NovelToon NovelToon
Mencintaimu Secara Diam-diam (Hidden Love)

Mencintaimu Secara Diam-diam (Hidden Love)

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Teen
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Jasmine Oke

Inara Zahra Putri seorang siswi SMA kelas XI, ia pandai dalam seni lukis dan memiliki bakat bernyanyi.

Namun ia selalu menyembunyikan kemampuannya karena takut tidak diterima atau di anggap tidak serius dalam akademik.

Karena, sang ayah ingin ia menjadi seorang dokter di masa depan dan mengambilan pelajaran tentang kedokteran.

ia merasa dilema!!!

Apakah ia tetap memenuhi harapan keluarga menjadi dokter...?

Atau memperdalam bakatnya dalam bidang seni...?

••《 Inara juga memiliki rahasia kecil yang selalu ia simpan dalam hatinya, ia menyukai seseorang secara diam-diam...!》••

☆☆Dalam cerita mengacu pada paduan budaya Minang kabau dan kehidupan perkotaan modern.

●● Cerita ini hanya fiktif belaka murni karangan author tidak sesuai dengan sejarah..!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Kepantai bersama Varel

Inara mengingat dengan kata Uni, baru ia ingat siapa pria ini, ia tersenyum dan membalas pelukan adiknya.

"Varel, kamu sudah kembali." Ucap Inara ia memutar-mutar badan adiknya.

"Apa yang kamu makan, mengapa kamu lebih tinggi dariku." Ucap Inara lagi saat melihat tubuh adiknya begitu cepat tinggi, bahkan lebih tinggi darinya.

"Hehe itu karena aku sering olahraga, sedangkan uni mana pernah, karena itu uni selalu pendek." Ucap Varel lagi.

"Aku selalu olahraga ya! Jangan fitnah hanya saja pertumbuhanku sedikit lambat, oh ya kapan kamu pulang." Ucapnya lagi.

"Jam tujuh pagi, ayah sudah datang menjemputku pagi-pagi sekali." Ucap Varel lalu ia kembali fokus menonton film.

 Karena dipindok pesantren ia tidak pernah menonton maupun bermain ponsel, jadi dia sangat bosan disana, sekarang ia memuaskan diri menonton sebelum surat kepindahan sekolahnya selesai diurus ayah dia pasti sibuk bersekolah.

"Apa ponselmu yang disita sudah diambil kembali." Ucap Inara, kepada adiknya itu, kan sayang ponsel itu kalau tidak diambil pikir inara.

"Aku tidak tahu, semuanya sudah diurus oleh ayah, kali ini aku benar-benar berterimakasih kepada ayah, dengan membawa aku pulang kembali." Ucapnya varel lagi sambil mengucapkan terimakasih kepada ayah.

Inara mengernyit kan dahi mendengar ucapan adiknya, tak lama setelah itu baru ia paham, ia menyentil kepala adiknya.

Tak!

"Aduh, uni sakit tahu." Ucapnya dengan kesal dan merajuk, ia mengabaikan Inara melanjutkan menonton.

"Aku marah padamu!, seharusnya kamu berterimakasih kepadaku dan bunda, karena bujukan aku dan bunda baru ayah berubah pikiran, menjemputmu kembali dari pondok pesantren." Ucap Inara ia juga mengabaikan Varel.

"Lebih baik aku bermain di luar aja, malas berbicara denganmu yang tidak peka!." Ucap Inara ia bersiap untuk keluar bermain dirumah tetangga.

"Uni tunggu aku ikut dan maafkan aku aku tidak tahu, mulai sekarang aku selalu baik padamu, karena bujukanmu ayah kembali menjemputku dari pesantren." Ucap Varel ia mengikuti Inara.

"Karena aku baik, aku maafkan kali ini, lain kali tidak ada lagi kesempatan kedua." Ucap Inara berkata dengan tegas.

"Dan satu lagi, jangan bandel lagi dengarkan perkataan ayah, jika tidak suka katakan dengan baik kepada ayah dan jangan selalu melawan kamu bukan anak kecil lagi, lihatlah bahkan kamu lebih tinggi dariku." Ucap Inara sambil memberikan nasehat kepada adiknya itu juga sambil mengukur tingginya antara Varel.

"Ayah hanya ingin yang terbaik untuk anak-anak nya, aku tidak bisa lagi membantumu bila ayah mengembalikanmu ke pesantren." Ucap Inara lagi.

"Iya, aku paham maksudmu uni!,." Ucap Kevin lagi, ia paham bahwa ayah hanya keras di luar, jika dibicarakan baik-baik ayah pasti mengerti.

"Oh ya, uni mau kemana?" Ucap Varel lagi mengikuti Inara keluar rumah.

"Aku bermain keluar! Aha.. aku punya ide karena kamu sekarang dirumah bagaimana kalau kita kepantai." Ucap Inara lagi, ia teringat sudah lama tidak bermain kepantai bersama adiknya ini.

