NovelToon NovelToon
Tak Setara

Tak Setara

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Lasti Handayani

Aluna hanya ingin bekerja.
Sebagai istri yang terdesak ekonomi, ia tak pernah menyangka dunia kerja akan memberinya lebih dari sekadar gaji—ia menemukan rasa dihargai.
Sampai ia bertemu atasannya.
Pria dingin yang terlalu sering mengkritiknya.
Terlalu sering memanggil namanya dengan nada rendah.
Terlalu sering berdiri lebih dekat dari yang seharusnya.
Aluna sudah menikah.
Dan pria itu telah dijodohkan.
Seharusnya tidak ada yang tumbuh di antara mereka.
Namun setiap sindiran terasa seperti perhatian.
Setiap jarak terasa seperti godaan.
Dan setiap konflik… justru memperdalam sesuatu yang tak boleh ada.
Ketika rumah tak lagi menjadi tempat pulang,
dan kantor menjadi pelarian yang berbahaya—
Aluna harus memilih:
bertahan pada ikatan yang retak,
atau tenggelam dalam cinta yang tak pernah dimaksudkan untuk terjadi.
Karena beberapa pernikahan dimulai bukan dari restu…
melainkan dari keberanian menanggung dosa bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lasti Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menggadaikan Harga Diri

Sejak Aluna mendengar pembicaraan dari balik pintu malam itu. Sejak suaminya berbalik mengandalkannya dalam ekonomi, seolah izin bekerja yang sulit didapatkannya beberapa waktu lalu hanya menjadi cerita lama.

Aluna memantapkan kembali niatnya, mencoba menenangkan degup jantungnya yang berisik, menghela nafas sebelum melanjutkan langkahnya memasuki lift.

Aluna mendatangi kembali Aethera Creative Lab, setelah semalaman begadang hanya untuk memikirkan keputusannya untuk kembali.

Pada akhirnya inilah yang menjadi pilihan terakhirnya.

Walaupun ia harus menggadaikan harga dirinya, bukan karena ingin—keadaan memaksa untuk berpikir realistis.

Saat melewati meja kerja karyawan, semua mata tertuju padanya. Orang-orang bingung melihat Aluna yang tidak terlihat beberapa hari lalu tiba-tiba datang kembali.

Helena berlari kecil menghampiri Aluna, "Kak Aluna akhirnya kembali juga." Ia memeluk Aluna.

"Aku harus ke ruang CEO dulu. Setelah itu kamu baru boleh memberi sambutan selamat datang."

Bibir Helena mengerucut, "semoga Pak Arka masih mau menerima lagi." Matanya berkaca-kaca.

"Makanya doain." Aluna mengedipkan mata lalu melangkah menuju ruang CEO.

Aluna menatap nama yang terpasang di pintu kaca.

Arka Mahendra-CEO.

Ia mengatur nafasnya, kemudian mengetuk pintu. Dari dalam terdengar sahutan, Aluna perlahan masuk.

Ia melihat Arka sedang fokus pada laptopnya.

Tapi tak lama setelah itu, matanya jatuh pada perempuan yang baru saja masuk ke ruangannya.

Arka menutup laptopnya, kini tatapannya tidak beralih.

Aluna berjalan mendekati meja Arka, "mohon maaf, Pak. Kedatangan saya saat ini ingin membicarakan soal surat pengunduran diri saya waktu lalu."

Aluna terlalu takut untuk menatap Arka, pandangannya hanya tertunduk.

"Kenapa kembali setelah mengundurkan diri?" tanya Arka datar.

Aluna sedikit kaget mendengar kalimat Arka, wajahnya langsung menoleh pada pria yang duduk didepannya.

"Maaf. Sepertinya saya berubah pikiran. Saya membutuhkan pekerjaan ini."

Arka terkekeh, "Lalu kenapa mengundurkan diri jika membutuhkan?"

Setiap kalimat yang keluar dari mulutnya, seolah ingin mentertawakan Aluna.

Aluna memendam kesal, namun ia harus profesional dan mengalah demi mendapatkan kembali karirnya.

"Karena saya..." Kalimatnya terhenti.

Arka menunggu kalimat itu.

