NovelToon NovelToon
Putus Tunangan? Silakan, Duke!

Putus Tunangan? Silakan, Duke!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Wanita Karir / Time Travel
Popularitas:18.2k
Nilai: 5
Nama Author: Jeju Oranye

"Aku tidak mencintaimu, Duke Raphael. Dan kamu juga tidak mencintaiku. Jadi kenapa kita harus berpura-pura?"

Itulah kalimat pertama yang dilontarkan Catharina von Elsworth pada tunangannya, Duke Raphael yang terkenal dingin dan misterius. Semua orang shock. Bagaimana tidak? Catharina yang biasanya manja dan clingy, tiba-tiba jadi tegas dan cuek!
Yang tidak mereka tahu, jiwa di dalam tubuh Catharina sudah berganti. Dia sekarang adalah Sania--mantan karyawan kantoran yang mati konyol tersedak biji salak karena terlalu emosi menggerutu tentang bosnya yang menyebalkan.

Lebih parahnya lagi? Sania sadar dia masuk ke dalam novel romansa paling toxic yang pernah dia baca: "The Duke's Devoted Maid". Novel yang di benci nya.

Akankah Catharina berhasil mengubah ending toxic menjadi happy ending versi dirinya sendiri? Atau malah plot novel akan menariknya kembali ke takdir sebagai villain?
Yang jelas, kali ini Catharina von Elsworth yang akan menulis ceritanya sendiri!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeju Oranye, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KUDETA DAN PERLAWANAN RAKYAT

Keributan meledak di alun-alun pusat. Ribuan orang berbisik-bisik dengan sangat panik, beberapa mulai berteriak menentang Alexander, yang lain terlihat ketakutan dan ingin segera pulang. Situasi bisa dengan sangat mudah berubah menjadi kekacauan yang sangat berbahaya.

Cassian mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi, mencoba menenangkan massa.

"Dengarkan aku! Dengarkan!" teriaknya dengan sangat lantang.

Perlahan, kerumunan mulai tenang meski masih penuh dengan kegelisahan yang sangat terasa.

"Aku tahu kalian takut. Aku juga takut. Tapi inilah saatnya kita harus menunjukkan bahwa rakyat kerajaan ini tidak akan diam saja melihat kekuasaan direbut dengan paksa!"

"Apa yang harus kami lakukan, Yang Mulia?" teriak seseorang dari tengah kerumunan.

Cassian terdiam sejenak. Ini adalah momen yang sangat krusial. Jawaban yang dia berikan sekarang akan menentukan arah dari semua yang terjadi selanjutnya.

"Jangan pulang," ujarnya akhirnya dengan suara yang sangat menggelegar. "Tetap di sini. Tetap bersama. Kalau kita berpencar sekarang, Alexander menang. Tapi kalau kita tetap bersama, kalau kita menunjukkan dengan damai tapi tegas bahwa kita tidak menerima kudeta ini, dia tidak bisa mengabaikan kita!"

"Tapi penjaga istana bersenjata! Kita akan terluka!" teriak yang lain dengan sangat panik.

"Maka kita tidak menyerang," jawab Cassian dengan sangat tegas. "Kita tidak menggunakan kekerasan sama sekali. Kita berdiri di sini, dengan damai, sebagai saksi hidup bahwa rakyat tidak menyetujui apa yang terjadi di istana. Dunia akan melihat. Sejarah akan mencatat. Dan Alexander akan tahu bahwa dia tidak punya legitimasi, tidak peduli berapa banyak penjaga yang dia punya!"

Catharina yang berdiri di belakang Cassian merasakan dadanya sesak. Ini adalah taruhan yang sangat berbahaya. Tapi juga sangat cemerlang. Perlawanan damai di hadapan ribuan saksi.

Duke Henry naik ke podium dan berdiri di samping Cassian.

