NovelToon NovelToon
Cinta Berlabuh Satu Pelabuhan

Cinta Berlabuh Satu Pelabuhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mutiara Wilis

Kaniya, seorang wanita muda yang berani, menolak perjodohan yang diatur oleh orang tuanya. Dia kabur dari rumah dan mencari perlindungan di perusahaan tempatnya bekerja. Di sana, dia bertemu dengan atasannya, Agashtya, yang juga kabur dari perjodohan orang tua. Mereka berdua bekerjasama untuk menjaga rahasia masing-masing, tapi suatu malam, mereka tak sengaja tidur bersama.

Beberapa bulan kemudian, mereka berdua terkejut ketika mengetahui bahwa orang yang dijodohkan oleh orang tua mereka tak lain adalah mereka sendiri. Kaniya dan Agashtya harus menghadapi kenyataan bahwa mereka telah jatuh cinta, tapi adakah kesempatan bagi mereka untuk bersama? Dan apa yang terjadi ketika adik mereka, Bintang dan Shanaya, juga saling jatuh cinta satu sama lain?

Kaniya dan Agashtya duduk di ruang kantor, mencoba memahami situasi mereka.

"Apa bapak percaya ini?" tanya Kaniya, suaranya hampir tidak terdengar

Agashtya menggelakkan kepalanya. "Saya tidak tahu apa yang harus dikatakan. Aku tidak pernah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Wilis , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjalanan Menuju Agra

   Agashtya dan Bintang akhirnya tiba di Bandara New Delhi pagi ini, setelah penerbangan yang melelahkan dari Jakarta. Mereka langsung saja mencari taxi umum menuju Agra.

"Chacha, Agra taksi kitna paisa lagega? (Paman, taksi ke Agra berapa tarifnya ya?“ tanya Bintang pada sopir taxi

Sopir taxi tersenyum, "Agra sir? Se tak 3-4 ghante lagega. Main 2500 rupaye doonga, chaloge... (Agra, sir? 3-4 jam perjalanan. Saya kasih harga 2500 rupee...)"

Agashtya dan Bintang saling pandang, lalu Agashtya mengangguk. "Oke, 2000 rupee," ucapnya kemudian

Sopir taxi tersenyum, "Deal, sir! Baitiye sir, main abhi aap sabko Agra chhod deta hoon... (Deal, sir! Ayo naik, saya akan mengantarkan tuan-tuan ke Agra sekarang juga...)"

    Mereka berdua naik ke dalam taxi, dan perjalanan menuju Agra dimulai. Pemandangan pagi di India Utara menyambut mereka, dengan sawah-sawah hijau dan bangunan-bangunan kuno yang klasik.

Bintang memegang tangan Agashtya, "Kita hampir sampai, Dadi Maa sudah menanti kita, bhaiya. Gak usah khawatir berlebihan, daddy bilang dadi maa sudah membaik..."

 Agashtya tersenyum, "Aku tahu, Bintang..."

     Sementara itu sopir taksi itu pun tampak sedikit heran mendengarkan perbincangan kedua anak muda yang saat ini menumpang di mobil taksinya. Dia heran dikarenakan keduanya memiliki wajah khas India namun faseh berbicara dengan bahasa Indonesia.

    Agashtya dan Bintang tampak menikmati perjalanan mereka, memandang setiap pemandangan yang tersaji di sepanjang kota New Delhi dan beberapa kota lainnya yang mereka lewati. Mereka pun kagum melihatnya, dikarenakan mereka jarang berkunjung ke India sebelumnya, hanya terakhir kali disaat mereka masih remaja.

"Wah, lihat itu, Bin. Kuil Lotus..." seru Agashtya menunjuk ke luar jendela

Bintang tersenyum, "Pemandangan disini indah, ya bhai?"

   Agashtya bergumam jika suatu hari nanti dia akan membawa Kaniya berkunjung ke India, Bintang pun tersenyum dan menepuk bahu Agashtya dengan bangga.

"Suatu hari nanti aku ingin membawa Kaniya berkeliling India...." gumam Agashtya dengan pandangan yang menerobos batasan yang begitu jauh

Bintang tersenyum, "Semoga impianmu terwujud bhai..."