"Karena saya bodoh."

Arka tertawa lepas.

Aluna menatap sinis, baru kali ini ia melihat bosnya tertawa seperti itu. Ia menahan sabar sedikit lagi sampai ia bisa keluar dari ruangan ini.

Arka berdiri dari duduknya, langkahnya mendekati Aluna yang masih berdiri dengan wajah yang tertunduk.

Aluna reflek mundur ketika matanya melihat sepatu Arka mendekat kearahnya.

Namun tangan Arka lebih dulu menyentuh dagunya, membuat wajahnya yang tertunduk mendongak.

Arka menatapnya serius, "teruslah berbuat bodoh. Jika ingin hidupmu terus menyedihkan."

Aluna menatap mata Arka, mata yang selama ini ia hindari. Jantungnya kembali berdegup tidak teratur.

"Kalau begitu ajari saya menjadi pintar, agar hidup saya jauh lebih baik."

Untuk pertama kalinya, Arka melihat sorot mata yang menantang dari perempuan itu. Mata yang selama ini tidak pernah benar-benar sempat ia tatap. Arka melepaskan jemarinya dari dagu yang sedari tadi ia sentuh.

Setelah Arka menyetujui keputusan Aluna untuk kembali bergabung di Aethera Creative Lab.

Mereka kembali menjadi orang yang hanya sebatas atasan dan karyawan, dan saling bersikap profesional dalam pekerjaan.

***

Di meja kerja, Aluna memberi isyarat pada Helena untuk tidak memberitahu Revan dulu.

Aluna ingin memberikan kejutan pada Revan setelah mendengar cerita dari Helena.

"Kakak tahu gak? Selama kak Aluna nggak ada. Kak Revan jarang ngomong. Kantor terasa sepi kalau dia nggak ngelawak."

Beberapa menit kemudian Revan terlihat keluar dari lift, lalu menuju mesin kopi. Ia menyeduh kopi hitam lalu meminumnya, matanya melirik ke setiap sudut ruangan lalu mata itu akhirnya menangkap sosok yang familiar.

Tiba-tiba Revan tersedak, percikan kopi menyembur sedikit dari mulutnya lalu ia batuk sesaat.

Revan mengusap mulutnya dengan punggung tangannya, matanya kembali pada sosok perempuan yang tengah duduk tidak jauh darinya, yang juga sedang menatapnya, tubuhnya bersandar pada kursi, kedua tangannya menyilang, Aluna mengedipkan matanya pada Revan.

Revan sontak mendekatinya, seolah ingin memastikan bahwa penglihatannya tidak salah dan itu benar-benar Aluna. Perempuan yang ia rindukan, perempuan yang selalu membuatnya ceria.

"Ini aku gak salah lihat kan?" Menatap tak percaya.

Aluna terkekeh, "maaf, Pak. Saya anak baru." Ia mulai bercanda.

Revan tersenyum, "oh anak baru ya? Boleh dong kenalan. Saya adalah atasan kamu—Creative Lead." Revan menyodorkan tangan.

"Saya Aluna. Mohon bimbingannya." Menjabat tangan Revan.

"Semoga yang ini tidak punya suami." Guraunya.

Mereka tertawa bersama.

Revan kembali menjadi orang yang ceria di kantor, setelah beberapa diam dan hanya melakukan pekerjaannya. Walau Helena sudah mencoba untuk mendekatinya, namun sepertinya sosok Aluna tidak bisa menggantikan siapapun.

***

Pukul lima sore setelah semua orang berhenti dari kesibukannya masing-masing.

Saat akhirnya suara keyboard yang saling beradu itu hening. Saat akhirnya meja-meja yang berderet itu ditinggalkan pemiliknya.

Aluna mengemasi beberapa barangnya, sebelum akhirnya ia menekan tombol lift.

"Hei." Suara itu mengejutkan lamunannya.

"Mau langsung pulang?" tanya Revan.

Aluna terdiam sesaat, mendengar 'pulang' ia langsung teringat mertua dan segala celotehannya.

"Mungkin mau jalan-jalan sebentar." Kalimat yang akhirnya keluar.

