NovelToon NovelToon
Forensik Adalah Seorang Antagonis

Forensik Adalah Seorang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Wanita Karir / Psikopat / Antagonis / Balas Dendam / Bad girl
Popularitas:962
Nilai: 5
Nama Author: Gdc Hb vl

Zielga Nadine adalah seorang forensik kepolisian yang terkenal karena kecerdasannya dalam memecahkan kasus-kasus tersulit. Kemampuannya membawa banyak penghargaan dan membuat namanya dikenal sebagai salah satu ahli forensik terbaik.

Namun di balik sosoknya yang brilian, Zielga menyimpan masa lalu yang kelam. Semasa SMP, ia mengalami perundungan brutal dan kehilangan harga dirinya berkali-kali. Luka itu tak pernah sembuh—dan menjadi api yang membakar seluruh hidupnya.

Bagaimana jika forensik jenius yang dipercaya semua orang ternyata menyimpan agenda gelap?

Inilah kisah benturan antara dendam yang membara dalam diri Zielga dan upaya polisi mengungkap kebenaran.
Siapa yang akan menang: Zielga, yang bertekad membalas semua rasa sakitnya, atau aparat kepolisian yang tanpa sadar sedang memburu rekan mereka yang paling mereka hormati?

Di atas kertas bertuliskan “Keadilan”, sebuah pertempuran dimulai.

cerita ini hanya fiksi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gdc Hb vl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 22

Jari-jari tangan kanan ziel yang memegang pena terus bergerak mencatat semua yang di katakan oleh keysa.

saat mencatat semua perkataan keysa ziel tersenyum sebentar tanpa di ketahui oleh keysa.

'sepertinya aku harus memberikannya bonus' batin ziel, dia sangat senang ketika mengetahui betapa kompetennya sam bekerja untuknya.

ziel kemudian mendongakkan kepalanya menatap keysa dengan iba sambil mengusap punggungnya dengan lembut.

''kau pasti takut, jangan khawatir di sini aman'' ucap ziel menenangkan keysa.

''kenapa anda tidak melaporkan kejadian ini secepatnya'' tanya ziel menampilkan raut wajah sedih dan bingung pada keysa.

keysa menunduk diam, kedua tangannya terangkat menutupi wajahnya ''say...ya takut'' lirih keysa sambil menangis.

mendengar itu ziel diam, matanya menatap keysa dengan kekosongan yang tak bisa di jelaskan. 'betapa menjijikkannya ini' batin ziel muak melakukan akting seperti ini.

''apa anda pera melihatnya'' tanya ziel memegang pena dan buku di tangannya.

keysa mengangguk dengan gugup.

''kalau begitu bisa bisa anda berikan ciri-ciri nya''

keysa memegangi kepalanya ''aku tidak tau..dia berpakaian hitam..dan..mengenakan topeng putih'' jawab keysa sambil mencengkram kepalanya, dia merasakan tekanan aneh di di dalam kepalanya saat mencoba mengingat apa yang telah terjadi sebelumnya.

saat mendengar jawaban keysa ziel merogok sakunya memperlihatkan foto cctv dirinya yang mengenakan topeng saat menghabisi mirza.

ziel mengarahkan ponselnya ke keysa ''apa orangnya seperti ini!?'' tanyanya dengan lembut.

keysa mendongakkan kepalanya melihat foto yang ziel tunjukan, dia mengangguk dengan kaku ''ya..ini orangnya'' ucap keysa dengan gugup.

''kalau begitu apa kau kenal orang ini'' ziel menggeser foto tersebut hingga foto itu menampilkan wajah mirza gevano korban pertamanya.

keysa yang melihat foto tersebut menggeleng keras tak tau ''tidak aku tak tau''

ziel yang melihat keysa menggeleng keras bertanya kembali ''coba di lihat lebih teliti apa ini teman kampus anda atau sma anda''

keysa menggeleng kembali ''tidak..maaf saya tidak ingat'' jawabnya dengan gugup.

ziel menyimpan ponselnya kembali ke saku belakangnya, dia kemudian berdiri '' baik kami akan menyelidiki pelakunya, anda bisa di sini selama yang anda mau, anggota kami akan menemani anda''

ziel melangkah pergi dari ruangan.

saat ziel memegang gagang pintu ruangan bola mata ziel menatap keysa sebentar sambil tersenyum 'selamat datang di lubang kawan baikku' batin ziel.

dia kemudian melangkah keluar dari pintu meninggalkan keysa sendirian di ruangan.

ketika ziel keluar dari ruangan davis,azri dan mika segera menghampirinya.

''apa yang terjadi kak'' tanya davis dengan penasaran.

''ini masalah besar, azri dan davis kalian cari tau tentang hubungan keysa dan korban pembunuhan misterius bernama mirza kemarin. Tolong foto kopi ini sebentar aku perlu" ziel berbicara sambil memberikan catatan dari perbincangan nya dengan keysa tadi.

