Susan siswa baru kelas 10 yang baru saja menyelesaikan ospeknya ternyata disukai oleh cowok populer disekolahannya sejak berada dibangku SMP. Levy berpacaran dengan Susan secara diam diam, Levy yang didepan para penggemarnya bersikap dingin namun tidak apabila dia didepan Susan. Levy selalu perhatian pada Susan hingga ada konflik besar yang menimpa keduanya namun semua itu tidak menggoyahkan rasa sayang mereka berdua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
aesthetic love
...Preman itu menendang perut Rasti hingga mengeluarkan banyak darah di bagian kelaminnya, preman itu menendang nya tanpa ampun....
...Setelah Rasti tak sadar, Leon dengan wajah puas keluar dari persembunyiannya “buang dia” suruh Leon yang didengar Rasti samar samar....
...Preman tersebut menganggukkan kepala, mengangkat tubuh Rasti lalu menggelindingkan badan Rasti agar jatuh ke dasar sungai....
...“Gimana?” Tanya Leon dengan rasa senang menghampiri anak buahnya....
...“Beres bos” ucap preman tertawa puas....
...“Ini untuk kalian” ucap Leon menyodorkan amplop besar pada mereka....
...“Thanks bos” ucap preman mencium amplop tersebut lalu pergi meninggalkan lokasi disusul dengan Leon....
...Libur sekolah telah usai para siswa-siswi memulai aktivitas belajar mengajar. Saat Kayla melewati gerbang sekolah, dia melihat para siswa-siswi berkerumun di papan mading yang terletak di pinggir lapangan basket, Kayla mencoba menerobos kerumunan untuk melihat apa yang mereka lihat “minggir minggir” ucapnya....
...Di Depan papan mading kayla terkejut ada beberapa lembar foto tertempel di papan mading, foto dirinya dengan Rudy. Tanpa banyak penjelasan Kayla langsung mencopot semua foto yang menempel di papan mading, “gak nyangka musuh bebuyutan bisa jadi pacar” sindir salah satu teman sekelas Kayla....
...“jangan jangan musuhannya mereka hanya gimmick-gimmick aja” sindir siswa yang lain....
...“Siapa yang berani usilin Kayla?” Teriak Rudy dari kejauhan....
...Semua yang mendengar suara Rudy langsung terdiam, Rudy mendekati Kayla dan langsung merangkulnya “kita memang pacaran”....
...“Bukannya kalian gak akur?” Celetuk salah satu siswa....
...“Sekarang kita akur, akur banget malah” jawan Rudy santai....
...“Udah udah mending kalian bubar aja” sahut Rudy kembali....
...“Aku malu rud” ucap Kayla menutupi mukanya dengan kedua tangannya....
...Rudy dengan lembut memegang kedua tangan Kayla dengan pelan, “apa yang membuat kamu malu? Kita kan pacaran secara sah atas dasar suka sama suka ya walaupun dulunya kita musuh, tapi aku suka sama kamu” ucap Rudy menatap wajah Kayla....
...Di depan kelas Dimas sedang berdiri bersama temannya membahas pelajaran waktu lalu, didepan Dimas yang berjarak 3 meter ada Siska yang berdiri memandangi Dimas. Dimas yang sadar langsung membalikkan badan pergi menghindari Siska, Siska berjalan cepat mencegah Dimas yang pergi....
...“Dim” panggilnya....
...“Kalau mau cari Levy, Levy belum berangkat kalau mau nunggu di depan kelas aja atau kalau mau ngasih sesuatu ke dia langsung atau taruh aja di meja” ucap Dimas sedikit cuek....
...“Aku minta maaf” ucap Siska dengan nada lembut sambil menundukkan kepala....
...“Untuk apa? Aku saja yang terlalu kepedean”....
...“Aku balas surat yang kamu taruh di laci mejaku” ucap Siska memberikan surat kepada Dimas....
...Dimas menerima surat tersebut namun tanpa banyak bicara lagi dia langsung pergi meninggalkan Siska yang masih berdiri disana....
...Kayla dan Rudy masuk keruangan OSIS mencari Abit, Abit yang sedang didepan laptop sambil mendengarkan lagu dihampiri kayla dan Rudy....
...“Heheheh” Abit nyengir sambil menutup wajahnya dengan buku yang diambil di sebelah laptop miliknya....
...“Keterlaluan banget kamu bit, tanpa izin ngepost foto aku sama Rudy di papan mading” ucap Kayla dengan rasa kesal....
...“Sorry sory”...
...“Kalau gak ada bahan untuk mengisi papan mading jangan privasi orang dijadikan bahan ghibah” ucap Rudy menggebrak meja....
...“Karena kamu kita jadi bahan gunjingan siswa-siswi disekolah tau gak” celetuk Kayla menggebrak meja....
...“Iya iya aku salah”....
...“Basi” ucap Kayla ketus sambil pergi keluar ruangan OSIS....