"Keluarga Elsworth berdiri dengan Pangeran Cassian dan rakyat!" deklarasinya dengan suara yang sangat keras.

Duchess Margaret juga naik. "Keluarga Margaret berdiri dengan rakyat!"

Satu per satu, bangsawan yang mendukung Cassian naik ke podium dan mendeklarasikan dukungan mereka. Raphael, Duke Harrison, bahkan beberapa bangsawan yang tadinya netral tapi terprovokasi oleh tindakan Alexander yang sudah terlalu jauh.

Victoria menggenggam tangan Cassian dengan sangat erat. "Aku bersamamu. Apa pun yang terjadi."

Seraphina berdiri di sisi lain Cassian. "Kita keluarga. Kita bersama sampai akhir."

Lucian menatap Catharina dengan tatapan yang bertanya seolah isyarat, apa kamu yakin dengan ini?

Dan Catharina mengangguk. Dia tahu ini sangat berbahaya. Tapi ini juga adalah satu-satunya cara yang benar.

***

Berita tentang pertemuan di alun-alun pusat sampai ke istana dengan sangat cepat. Alexander berdiri di ruang tahta dengan wajah yang sangat marah. Di sekelilingnya, penjaga istana yang baru saja dia tunjuk berdiri dengan seragam yang masih terlalu baru.

"Berapa banyak orang di alun-alun?" tanyanya pada Count Richard.

"Laporan terakhir mengatakan lebih dari sepuluh ribu, Yang Mulia. Dan terus bertambah."

"Sepuluh ribu?!" Alexander memukul sandaran tangan tahta dengan sangat keras. "Bagaimana bisa sebanyak itu berkumpul tanpa kita tahu?"

"Mereka menggunakan jaringan serikat pedagang dan lingkaran perempuan. Sangat terdesentralisasi dan sangat cepat." Count Richard terlihat gugup. "Dan Yang Mulia, ada masalah lain yang sangat serius."

"Apa lagi?"

"Jenderal Marcus dan Komandan Helena menolak untuk mengerahkan militer melawan rakyat sipil. Mereka bilang militer tidak akan terlibat dalam konflik internal kecuali ada ancaman kekerasan yang nyata."

Alexander berdiri dengan napas yang sangat berat. Rencananya yang seharusnya berjalan mulus mulai mengalami komplikasi demi komplikasi.

"Penjaga istauku?"

"Siap, Yang Mulia. Lima ratus orang."

"Kirim dua ratus ke alun-alun pusat. Suruh mereka bubarkan pertemuan itu. Gunakan kekerasan kalau perlu."

Count Richard terlihat sangat ragu. "Yang Mulia, kalau kita menggunakan kekerasan terhadap ribuan rakyat yang sedang berkumpul dengan damai, opini publik akan berbalik total melawan kita. Bahkan mereka yang tadinya netral akan..."

"Aku tidak peduli dengan opini publik!" bentak Alexander. "Aku Raja sekarang! Dan Raja tidak meminta izin dari rakyat!"

"Tapi Yang Mulia..."

"Lakukan sekarang atau aku akan menangkapmu juga karena tidak patuh!"

Count Richard tidak punya pilihan lain. Dengan wajah yang sangat pucat, dia membungkuk dan keluar untuk menyampaikan perintah.

Alexander kembali duduk di tahta dengan tangan yang gemetar karena marah dan mungkin sedikit ketakutan. Semua ini seharusnya jauh lebih mudah. Seharusnya semua orang takut dan patuh begitu dia menyatakan diri sebagai Raja.

Tapi Cassian dan orang-orang bodoh yang mendukungnya tidak bermain sesuai aturan yang Alexander tetapkan.

***

Di alun-alun pusat, pertemuan yang tadinya spontan mulai berkembang menjadi jauh lebih terorganisir. Beberapa pedagang mendirikan tenda-tenda sederhana untuk tempat berteduh dari matahari yang panas. Yang lain membawa air dan makanan untuk dibagikan. Ini mulai terlihat seperti pendudukan, bukan hanya pertemuan sesaat.