...****************...

     Di sisi lain Kaniya pagi ini tengah bersiap-siap untuk menuju ke kantor seperti biasa, namun disaat sedang bersarapan bersama, baru tiga suapan Kaniya sudah merasa mual, sehingga membuat Pak Baskara, Bu Anandika, dan Shanaya memandang ke arahnya seketika.

 "Kan, kamu kenapa? Masih sakit, mendingan gak usah kerja dulu deh ya..." tanya Bu Anandika dengan nada khawatir

Kaniya menggenggam perutnya, "Aku...aku gak tahu, Ma. Aku ngerasa masih kurang enak badan..."

Pak Baskara segera berdiri, "Sebaiknya kita panggil dokter saja..."

 Shanaya juga ikut khawatir, "Iya, Kak... Kamu jangan dipaksakan kalau masih gak enak badan..."

Kaniya tersenyum dan menjawab, "Gak usah, gak usah, aku baik-baik aja. Gak usah khawatir..."

 Mereka pun kembali melanjutkan sarapan mereka bersama, setelah itu Kaniya berpamitan lebih awal pada keluarganya untuk menuju kantor.

"Aku berangkat dulu, ya pah mah Shan..." ucapnya sambil mencium pipi dan punggung tangan kedua orang tuanya

Pak Baskara menambahkan, "Iya, hati-hati di jalan, Kan..."

Shanaya melambaikan tangan, "Bye, kak. Semangat kerjanya...!!"

Kaniya mengangguk dan membalas dengan senyuman pada Shanaya. Tapi satu hal yang Kaniya lupa, yaitu dia meninggalkan obat yang diberikan oleh Bintang kemarin siang. Setibanya di kantor, ia tampak kebingungan mencari-cari keberadaan Agashtya yang tak kelihatan sama sekali pagi ini.

"Hmm, di mana Pak Agashtya ya?" gumamnya pada diri sendiri

Kaniya memutuskan untuk menghubungi Agashtya lewat pesan WhatsApp. "Kak Agas, kamu di mana?"

Sementara itu Alex yang baru saja selesai mengurus beberapa file di ruangan Agashtya, pun saling sapa dengan Kaniya begitu melihat Kaniya berdiri di depan ruangan Agashtya tampak seperti kebingungan. Alex pun mengatakan bahwa Pak Agashtya saat ini sedang pergi ke luar negeri dikarenakan neneknya terkena serangan jantung.

Kaniya pun terkejut, "Apa?! Neneknya Pak Agashtya?Kapan?"

Alex membenarkan, "Iya, bu. Tepat semalam kejadiannya, Pak Agashtya mendapat kabar itu dan langsung berangkat ke India..."

Kaniya merasa ada yang tidak beres, "Tapi...aku tidak tahu apa-apa mengenai kabar ini..."

Alex pun berkata, "Mungkin Pak Agashtya belum sempat memberitahu, Bu. Dikarenakan begitu tiba di rumah, dia langsung terburu-buru menuju bandara bersama adiknya..."

Kaniya pun hanya tertegun, namun rasanya seperti kehilangan separuh nafasnya, namun ia sendiri tak mengerti akan perasannya itu terhadap Agashtya.

"Ooh... mungkin begitu," ucapnya dengan suara yang hampir tak terdengar

Alex memperhatikan Kaniya, "Bu, anda baik-baik aja?"

Kaniya memaksa senyum, "Aku...aku baik-baik aja, Pak Alex."

Alex pun berkata dalam hati, 'Aku tahu kalian sebenernya saling mencintai satu sama lain, cuma aja kalian masih malu-malu guguk hihihihi...'

Ekspresi bulan sabit melengkung di bibirnya membuat Kaniya salah tingkah dan berkata, "Oh maaf, kalau begitu saya permisi kembali ke ruangan saya, Pak..."

Alex pun menjawab dengan ramah dan santun, "Iya, mari bu Kaniya, jangan lupa minum obat ya, bu..."

Seketika Kaniya pun teringat akan obatnya yang ternyata tidak ia bawa saat ia merogoh ke dalam tas totebag brandednya.