"Sekalian cari makan malam aja." Usulnya

Setelah mengiyakan ajakan Revan mereka mancari Helena di lobby parkir, Aluna ingin mengajak Helena karena ingin menghindari gosip.

Lampu-lampu tergantung cantik disetiap sudut jalan. Pemandangan gerobak dan gerai berjejer rapi memadati tempat kuliner itu.

Orang-orang berjalan santai sambil menikmati jajanan. Aroma bumbu dan rempah tercium sepanjang jalan, asap yang mengepul dari beberapa gerai membuat pandangan sedikit kabur.

Mereka bertiga duduk di gerai bebek Madura, setelah berjalan cukup lama hanya untuk memilih makanan apa yang cocok.

Revan mulai memesan tiga porsi kepada penjual.

Beberapa menit kemudian, bebek bumbu Madura mendarat diatas meja masing-masing.

"Kalian tahu gak?" Revan berbicara disela makannya.

Hening.

"Oy... Kita menunggu." Balas Aluna kesal.

Helena terkekeh.

"Oh.. maaf sampai lupa sangking enaknya," lanjut Revan setengah bercanda.

"Perusahaan akan mengadakan Annual Creative Retreat."

Aluna terperanjat, ia menghentikan sendoknya. "Oh ya? Kapan?"

"Sepertinya Minggu depan." Revan mengunyah dengan lahap.

"Wah harus persiapan nih." Sela Helena.

Revan menyedot jus jeruk, "dan ini adalah pengalaman pertama kamu kan, Aluna."

"Sepertinya aku tidak terlihat disini." Tiba-tiba Helena menyela kalimat Revan.

Revan seketika menoleh pada helena, "eh iya. Ini juga akan menjadi pengalaman pertama kamu ya, junior." Revan tersenyum.

Setelah diam beberapa saat, "biasanya siapa saja yang akan bergabung?" Tanyanya ragu.

"Tim kreatif, tim strategi dan konsep, management dan pimpinan, dan tim pendukung kreatif."

Jelas Revan.

Aluna mengangguk paham.

"Pak Arka, bagaimana?"

"Biasanya beliau hanya muncul dua sampai tiga kali."

"Memangnya berapa lama acaranya?" tanya Helena.

"Lima sampai tujuh hari," jawab Revan.

Aluna mengaduk-aduk makanannya.

Pikirannya kembali teringat kejadian malam itu dan sikap bosnya yang hanya diketahui olehnya.

Aluna memikirkan akan banyak interaksi bersama bosnya disana.

Aluna sebisa mungkin ingin menghindarinya.

"Kak Revan."

Revan menoleh pada Aluna.

"Sebelum ada saya, selama acara berlangsung. Biasanya Pak Arka lebih banyak berinteraksi dengan siapa selama disana?" Tanyanya. penasaran. "Apa sering bersama content writer?" Lanjutnya.

Revan berpikir sesaat mencoba mengingat-ingat. "Justru aku yang sering berinteraksi dengan content writer."

"Pak Arka lebih sering bersama klien."

Aluna merasa sedikit lega mendengarnya.

Ia melanjutkan makannya.

"Memangnya kenapa?" tanya Revan.

"Ngga apa-apa. Cuma tanya."

"Kamu takut dengan Pak Arka, ya," rayu Revan.

"Hanya tidak ingin di kritik oleh beliau."

Helena yang dari tadi memperhatikan tiba-tiba nyeletuk. "Sering dikritik bos, lama-lama jatuh cinta."

Revan dan Aluna tersedak bersamaan.

1
Gira Hurary
sukaaaa alurnya... author ini berani beda, tetep semangat ya thor
Lass96: Terima kasih atas dukungannya 🤍
total 1 replies
Gira Hurary
semangaaaat
Rini
Lanjut thor🤭
Rini
Baru diawal bagus bgt, setiap kata-katanya tersusun rapi mudah dipahami😍 semangat thor💪
Lass96: Terima kasih atas dukungannya 🤍
total 1 replies
Annida Annida
lanjut tor
Dian
lumayan bagus
Lass96: Terima kasih sudah membaca dan berkomentar. Senang sekali kalau ceritanya bisa kamu nikmati.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!