Catharina membantu mengorganisir distribusi air bersama Victoria dan beberapa sukarelawan dari lingkaran perempuan.

"Ini bisa berlangsung sangat lama," ujar Victoria sambil menuangkan air ke dalam cangkir-cangkir untuk dibagikan.

"Aku tahu. Dan kita harus siap untuk itu." Catharina menatap kerumunan yang sekarang duduk dengan tertib, beberapa mulai menyanyikan lagu-lagu tradisional kerajaan. "Tapi lihat mereka. Mereka tidak takut lagi. Mereka merasakan kekuatan yang datang dari bersama."

"Tapi apa yang terjadi kalau Alexander mengirim penjaga untuk memaksa kita bubar?"

"Maka kita tetap di sini. Dengan damai. Biarkan dunia melihat siapa yang menggunakan kekerasan dan siapa yang hanya berdiri untuk kebenaran."

Tiba-tiba, keributan terdengar dari ujung alun-alun. Orang-orang mulai berteriak. Catharina dan Victoria langsung berlari ke arah Cassian yang masih di podium.

"Ada apa?" tanya Catharina.

"Penjaga istana datang," jawab Raphael dengan wajah sangat serius. "Dua ratus orang. Bersenjata penuh."

Semua orang di podium bisa melihat formasi penjaga yang berbaris dengan sangat teratur menuju alun-alun. Di depan, seorang kapten membawa gulungan yang kemungkinan berisi perintah pembubaran pertemuan.

Kerumunan rakyat yang tadinya duduk santai mulai berdiri, tapi mereka tidak lari. Sebaliknya, mereka membentuk barisan yang jauh lebih rapat, saling berpegangan tangan, membuat rantai manusia.

"Mereka melindungi Cassian," bisik Seraphina dengan mata yang berkaca-kaca.

Kapten penjaga tiba di depan podium dan membuka gulunannya.

"Atas perintah Raja Alexander yang pertama, pertemuan ilegal ini harus dibubarkan sekarang juga. Semua yang hadir harus pulang ke rumah masing-masing. Yang menolak akan ditangkap atas tuduhan pengkhianatan."

Cassian melangkah ke depan podium.

"Kami tidak melakukan pertemuan ilegal. Ini adalah hak rakyat untuk berkumpul dan menyuarakan pendapat secara damai. Dan kami tidak mengakui Alexander sebagai Raja karena prosesnya tidak sah."

"Pangeran Cassian, jangan mempersulit keadaan. Kami punya perintah untuk menggunakan kekerasan kalau perlu."

"Maka kalian akan menggunakan kekerasan terhadap rakyat yang tidak bersenjata?" tanya Cassian dengan suara yang cukup keras untuk didengar oleh kerumunan. "Kalian akan menyerang ibu-ibu, anak-anak, orang tua yang hanya berdiri di sini dengan damai?"

Kapten terlihat sangat tidak nyaman. Dia menoleh ke belakang, melihat dua ratus penjaganya yang juga terlihat sangat ragu. Lalu dia menatap ribuan rakyat yang berdiri dengan tenang tapi tidak bergeming.

"Kapten," ujar seorang wanita tua dari kerumunan dengan suara yang gemetar tapi sangat jelas. "Anakku adalah penjaga istana seperti kamu. Dia mengabdi pada kerajaan, bukan pada penguasa tangan besi yang merebut kekuasaan dengan paksa. Apa kamu akan menyakiti ibumu sendiri kalau dia berdiri di sini?"

Kapten tertegun. Beberapa penjaga di belakangnya mulai menurunkan senjata mereka sedikit.

"Aku-- aku punya perintah..." ujar kapten dengan suara yang tidak lagi sekeras tadi.