"Aduh, obatku...aku lupa bawa," ucapnya terkekeh

Alex pun mengernyitkan dahinya seketika, namun Kaniya tetap berpamitan untuk kembali ke ruang kerjanya, sehingga Alex pun hanya berdiri tak bergeming sama sekali. Tak lama kemudian, Alex pun menghubungi Bintang, menanyakan soal obat untuk Kaniya apakah ada stok.

Akhirnya Bintang yang masih berada di dalam mobil bersama Agashtya pun menjawab bahwa semua stok obatnya ada di nakas meja dekat ranjangnya, dimana terdapat sebuah kotak seperti koper berukuran kecil, dikarenakan Bintang tak membawa semua peralatan medisnya ke India.

"Kamu cek aja kotak obat di atas nakas kamar saya, ada koper kecil berwarna putih. Nah ambil aja nanti obat tablet tambah darah 1 kaplet, tablet kalsium 1 kaplet, dan juga tablet anti mual 1 kaplet..." kata Bintang melalui panggilan WhatsApp

Alex pun menjawab, "Ok, siap Mas Bintang. Saya segera ke TKP..."

Agashtya yang mendengarkan obrolan telepon singkat antara Bintang dan Alex pun menjadi khawatir dan bertanya, "Ada apa dengan Kaniya?"

Bintang pun menjawab dengan tersenyum hangat, "Kaniya kelupaan bawa obatnya ke kantor..."

Agashtya mengembuskan napas lega, "Oh, itu saja. Aku khawatir jika ada apa-apa dengannya..."

Sopir taksi itu tampak bingung mendengarkan percakapan beda bahasa dua orang pemuda yang tengah menumpangi taksinya saat ini. Perjalanan mereka pun sudah memasuki kota Greater Noida, hanya tinggal beberapa kota lagi yang belum dilewati oleh mereka, yaitu kota Aligarh dan Mathura, baru akhirnya tiba di kota Agra.

Agashtya memandang ke luar jendela, "Kita sudah dekat, Bin. Semakin cepat semakin baik..."

Bintang mengangguk, "Iya, bhai. Aku juga pengen cepat sampai rasanya capek banget..."

Agashtya dan Bintang memandang beberapa bangunan pencakar langit di kota Greater Noida, kawasan bergengsi seperti mall, pemandangan hijau, taman bermain lainnya dan sebuah patung Buddha yang berada di tengah kota. Mereka berdua pun merasa kagum dengan kampung halaman mereka.

"Wah, Greater Noida semakin maju ya," ucap Bintang kagum

Agashtya mengangguk, "Iya, aku juga ngerasa bangga sama kampung halaman kita..."

Walaupun jalanan tampak macet pagi ini, namun bagi kedua pemuda ini tak ada ruginya karena bisa memandang pemandangan yang berada di depan mereka. Banyak orang berlalu lalang menuju ke pusat perbelanjaan yang tadi mereka lewati dan banyak para pekerja dan anak-anak sekolah tengah memadati badan jalan.

"Hidup emang gak bisa diprediksi ya, Bin," ucap Agashtya sambil tersenyum saat melihat mobil bud sekolah yang membawa anak-anak tingkatan SD melintas di hadapan mobil mereka

Bintang membalas, "Iya, bhai. Hidup emang penuh kejutan..."

Agashtya pun berkata, "Rasanya baru kemaren sore kita seusia mereka, gak terasa sekarang kita udah dewasa..."

Bintang pun tersenyum dan mengangguk, "Iya, bhai. Waktu berputar begitu cepat..."

Mereka berdua terdiam sejenak, menikmati pemandangan dan kenangan masa lalu.

Sopir taksi yang membawa mereka pun hanya terdiam saja, namun mendengarkan obrolan mereka dengan ekspresi penuh tanda tanya.