"Baik kak" Azri mengambil catatan tersebut dan melangkah pergi ke ruangannya prin.

Dia kemudian menoleh ke mika "dan mika tolong cari tau tentang keysa,penyakit,pekerjaan dan lain-lain, aku rasa ini ada hubungannya dengan kasus mirza kemarin"

Mika dan davis mengangguk dengan patuh, langsung melangkah pergi ke tugas masing-masing.

Ziel kemudian melangkah pergi mendekati salah satu polisi wanita yang sedang duduk di meja kerjanya.

"Al tolong temenin korban di ruangan khusus pelayanan, bisa" ziel berbicara pada seorang wanita polisi yang bernama alya.

Alya menganggukkan kepalanya "bisa kak ziel" jawab Alya.

Setelah itu ziel melangkah mendekati aksa yang duduk di meja kantor "ak, ini masalah besar, bisa ikut aku sekarang"

Aksa yang sedang menatap layar komputer mendongak kan kepala menatap ziel "ada apa!?" Tanyanya dengan bingung.

Ziel tak menjawab dia menarik baju aksa dan menyeretnya ke luar "udah ayo ikut!" Paksa ziel.

Aksa yang di tarik hanya bisa pasrah dengan apa yang ziel lakukan padanya.

Saat di tengah jalan ziel di hampiri oleh azri "kak ini catatan nya" ucap azri sambil menyerahkan catatan tadi ke ziel.

Ziel mengangguk "Makasih az" ucapnya terus berjalan menyeret aska keluar gedung.

Ketika ziel menjauh Azri menatap aksa dengan tatapan iri, dia kemudian pergi menyusul davis ke penyelidikan.

Ziel kini telah menarik aksa ke parkiran, dia langsung menyuruh aska untuk masuk ke dalam mobil bagian penumpang di kursi depan.

Hal ini jelas membuat aksa tak terima, dia ini laki-laki masak dia yang menyuruh ziel mengemudi, padahal hal ini biasa bagi ziel.

"Ziel, biar aku aja yang mengemudi" pinta aska pada ziel.

"Udah masuk aja gak usah bacot!" Sarkas ziel sambil memasuki mobil.

Aska mematung di tempat "oh ok" ucap aska pelan dia kemudian membatin 'sepertinya dia sedang mode ganas' aska segara masuk ke dalam mobil bersama ziel.

Dia memakai sabuk pengaman "udah" tanya ziel pada aksa.

"Ya" jawab aska.

Ziel langsung menginjak pedal gas meninggal kan pekarangan gedung kepolisian.

Saat di perjalanan.

"Memangnya apa yang membuat mu begitu aktif hari ini ziel" tanya aska dengan penasaran.

Ziel menyerahkan fotokopi catatan keysa tadi pada aska "tadi ada seseorang datang yang terus-menerus mendapatkan teror dari seseorang"

Aska mendengarkan ucapan ziel sambil membaca catatan itu dengan cermat.

"Kalian pantas mati" mata aksa sedikit menampilkan raut keterkejutan saat membaca bagian di mana keysa di teror dengan foto.

"Apa korbannya seorang gadis!?" Tanyanya aksa.

"Ya, terlebih lagi dia tinggal sendirian di apartemen, dan dia adalah tunangan dari laki-laki yang meninggal kemarin"

Aksa langsung menoleh ke ziel saat mendengar hal itu "apa, serius" ziel mengangguk tanpa mengalihkan pandangan dari jalan.

Melihat anggukan ziel wajah aska berubah menjadi masam dan sedih "ais, gadis ini pasti hidupnya tidak mudah, kasihan sekali" ucap aksa.

Pupil mata ziel melirik ke arah aska sebentar saat mendengar ucapan aska, 'tentu, bangkai harus di balas dengan bangkai' batin ziel.

Aksa terus membaca semua catatan tadu hingga bagian akhir "apa!, topeng putih!!?" wajah aska langsung menampilkan raut keterkejutan yang sangat tinggi.

"Apa ini berhubungan dengan kasus korban pembunuhan misterius kemarin" tanya aksa menatap ziel dengan penasaran.

Ziel tersenyum tanpa mengalikan pandangannya kedepan "kau sangat peka kapten" ucapnya seolah bangga pada aksa 'dan sangat berbahaya, apa aku bunuh saja dia yang terus berkembang ini' lanjut ziel dalam batinnya.

"Pantas saja kau terlihat bersemangat sekali dalam hal ini, mungkin kita akan menemukan petunjuk dalam penyelidikan ini,aku sangat bangga padamu ziel" ucap aksa sambil mengangguk-anggukan kepalanya tersenyum senang.

Mendengar kata-kata aska ziel hanya tersenyum 'segalanya memang tak perna menjadi tak mungkin, kenapa manusia mudah sekali tertipu hanya dengan kebiasaan dan cara hidup mereka' batinnya dengan tatapan yang terlihat kosong.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!