NovelToon NovelToon
Cintanya Sang Ketua BEM

Cintanya Sang Ketua BEM

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author:

Ruang posesif...
Velycia amora daneswara adalah seorang mahasiswi cantik di universitas rayaksha yang pindah karena akan menikah dengan seorang mahasiswa bernama kevin Arya alexsa dari universitas ganesha yang terkenal dengan price ice, dia termasuk ketua BEM di universitasnya dan seorang kapten basket. Karena pernikahan mereka disembunyikan banyak dari mahasiswa universitas Ganesha yang menyukai istrinya hal itu membuat kevin frustasi.

episode 18 CSKB

Jam istirahat telah tiba velycia menyimpan laptopnya ditasnya sebelum keluar dari ruang itu.

"Vel kenalin ni temen gue namanya nanda"ucap salwa memperkenalkan nanda.

" hai gue nanda wijaya lo bisa panggil gue nanda"ucap nanda sambil mengulurkan tangannya.

"Gue salwa araguna panggil gue salwa" sapa salwa

"Hai senang bisa kenalan sama kalian " ucap velycia.

"Oh ya kalau gue boleh tau lo bukan orang local ya muka lo muka muka bule "ucap nanda penasaran.

" ah gue orang local kok, cuman gue blasteran dari bokap gue"ucap velycia.

"Wih keren lo pasti bokap lo ganteng anaknya aja cantik" jujur salwa.

"Ah bisa aja, kalian juga sama kok cantik" ucap velycia.

"Ah meleyot gue dibilang cantik sama orang cantik" ucap salwa.

"Udah yuk lanjut di kantin aja gue laper ni" ucap nanda sambil memegang perutnya yang meronta ronta minta di isi.

"Ya udah ayuk" ucap salwa sambil menggandeng tangan velycia  menuju kekantin.

"Kita mau duduk dimana? "Tanya velycia yang melihat tidak ada mejanya yang kosong.

" ya kayaknya telat ni udah penuh "nanda celingak-celinguk langsung lemah.

"Iya baru kali ini kayaknya kantin penuh biasanya gak pernah tuh" jawab salwa.

"Ah kita gabung sama mereka aja yuk" nanda menunjuk ke arah meja kevin yang terdapat teman-temannya dan juga melody beserta serly.

"Is lo gak liat ada ulet keket sama nenek lampir"ketus salwa.

" ulet keket"seru velycia.

"Iya ini ya gue kasih tahu ulet keket itu namanya serly dan anteknya itu namanya melody mereka tuh hobinya bullyin mahasiswi yang berani berani dekat sama kevin, padahal kevin juga gak pernah mau sama dia" seru nanda.

"Iya benar mentang-mentang anak daneswara dia sesukanya hati" timpal salwa. Hal itu membuat velycia mengerutkan keningnya.

"Anak daneswara? " seru vely,

"Iya lo gak usah berurusan sama orang gila itu. Nanti lo juga ikutan gilanya" seru salwa. Wah itu membuat velycia tertantang ternyata ada yang berani memakai nama keluarganya. Vely yang tidak sengaja melihat kevin yang disuapin sama serly tiba tiba dia merasa kesal.

" shibal(sialan) "yang membuat salwa dan nanda terkejut.

" lo tau bahasa hanguk (korea) ?"tanya salwa. Velycia hanya tersenyum

"He he he  iya gue belajar sikit sikit" jawab velycia.

"Berati lo anak k-pop dong? " sahut nanda. Dan diangguki oleh velycia

"Dari K-pop mana? " tanya nanda.

"Gue dari K-pop BTS" ucap velycia.

"Aaa..sama dong" teriak nanda dan salwa berbarengan sampai membuat penghuni yang ada dikantin melihat kearah mereka.

Sangking senangnya mereka berpelukan dan loncat loncat tidak jelas.

"Dih caper banget mereka sok kecakepan" ucap melody. Dengan  nada sirik.

"Kok lo yang sirik suka suka mereka dong"ucap dio memutar bola matanya malas.

"Memang mereka cakep jadi wajar mereka kayak gitu tapi gak gatel suka nempel nempel kayak kuman " sindir radit melirik ke arah serly yang berusaha mencari perhatian ke arah kevin yang membuat dia risih.

"Lagian lo gak pantes komentar kayak gitu " ucap dio menatap tajam ke arah melody, melody yang mendengar itu langsung mati kutu.

