NovelToon NovelToon
Pawang CEO Galak: Bos, Izinkan Saya Resign!

Pawang CEO Galak: Bos, Izinkan Saya Resign!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:22k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Dominic Vance bukan sekadar CEO; dia adalah monster korporat yang menghancurkan perusahaan demi olahraga. Kejam, paranoid, dan tak tersentuh.

​Hanya satu orang yang berani menatap matanya tanpa gemetar: Harper Sloane, sekretaris eksekutifnya yang berhati dingin. Harper membereskan kekacauan Dominic, memegang semua rahasia gelapnya, dan menjadi satu-satunya wanita yang tidak bisa dibeli dengan uang.

​Namun, saat Harper mengajukan pengunduran diri untuk membalas dendam masa lalunya, Dominic tidak memecatnya. Dia mengunci pintu. Baginya, Harper bukan sekadar aset. Dia adalah obsesi.

​"Kau bisa lari ke ujung dunia, Harper. Tapi aku akan membeli tanah tempatmu berpijak."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Persiapan Kencan

​​"Kau mau pergi ke pesta topeng murahan?" suara Dominic terdengar sinis memecah keheningan.

​Harper menghentikan langkahnya tepat di depan meja kerjanya. Wanita itu baru saja keluar dari ruang ganti eksekutif dengan penampilan yang seratus delapan puluh derajat berbeda. Blus kerjanya kini telah berganti menjadi gaun sutra berwarna merah marun. Pakaian itu membalut tubuh rampingnya dengan sangat pas. Tidak terlalu ketat, namun cukup untuk mempertegas siluet sempurnanya. Rambut cokelatnya dibiarkan tergerai dengan gelombang alami.

​Dominic membelalak tidak percaya. Jantung pria itu berdegup kencang melihat betapa memukau sekretarisnya. Namun, ego lelakinya memaksa mulutnya mengeluarkan kalimat tajam yang merusak suasana.

​"Gaun merah terang? Kau terlihat seperti rambu lalu lintas berjalan, Harper," ejek Dominic sambil melipat kedua tangan di dada bidangnya.

​Harper sama sekali tidak tersinggung. Wanita itu mengambil tas kecilnya dan memasukkan beberapa perlengkapan rias ke dalamnya dengan santai.

​"Ini warna marun elegan, Dom. Bukan merah terang. Matamu butuh diperiksa dokter. Lagipula, aku berdandan untuk kencanku dengan Ryan, bukan untuk rapat pemegang sahammu," balas Harper tenang.

​Mendengar nama dokter hewan itu kembali disebut, rahang Dominic langsung mengeras. Jam dinding raksasa di ruangan itu menunjukkan pukul lima kurang sepuluh menit. Kencan Harper dijadwalkan pukul tujuh.

​Dominic berbalik masuk ke ruangannya dengan langkah cepat. Tiga detik kemudian, dia keluar membawa dua tumpuk map dokumen super tebal. Bunyi hantaman keras terdengar saat Dominic menjatuhkan semua map itu tepat di atas meja kerja Harper.

​"Apa ini?" Harper menatap tumpukan kertas itu dengan dahi berkerut.

​"Pekerjaan," jawab Dominic singkat. "Itu laporan analisis pasar kuartal kedua dari seluruh cabang kita di Asia. Aku butuh rekapitulasi lengkap, pembetulan angka margin, dan laporan akhir yang sudah dirapikan sebelum jam enam sore ini juga."

​Harper menarik napas panjang. Matanya menatap bosnya. "Jam kerjaku selesai pukul lima tepat, Dom. Sesuai kontrak kerja kita."

​"Laporan itu sangat penting untuk rapat darurat Senin nanti. Kau menolak lembur ke Paris, jadi kau harus menyelesaikan ini sebagai gantinya. Kalau laporan ini tidak selesai hari ini, kerugian perusahaan bisa mencapai miliaran. Kau mau bertanggung jawab atas kerugian itu?" Dominic tersenyum licik. Dia tahu Harper tidak bisa membantah alasan profesionalitas ini.

​"Kau sengaja melakukan ini untuk menggagalkan kencanku hari ini," tuduh Harper telak.

