NovelToon NovelToon
Transmigrasi Menjadi Bocah

Transmigrasi Menjadi Bocah

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Transmigrasi / Romansa Fantasi
Popularitas:35.7k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Alena Alexandria, sang hacker jenius yang ditakuti dunia bawah tanah, tewas mengenaskan dalam pengejaran maut.

Bukannya menuju keabadian, jiwanya justru terlempar ke dalam tubuh mungil seorang bocah terlantar berusia lima tahun.

​Sialnya, yang menemukan Alena adalah Luca, remaja 17 tahun berhati es, putra dari seorang mafia dari klan Frederick.

​"Jangan bergerak atau aku akan menembakmu," desis Luca dingin sambil menodongkan senjata ke arah bocah itu.

"Ampun, Om. Maafkan Queen," ucapnya, mendongak dengan mata berkaca-kaca.

"Om?"

Dapatkah Alena bertahan hidup sebagai bocah kesayangan di sarang mafia, ataukah Luca akan menyadari bahwa bocah di pelukannya adalah ancaman terbesar yang pernah masuk ke kediaman Frederick?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23

"Tidak. Jawabannya tetap tidak, Ma."

Luca menyilangkan tangan di depan dada. Ia tengah berdiri dengan rahang yang mengeras.

Di hadapannya, Ava dengan tas tangan bermerek dan kacamata hitam yang sudah bertengger di kepala, siap untuk pergi ke suatu tempat.

"Luca, ini butik di pusat kota Milan. Mama hanya ingin mengajak Queen membeli beberapa gaun dan boneka. Kasihan dia, setiap hari hanya melihat dinding beton dan kebun anggur," bujuk Ava.

Baginya, memperlakukan Queen seperti ini adalah sesuatu yang tak dibenarkan.

"Untuk apa? Kalau dia butuh baju, aku bisa membeli butiknya sekalian. Kalau dia butuh mainan, aku bisa membeli pabriknya sekarang juga. Dia tidak perlu keluar rumah dan mengambil risiko," sahut Luca dingin.

Plak!

"Aduh! Ma!" Luca meringis sambil memegangi kepalanya yang baru saja terkena hantaman tas tangan Ava.

"Kau ini benar-benar titisan papamu! Dingin dan tidak punya perasaan!" seru Ava kesal. "Queen itu anak kecil, Luca! Dia butuh hiburan, butuh melihat dunia, bukan dikurung di sini seperti tawanan perang!"

Luca mengusap kepalanya, matanya menatap tajam ke arah jendela. "Biarkan saja. Dia terlalu mahal untuk dibiarkan berkeliaran di jalanan Milan."

Ava menyipitkan mata, menatap putranya dengan selidik. "Mahal? Kenapa? Karena kecerdasannya yang luar biasa itu?"

"Ya," jawab Luca singkat tanpa ragu. "Dia aset. Dia kunci untuk banyak hal yang bisa menghancurkan atau membangun sebuah klan. Aku tidak akan membiarkan aset sepertinya hilang atau rusak."

Di balik dinding yang memisahkan ruang tengah, Queen berdiri mematung. Jemari mungilnya yang tadi hendak melambai pada Ava kini terkepal kuat.

Jiwa dewasa Queen merasa dadanya sesak oleh amarah yang tiba-tiba membuncah.

"Aset? Jadi selama ini dia melindungiku, mengobatiku, bahkan menyuapiku hanya karena aku aset yang berguna untuk bisnisnya? Bajingan. Dia sama saja dengan Sean Harley. Bedanya hanya Sean ingin merampokku, sementara Luca ingin memilikiku sebagai koleksi berharganya," batin Queen sedih.

Tanpa menunggu lebih lama, Queen berbalik dan berlari kecil menjauh sebelum air mata yang tidak seharusnya ada itu jatuh.

Dia merasa bodoh karena sempat berpikir bahwa perhatian Luca adalah bentuk ketulusan.

Sementara itu, di ruang tengah, Luca masih melanjutkan pembicaraannya dengan sang ibu.

"Dia aset yang sangat berharga, Ma... sekaligus sesuatu yang paling berharga yang harus aku lindungi dengan nyawaku sendiri. Aku tidak peduli soal kodenya, aku hanya ingin dia tetap aman karena dia... dia adalah Queen."

Ava tertegun melihat kesungguhan putranya. Senyum kecil muncul di bibirnya.

Akhirnya, putranya benar-benar sudah dewasa dan mulai membuka hati. Meskipun sebenarnya salah, karena Luca posesif pada bocah lima tahun.

"Kenapa tidak bilang begitu dari tadi, Luc? Kau selalu saja bicara seperti mesin."

Luca membuang muka, telinganya memerah. "Sama saja. Intinya dia tidak boleh keluar."

Namun, Luca tidak tahu bahwa kesalahpahaman telah menanam benih pemberontakan di hati sang jenius kecil.

*

*

Satu jam kemudian, suasana villa tampak tenang. Luca sedang berada di ruang pemantauan bersama Bobby, sementara Ava sedang menelepon rekannya di taman belakang.

Para pengawal sedang dalam jam pergantian shift, membuat penjagaan di pintu samping sedikit melonggar selama beberapa menit.