"Aap kis baare mein baat kar rahe hain? (Apa yang sedang mereka bicarakan sebenarnya?)" ucap sopir taksi dalam hati

Ia pun akhirnya memberanikan diri untuk memulai pembicaraan dalam bahasa Hindi. Orang bangsa India Utara tergolong pada bahasa Hindi secara internasional dan memiliki kehidupan yang sudah modern dan bersih tidak seperti India bagian Selatan, Tengah, Timur dan Nepal yang berdiri mandiri sama seperti jika di negara kita Indonesia dengan Malaysia.

"Maaf keejiyega sir, agar aap bura na maanein to kya main poochh sakta hoon ki aap log mishrit vivaah se hain ya kaise? (Maaf tuan, jika boleh tahu apakah kalian ini keturunan mix married atau bagaimana?)" tanya sopir taksi itu dengan wajah penuh tanda tanya

Bintang pun tersenyum hangat barulah ia menjawab dengan santun.

"Nahin saab, hum mool roop se Bhaarateey mool ke hain, lekin hamaare maata-pita bahut samay se Indoneeshia mein base hue hain... (Oh tidak pak, kami asli keturunan India, tapi kedua orang tua kami sudah lama menetap di Indonesia...)"

Agashtya pun menambahkan, "Haa, sir, bas kaam waam chal raha hai...(Ya, Pak, kira-kira begitulah lebih tepatnya urusan pekerjaan...)" timpal Agashtya

Sopir itu pun manggut-manggut setelah menerima jawaban mengenai rasa penasarannya itu.

Sopir itu pun menjawab, "Theek hai, main apana parichay detee hoon, mera naam Seeraje Kapoor hai...(Oh ok, jika begitu, perkenalkan namaku Seeraje Kapoor...)" ucapnya sembari tersenyum hangat

Agashtya dan Bintang pun tersenyum ramah bersamaan, mereka pun juga memperkenalkan diri mereka masing-masing secara bergantian.

"Namaste, mera naam Agastya Wira Vijaya hai aur yeh mera chhota bhai, Bintang Anggara Vijaya hai...(Salam kenal, namaku Agashtya Wira Wijaya dan dia adalah adik laki-laki ku, Bintang Anggara Wijaya...)" ucap Agashtya memperkenalkan dirinya dengan ramah

"Namaste, mera naam Bintang Anggara Vijaya hai... (Salam kenal, namaku Bintang Anggara Wijaya...)" imbuh Bintang dengan senyuman ramah

Sopir itu pun tersenyum dan teringat akan seseorang yang bermarga Wijaya yang terkenal sebagai pemilik industri perfilman terkaya dan terkenal di Agra. Seseorang itu tak lain adalah Sanjeeta Wijaya yang tak lain adalah dada pa Agashtya dan Bintang.

"Aapamen disha mein rahane vaale log indoneshiya ke vijaya upanaam se jaane jaate hain, kya aap shree Sanjeeta Vijaya ke pote-potee hain? (Kalian dari Indonesia dengan marga Wijaya, apa kalian cucu dari tuan Sanjeeta Wijaya?)"

Bintang pun tersenyum dan menjawab, "Jee haan, ham shree Sanjeeta Vijaya ke pote-potee hain...(Ya pak, kami adalah cucu tuan Sanjeeta Wijaya...)"

Pak Serajee pun tampak berbinar sembari meng geleng-geleng kan kepalanya ala-ala orang India pada umumnya dan berkata, "Bahut badhiya, aap jaise sammaaniya logon se milkar mujhe bahut khushi aur saubhagya mahsoos ho raha hai...(Luar biasa sekali, suatu keberuntungan bagi saya bisa bertemu dengan orang terhormat seperti kalian...)"

Agashtya dan Bintang hanya tersenyum satu sama lain. Tanpa terasa perjalanan mereka pun mulai memasuki wilayah kota Aligarh.

Bersamboo dulu ya...🤭🌹

Ok guys ini dibab ini kita jalan-jalan pokoknya yah... 🤭🌹

Visualnya gerbang tol pusat kota Greater Noida...

Visualnya salah satu plaza yang berada di Greater Noida...

Visualnya Pari Chowk atau lebih tepatnya Bundaran Peri ya guys yah...

Visualnya Pak Serajee Kapoor ya guys yah...

