Di dunia yang dipenuhi para ahli bela diri dan kultivator kuat, Goo Yoon hanyalah seorang pemuda biasa yang bahkan tidak mampu mengalahkan murid terlemah di sekte.
Namun Goo Yoon memiliki satu hal yang tidak dimiliki orang lain—tekad yang tidak pernah patah.
Setelah terus dipermalukan dan diremehkan, suatu hari ia menemukan sebuah seni bela diri kuno yang telah lama hilang. Seni tersebut dikenal sebagai Teknik Pedang Dewa Gila, sebuah kekuatan yang bahkan para master legendaris tak mampu kuasai.
Dengan latihan yang penuh darah, rasa sakit, dan kegagalan, Goo Yoon perlahan berubah.
Dari seorang pemuda lemah…
Menjadi legenda yang ditakuti seluruh dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jenih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21: Bayangan dari Masa Lalu
Angin malam berhembus pelan di lembah gunung yang sunyi. Api unggun kecil menyala di tengah perkemahan sederhana. Cahaya oranye dari api memantul di wajah Goo Yoon yang sedang duduk bersila.
Pedangnya tergeletak di sampingnya.
Sudah tiga hari sejak ia meninggalkan kota terakhir setelah ujian berat melawan para bandit yang dipimpin pendekar kuat dari Sekte Bayangan Hitam. Pertarungan itu hampir merenggut nyawanya.
Namun Goo Yoon masih hidup.
Dan sekarang, tubuhnya terasa jauh lebih kuat.
Ia perlahan menarik napas panjang lalu menghembuskannya.
Energi dalam tubuhnya mengalir seperti sungai yang tenang.
“Aku sudah jauh lebih kuat dibandingkan sebelumnya…” gumamnya pelan.
Namun di dalam hatinya, Goo Yoon tahu satu hal.
Kekuatannya masih belum cukup.
Dunia ini luas. Di luar sana ada banyak pendekar yang jauh lebih kuat darinya.
Ia mengangkat pedangnya lalu menatap pantulan cahaya api di bilahnya.
Pedang itu sudah menemaninya sejak awal perjalanan.
Saat ia masih seorang pemuda lemah yang bahkan hampir tidak bisa mengalahkan seorang bandit biasa.
Tiba-tiba—
Krek…
Suara ranting patah terdengar dari balik pepohonan.
Mata Goo Yoon langsung terbuka.
Tatapannya berubah tajam.
“Ada orang.”
Ia berdiri perlahan.
Langkah kaki mendekat dari kegelapan hutan.
Beberapa detik kemudian, tiga sosok muncul dari balik bayangan pohon.
Mereka mengenakan pakaian pendekar.
Dan simbol di dada mereka membuat mata Goo Yoon menyipit.
Simbol naga hitam melingkar.
“Sekte Naga Hitam…” gumam Goo Yoon.
Salah satu dari mereka maju selangkah. Seorang pria bertubuh tinggi dengan wajah dingin.
Ia menatap Goo Yoon dari atas sampai bawah.
“Jadi kau Goo Yoon.”
Nada suaranya datar, tapi penuh tekanan.
Goo Yoon tidak menjawab.
Tangannya perlahan menggenggam gagang pedang.
Pria itu tersenyum tipis.
“Jangan tegang. Kami hanya ingin memastikan sesuatu.”
“Apa?”
Pria itu menatap tajam ke mata Goo Yoon.
“Kami ingin memastikan apakah rumor itu benar.”
“Rumor?”
Pria itu berkata pelan.
“Bahwa ada seorang pendekar muda yang mengalahkan murid Sekte Bayangan Hitam sendirian.”
Suasana tiba-tiba terasa berat.
Goo Yoon akhirnya mengerti.
Jadi kabar pertarungan itu sudah menyebar.
Pria itu kembali berkata.
“Jika rumor itu benar…”
Matanya menyipit.
“…kau mungkin layak menjadi ancaman.”
Dua orang di belakangnya langsung mengeluarkan pedang.
Cahaya tajam memantul di udara malam.
Goo Yoon menarik napas pelan.
Dalam hatinya ia menghela napas.
“Kenapa setiap perjalanan selalu berakhir dengan pertarungan…”
Namun tubuhnya sudah siap.
Tangannya mencabut pedang.
Sreet—
Suara bilah pedang keluar dari sarungnya terdengar jelas.
Api unggun berderak pelan di tengah keheningan.
Pria dari Sekte Naga Hitam berkata dingin.
“Serang.”
Dua murid langsung melesat maju.
Langkah mereka cepat seperti angin.
Pedang pertama datang dari kanan.
Clang!
Goo Yoon menangkisnya dengan satu gerakan halus.
Percikan api kecil muncul saat dua pedang bertabrakan.
Pedang kedua langsung menyusul dari kiri.
Namun Goo Yoon sudah bergerak lebih cepat.
Tubuhnya berputar.
Pedangnya menyapu udara.
Slash!
Salah satu murid mundur beberapa langkah dengan wajah kaget.
“Apa—?!”
Ia tidak menyangka Goo Yoon bisa membaca gerakannya begitu mudah.
Goo Yoon berdiri tegak dengan pedang di tangannya.
Tatapannya tenang.
Namun energi yang terpancar dari tubuhnya sekarang berbeda dari sebelumnya.
Pria pemimpin dari Sekte Naga Hitam menyipitkan mata.
“Menarik…”
Ia akhirnya mencabut pedangnya sendiri.
Suara logam tajam terdengar.
“Kau memang bukan pendekar biasa.”
Aura kuat perlahan keluar dari tubuhnya.
Tanah di sekitar kakinya bahkan sedikit bergetar.
Goo Yoon merasakan tekanan itu.
Pendekar ini…
Jauh lebih kuat dari dua murid tadi.
Namun anehnya—
Goo Yoon tidak merasa takut.
Sebaliknya, darahnya justru terasa mendidih.
Ia akhirnya tersenyum kecil.
“Kalau ingin bertarung…”
Goo Yoon mengangkat pedangnya.
“…datang saja.”
Mata pria itu langsung berubah tajam.
Detik berikutnya—
WHOOSH!
Tubuhnya menghilang dari tempatnya berdiri.
Pedangnya datang seperti kilat menuju Goo Yoon.
Clang!!!
Suara benturan pedang menggema keras di lembah.
Gelombang energi menyebar ke sekeliling.
Api unggun langsung padam karena tekanan angin.
Kegelapan menyelimuti hutan.
Namun di tengah kegelapan itu—
Dua bayangan pedang terus bergerak cepat.
Pertarungan sengit telah dimulai.
Dan Goo Yoon belum tahu…
Bahwa pertemuan malam ini akan membawanya lebih dekat pada rahasia besar tentang dunia para pendekar.
Rahasia yang bahkan berkaitan dengan masa lalunya sendiri.
yg bner mn nih?
Hubungannya dengan gurunya membuat aku nostalgia sama guruku /Determined/