"Kita mau kepantai mana, pantai air manis atau pantai padang (tapian lauik) ." Ucap Varel ia juga ingin kepantai bersama Inara teringat masa kecil mereka dulu.

"Bukannya kamu ingin menonton ya, minggu depan aja kita main kepantai." Ucap Inara ia berubah pikiran, karena adiknya baru pulang pasti lelah dan capek, lebih baik menonton saja dirumah sambil istirahat.

"Tidak aku ingin ke pantai bersamamu." Ucap Varel lagi, ia sudah tertarik untuk pergi kepantai.

"Apa kamu tidak lelah?, kalau begitu ayo pergi kita pergi, kamu pamit pada bunda, aku mengambil motor." Ucap Inara ia kembali kedalam rumah untuk mengambil kunci motor juga tas kecilnya.

"Apa uni bisa bawa motor? Apakah uni punya sim? Apa bunda dan ayah mengizinkan uni bawa motor?." Kata Varel lagi ia memberikan beberapa pertanyaan kepada Inara.

"Mengapa kamu banyak sekali bertanya, sekarang hari minggu polisi libur jadi tidak ada rahazia hari ini!, cepatan izin sana jadi kepantai atau tidak!." Ucap Inara lagi sambil mendorong adiknya untuk segera pamitan kepada bunda dan ayahnya.

"Iya, jadi." Ucap Varel lalu ia pergi toko bunda Dewi, karena kedua orang tuanya berada disana, ia berlari sambil bergumam dalam hati.

"Apa benar polisi tidak melakukan rahasia hari minggu." Gumamnya, lalu ia pamitan kepada kedua orang tuanya.

Varel lupa mengakatakan mereka kepantai sambil membawa motor, ia hanya pamit pergi kepantai bersama kakaknya.

Inara sudah mendorong motornya keluar pagar rumah, ia tidak berani menghidupkan motor didepan rumah. Karena jarak toko dari rumah tidak lah jauh.

Kebetulan aksinya yang mendorong motor keluar di lihat oleh Kenzo di atas balkon, saat ia sedang melakukan olah raga.

"Apa dia diam-diam bawa motor, sungguh nakal." Gumam Kenzo tersenyum sambil geleng-geleng kepala,

lalu ia menyudahi aksi olah raganya segera mengganti pakaian, dan turun kelantai bawah untuk mengambil motornya, karena ia ingin mengikuti inara.

Sedangkan inara sukses membawa motor keluar pagar, lalu ia menunggu Varel disana.

"Uni, mengapa kamu tidak menungguku." Ucap Varel sambil naik keatas motor di bonceng oleh Inara.

"Apakah sudah pamitan!, oh ya apakah kamu mengatakan aku bawa motor?." Tanya Inara lagi, tadi ia lupa mengatakan kepada Varel, bahwa ia membawa motor secara diam-diam.

"Maaf Uni, aku lupa mengakatakan nya bagaimana ini? apa aku balik lagi bilang kepada bunda bahwa kita ke pantai mengendarai motor." Ucap Varel ingin turun lagi.

"Bagus! Tidak usah turun mesin motornya sudah nyala siap berangkat." Ucap Inara lagi lalu ia menjalankan motornya.

Saat di tengah perjalanan, Varel memberitahu kakaknya bahwa mereka sedang di ikuti.

"Uni, sepertinya kita sedang di ikuti." Ucap Varel di dekat telinga Inara sedikit keras.

"Apa di ikuti! siapa yang mengikuti kita? Apa polisi?." Tanya Inara sedikit cemas ia mencoba melihat dari kaca spionnya tetapi ia tidak melihat tanda orang yang mengikuti.

"Aku tidak tahu, dia bawa motor gede, juga pakai helm jadi tidak terlihat jelas, seperti bukan polisi." Ucap Varel kepada inara sambil melihat kebelakang, lalu ia teringat sesuatu...!

"Eh, bukankah katamu polisi tidak ada hari minggu ya, lalu mengapa uni cemas jika polisi yang mengikuti?." Ucap nya lagi.

"Mana aku tahu! Tadi aku hanya asal bicara aja, apakah polisi ada atau tidak aku tidak tahu, karena ini pertama kalinya aku bawa motor keluar rumah, selama ini bunda tidak mengizinkannya!." Ucap Inara lagi dengan jujur, lalu ia sedikit mengencangkan gas motornya supaya menjauh dari orang yang sedang mengikutinya.

Varel semakin cemas bahwa kakaknya tidak pernah bawa bawa motor selama ini.

1
Alessa 🥀💋
...
Cinta Lidya
👍
Cinta Lidya
😍
Cinta Lidya
❤️
Cinta Lidya
👍
Cinta Lidya
kata Nara?
terima atau tidak masalah nanti?
Cinta Lidya
lanjut...
Cinta Lidya
lanjut...
Memyr 67
𝗇𝗒𝗂𝗆𝖺𝗄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!