NovelToon NovelToon
DI ANTARA DUA NEGARA,SATU HATI

DI ANTARA DUA NEGARA,SATU HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:710
Nilai: 5
Nama Author: Naryati

Ketika Aisyah terjebak di Shanghai sebagai seorang imigran gelap, ia tak pernah membayangkan hidupnya akan berubah karena dua bersaudara dari keluarga Lin.
Lin Zhao memberinya rasa aman dan cinta yang tak pernah ia duga.
Sementara Lin Chou justru memberinya ancaman, kebencian, dan luka.
Namun siapa sangka, di balik semua kebencian itu tersimpan rahasia masa lalu yang mampu menghancurkan segalanya.
Tentang cinta yang tertinggal.
Tentang janji yang gagal ditepati.
Dan tentang seorang perempuan... yang memilih pergi setelah diam-diam menyelamatkan keluarga yang telah menyakitinya.
Di antara dua negara, dua budaya, dan dua hati yang dipertemukan takdir.
apakah cinta cukup kuat untuk melawan luka masa lalu?
Atau justru penyesalan akan datang... saat semuanya sudah terlambat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 09

Setelah membaca diary milik Aisyah, tubuh Lin Chou seketika membeku.

Ia memang tidak mengenal siapa kakak Aisyah yang telah meninggal.

Namun satu hal mengganggunya,orang itu pernah berada di Shanghai.

“Wanita ini... hanya akan membawa masalah untuk keluarga Lin.”

“Mungkin memang lebih baik kalau dia tidak ada lagi di sini.”

Dengan cepat Lin Chou menutup kembali buku itu, merapikannya seperti semula, lalu pergi.

Namun sepanjang perjalanan pulang pikirannya terus terjebak pada satu kalimat.

Pulang dalam peti mati.

Entah kenapa, kalimat itu membuat dadanya terasa sesak.

Membuatnya takut.

Padahal ia sendiri tidak tahu alasan ketakutan itu.

“Aku harus memisahkan mereka.”

“Kalau perlu... aku sendiri yang akan mengirim wanita itu kembali ke Indonesia.”

Ia terdiam.

Jelas-jelas ia membenci Aisyah.

Namun di sisi lain ia justru ingin wanita itu pulang dengan selamat.

Dan itu membuatnya semakin bingung.

Di tempat lain...

Lin Zhao membawa Aisyah ke pinggir kota.

Tempat itu ramai, indah, dan penuh cahaya.

Namun yang membuat Aisyah terkejut di sana berdiri sebuah masjid besar.

Lin Zhao tersenyum.

“Masuklah.”

“Berdoalah agar hatimu tenang.”

“Aku akan menunggumu di sini.”

Aisyah menatapnya tak percaya.

“Kak Lin... kamu tahu tempat ini?”

Untuk pertama kalinya Lin Zhao terlihat salah tingkah.

“Dulu... aku pernah mengantar kakak iparku ke sini.”

“Dia juga seorang muslim.”

Kata-kata itu membuat Aisyah terdiam.

Kakak ipar?

Apa mungkin wanita itu adalah alasan Lin Chou berubah seperti sekarang?

Pertanyaan itu memenuhi kepala Aisyah.

Namun ia sadar ia hanyalah orang asing di keluarga Lin.

Tak pantas bertanya lebih jauh.

“Sudah... masuklah,” ujar Lin Zhao lembut.

Aisyah pun masuk ke dalam masjid.

Dan di sana ia berdoa.

Bukan hanya untuk dirinya.

Tapi juga untuk pria yang telah memberinya rasa aman Lin Zhao.

Setelah Lin Zhao mengantar Aisyah berdoa ke masjid. Lin Zhao pun mengajak Aisyah berjalan jalan dia ingin agar Aisyah melupakan semua yang telah dilalui kemarin..

"Kita akan pergi kesebuah tempat yang sangat bagus. Disana.. disaat ada festival lampion tempat itu sangat ramai. Di belakang sana ada wihara terbesar di Shanghai."

Lin Zhao pun mengenalkan banyak tempat kepada Aisyah sehingga Aisyah merasa sangat bahagia hari itu.

"Kenapa kamu gak ke wihara. pergilah dan aku juga akan menunggu disini."

Aisyah juga ingin melakukan hal yang sama dengan Lin Zhao. Sama sama mengunjungi tempat ibadah masing-masing..

Lin Zhao tersenyum kemudian dia menggelengkan kepalanya..

"Tidak perlu. Aku takut jika kamu dalam bahaya kalau disini sendirian.." jawab Lin Zhao dengan lembut.

"Apa aku boleh ikut masuk kedalam. Aku juga ingin melihat kedalam wihara. Aku pernah dengar dari kakaku dulu katanya kita boleh masuk wihara asalkan hanya untuk melihat bukan menyakini."

Aisyah pun sangat ingin ikut masuk membuat Lin Zhao tak bisa menolaknya.

"Baiklah,tapi kalau nanti kamu merasa tidak nyaman kamu bilang padaku ya."

Lin Zhao pun menggandeng tangan Aisyah dengan lembut dan membawanya masuk kedalam wihara untuk menemaninya berdoa.

Malam harinya...

Aisyah kembali ke kamarnya.

Namun langkahnya tiba-tiba terhenti.

Ia mencium aroma parfum yang sangat familiar.

Aroma tajam.

Maskulin.

Milik Lin Chou.

Tubuhnya langsung menegang.

Jantungnya berdetak keras.

“Kenapa parfum itu ada di sini...?”