Kembali lagi ke velycia bersama teman-temannya.

"Ya udah yuk kita pesan makanan dulu" ucap nanda sambil menarik tangan velycia.

"Nah sekarang kita duduk dimana?" Ucap salwa yang membawa nampan mereka masing masing.

" udah kita duduk bareng aja sama mereka usir mereka, ayo kita keluarkan jurus bar bar kita sebagai army"ucap nanda penuh semangat yang membuat velycia dan salwa tertawa.

"Benar juga, gue penasaran sama anak daneswara" seru vely mereka pun mengangguk lalu berjalan ke arah meja kevin.

"Minggir lo" gusur nanda.

"Lo? "Serly menatap tajam kearah nanda

"Apa"ucap nanda menatap tajam. Ke arah serly. Yang membuat serly langsung diam dan tidak bisa berkutik karena mendapatkan tatapan tajam dari dio dan radit.

" eh lo mahasiswi barukan? "Tanya radit. Velycia tersenyum dan langsung mengangguk, sontak membuat radit dan dio terpaku melihat senyuman velycia.

" ehm"dehem kevin membuat radit dan dio terkejut.

"Eh kalian mau dudukkan! Sini bareng kita aja meja sama kursinya masih luas kok" ucap dio.

"Emang boleh? " tanya velycia.

"Tentu dong, apasih yang gak boleh untuk para bidadari ini" ucap dio yang membuat velycia terkekeh melihatnya. Dan lagi lagi membuat radit dan dio melongo.

"Oke deh makasih " ucap velycia. Sambil duduk disebelah dio yang membuat kevin melotot ke arahnya.

"Eh iya kalau boleh tau nama lo siapa? " tanya dio yang masih melihat ke arah velycia.

"Nama gue velycia panggil vely aja gue pindahan dari kota B" ucap velycia.

"Kenalin gue radit kalau yang ini dio dan yang dingin kayak kulkas ini kevin" sapa radit mengulurkan tangannya.

Vely yang ingin mengulurkan tangan langsung dapat deheman dari kevin.

"Ehm.. " vely yang tanpa peduli itu langsung berjabat tangan dengan radit.

Hal itu membuat radit senang sampai sampai radit mencium tangannya yang disentuh vely tadi.sedangkan kevin menatap tajam velycia namun velycia tetap diam seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

"Wangi coy? " heboh radit.

"Gue juga mau dong " sahut dio yang ingin berjabat tangan dengan vely kevin langsung melotot kearah dio.

"Oh anak kampung sok sok kan kuliah dikampus elit kayak gini  ternyata lewat jalur beasiswa ya" ucap serly Sombong. Velycia , salwa, nanda, radit, dio bahkan kevin menatap kearah serly.

"Mulut lo bisa gak bisa dijaga gitu. " ucap radit.

"Lah emang kenapa sih gue kan bener anak kampung yang gak punya apa apa sok sokan kuliah dikampus ganesha" timpalnya lagi.

"Lo.. " belum siap kevin berbicara velycia terkekeh yang membuat semua orang melihat kearahnya.

"Bahkan lo belum gue pindahan dari universitas mana? " kekeh vely.

"Yang sudah pasti dibawah Ganesha" seru melody.

"Jinja? (Sungguh?) "ucap vely yang seolah-olah mengejek. Hal itu membuat salwa dan nanda terkekeh.

" emang lo dari universitas mana vely? "Tanya radit.

" oh dibawah Ganesha kok cuman di universitas rayaksha"ucap vely hal itu membuat serly dan melody terkejut,

universitas tersebut adalah universitas ternama yang sangat susah untuk dimasuki hanya mahasiswa dan mahasiswi terbaik yang bisa masuk kesana bahkan orang yang seperti mereka belum tentu di bisa masuk kesana, walaupun mereka punya uang dan bekingan terkuat sekali pun.

"Aduh... Kalau gue sih bakal tertampar oleh kenyataan sih" sindir salwa.

"Ya tapi tetap saja kampungan" seru melody yang tidak mau kalah.

"Oh bener kah tapi tidak apa-apa lah terserah kalian maupun bicara apa, orang iri tandanya tak mampu" ucap velycia hal itu membuat dio radit salwa dan nanda tertawa terbahak-bahak.

"Lo.. " tunjuk serly.

"Apa.. Kalah bicara ya mbak atau apa yang saya bilang benar ups.. Mianhae (maaf) " velycia menutup mulutnya sambil matanya berkedip kedip yang membuat serly geram.