Visualnya Agashtya dan Bintang yang tengah berada di dalam taksi. (Agashtya kiri dan Bintang kanan jaket putih...)

1
Alfaredo
keren, jadi berasa ikut jln² rsnya bca novel ini. trs smngt thor
Mutiara Wilis 🌹: Thanks kak 🙏
total 1 replies
Yogitha Ratnajyoti ❤
keren quotes nya kk thor 😍
Mutiara Wilis 🌹: Makasih kak thor... 🙏🌹
total 1 replies
Yogitha Ratnajyoti ❤
Akhirnya mereka sah juga tunangin, alex bau2nya ketemu sama belahan jiwanya nih tapi absurd bet dah dia masa monkey sampe dibawa2 🤭
btw thor belum mau tamat kan yh? kok kyk bau2 mau ending gituh?
Mutiara Wilis 🌹: Iya kak, datang ya ke kondangan hari H nya nanti 🙃
Iyups...betul alex dapet bidadari jatuh dari pesawat india 🤭
Belum kok kak masih panjang kan gak lucu baru berapa eps udah tamat aja... 🤣🙃🤭🌹💃
total 1 replies
Yogitha Ratnajyoti ❤
Dum tara ra ra ra dum...tapasha semoga kau terhindar dari pandangan mata jahat,,, 🤣🤭
Mutiara Wilis 🌹: Ya ampun kak, jadi keinget neneknya tapasha ya... 🤣🙃
Tapi nenek yg ini gak jahat kayak neneknya tapasha kok... 🤭
total 1 replies
Yogitha Ratnajyoti ❤
astoge alex masih sempet2nya bercanda, ampun deh alex makin ngefans deh sama kamuu,,, 🤣🤭
Mutiara Wilis 🌹: Kayaknya banyak ya yg ngefans sama si alex 🤣
total 1 replies
Luvita Sari
lah lngsung sehat nih nenek2 begitu dibilang mau dikenalin ama cewenya Agastya lngsung gitu otw indo demi ketemu ama tuch cwe🤣
Luvita Sari: hahaha...ngadi2 nih kak thor 🤭
total 2 replies
Barat laut menuju chang'an
alexxx.....
Mutiara Wilis 🌹: Ok deh makasih 😍 ntar lagi aku bakal launchingin bab alex nemu bidadari 🤭🙃
total 3 replies
Barat laut menuju chang'an
lanjuttt
Mutiara Wilis 🌹: Ok kak
total 1 replies
Barat laut menuju chang'an
Wahh cerita seruuu lanjutt baca
Barat laut menuju chang'an: iyaa sama sama
total 2 replies
Luvita Sari
duh greget sama tante anindika dech galak banget jadi emak" 🙄
Mutiara Wilis 🌹: Sudah karakter masing2 kak 🤭🙃🌹
total 1 replies
Yogitha Ratnajyoti ❤
mkin seru nih thor 😍🔥
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih... 🙏😍🌹
total 1 replies
Yogitha Ratnajyoti ❤
knp hrs bohong soal identitas dirinya sih greget dehhh
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...😆🙃🤭
total 1 replies
Yogitha Ratnajyoti ❤
wah agashtya nya ganteng thor 😍
Yogitha Ratnajyoti ❤: owh...
total 2 replies
Yoyoh Tania
si alex udh plng tau aja yh thor, korban dracin dia mah 🤭
Mutiara Wilis 🌹: Wkwkwk...sama aja aku juga sering nongki disana...🤣🤭
total 3 replies
Yoyoh Tania
ngefans nih sm karakter alex gokil orgnya 🤭
Yoyoh Tania
Kaniya unik tapi gesit yh kk thor 🤭
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...iya kak...🤭
total 1 replies
Yoyoh Tania
izin mampir yh kk thor, cmngutz 💪🔥
Mutiara Wilis 🌹: Monggo, silahkan kak, makasih kak 🙏😍🌹
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih paman 🙏
total 1 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Mutiara Wilis 🌹: Belum ada ide lagi om 🙏🙃
total 1 replies
fatih faa
visual kaniya mana thor
Mutiara Wilis 🌹: Ada kak di bab bagian hasil casting
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!