“Apa dia tadi masuk ke kamarku?”

Ketakutan kembali menyerangnya.

Lalu... matanya tertuju pada buku diary di atas meja.

Ada secarik kertas kecil di atasnya.

Tulisan tangan tegas.

Temui aku di taman belakang. Sekarang.

Aisyah menelan ludah.

Ia tahu siapa yang menulisnya.

Dengan langkah pelan, ia menuju taman belakang.

Dan benar saja Lin Chou telah menunggunya.

Duduk dalam gelap.

Dengan aura dingin yang selalu membuatnya takut.

“Kemari lah. Duduk.”

Aisyah langsung patuh.

Kepalanya tertunduk.

“Saya sudah bilang— jauhi adikku.”

“Kenapa kalian justru semakin dekat?”

Suara Lin Chou tajam seperti pisau.

“Maaf...” jawab Aisyah lirih.

“Mungkin selama ini aku terlalu baik padamu.”

“Kamu ingin kembali pada Mr. Wang?”

Tubuh Aisyah langsung gemetar.

“Tidak...”

“Kalau begitu, jauhi adikku.”

“Atau aku sendiri yang akan menyerahkan kamu ke pihak imigrasi supaya selamanya kamu terkurung di Shanghai.”

“Karena di negara ini... kamu hanyalah imigran gelap.”

Air mata Aisyah hampir jatuh.

Namun sebelum ia sempat menjawab sebuah suara terdengar dari belakang.

“Berhenti mengancam Aisyah, Kak!”

Lin Zhao datang.

Tatapannya penuh amarah.

Ia berdiri tepat di depan Aisyah.

Melindunginya.

“Kalau Kakak masih mengganggunya...”

“aku akan keluar dari keluarga Lin.”

Mata Lin Chou membelalak.

“Demi wanita ini?”

Lin Zhao menatap lurus.

“Iya.”

“Aku mencintainya.”

“Dan aku akan melindunginya.”

“Bahkan jika aku harus melawan Kakakku sendiri.”

Kata-kata itu menghantam dada Lin Chou.

Bukan karena marah.

Tapi karena ia melihat adiknya memiliki keberanian yang dulu tidak pernah ia miliki.. Keberanian yang dulu tak dia ambil sehingga dia mengalami hal yang paling menyakitkan.

“Kamu akan menyesal.”

“Setelah merasakan luka yang sama sepertiku.”

Setelah berkata begitu Lin Chou pergi.

Meninggalkan mereka berdua.

Lin Zhao menoleh pada Aisyah.

Wanita itu masih gemetar.

“Aisyah... jangan takut.”

“Selama ada aku... tak akan ada yang bisa menyakitimu.”

Kata-kata itu membuat hati Aisyah kembali tenang.

“Terima kasih, Kak Lin...”

“Tapi seharusnya kamu tak perlu melawan Kakakmu demi aku.”

Lin Zhao tersenyum.

Lalu mengusap kepala Aisyah dengan lembut.

“Kakakku orang baik.”

“Dia hanya memilih jalan yang salah.”

“Aku percaya... suatu hari nanti dia akan berubah.”

"Dan juga dia akan menjadi Kakakku yang dulu lagi. Kakak yang selalu aku kagumi,aku sayangi saja juga menjadi panutan untuk aku."

Aisyah menunduk.

Hatinya terasa sesak.

Jika saja ia tak pernah datang ke Shanghai mungkin semua ini tak akan terjadi..

Jika saja dia tak pernah bertemu dengan Lin Zhao mungkin hubungan mereka masih baik baik saja.

“Lín gē... duìbùqǐ.” (Kak Lin... maafkan aku.)

Lin Zhao tersenyum sembari menatap wajah Aisyah yang tertunduk.

"Kamu tak perlu meminta maaf,ini bukan kesalahan kamu. pertemuan kita adalah takdir dan perasaan yang tumbuh dihati kita juga karena takdir."

"Kamu tak perlu takut. Nanti setelah amarah Kak Lin Chou mereda aku akan datang menemuinya."

"Berbicara dengannya.."

Aisyah hanya mengangguk. Ia berharap bahwa hubungan keduanya akan kembali membaik.

"Sekarang kamu istirahat ini sudah larut malam. Jangan pikirkan apapun yang Kak Lin Chou katakan.. Cukup kamu yakin bahwa aku mampu melindungi kamu itu saja.."

Di tempat lain...

Mr. Wang menatap foto Aisyah.

Wajahnya penuh amarah.

Ia tahu keluarga Lin bukan lawan sembarangan.

Namun perang mereka sudah dimulai sejak lama.

“Kalau keluarga Lin ingin perang...”

“baiklah.”

“Dan aku akan memulainya...”

“dari wanita itu.”

Senyumnya mengembang.

Gelap.

Berbahaya...

1
Muhamad Yati
Nah loh. Lin Chou berani banget.
Ihda Rozi
lanjut 💪
Naryati: sudah ada kelanjutannya ya.
total 1 replies
Naryati
semangat untuk aku.
Muhamad Yati
😭😭 alurnya mulai sedih.
Muhamad Yati
Lin Chou ternyata?😭
Muhamad Yati
semangat author. aku suka ceritanya.
Muhamad Yati
suka.
Yatiee Selawase
Thor mana ada muslim makan 🐷 tapi lucu si Lin Zhao ini. 🤣🤣
Yatiee Selawase
Wah Lin Zhao baik juga ya.
Yatiee Selawase
Wah,kok aku deg-degan dengan Aisyah ya. apa dia akan selamat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!