NovelToon NovelToon
Kontrak Pernikahan Di Markas Komando

Kontrak Pernikahan Di Markas Komando

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Beda Usia / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Mengubah Takdir
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mrs. Fmz

​"Tiga syarat, Maya. Jangan jatuh cinta padaku, jangan mencampuri urusan dinasku, dan jangan biarkan satu orang pun di sekolahmu tahu siapa suamimu."
​Lettu Arga adalah perwira muda paling berbakat dengan kekayaan yang melampaui gaji bulanannya. Baginya, pernikahan adalah strategi untuk menyelamatkan karier dari fitnah. Sementara bagi Maya, siswi SMA yang baru berusia tujuh belas tahun, pernikahan ini adalah kontrak untuk menyelamatkan nyawa ibunya.
​Di depan saksi dan di bawah sumpah prajurit, mereka terikat. Maya harus belajar hidup di antara kaku dan dinginnya aturan Markas Komando, sementara Arga harus menahan diri agar tidak melewati batas terhadap "istri kecilnya" yang lebih sering memikirkan PR Matematika daripada melayani suami.
​Namun, ketika musuh mulai mengincar Maya sebagai titik lemah sang Letnan, Arga sadar bahwa ia telah melanggar syarat pertamanya sendiri: Ia telah jatuh cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. Fmz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Siapa Pria Itu, Maya?

Siapa pria itu, Maya? Pertanyaan tersebut terus bergema di dalam kepala Maya Anindya saat mobil dinas hitam itu melaju kencang meninggalkan gerbang sekolah yang penuh dengan desas-desus. Dia menatap bayangan teman-temannya yang semakin mengecil melalui kaca belakang dengan perasaan hancur serta kalut yang luar biasa. Rahasia besar tentang pernikahannya kini berada di ujung tanduk hanya karena sebuah penjemputan paksa yang sangat tidak terduga ini.

"Kenapa Anda harus mengatakan hal itu di depan mereka semua?" tanya Maya Anindya dengan suara yang bergetar serta penuh dengan kemarahan yang tertahan.

Arga Dirgantara sama sekali tidak menoleh ke arah istrinya melainkan tetap fokus menatap lurus ke arah jalanan di depan mereka. Rahangnya mengeras laksana batu karang sementara tangannya mencengkeram kemudi mobil dengan sangat kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Dia menyadari bahwa tindakan nekatnya tadi telah menghancurkan dinding penyamaran yang sudah mereka bangun dengan susah payah selama beberapa minggu terakhir.

"Saya tidak punya pilihan lain karena nyawamu jauh lebih penting daripada sekadar reputasi sekolahmu yang tidak berarti itu," jawab Arga Dirgantara dengan nada bicara yang sangat otoriter.

Gadis remaja itu memalingkan wajahnya ke arah jendela samping sambil menyeka air mata yang mulai jatuh membasahi pipinya yang kemerahan. Dia membayangkan bagaimana besok pagi seluruh penjuru sekolah akan membicarakan dirinya sebagai siswi yang dibawa lari oleh seorang pria berseragam. Rasa malu yang sangat besar bercampur dengan rasa takut akan masa depan pendidikannya membuat Maya Anindya merasa sangat sesak di dalam dada.

"Besok saya tidak akan berani masuk sekolah lagi karena semua orang akan menganggap saya sebagai gadis yang aneh," isak Maya Anindya sambil meremas ujung seragam sekolahnya yang kusut.

Arga Dirgantara melirik sekilas melalui cermin tengah lalu menghela napas panjang seolah-olah sedang membuang seluruh beban berat yang menghimpit pundaknya. Dia mengarahkan kendaraan menuju sebuah jalur tikus yang sangat sepi serta jarang dilalui oleh kendaraan umum agar mereka tidak diikuti oleh intelijen musuh. Ketegangan di dalam kabin mobil yang sempit itu terasa sangat mencekam hingga detak jam di pergelangan tangan sang perwira terdengar sangat jelas.

"Dengarkan saya baik-baik, Maya, dunia sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja untuk seorang gadis sepertimu," tegas Arga Dirgantara dengan tatapan mata yang sangat serius.

Lelaki itu mendadak menginjak rem dengan sangat dalam hingga tubuh Maya Anindya terdorong ke depan dengan sentakan yang cukup keras. Mereka kini berhenti di bawah sebuah jembatan beton yang sangat tua serta tersembunyi dari pantauan kamera pengawas jalanan. Arga Dirgantara segera mematikan mesin mobil lalu menatap istrinya dengan sebuah sorot mata yang mengandung peringatan sangat besar tentang bahaya yang sedang mengintai.

"Mulai detik ini, kamu tidak boleh mempercayai siapa pun di sekolah itu termasuk guru-gurumu sendiri," lanjut Arga Dirgantara sambil mengeluarkan sebuah amplop cokelat.

Maya menatap amplop itu dengan penuh rasa ingin tahu sekaligus rasa ngeri yang mulai merayapi seluruh permukaan kulitnya. Dia mengambil amplop tersebut dengan tangan yang gemetar hebat lalu perlahan membuka segel merah yang menempel sangat kuat di sana. Di dalamnya terdapat sebuah kartu identitas baru dengan foto dirinya namun menggunakan nama keluarga yang sama sekali berbeda dengan nama aslinya.

"Ini adalah identitas barumu sebagai adik sepupu saya agar semua orang berhenti bertanya-tanya tentang hubungan kita," ucap Arga Dirgantara sambil mempersiapkan sebuah alibi kakak sepupu.

1
muna aprilia
lanjutkan
Ihda Rozi
lanjut
merry
nyiksa ank org kmu ga,, pdhl maya gk salah lohh,, ko berhrp maya truma gt biar nyesel tu si Arga bini msh kecill dihukum kyk bgtt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!