NovelToon NovelToon
Transmigrasi Zura Or Ziva

Transmigrasi Zura Or Ziva

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Transmigrasi
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Wilaw

Menceritakan seorang gadis bernama Zura. Dan Kebingungan Zura kenapa dirinya bisa nyasar ke raga Ziva sang Antagonis di dalam buku novel yang pernah dia baca sebelum nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wilaw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 031

Aksa tidak langsung pulang ke mansion orang tuanya. Ia memutar kemudi motornya menuju kawasan pusat kota, tempat sebuah gedung apartemen mewah berdiri menjulang. Ia memiliki satu unit di lantai teratas—sebuah pelarian pribadi yang jarang ia tempati kecuali jika kepalanya sedang terlalu penuh atau jika ia baru saja menyelesaikan balapan yang menguras emosi.

​Klik.

​Pintu terbuka otomatis dengan pemindaian sidik jari. Suasana di dalam apartemen itu sangat mencerminkan pemiliknya: dingin, minimalis, dan sangat rapi. Cahaya lampu kota dari balik jendela kaca raksasa menjadi satu-satunya penerangan alami yang masuk, menciptakan siluet gedung-gedung pencakar langit di atas lantai marmer hitam.

​Aksa melemparkan kunci motor dan helmnya ke atas meja bar. Ia melepas jaket kulitnya, membiarkan tubuhnya hanya terbalut kaos hitam yang kini tampak sedikit lembap oleh keringat. Ia berjalan menuju dapur, mengambil sebotol air mineral dingin, lalu menegaknya hingga habis setengah.

​Hening.

Aksa menyeka sisa air di sudut bibirnya dengan punggung tangan. Ia duduk di sofa kulit yang menghadap langsung ke kerlap-kerlip lampu Jakarta. Namun, alih-alih beristirahat, ia justru meraih ponselnya.

Aksa menyandarkan punggungnya ke sofa, matanya menatap tajam layar ponsel yang berpendar terang di tengah kegelapan apartemen. Ia membuka grup chat Black Eagle yang notifikasinya sudah mencapai angka 99+.

​Tanpa membaca obrolan panjang teman-temannya yang masih sibuk merayakan kemenangan di basecamp, Aksa langsung mengetik pesan dengan gaya khasnya: singkat, padat, dan otoriter.

​[Aksa]: Besok jam 9 pagi. Gue butuh martabak manis keju spesial, martabak telur daging double. Pastiin tukangnya buka.

​[Aksa]: Cari buket bunga. Warna putih atau cream. Jangan yang norak.

​[Aksa]: Beliin cokelat Godiva, snack impor yang banyak. Masukin box besar.

​[Aksa]: Jam 10 harus udah ada di apartemen gue. Jangan telat.

Setelah menekan tombol kirim, Aksa melempar ponselnya ke samping sofa, lalu memejamkan mata. Ia membayangkan wajah kaget Ziva besok pagi. Seringai kecil kembali muncul di wajahnya sebelum ia akhirnya bangkit untuk membersihkan diri.

​Di Basecamp Black Eagle.

Suasana di basecamp—sebuah ruko luas yang disulap menjadi bengkel sekaligus tempat nongkrong—mendadak hening seketika. Empat orang yang sedang asyik makan mie instan, sate, cemilan, dan menghitung uang taruhan tadi, kini mematung menatap layar ponsel masing-masing.

​Vino hampir tersedak kuah mie pedasnya. "Anjir... ini gue salah baca apa Aksa beneran kerasukan setan bandara?"

​Bram mengucek matanya berkali-kali. "Martabak jam 9 pagi? Buket bunga? Cokelat mahal? Sejak kapan Bos kita jadi kurir paket cinta?!"

​Kenan, yang biasanya paling tenang, hanya menatap pesan itu dengan dahi berkerut. "Putih atau cream... jangan norak... Ini Aksa beneran lagi nulis daftar belanjaan atau lagi bikin laporan audit?"

​Daren melirik uang taruhan 100 juta di depan mereka. "Tadi dia bilang duit taruhan buat kita bagi rata. Sekarang dia nyuruh kita cari bunga sama martabak pagi-pagi buta. Gue curiga kepalanya tadi kepentok stang pas stoppie."

​Vino langsung mengetik balasan di grup.

​[Vino]: Bos, lo sehat? Perlu kita panggilin dukun atau dokter saraf? Martabak jam 9 pagi itu tukangnya baru bangun tidur, Aksa!

​[Bram]: Bos, bunga buat siapa? Buat nyekar ke makam lawan lo tadi?

​Hanya butuh waktu lima detik sampai sebuah balasan muncul.

​[Aksa]: Uang taruhan tadi gue ambil balik 20 juta buat biaya operasional lo berempat besok pagi. Sisanya ambil.

​[Aksa]: Gak usah banyak tanya. Lakuin atau motor lo semua gue kandangin.

​Vino langsung melempar ponselnya ke atas meja. "Fiks! Ini bukan kerasukan, ini mah namanya Aksa lagi jatuh cinta tapi tetep diktator! Gila, 20 juta cuma buat biaya nyari martabak sama bunga pagi-pagi? Gue jamin itu tukang martabak bakal gue seret bangun dari tempat tidur!"