​"Aku hanya mendelegasikan tugas kepada bawahan," kilah Dominic. "Silakan pilih, Harper. Kencan konyol dengan pria miskin itu, atau karirmu di Vance Corp. Kalau kau beranjak dari kursi itu sekarang, anggap kau sudah mengundurkan diri dan bersiap membayar penalti satu miliar itu."

​Harper mendengus pelan. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dia duduk di kursi kerjanya, menarik keyboard mendekat, dan langsung membuka map pertama dengan gerakan sangat kasar.

​Dominic tersenyum penuh kemenangan. Pria itu menyandarkan tubuhnya ke dinding kaca, bersiap menonton Harper menyerah putus asa. Tidak ada manusia normal yang bisa menyelesaikan laporan serumit itu hanya dalam waktu satu jam.

​Namun, senyum Dominic perlahan luntur tak bersisa.

​Jemari Harper bergerak dengan kecepatan yang sangat tidak masuk akal. Suara ketukan tuts keyboard terdengar bagaikan rentetan senapan mesin. Mata cokelat wanita itu bergerak lincah dari lembaran kertas ke layar monitor, membaca, menganalisis, dan mengetik angka dalam hitungan detik.

​"Sistem akuntansi cabang Tokyo salah memasukkan pajak pertambahan nilai," gumam Harper cepat sambil terus mengetik. "Cabang Seoul keliru menghitung margin keuntungan. Aku memotong biayanya sepuluh persen dan menggabungkannya dengan proyeksi cabang Manila."

​Dominic ternganga lebar. Dia berjalan mendekat. Angka di layar bergerak berubah dan tersusun rapi menjadi grafik laporan akhir yang sangat presisi. Kecepatan kerja Harper benar benar di luar nalar akal sehat. Wanita itu masuk ke dalam mode fokus tingkat dewa.

​Waktu terus berjalan maju. Dominic mulai merasa panik. Dia melihat tumpukan map di sebelah kiri Harper semakin menipis cepat, sementara tumpukan map yang sudah selesai di sebelah kanan semakin menggunung tinggi.

​"Kau tidak mungkin membaca semua itu dengan teliti," tegur Dominic mencoba memecah konsentrasi sekretarisnya. "Jangan asal mengetik angka!"

​"Tutup mulutmu, Dom. Aku butuh ketenangan mutlak untuk menghitung pajak perusahaanmu," sahut Harper tajam.

​Jarum jam terus berputar. Pukul lima lewat lima puluh menit. Pukul lima lewat lima puluh delapan menit.

​Harper menutup map terakhir dengan suara tamparan keras. Tangan kanannya menekan tombol kirim di layar komputer.

​"Selesai," ucap Harper sambil menghembuskan napas panjang. Dia berdiri merapikan gaunnya lalu mengambil tas kecilnya. "Semua laporan sudah masuk ke email pribadimu lengkap dengan diagram perbandingannya. Margin keuntungan sudah kusesuaikan agar tidak terkena pajak ganda. Ada lagi yang mau kau periksa?"

​Dominic mematung. Dia menatap tumpukan map yang sudah rapi itu dengan pandangan kosong. Rencananya hancur berantakan.

​"Itu tidak mungkin," bisik Dominic tidak percaya.

​"Tidak ada yang tidak mungkin kalau aku sudah punya niat, Dom." Harper tersenyum sangat manis. "Sekarang, karena tugasku sudah selesai, aku permisi. Kencanku sudah menunggu. Dokter hewan itu benar-benar sempurna."

​Harper memutar tubuhnya dan melangkah anggun menuju lift eksekutif. Pintu lift terbuka, wanita itu melangkah masuk, lalu pintu tertutup rapat menyisakan Dominic yang masih berdiri kaku.

​Rasa cemburu buta langsung membakar dada Dominic. Dia tidak bisa menerima kekalahan telak ini. Pria itu menekan rahangnya kuat kuat, berbalik arah, dan berlari menuju lift khusus CEO di lorong lain.

