Kirana adalah gadis ceria, polos dan kebal bully apa jadinya kalau ia bertemu dengan seorang pemuda raja bully yang tidak sengaja mobilnya ia tabrak saat pulang dari kampus, dan parahnya ia harus rela menjadi pelayan dirumah pemuda itu, karena sang pemuda dendam gara-gara kejadian itu ia diputuskan pacarnya, baca keseruan, kekonyolan dan kekocakan mereka berdua di novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabia X, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persaingan
Kirana berdiri didepan pintu kamar nya, yang sedikit terbuka, ia membalikkan badannya menghadap ketiga pria berpostur tinggi dihadapannya, sedangkan ketiganya sudah memandang Kirana tidak percaya, mereka tidak percaya ternyata kamar Kirana bersebelahan dengan kamar Dewa.
“Ingat jangan membangun kan mas Dewa, nanti ia ngereog aku yang susah, mas Dewa itu kalau tidur lama, kalian kan tahu kalau mas Dewa marah gimana, nanti aku juga yang kena marah, kan kalian sebelas dua belas, sikap kalian kan sama laknat nya, pokoknya..” perkataan Ana terputus karena Aldo yang menutup mulutnya dengan tangan lebarnya.
“Loe bisa diem gak, merepet terus, begini kok malah Dewa bisa betah, bukan Dewa kayaknya yang ngebully loe, tapi loe yang ngebully Dewa, dah minggir, balik kerja sana,” ucap Aldo menggeser tubuh mungil Ana dengan mudah membuat bibir Ana manyun, tapi melangkah pergi juga.
“Bodo lah situ, berantem-berantem dah kalian, bukan urusanku.” gumam Ana turun mencari bik Sum. Sementara ketiga cowok itu terheran heran, melihat Dewa yang tidur pulas telungkup, diranjang.
“Gak bisa mikir lagi gue dah, kesambet apa nih anak, bisa kalah sama tu botol Yakult,” ucap Aldi frustasi dan duduk di sofa.
“Kita beneran nunggu Dewa bangun nih?” tanya Aldo yang juga ikut duduk.
“Menurut loe, kita akan biarkan momen ini terlewat gitu, parah loe.” jawab Tian yang sebenarnya dongkol, begitu tahu ternyata Dewa sedekat itu sama Ana.
“Lha, sewot, kenapa loe, gak suka, jangan-jangan loe naksir ya sama Ana, Login dulu baru suka, kalau gak buang jauh tuh rasa suka, berat coy,” goda Aldo terkekeh, membuat Cristian membuang muka.
“Beneran loe suka tuh cebol, mau nikung Dewa loe, jangan gara-gara cewek kita berantem ya,” ucap Aldi langsung mengultimatum.
“Pikiran loe kejauhan, lagian emang Dewa pacaran sama Ana, gak kan, mana mungkin Dewa suka tuh ma botol Yakult, mantannya aja spek model, masa iya banting setir,” sahut Aldo sedikit nyelekit, bagaimana kalau mereka tahu bahkan Dewa sudah menjadikan Ana pacarnya, bisa pingsan mereka.
“Gaya loe, cinta kan gak bisa kita arahkan kemana, sasaran kita kemana, hati kita kemana, Emang loe bisa nebak hati loe kemana, cinta belum datang, makanya kita masih jomblo, walau banyak cewek cantik, buktinya loe juga gak mau tuh dipepet sama Mita.” ucap Cristian sok bijak kali ini.
“Kok omongan loe bener kali ini, iya juga, kadang cinta yang nyasar malah jadi jodoh, bukan karena cantik, tapi karena kita nyaman dan tidak bisa hidup tanpa dia, jadi pengen punya pacar, kayaknya botol Yakult boleh jadi sasaran, unik sih, gak bosen keknya kalau sama tuh bocah,” ucap Aldi yang langsung mendapat geplakkan dari Tian dan Aldo.
“Waduh, sakit setan!, kompak bener mukul, kenapa, gak terima, tuh botol Yakult sama gue, tipe gue gingsul kalau senyum manis banget,” lanjut Aldi dan sekali lagi mendapatkan geplakkan.
“Asu!!, sakit, sarap kalian,” teriak Aldi tidak terima.
