NovelToon NovelToon
Emily Rose

Emily Rose

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ana kimtae

Hanya tentang seorang perempuan yang menjadi selingkuhan laki-laki yang katanya mencintai nya.. Benarkah ini cinta atau hanya nafsu semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana kimtae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keinginan

"Mommy...apa Daddy tidak akan pelnah lagi tidul di lumah kita"

Namira mengalihkan atensinya pada putranya yang sedang memakan roti bakarnya pagi ini. Mata Evan yang sama persis seperti ayahnya membuat Namira semakin merasa sesak.Sungguh diapun menginginkan Jeon untuk kembali kerumah dan membersamai mereka lagi.Tapi semua itu tidak akan terjadi karena Jeon sudah tak menginginkannya.

"Sayang...Kalau Evan mau tidur bareng Daddy, Evan boleh menginap dirumah Daddy.Tidak perlu menunggu Daddy yang kemari,Evan juga boleh lebih dulu mengunjungi rumah Daddy yang baru"

"Apa Evan boleh menginap belsama mommy..?"

"Tidak sayang...Disana ada tante Emily,mana boleh mommy menginap"

"Tante Emily itu siapa mommy..?"

"Apa Daddy tidak mengatakan apapun kemarin saat berjalan-jalan.."

Evan menggelengkan kepalanya,masih fokus dengan sarapannya. "Tapi masakan tante Emily sangat enak,Evan suka"celetuk bocah itu.

Namira meletakkan sendoknya di atas piring,rasa makanan yang tadi terasa nikmat menjadi pahit di lidahnya. Bahkan baru satu kali pertemuan putra mereka sudah menyukai gadis itu. Sepertinya gadis itu tidak perlu bersusah payah untuk membuat putranya menyukai dirinya. Hanya dengan memberikan makanan lezat bocah itu sudah menyukai Emily.

"Evan suka temen Daddy..?"

"Iya..Evan suka, tante Emily baik"

Namira mengeraskan rahangnya tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Begitu polos putranya sehingga dia bisa menyukai orang yang telah mengambil kebahagiaan di rumah mereka.

"Evan mau mommy menelpon Daddy untuk datang..?"

"Apa boleh..?"sahut Evan girang.

Namira tersenyum dan menganggukkan kepalanya.Dia meminta putranya untuk menghabiskan sarapan sebelum kembali ke kamarnya.Anak batita itu memang belum Namira kenalkan pada sekolah dan tetek bengeknya. Dia akan membiarkan putranya menghabiskan masa kecilnya tanpa tekanan belajar dan semacamnya.

Dia tidak ingin semua tekanan yang di alami dirinya juga suaminya kembali di alami oleh putranya.Namira tidak sejahat itu untuk menyiksa buah hati mereka.

Wanita itu segera mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu untuk lelaki yang masih berstatus sebagai suaminya.

(Maaf mengganggu.. Evan meminta kamu untuk kerumah)

Hanya centang satu, Namira pun tidak merasa aneh dengan itu. Karena Jeon selalu mematikan ponselnya saat malam hari. Mungkin saja pria itu belum bangun atau memang lupa untuk mengaktifkan ponselnya.

Namira menghela nafas sembari menatap layar ponselnya.Dia begitu merindukan harum tubuh suaminya,bahkan saat melihat tubuh Jeon sekilas saja membuat dia merinding.

Dia mengakui bahwa pria itu tidak pernah melakukan sesuatu seperti pria kebanyakan. Saat bercinta pun Namira menyentuh tubuhnya sendiri. Setiap berhubungan intim hanya Namira yang berusaha menuntaskan hasratnya, sedangkan Jeon hanya pasrah berada di bawahnya.Tidak pernah sekalipun Jeon menghajarnya,mengukung tubuhnya,Pria itu seperti tidak pernah bernafsu pada Namira.

Wanita itu kembali menghela nafas membayangkan semuanya. Ternyata memang benar hanya dia yang mencintai pria itu. Dalam pernikahan mereka hanya dia yang menginginkan semuanya tidak dengan Jeon Respati.Ponsel Namira bergetar, ternyata pesan balasan dari Jeon.

