NovelToon NovelToon
Kamu Selingkuh Kunikahi Abang Angkatmu

Kamu Selingkuh Kunikahi Abang Angkatmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Orang Disabilitas
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mila julia

Di hari pernikahannya, Vaelora Morwene ditinggalkan Elvino Morrix tanpa penjelasan. Hancur, malu, dan dipermalukan, ia membuat keputusan nekat—menikah dengan Devon Ashakar, mantan kekasihnya… yang ternyata adalah abang angkat Elvino.
Namun Devon bukan lagi pria yang dulu. Sebuah kecelakaan membuatnya hidup dalam tubuh pria dewasa dengan jiwa anak kecil. Tanpa Vaelora sadari, pernikahan ini justru menyeretnya ke dalam keluarga penuh rahasia dan perjanjian gelap.
Apakah Vaelora akan menemukan cinta… atau justru neraka?
Bisakah Devon sembuh?
Dan rahasia apa yang sebenarnya disembunyikan keluarga Morrix?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila julia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 .Mempelai Pengganti

HAPPY READING!!!

Namun dalam kekacauan itu, Lora justru menemukan secercah kesempatan. Di balik air mata dan rasa hancur yang masih membakar dadanya, terselip tekad dingin yang perlahan mengeras. Jika Elvino bisa menghancurkannya di depan semua orang, maka ia akan membalasnya… tepat di tempat yang sama.

Dengan jemari yang masih gemetar, Lora meraih tangan Devon dan menggenggamnya lembut.

“Apa kamu mau menjadi King untuk Queen yang kehilangan King-nya ini, anak manis?” ucap Lora.

Lestari dan kepala pelayan itu terbelalak. Kata-kata itu terdengar gila. Mustahil. Tidak masuk akal.

Namun mata pria tampan di hadapannya justru berbinar polos. Wajahnya berseri seperti anak kecil yang baru saja ditawari mainan baru.

“King?… King yang menggunakan mahkota itu maksud Queen?” tanyanya begitu manis.

Sejenak, dada Lora bergetar. Ia hampir lupa bahwa pria di hadapannya ini adalah mantan kekasihnya—lelaki yang dulu menghilang tanpa penjelasan, meninggalkan luka menganga di masa mudanya. Kini ia berdiri begitu dekat, tetapi dengan jiwa yang seakan tak lagi sama.

“Ya, benar sekali. Nanti Queen akan berikan mahkota kepadamu dan lolipop besar jika kamu mau menuruti Queen,” ucap Lora membujuk lembut.

“Nona, apa yang kamu lakukan? Tuan Devon tidak mungkin menikah denganmu. Kamu adalah pengantin Tuan Elvino,” sela kepala pelayan itu panik, mencoba menghentikan kegilaan yang baru saja lahir.

“Aku dan Vino tidak akan menikah. Dan sebagai gantinya, agar aku tak mengacaukan acara pernikahanku ini dan mempermalukan kakak iparku, aku akan menikahi Devon sebagai gantinya. Sama saja, bukan? Aku sama-sama menikahi adiknya,” jelas Lora tenang, meski di dalam hatinya badai masih bergemuruh.

Lestari menekan tangan putrinya, suaranya bergetar. “Lora, ada apa denganmu? Apa kamu tidak berpikir jernih? Lihatlah pria yang akan kamu nikahi ini.”

"Terlebih dia adalah mantan kekasihmu yang sudah menghancurkan hidupmu Lora ,pokoknya ibu tidak setuju jika kamu harus menikah dengan dia."ucap Lestari penuh penolakan.

“Ibu, percayalah denganku. Aku punya rencana lain untuk membalaskan pengkhianatan Vino kepadaku. Menikahi Devon dan masuk ke dalam keluarganya adalah cara yang luar biasa agar aku bisa memberi pelajaran pada pengkhianat seperti Vino dan Avelyn. Aku tidak akan membiarkan Avelyn dan ibunya menginjak-injak harga diri kita lagi, Bu,” ucap Lora, sorot matanya kini berubah dingin dan tegas.