"Haha.. Gue puas, baru kali ini gue puas"terbahak-bahak radit sampai memukul mukul meja.

"Emang kenapa kalau gue dari orang rendahan dan gak punya apa apa dan masuk sini juga menggunakan jalur beasiswa, emang kalau orang yang kuliah menggunakan jalur beasiswa itu orang rendahan ya! Menurut lo gitu, tapi menurut gue secara pribadi orang yang menggunakan jalur beasiswa itu orang hebat dia mampu bersaing dengan otak mereka yang pintar pintar gak menggunakan jalur lewat orang dalam kalo gak ya menggunakan sogokan api supaya tuh api menyala terus tanpa harus bersaing ups atau jangan jangan otak lo dangkal ya makanya gak bisa dapet kan jalur beasiswa ya! Is is gue turut prihatin ya? " ucap velycia yang pura-pura sedih, kevin  mendengar perkataan velycia tersenyum bangga dan serly melotot menatap tajam ke arah velycia.

"Lo jaga ya kata kata lo! Lo masih mahasiswi baru disini lo gak tau sapa dia? " ucap melody.

"Emang gue pikirin di anak siapa! anak pejabat kek anak presiden bahkan dia anak malin Kundang gue juga gak peduli" ucap velycia santai.

"Bwha..lo lucu vel gue suka " ngakak radit.

"Lo udah berani ya sama anaknya daneswara lo bakal tau apa akibatnya jika berani macem-macem sama anak daneswara"ucap melody, kevin yang mendengar itu memutar bola matanya malas karena dirinya tau siapa anak daneswara sesungguhnya.

" uuu..... Takutnya apa dalam bahasa Koreanya? "Ucap velycia menaruh telapak tangannya diarahkan kupingnya.

" museowo (menakutkan) "ucap velycia, nanda, dan salwa sambil menggerakkan tangannya seolah mereka takut.

" hahahaha"sontak membuat radit, kevin dan dio tertawa terbahak bahak.

"Lo liat aja apa yang akan terjadi sama lo nanti" ucap serly mengancam.

"Oke gue tunggu anak dari daneswara oh jakkman (tunggu) emang lo anaknya daneswara? " tanya velycia.

"Iya gue anak satu-satunya daneswara" ucapnya sombong.

"Hups" tertawa velycia.

"Tapi setau gue anak daneswara ada dua atau tiga mungkin lima atau.. Sepuluh, lo yakni cuman satu? " ucap velycia mengintimidasi.

"G-gue  yakin oh g-gue punya kakak perempuan dia lagi diluar kota" gugup serly.

"Dih dasar ngomong plin plan tadi bilang satu sekarang ada kakak" seru vely

"Tapi..oke gue percaya kata kata lo dan gue tunggu ancaman lo kalau itu sempat tidak terjadi atau lo libatkan mereka yang ada disini lo yang harus berhadapan sama gue ngerti" tunjuk velycia menatapnya tajam seperti elang.

"G-gue mau masuk ke kelas dulu masih ada jam teori " ucap serly pergi terburu buru.

"Ser tunggu dong! Hei? " ucap melody menunjuk ke arah velycia yang makan dengan santai.

"Hei" masih tidak ada tanggapan dari velycia.

"Hei "

"Lo ngomong sama siapa sih heran gue disini tidak ada yang namanya hei" ucap vely, melody menatap horor vely

"Apa? " ucap velycia menatap ke arah melody tanpa takut.

"Awas lo ya tunggu aja pembalasannya" ucap melody langsung beranjak dari tempat duduknya.

"Minyi minyi" nada vely mengejek dia menyumpal mulutnya dengan makanan.

"Uwa vel lo keren belum ada lo yang bisa bikin si ulet keket sama mak lampir itu pergi lo hebat vel" ucap salwa bangga.

"Tentu dong vely gitu tos dulu" ucap velycia dan lansung tos ke arah salwa dan nanda.

"Gue gak ni vel" ucap dio dengan enteng sambil mengulurkan tangannya agar bisa tos dengan velycia yang membuat kevin melotot kearah.

PLaK

"Gak ada enak aja lo gak usah vel buaya dia ni" ucap nanda.

"Gitu amat lo sama gue" sesungut dio. Kevin yang melihat itu mersa lega. Sedang velycia hanya tertawa melihat tingkah teman barunya itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!