{Ada apa..?hari ini saya sibuk}

(Evan ingin kamu menginap disini, dia sepertinya merindukanmu)

{Nanti saya jemput setelah pulang kantor, Evan akan menginap di rumah}

Namira menghela nafasnya lagi kali ini lebih dalam. Rasanya semakin dia menginginkan kedekatan dengan Jeon semakin lelaki itu memberikan pembatas yang semakin tinggi.

(Evan ingin tidur bersama kita)

Tak ada lagi balasan,hanya dua tanda centang biru yang berarti pesan sudah terbaca tanpa ada niatan untuk membalas.

Namira membuka galeri foto di ponselnya. Dia melihat-lihat koleksi foto lama mereka. Saat pernikahan,saat piknik,juga saat mereka di atas ranjang. Namira segera kembali ke kamar karena dorongan nafsunya sudah tak terbendung. Wanita itu menutup pintu dengan tergesa tak lupa menguncinya rapat.

Namira membaringkan tubuhnya sesekali mengelus payudaranya. Dengan puting yang sudah mengeras karena nafsu ketika membayangkan tubuh kekar milik Jeon.

Tangannya mengelus-elus area privasi miliknya sendiri.Matanya memejam membayangkan tangan berurat milik Jeon yang berada disana.

"Jeonnnnnn....Ahhhhhh...mmmmmm"

Nemira menggigit bibirnya sendiri merasakan sensasi nikmat saat satu jarinya masuk ke dalam liang kenikmatan miliknya.Saat satu jari merasa belum cukup,dia memasukkan dua jari dan memaju mundurkan kedua jari itu.

"Ahhhh..ahhhhh Jeonnnn sayang..lagi sayanggg iyaaa disitu..ohhhh lebih dalam mm...Ahhhh ahhh"

Erangan dan rintihan semakin terdengar merdu di dalam kamar milik Namira. Mata namira terpejam saat merasakan ledakan dahsyat di dalam perutnya.

"Ahhhhh.. Jeonnnnnn...."

Namira menyudahi kegiatannya menyentuh tubuhnya sendiri.Dia menatap langit-langit kamar menikmati pelepasannya. Tak terasa air mata mengalir begitu saja di kedua pipi wanita berkulit tan itu. Dia menelusupkan kepalanya ke dalam bantal, menangisi dirinya yang haus belaian suaminya sendiri.

__________________________________

"Kekanakan.."Dengus Emily saat membaca pesan di ponsel kekasihnya. Gadis itu sengaja mengambil ponsel Jeon saat lelaki itu seperti sibuk saat sarapan.

"Dia yang ingin tidur bersamamu,bukan Evan"ucap Emily kesal.

Jeon mengelus punggung tangan kekasihnya sembari menyeruput kopi hitamnya. Tak ingin membalas ucapan Emily karena baginya hanya akan mendatangkan kekesalan yang lebih besar dihati Emily.

"Jangan pernah menuruti keinginan wanita itu"

"Iya sayangku..makan sarapannya, nanti ikut aku ke kantor,hmm"

Emily mengerutkan keningnya, seperti tak percaya saat mendengar pria itu akan mengajak dirinya ke kantor. Yang notabene akan menjadi bahan obrolan seluruh karyawannya.

Jeon mengelus kening Emily sembari tersenyum. Dia tidak suka melihat gadis itu mengerutkan keningnya, Jeon tidak suka Emily berpikir terlalu keras. Dia hanya boleh memikirkan bagaimana mendesah dengan kencang dibawah kendalinya.

"Ada apa..?"

"Kenapa harus ikut ke kantor..?"

"Menemani aku supaya pekerjaan cepat selesai, supaya bisa cepat pulang dan bercinta dengan kekasihku ini"

Jeon menarik hidung mancung Emily pelan.Wajah Emily sedikit memerah mendengar ucapan Jeon yang tidak masuk akal.

"Jangan bersikap malu-malu seperti itu,adik ku menggembung dibawah sana"

Emily segera memukul tangan Jeon sedikit kencang. Jeon mengaduh dan menarik tubuh mungil itu untuk duduk di pangkuannya.

Pagi mereka begitu hangat dengan canda tawa dari keduanya.

1
Ana Dinozzo
yuk baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!