"Kalian pikir aku barang dagangan? Baiklah, nikmati saja aset kalian yang hilang ini," gumam Queen penuh dendam.

Egonya sebagai Alena Alexandria yang mandiri bangkit. Sejak menjadi bocah, emosinya memang lebih tidak stabil, dan rasa kecewa ini membuatnya bertindak tanpa logika panjang.

Dengan lincah, ia merangkak melewati celah pagar tanaman yang pernah ia amati sebelumnya. Tubuh kecilnya memberikan keuntungan, ia bisa menghilang di antara rimbunnya daun laurel.

Begitu berhasil keluar dari perimeter villa, Queen berlari menuju jalan setapak yang menuju ke arah hutan kecil sebelum mencapai jalan raya. Dia tidak peduli di mana dia berada. Yang dia tahu, dia harus jauh dari Luca Frederick.

"Aku akan mencari cara kembali ke identitas asliku sendiri. Aku tidak butuh pelindung yang hanya menganggapku alat!" teriaknya dalam hati.

Napas bocah itu mulai tersengal. Kaki kecilnya mulai terasa pegal, dan daster pink-nya tersangkut semak berduri. Queen berhenti sejenak untuk mengatur napas di pinggir jalan raya yang sepi.

Tiba-tiba, sebuah mobil van hitam meluncur pelan dan berhenti tepat di sampingnya.

Queen waspada. Instingnya berteriak bahaya. Ia hendak berbalik lari kembali ke arah hutan, namun pintu geser van itu terbuka dengan sangat cepat.

"Hei, Bocah Manis. Apa kau tersesat?" Seorang pria bertubuh besar dengan penutup wajah meloncat turun.

Sebelum Queen sempat berteriak memanggil nama Luca, sebuah tangan kasar sudah membungkam bibirnya. Bau bahan kimia yang tajam langsung menusuk hidungnya.

"Mmph! Mmmph!" Queen meronta, kakinya menendang-nendang sekuat tenaga.

Nyatanya, tenaga bocah lima tahun tidak ada artinya di hadapan penculik profesional.

"Diamlah. Tuan kami sudah menunggumu," bisik pria itu dingin.

Pandangan Queen mulai kabur. Dunianya berputar. Hal terakhir yang ia ingat adalah bayangan wajah Luca yang dingin saat menyebutnya aset.

Rasa kantuk yang luar biasa menyerang sarafnya dan kesadarannya pun jatuh ke dalam kegelapan yang pekat.

"Luca..."

*

*

Di villa, Luca tiba-tiba merasakan firasat buruk. Ia berjalan menuju kamar Queen, namun kamar itu kosong. Ia berlari ke taman, ke ruang makan, bahkan ke dapur.

"Kelinci Pink, di mana kau?!" teriak Luca mulai terdengar panik. Tidak biasanya Queen menghilang seperti ini.

"Luc! Sensor di pagar samping mendeteksi adanya gangguan fisik sepuluh menit yang lalu! Seseorang keluar dari sana!" lapor Bobby.

Luca langsung memeriksa rekaman CCTV melalui ponselnya. Matanya membelalak saat melihat bocah kecil dengan gaun pink mengendap keluar pagar.

"Bocah bodoh! Apa yang sebenarnya dia pikirkan?!" gerutu Luca. "Siapkan anak buah, temukan Queen sebelum malam menjelang!" perintahnya pada Bobby.

Bobby mengangguk dan bergegas pergi sebelum Luca benar-benar mengamuk.

1
tinie
ditunggu kabar baiknya
lelaki remaja dgn anak balita 😁😁😁
Senja: Siappppp🤭
total 1 replies
partini
luca dah bangun dari semedi udah dapat Ilham 🤣🤣🤣
Tiara Bella
wow Luca KY anak remaja lg LG jatuh cinta ya.....makasih Thor up nya triple.....
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Maria Hedwig Roning
thnks thor ceritanya sangat menarik...
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ: Lanjut thor, seru and semangat ya💪
total 2 replies
Murni Dewita
double up donk thor
Senja: Heheh, udah triple up hari ini kak🤭 besok ya up seperti biasa 3bab
total 1 replies
partini
good
partini
luca lagi semedi kah Thor
Senja: Hooohh
total 1 replies
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Senja: Siappp
total 1 replies
Ita Xiaomi
Aku jg mau kue gosongnya 😁
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣.
Evi Marena
wkwkwkwwkk
ternyata Sean juga manusia biasa😌
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Kinara Widya
atau jangan2 Edgar dulu yg mencelakai orang tua queen....bakal ribet ni klo benar Edgar...
Ita Xiaomi: Berharap bukan Edgar. Kasihan nanti Sean, Queen ama Luca.
total 1 replies
Tiara Bella
wow Sean sangat mengharukan ...
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
tinie
mulut naga katanya🥺😁😄
Ita Xiaomi
Sama aja kalian berdua tuh kan sama-sama baru belajar tentang kehangatan 😁.
Ita Xiaomi
Sabar Luca. Ini Sean lg belajar menjd hangat😁. Ndak boleh panas.
Ita Xiaomi
Msh mencerna😁
Senja: Wkwkw😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!