Sesampainya di pelataran lobi utama bawah, Dominic bergegas menerobos keluar melewati pintu kaca putar. Matanya menyapu jalanan raya yang mulai padat merayap. Di kejauhan, dia melihat siluet Harper dengan gaun marunnya baru saja masuk ke dalam sebuah taksi kuning.

​Sebuah mobil sedan mewah hitam miliknya sudah siaga menunggu di depan lobi. Sopir pribadinya berdiri di samping pintu penumpang belakang, siap membukakan pintu untuk sang bos.

​Dominic menerjang maju. Tanpa mempedulikan tatapan kebingungan dari petugas keamanan, dia langsung melompat masuk ke dalam kursi penumpang belakang dengan gerakan sangat kasar.

​Sopir pribadinya buru-buru menutup pintu dan ikut melompat ke kursi kemudi, sedikit kaget melihat wajah bosnya yang terlihat seperti orang kesetanan.

​Dominic mencondongkan tubuh besarnya ke depan, mencengkeram erat sandaran kursi sopir. Matanya menatap tajam menembus kaca depan, mengunci pergerakan taksi kuning yang mulai berbaur dengan kemacetan jalanan ibukota.

​"Ikuti taksi itu!" bentak Dominic kasar.

1
Muft Smoker
Dom ,, kelakuan mu emnk udh kelewat batas ,,
Kalo emnk km tertarik dg Harper tggal ngomong baik2 gx perlu ngrendahin org lain ,,
Kostum Unik
Cuma di novel ini loh karakter cewek gk bego gk penakut gk gentar cm krn ktm lawan nya cowok.. Di novel mana pun mau gmn hbt nya karakter cewek ttp aja mereka melempem pada akhir nya...
Muft Smoker: betul kak ,,
dsini semua tokoh perempuan ny bnr2 nunjukin Kalo mereka bnr2 ras terkuat di bumi ,,
total 2 replies
Naviah
percayalah Dom, sikapmu ini bukanya bikin Harper suka sama kamu tapi bikin menjauh, arogansi mu udah over dosis
Naviah
perlu priksa mata Dominic ya Harper, ban nya gak kenapa napa tapi dibilang bocor🤣
Kostum Unik
Astaghfirullah DomDom.. Kamu mmg udah keterlaluan. Lambemu pengen ku gerus pake ulekan
Naviah
gak habis fikir ban bocor? 🤣
Rlyn
tarik nafas Harper 🤭🤣
Savana Liora: 😄🤭🤭🤭🤭🤣🙏
total 1 replies
Kostum Unik
Sabar sabar sabar ini bulan puasa... Gk ada kan manusia modelan DomDom.. Pasti gk ada. Cuma ada di cerita ini kan kak Savana... /Sob/
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭
total 1 replies
Kostum Unik
Luar biasa emg Harper ini. Sabar nya bukan main sm si ogep DomDom
Savana Liora: 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
Naviah
astaga tikus got sebesar anak kucing kena fitnah🤣
Naviah
ya pintar dalam bisnis tapi mines dalam percintaan 🤣
ms. S
dom.. cemburu buta
Muft Smoker
kak Savana ,,
Dominic kasih liburan dlu deh ,,
biar fresh jiwa dn raga ny ,,
gx usah jauh2 ,,
kirim k Amazon aj laa ,,
bikin rusuh trus soalny🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
This Is Me
Kak Savana, bisa gak nih Harper lepas aja dari Dom. Sekali ini tokoh cowoknya sakit jiwa beneran. Kasian Harper
Savana Liora: lupa ya kalo judulnya pawang.

kayak pawang ular 🤣🤣
total 3 replies
Maria Lina
hellooo sapa lo pacar bukan istri ap lgi.herper bkn budok lo tau dsr ego lo
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤭🤭
total 1 replies
Maria Lina
hellooo sapa lo pacar bukan istri ap lgi.herper bkn budok lo tau dsr ego lo1
Sastri Dalila
si dom² ada aja usaha nya
Savana Liora: namwnya jg usaha 🤣🤣
total 1 replies
Sastri Dalila
si dom²😂😂
Sastri Dalila
🤣🤣🤣
Kostum Unik
🤣🤣🤣 Harper kalau nanti dia cinta dan bucin sama kau. Itu anugerah apa musibah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!