Ia menggandeng tangan Devon dengan mantap. “Pria ini adalah pewaris Morrix Holdings Corporation. Sekutu yang pas untuk menaikkan derajatku dan membalas para kuman-kuman itu.”

Tanpa menoleh lagi, Lora melangkah keluar dari ruangan. Gaun putihnya menyapu lantai saat ia berjalan menyusuri altar menuju pendeta. Setiap langkahnya terasa seperti pertaruhan hidup.

“Devon, jika kamu memang mau menikahi Queen, kamu harus mengikuti kata-kata pria tua itu nanti. Apa kamu mengerti?”

“Epon ngerti, Queen.”

“Baiklah, bagus. Bersikaplah seperti anak manis selama pengucapan ikrar pernikahan nanti. Dengan begitu, Devon akan memiliki Queen selamanya di sisi Devon. Layaknya King and Queen yang abadi hidup bersama di kerajaan.”

“Seperti kartun Cinderella?”

“Ya, betul sekali. Kamu memang anak pintar,” ucap Lora memujinya.

Devon tersenyum lebar, polos dan tanpa beban. Kontras dengan hati Lora yang tengah dipenuhi bara.

“Ucapkan dengan benar jika kamu ingin Queen belikan lolipop besar nantinya.”

“Yeey… lolipop… lolipop…” gumamnya riang, sebelum akhirnya berdiri tegap di hadapan pendeta, sikapnya mendadak seperti pria dewasa yang siap menikah.

Suara MC menggema memenuhi ruangan.

“Tampaknya pengantin kita begitu terburu-buru ya. Baiklah, saatnya sesi pengantin mengucapkan ikrar pernikahan yang sakral. Kepada dua mempelai, diharap menghadap ke pendeta.”

Bisik-bisik mulai memenuhi gereja. Para tamu saling pandang, kebingungan. Namun Lora berdiri tegak, dagunya terangkat, menantang dunia yang baru saja berusaha merobohkannya.

Di barisan depan, Sinta dan Donni Nugroho terbelalak saat melihat Lora bersanding dengan Devon di atas altar.

“Apa-apaan wanita rendahan itu,” ucap Sinta geram, hendak naik ke altar.

Namun Donni menahannya. “Apa yang akan kamu lakukan? Semua kolega dan rekan bisnis kita ada di sini. Sekarang kamu mau mempermalukan keluarga kita jika kamu mengacaukan acara pernikahan ini?”

“Tapi lihat apa yang dilakukan perempuan rendahan itu, Mas. Dia menikahi pria cacat mental itu!”

“Biarkan saja. Lagi pula apa yang bisa diperbuat dengan pria cacat mental itu? Kita bicarakan ini saat semua acara sudah selesai.”

Sinta menarik napas dalam-dalam, mencoba menelan amarah yang membuncah di dadanya. Namun alih-alih mereda, api itu justru kembali berkobar ketika Vino datang bersama seorang perempuan lain lengkap dengan gaun pengantin, berjalan membelah kerumunan tamu yang menghadiri pernikahan itu.

“Vino?…” gumam Sinta tak percaya. Donni di sampingnya pun tertegun melihat kedatangan adik iparnya.

Vino dan Vely menaiki altar dengan kedua orang tua Vely berjalan di belakang mereka. Dengan senyum penuh kepura-puraan, mereka melangkah menuju pendeta yang baru saja mengesahkan pernikahan Devon dan Lora.

“Vino… Vely? Apa yang mereka lakukan?” ucap Lora, terkejut bukan main saat melihat dua orang itu kini berdiri tak jauh darinya dan Devon yang baru saja resmi menjadi suaminya.

Melihat situasi yang berpotensi menjadi skandal besar, Melani—sekretaris Donni—bergerak cepat. Ia memberi arahan pada MC agar suasana tidak berubah menjadi bahan gosip memalukan.