"Perintah dari siapa?" tanya Cassian. "Dari seseorang yang merebut kekuasaan dengan tidak sah? Atau dari hatimu yang tahu apa yang benar?"

Hening yang sangat panjang.

Kapten menatap Cassian, lalu menatap kerumunan, lalu menatap penjaga di belakangnya.

Lalu dengan gerakan yang sangat lambat dan penuh pertimbangan, dia melepas helmnya dan berlutut.

"Maafkan saya, Yang Mulia Pangeran Cassian. Tapi saya tidak bisa mengikuti perintah ini. Menggunakan senjata terhadap rakyat yang damai, itu bukan yang saya lakukan saat sumpah untuk menjadi penjaga istana."

Satu per satu, penjaga di belakangnya juga melepas helm dan berlutut.

Kerumunan meledak dalam tepuk tangan dan tangis haru.

Cassian turun dari podium dan membantu kapten berdiri.

"Kamu adalah contoh dari penjaga yang sebenarnya," ujarnya dengan sangat tulus. "Terima kasih untuk keberanian dan integritasmu."

Kapten membungkuk sangat dalam. "Saya dan penjaga saya akan berdiri dengan Yang Mulia. Dengan rakyat."

Dan dengan itu, dua ratus penjaga istana bergabung dengan pertemuan, bukan sebagai penekan tapi sebagai pelindung.

Di istana, seorang utusan berlari dengan sangat panik untuk melaporkan pada Alexander bahwa penjaga yang dikirim tidak hanya gagal membubarkan pertemuan, tapi malah bergabung dengan mereka.

Alexander duduk di tahta dengan wajah yang sangat pucat.

Rencananya runtuh total.

Dan untuk pertama kalinya, dia merasakan ketakutan yang sangat nyata.

***

BERSAMBUNG

1
Dedi Dahlia
lihat saja kemenangan kebaikkan yang menang apa kejahatan yang menang semangat 💪💪
Dedi Dahlia
seandainya lucian tidak bisa percaya yang kamu katakan,tinggalkan dia masih banyak lelaki di dunia ini yang lebih baik dari lucian,up semangat 😁😁💪💪
Dedi Dahlia
jangan biarkan kejahatan menang thorr,buat Lucian ingat bukti kejahatan Elise dan Alexander kejahatan selama ini lanjut semangat./Smile//Smile//Pray//Pray/
Murni Dewita
👣
falea sezi
kapok salah sendiri tergoda ma pembokat gatel
CaH KangKung,
👣👣
Wega Luna
belajar beladiri berpedang,otak boleh maju kalo GK diimbangi bela diri sama saja nyetor nyawa,aku punya feeling kalo nanti si Elise di bebaskan Alexander😌 jangan sampai yh thor
putmelyana
next Thor ceritanya
Ayu Padi
yaaah Thor gimn bisa begitu...mereka minum racun ...GK rela laah Thor masa pelayan menang...
Nabil Az Zahra
baru bab 1 mudah"n seterusnya mnarik,
Ayu Padi
sama Thor ...GK sabar ...hrs putus sama Duke ...payah terkenal kejam dingin tp luluh sama pelayan yg penuh drama...
Wega Luna
boleh kah nonjok Alexander,,,,😒😒😒😒💀💀
partini
mati dua kali weh
Wega Luna
jangan sampai Thor ada korban ,
partini
lah pake cara lama dasar Kunti
Fatur Fatur
bikin eliese yang terkena racunnya sendiri thor
Rina Yuli
mampir thor ✋✋✋✋
Wega Luna
si Elise ini bener bener pick me🤣🤣🤣🤣🤣🤣,entah di novel atau di dunia nyata yg namanya Elise itu bikin naik darah
Wega Luna: bener🤣🤣🤣🤣, karena dari dunia nyata sekitar mangkanya aku berani bilang gitu
total 2 replies
partini
kalau terpuruk dan lari ke pelayanan fixx Duk Duk emang rendahan
partini
good story
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!