itu, Zaskia jadi makin kepikiran.

Beberapa menit kemudian, motor Zaskia tiba-tiba berbelok memasuki sebuah taman kota yang cukup luas.

Aryan yang sedari tadi mengikutinya dari belakang spontan mengernyit bingung. “Ngapain lagi dia?” gumamnya pelan di balik helm.

Motor matic milik Zaskia berhenti di dekat area parkir taman. Gadis itu turun sambil membawa tas selempangnya lalu berjalan masuk begitu saja ke dalam taman.

Aryan memarkirkan motornya tak jauh dari sana.

Ia sengaja memberi jeda beberapa detik sebelum ikut masuk agar tidak terlalu mencurigakan.

Sore itu taman terlihat cukup ramai.

Ada anak-anak kecil bermain sepeda, beberapa pasangan suami istri yang sedang duduk santai, juga pedagang kaki lima yang berjejer di sekitar jogging track.

Aryan berjalan pelan sambil sesekali menoleh ke kanan dan kiri mencari keberadaan Zaskia.

Namun gadis itu tak terlihat di mana pun.

“Perasaan tadi masuk ke sini...” gumamnya bingung.

Ia terus melangkah lebih dalam ke area taman.

Matanya menyapu setiap bangku taman yang ada.

Kosong.

Tidak ada Zaskia.

Aryan mulai mengernyit.

Jangan-jangan dia udah pulang duluan?

Atau malah sadar kalau lagi diikutin?

Baru saja Aryan hendak berbalik—“BAAA!”

“WOI!” Aryan refleks mundur kaget sampai hampir menabrak pot tanaman di belakangnya.

Matanya langsung melotot ketika melihat Zaskia berdiri sambil tertawa di hadapannya.

“Kak Aryan!” Gadis itu ngakak tanpa dosa. “Ekspresi kakak lucu banget!”

Aryan mengembuskan napas kasar sambil memegangi dada. “Ya Allah, Kia...” gerutunya. “Ngagetin aja.”

Zaskia malah makin tertawa. “Kirain kakak berani.”

“Berani apaan?” Aryan memutar bola mata malas. “Orang lagi nyariin kamu tiba-tiba nongol kayak setan.”

“Hah?” Zaskia langsung berhenti tertawa. “Nyariin aku?”

Deg!

Aryan tersadar. Salah bicara.

“Eh...” Ia buru-buru mengalihkan pandangan. “Bukan nyariin juga sih.”

“Terus?”

Aryan diam sesaat sebelum akhirnya berdeham kecil. “Tadi kebetulan lewat.”

“Di belakang aku terus dari kampus itu namanya kebetulan?”

Aryan langsung menoleh cepat. “Kamu tau?”

Zaskia melipat tangan di depan dada sambil menaikkan satu alis. “Aku gak sebego itu, Kak.”

Aryan mendadak salah tingkah. “Ya... Kakak cuma—”

“Mata-matain aku?”

“Bukan.”

“Ngikutin?”

“Enggak juga.”

“Terus apa?”

Aryan kehabisan jawaban.

Sementara Zaskia justru mulai menahan senyum melihat ekspresi canggung laki-laki itu.

Jarang-jarang Aryan kelihatan salah tingkah seperti ini.

“Jangan bilang...” Zaskia sedikit mencondongkan badan jahil. “Kak Aryan khawatir sama aku?”

Aryan langsung menatap wajah gadis itu.

Hening beberapa detik.

Dan entah kenapa—Tatapan laki-laki itu mendadak membuat jantung Zaskia ikut berdegup aneh.

“Iya.” Jawaban singkat itu sukses membuat Zaskia membeku.

Aryan sendiri tampak baru sadar dengan apa yang keluar dari mulutnya.

Namun kali ini ia tidak menarik ucapannya.

“Kakak khawatir,” lanjutnya pelan. “Apalagi setelah kejadian tadi.”

Ekspresi jahil di wajah Zaskia perlahan memudar.

Ia tau Aryan sedang membicarakan Diki. “Aku gapapa kok, Kak.”

“Sekarang iya.” Aryan menghela napas pelan. “Tapi orang kayak dia susah ditebak.”

Zaskia terdiam.

Untuk pertama kalinya hari itu... Ia benar-benar bisa merasakan kalau Aryan sedang mengkhawatirkannya sungguhan.

1
Syti Sarah
Masya Allah bucin bnget sih Aryan 🥰🥰
Ayu Oktaviana
jodohnya kafa msih unyu unyu😁😁😁😂😂😂
syora
dara nih kyak si onty zura 🤣🤣🤣🤣
Nifatul Masruro Hikari Masaru
wah jodoh nya kafa masih sd
Syti Sarah
kocak juga nih anak nya Azzam 😂😂
Shabrina Darsih
blm Tau aja kia. uda nikah pasti hbs tuh sm aryan
Nifatul Masruro Hikari Masaru
ya nggak papa lah wong yang hamilin kan suami sendiri
nan luxiao
suka banget, dari cerita athar cila, abidzar zuya, azzam aira, sama yang ini selalu seruu banget
Syti Sarah
waah,mmang ya umma zuya absurd nya gak ada lawan.msa anak sndiri di bilang hamil 😂😂
anakkeren
best ,❤️
Anak manis
cakep buat authornya 🥰
just a grandma
seruuu
cutegirl
pokoknya aku sllu menunggu cerita dri author ini
cutegirl
ada ada aja😂
Ayu Oktaviana
selamat untuk kia dan aryan😍😍.. kita tinggal tunggu arshaf nih
Fegajon: kurang lebih begitu 😛
total 3 replies
Syti Sarah
Masya Allah,lengkap sudh kbhgian pasangan ini.slmat ya kia Aryan 🥰🥰
Syti Sarah
ciie yg udh di blas cinta nya sama istri 🥰
Syti Sarah
prsis kyak Abi nya ya aryan ini.tpi klau udh sah,bda bnget sifat nya sama istri nya .jdi syang ,bucin bnget sama istri nya .eeeh,udh mulai brani ya kia😁😁
Syti Sarah: iya btul bnget kak 😊
total 4 replies
Syti Sarah
ciie yg msak untuk pak suami 🤭🤭
Nifatul Masruro Hikari Masaru
udah terlambat kali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!