Setelah menerima instruksi, MC segera bersuara lantang.

“Surprise! Ini adalah kejutan untuk para tamu sekalian—dua pernikahan keluarga Morrix yang disatukan di satu altar, Devon dan Vino. Mari berikan tepuk tangan yang meriah untuk kejutan ini.”

Tepuk tangan terdengar, meski disertai bisik-bisik penasaran dari para tamu. Beberapa bahkan memuji konsep unik tersebut, tanpa tahu bara dendam yang sedang menyala di antara para pengantin.

Vely memandang Lora dengan senyum sinis, menggandeng erat tangan Vino sebelum melenggang ke arah pendeta. Vino sendiri tak berani sedikit pun menatap Lora yang memelototinya dengan mata berkaca-kaca penuh amarah.

Lora menatap mereka dengan kebencian yang mengendap pekat.

“Kamu tidak hanya menyelingkuhiku, Vino, tapi kamu berani-beraninya menodai dan mengacak-acak pernikahan yang seharusnya jadi momen bahagia kita ini. Aku tidak akan tinggal diam. Aku pastikan kalian berdua akan kubuat menderita.” batin Lora bergetar.

Namun tatapannya buyar ketika Fauzi, ayahnya, tiba-tiba berdiri di hadapannya.

“Harusnya kamu berterima kasih kepada adikmu. Berkat dia sekarang aku jadi menghadiri pernikahanmu.” ucap Fauzi dingin.

Rahang Lora mengeras.

“Aku sama sekali tidak mengharapkan kehadiran kalian semua.” ucapnya penuh penekanan.

Devon yang seolah mengerti suasana itu langsung menggenggam tangan Lora erat, seakan menyalurkan keberanian melalui sentuhan polosnya.

Lestari maju selangkah. “Apa kamu senang, Mas, menghancurkan hidup anakmu seperti ini? Kamu memang tidak pantas disebut sebagai ayah.”

Fauzi menyunggingkan senyum tipis. “Memang dia bukan anakku, bukan?” ucapnya santai, membuat Lora dan Lestari mengerutkan kening.

“Apa maksudmu?”

“Sudahlah, kamu pasti tahu maksud suamiku. Tidak perlu berpura-pura bodoh seperti itu.” ucap Maharani angkat bicara.

“Diam dan jaga sikapmu. Ini adalah momen penting untuk anakku.” ucap Fauzi lagi, lalu berjalan melewati mereka untuk berdiri di dekat Vino dan Vely tanpa memperdulikan tatapan penuh pertanyaan dari Lora dan Lestari terhadap apa yang baru saja di katan Fauzi kepeda mereka.

.

.

.

💐💐💐Bersambung💐💐💐

Fitnah apa lagi ini dari mulu jahat pelakor itu ,nggak cukup apa udah ngerebut suami orang 😤

Lanjut Next Bab ya guys😊

Lope lope jangan lupa ya❤❤

Terima kasih sudah membaca bab ini hingga akhir semua ya. jangan lupa tinggalkan jejak yaa, like👍🏿 komen😍 and subscribe ❤kalian sangat berarti untukku❤

1
Allea
mo balas dendam tapi kewaspadaan kurang piye toh thor 🤭
Mila Julia: mo bikin kesel duluuu mbak eee
total 2 replies
Allea
👍👍👍👍👍
Allea
heyyyy Epon kamu ga lelah pura2 terus 🤭
Wulan Azka
dealer beras ? baru kali ini dengar istilah dealer beras 🤔..dealer itu cuma buat kendaraan..kalau beras mah distributor
Mila Julia: tapi makasih sarannya KK ntar di oerbaiki🫶🫶😅
total 2 replies
Allea
Devon kamu pura2 kembali ke usia anak2 kan 😁
Mila Julia: aduhhh bener ngk yaaa🤭🤭
total 1 replies
Allea
jgn2 Devon pergi ninggalin Lora krn Devon kecelakaan y
Mila Julia: iyaa ngk yaaa🤭😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!