​"Tapi tunggu," Bram menyipitkan mata. "Dia nggak bilang ini buat siapa. Apa buat Ziva? Tapi kan Ziva 'Ratu Mager', emang dia doyan bunga? Paling doyannya bantal."

​Kenan menarik napas panjang, lalu tersenyum tipis yang penuh arti. "Ziva atau bukan, yang jelas satu hal: Aksa udah 'menandai' wilayahnya. Dan kita... kita baru saja resmi jadi antek-antek asmara si Pangeran Es."

Keesokan paginya, tepat jam 09.00 WIB, suasana di depan sebuah kedai martabak kenamaan di daerah Jakarta Selatan tampak sangat mencekam. Bukannya antrean pembeli biasa, yang ada justru empat motor besar terparkir gagah di depan ruko yang rolling door-nya bahkan belum terangkat sepenuhnya.

Tok. Tok. Tok.

Brakk! Brakk!

Vino menggedor-gedor pintu besi itu dengan tidak sabar. "Bang! Bang Martabak! Bangun Bang! Ada rezeki nomplok nih!"

Clekk.

Seorang pria paruh baya muncul dengan wajah bantal dan rambut acak-acakan, mengintip dari celah pintu yang terbuka sedikit. "Aduh Mas, ini masih pagi. Adonan saja belum dikocok, mentega belum cair.

Biasanya kami buka jam empat sore!"

Daren maju, menyodorkan beberapa lembar uang merah di depan wajah si Abang martabak. "Nggak pake lama, Bang. Kita butuh martabak manis keju spesial dan telur daging double sekarang juga. Adonannya biar kita yang bantu kocok kalau perlu, yang penting jam sepuluh kurang harus sudah matang!"

Si Abang martabak mengerjapkan mata, mendadak kantuknya hilang melihat nominal uang yang diberikan. "Siap, Mas! Sepuluh menit, eh tidak, dua puluh menit langsung jadi!"

Sementara itu, Bram dan Kenan sibuk di toko bunga yang baru saja buka. Bram tampak kebingungan memegang setangkai bunga mawar merah. "Tadi Aksa bilang apa? Putih atau cream? Kalau gue kasih yang merah ini, kira-kira motor gue bakal dikandangin berapa lama?"

"Turuti saja maunya, Bram," sahut Kenan kalem sambil memilih bunga lili putih dan mawar peach yang lembut. "Aksa itu kalau soal warna sangat sensitif. Dia ingin sesuatu yang elegan, sesuai dengan seleranya yang kaku itu."

Tepat pukul 10.00 pagi, sesuai instruksi, keempat 'kurir paket cinta' itu sudah berdiri di depan pintu apartemen Aksa dengan napas sedikit tersengal. Vino memegang kantong plastik martabak yang harumnya sangat menggoda, Bram membawa buket bunga besar yang sangat cantik, sementara Daren memeluk kotak besar berisi cokelat Godiva dan berbagai camilan impor.

Pintu terbuka. Aksa muncul dengan kaos santai dan celana pendek, namun aura otoriter-nya tetap tidak luntur. Ia memeriksa satu per satu barang bawaannya seolah sedang melakukan inspeksi mendadak pasukan militer.

"Bunganya oke," gumam Aksa singkat.

"Martabaknya masih panas?"

"Masih, Bos! Sampai tangan gue melepuh nih nahan uapnya," keluh Vino.

Aksa mengambil semua barang itu tanpa mengucapkan terima kasih, lalu menutup pintu apartemennya tepat di depan hidung mereka.

"Gila..." Vino melongo. "Kita cuma dianggap angin lalu?"

"Yah, begitulah Pangeran Es kita kalau lagi jatuh cinta," Kenan menepuk bahu Vino. "Ayo balik basecamp, kita masih punya sisa 80 juta buat foya-foya hari ini."

1
CaH KangKung,
astaga...ikut deg"an aq....aksaaaaa....
ana Ackerman
salting brutal gue thorrr
W: hehe 🤭
total 1 replies
ana Ackerman
lanjut kak💪
ana Ackerman
serius kak bab ini ngk bisa nahan tawa anjir🤣
ana Ackerman
lanjut kak💪
Nazia wafa abqura
kak aq tunggu up ny
mom_nurul
aku masih stay disini kak,ga mau berpaling 🤭
di tunggu selalu update nya👍
W: siap👌
total 1 replies
Ridho Radiator
kak aq tunggu up ny
Ridho Radiator
kak bagus banget
W: Terimakasih😍
total 1 replies
Ridho Radiator
kak aq tunggu up ny
W: siap , besok ya 👁👄👁 😊
total 1 replies
ana Ackerman
iya thor masa nggk di lanjutin... 😤😤
lanjut ya thor... 🤧
W: Kelanjutan nya di sambung besok ya 👁👄👁
total 1 replies
Susi Nugroho
Di tunggu lanjutannya nggak pakai lama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!