NovelToon NovelToon
Chasing The Shadow The Valkyrie'S Path

Chasing The Shadow The Valkyrie'S Path

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Cassia Bellvania Anahera adalah personifikasi keanggunan di SMA Kencana, dengan rambut panjang yang menjadi simbol harga diri dan kasih sayang kakaknya, Kalingga. Namun, dunia Cassia yang berwarna merah muda seketika berubah menjadi kelabu saat ia mendapati kekasihnya, Zidane, dan sahabatnya, Elara, mengkhianatinya. Penghinaan Zidane terhadap dirinya—yang dianggap hanya sebagai "pajangan membosankan"—memicu ledakan luka yang mendalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sumpah di atas luka

Hening menyelimuti kamar Cassia yang kini berantakan. Kalingga berdiri di ambang pintu, napasnya tersengal, matanya menatap nanar ke arah tangan Galaksi yang masih memegang bahu Cassia. Darah dari bibir Galaksi menetes ke lantai, bercampur dengan debu reruntuhan pintu.

Kalingga menjatuhkan kunci motornya. Ia melihat dua pria Skorpion yang pingsan dengan luka parah di lorong—hasil dari amukan Galaksi. Jika Galaksi tidak datang, Kalingga tahu ia akan pulang untuk menemukan pemandangan yang jauh lebih mengerikan.

"Gue... gue pikir gue bisa jagain dia sendirian," suara Kalingga pecah. Ia melangkah maju, bukan untuk memukul, melainkan untuk terduduk lemas di kursi belajar Cassia. "Gue hampir kehilangan dia karena ego gue sendiri."

Galaksi melepaskan pelukannya perlahan, memastikan Cassia benar-benar stabil. Ia menatap Kalingga dengan tatapan yang sudah tidak lagi penuh amarah, melainkan kelelahan yang mendalam.

"Jangan minta maaf sama gue, Ling," ucap Galaksi parau. "Minta maaf sama adik lo. Dia hampir mati ketakutan sambil manggil nama lo."

Cassia mendekati Kalingga, menggenggam tangan kakaknya yang bergetar. "Kak, Elara yang kirim foto itu. Dia mau kita hancur dari dalam supaya Skorpion bisa masuk dengan mudah. Kita nggak boleh musuhan lagi."

Kalingga mendongak, menatap Galaksi dengan rasa malu yang luar biasa. "Sheq... soal Acheron... soal pukulan tadi... gue benar-benar minta maaf. Balik ke markas. Gue nggak bisa hadapi Dante sendirian."

Galaksi hanya mengangguk singkat. "Gue nggak pernah pergi, Ling. Gue cuma nunggu lo sadar."

Malam itu, mereka berkumpul di ruang tengah yang dijaga ketat oleh sisa anggota Acheron yang paling dipercaya. Zelene dan Talishia juga hadir, membawa data terbaru tentang pergerakan Dante.

"Dante sudah mulai mengambil alih jalur distribusi di pelabuhan utara," Zelene menunjukkan peta digital. "Dia menggunakan nama perusahaan cangkang. Dan Elara... dia ada di sana. Dia menjadi perantara Dante untuk merekrut sisa-sisa anggota Vipers yang masih dendam."

"Kita harus menyerang balik," ucap Talishia bersemangat. "Valkyries nggak bisa diam saja kalau rumah kita sudah disatroni."

Kalingga menatap Cassia, ada kebimbangan di matanya. Namun, sebelum ia sempat melarang, Galaksi mendahuluinya.

"Cassia akan tetap ikut," ucap Galaksi tegas. "Bukan sebagai umpan, tapi sebagai kunci. Dante terobsesi dengan 'Phantom'. Dia pikir Phantom adalah titik lemah keluarga Kencana. Kita akan gunakan itu untuk memancing dia keluar ke Devil's Curve lagi."

"Tapi kali ini, nggak ada balapan satu lawan satu," sambung Galaksi sambil menatap Cassia. Tangannya tanpa sadar merapikan jaket Cassia yang sedikit miring, sebuah gerakan spontan yang sangat protektif hingga membuat Talishia dan Zelene saling lirik.

Cassia merasakan jantungnya berdebar bukan karena takut, tapi karena perlakuan Galaksi. Sejak kejadian di kamar tadi, Galaksi terlihat jauh lebih posesif. Ia tidak membiarkan Cassia berada lebih dari dua meter darinya.

Saat yang lain sibuk mengatur strategi di meja makan, Cassia berjalan ke dapur untuk mengambil air minum. Galaksi mengikutinya dari belakang.

"Kak, tangan Kakak masih berdarah," ucap Cassia sambil meraih kotak P3K di atas lemari es.

Ia menarik tangan Galaksi, membersihkan luka di punggung tangannya dengan alkohol. Galaksi hanya diam, matanya terpaku pada wajah Cassia yang sedang serius mengobatinya.

"Kenapa Kakak nekat banget tadi?" bisik Cassia tanpa mendongak. "Kalau Kakak tadi telat sedikit saja, atau kalau orang Skorpion itu bawa senjata api..."

"Gue nggak mikir soal itu, Cass," jawab Galaksi, suaranya rendah dan dalam. "Pas gue denger suara lo gemetar di earpiece, rasanya jantung gue berhenti. Gue lebih baik mati di sana daripada denger lo teriak minta tolong tapi gue nggak ada."

Cassia mendongak, matanya bertemu dengan mata hitam Galaksi yang tajam namun penuh dengan sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Ada kehangatan, rasa sakit, dan proteksi yang sangat besar di sana.

"Kenapa Kakak baik banget sama aku? Bahkan setelah Kak Lingga mukulin Kakak?" tanya Cassia polos.

Galaksi terdiam. Tangannya yang bebas terangkat, menyelipkan sehelai rambut pendek Cassia ke belakang telinga. Jarinya menyentuh kulit pipi Cassia dengan sangat lembut, seolah gadis itu terbuat dari porselen paling mahal di dunia.

"Nanti lo juga tahu sendiri," jawab Galaksi misterius. Ia menarik tangannya kembali sebelum perasaannya semakin tumpah. "Sekarang istirahat. Besok kita mulai perang yang sebenarnya."

Cassia terpaku di dapur. Ia menyentuh pipinya yang tadi disentuh Galaksi. Rasanya panas. Ia mulai menyadari bahwa hubungan mereka sudah jauh melampaui sekadar 'kakak-adik' atau 'pelindung'.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
falea sezi
lanjutt donk seruu
falea sezi
elara jalang gatel g tau diri
falea sezi
nyimak moga bagus q ksih hadiah deh
Paradina
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!