“Iya, kita gak terima enak aja loe jadikan tuh bocah sasaran loe, gak ada dan gak boleh sebelum Dewa merestui, kan tuh bocah dirumah Dewa,” sahut Aldo yang sebenarnya juga tidak iklas Ana diklaim Aldi, jadi memakai nama Dewa jadi alasan. Dewa yang tertidur pulas terusik mendengar kegaduhan yang terjadi, ia mengucek kedua matanya, dan membalikkan tubuhnya, ia menguap pelan dan duduk,
“Mati aku, kenapa mereka disini,” gumam Dewa menahan keterkejutan. Sedangkan mereka masih berdebat dengan asik, saling serang.
“Kalian berisik.” tegur Dewa dengan nada galak, membuat mereka serempak menoleh, Cristian yang lebih dulu beranjak dan berkacak pinggang dihadapan Dewa dengan raut wajah masam.
“Heh, kenapa tuh bocah ada disini bahkan loe tidur dikamar nya, loe sembunyiin ini semua dari kita, gak fren banget.” ucap Tian langsung.
“HoOh.. jadi ia udah dari lama disini, trus pas kita kesini kemaren itu loe sembunyiin dimana, tega loe sama kita.” sahut Aldo.
“Kayak berasa anak tiri aja, gak dianggap.” lanjut Aldi. Dewa yang mendengar protes teman-temannya hanya menggaruk kepalanya yang memang gatal.
“Bisa diem gak kalian, ngalahin ikan buntal aja cerewetnya, lagian kalian ember, kadang gak bisa jaga rahasia, kalau sampai ada yang tahu dikampus, kasian tuh bocah, awas aja kalau kalian ember, putus kita dari dunia persahabatan.” ancam Dewa serius, membuat ketiganya planga-plongo, bukannya mendapat jawaban, malah dapat ancaman.
“Kok malah kita yang diancam, mana mungkin lah kita tega begitu, nyusahin tuh botol Yakult.” ucap Aldo tidak sadar kalau mereka sering nyusahin orang lain dengan sikap mereka yang semena-mena.
“Gak ngaca dia,” sahut Aldi sinis.
“Alah, sama laknatnya ngatain, katanya calon CEO, kabur semua klien dapat CEO kayak loe.” sahut Aldo mendengus kesal.
“Kok malah kalian yang ribut,” ucap Dewa beranjak pergi keluar kamar Ana, yang langsung diikuti ketiganya, Dewa masuk kedalam kamarnya menganti baju dan kembali duduk bersama ketiga temannya di sofa.
“Kalian mau buka disini?” tanya Dewa malas, karena tidurnya terganggu.
“Boleh," jawab Aldi langsung, membuat Dewa memicingkan matanya, membuat Aldi cengengesan.
“Mampus loe, nih anak mau Pdkt sama Ana Wa,” kompor Aldo tersenyum menang, menatap Aldi yang langsung gelagapan.
“Bohong Wa, mereka tuh yang pengen dekat ma Ana, kenapa jadi gue yang di kambing hitam kan,” sahut Aldi membela diri tidak mau disalahkan.
“Stop, gak ada yang boleh dekat ma ikan buntal gue, awas aja kalian. Katanya kalian pergi nongkrong, kok malah kesini ganggu gue tidur aja.” ucap Dewa datar.
“Gak seru gak ada loe, jadi kita putuskan untuk kesini, katanya kak Angga disini, mana tuh, gue mau nanya tentang desain terbaru ku, mumpung ada suhunya.” jawab Cristian.
"Gak ada, gak pulang dia, besok baru pulang,” jawab Dewa.
“Main game yuk, gabut gini, gak seru,” ajak Aldo.
“Malas aku, kalian aja, kalian ganggu tidur, masih perih mataku, suara kalian kayak Toa ganggu,” sahut Dewa yang kembali menyenderkan tubuhnya dengan malas.
“Gak asik, kalau gitu kita cari aja Ana, kerjain yuk, biar seru.” seloroh Aldi yang langsung mendapat tatapan tajam dari Dewa.
“Awas aja kalau loe berani, ia habis sakit, nanti yang repot gue kalau sakit,” ancam Dewa membuat Aldi langsung kicep.
“Dibela, biasanya juga gak perduli,” gumam Aldo yang masih didengar Dewa.
“Kalau gak suka cabut dari sini loe, gue gak mau ribet, jangan cari ribut, gue puasa ini, kalau gak gue bogem juga loe,” sahut Dewa yang langsung membuat Aldi dan Cristian cekikikan, sambil bilang “mampus loe” tanpa suara kearah Aldo membuat Aldo geram. Dan menerjang mereka berdua dan akhirnya mereka bertiga malah gelud sendiri, membuat Dewa hanya bisa pasrah.
Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!
Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..
Ditunggu ya, kak..
Terima kasih..
🥰🥰🥰