Harap bijak dalam membaca.
IG. Ar_Inthan99
FB. Fia than.
Pernikahan yang dilakukan atas perjodohan kedua orang tua mereka.
Membuat persahabatan yang sudah lama mereka lalui berubah seketika menjadi hancur..
Arka yang dulu baik,ramah perhatian saat masih menjadi sahabat Afifah.
kini berumah menjadi arogan,egois dan dingin ketika mereka sudah menikah.
Dan Arka menggagap Afifah hanya sebagai "Istri Diatas Kertas"nya
Bagaimana kah Nasib pernikahan mereka . .
apakah Afifah akan bertahan dengan perlakuan Arka yang terus menyakitinya dengan sikapnya terhadap Afifah..?
atau Afifah akan meninggalkan Arka?
Akan kah takdir mengubah mereka..?
Ikuti Kelanjutannya.
Jangan lupa dukung karyaku.
Like,comen dan Vote.
Terimakasih.
By.Naffia Inthan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naffia Inthan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 22
Afifah akhirnya terlelap,mungkin karena dia meresa lelah,terlalu lama menangis.
Lama iya tertidur..Waktu sudah menunjukan 18.00 dan memasuki waktu magrib.
Afifah yang tertidur pun membuka matanya perlahan,kemudian Afifah memcoba membangunkan tubuhnya.
Afifah meresa tubuhnya sangat lemas.
Perlahan Afifah pun duduk ditepi ranjangnya,kemudian Afifah melihat kearah jam Ding-ding yang ada dikamar tersebut.
Afifah membulatkan matanya.
"Astagfirullah, sudah masuk waktu magrib, ya ampun kok aku bisa ketiduran,bahkan aku melewatkan salat Dzuhur dan ashar, ya Allah hampuni hambamu ini yang lalai" Ucap Afifah dengan nada penyesalan.
Kemudian Afifah mengambil handuk dilemari.
Tapi saat Afifah membuka lemari tersebut lemari tersebut nampak kosong tidak ada isinya sama sekali.
"Ya ampun,aku baru ingat . Bahkan aku belum memasukan pakaian ku dan membereskannya kedalam sini, huuh aku memang sangat lalai..!!" Ucap Afifah yang masih menggerutuk dirinya sendiri.
Afifah pun mengambil handuk, baju ganti dan alat solat didalam kopernya, kemudian Afifah masuk kedalam kamar mandi dan mulai membersihkan diri, berwudhu,kemudian memakai bajunya.
Setelah selesai Afifah pun keluar dari kamar mandi tersebut.
kemudian Afifah mengambil alat solatnya yang sudah iya persiapkan.
Afifah pun memulai ritual salat magribnya.
Tak lama Afifah pun selesai, Afifah membereskan kembali alat solat tersebut.
Kemudian Afifah mengambil kopernya,
Afifah mulai memasukan pakaian didalam koper tersebut kedalam lemari, dan membereskan barang-barang yang iya bawa.
30 menit kemudian Afifah selesai membereskan semuanya.
Afifah terlihat binggung, iya duduk kembali ditepi ranjangnya.
" Sekarang apa yang harus aku lakukan..?Mau tidur,ini masih belum waktunya. Ah lebih baik aku kebawah saja,membatu Bi Sanah.."Ucap Afifah, dia meraih jilbabnya,memakai jilbab tersebut, kemudian beranjak dari kamarnya menuju kebawah.
Afifah berjalan menuju dapur. Terlihat Bi Sanah sedang memasak untuk menyiapkan makan malam.
Afifah pun menghampiri Bi Sanah.
"Bi ,ada yang bisa Afifah bantu gak..?"
Bi Sanah yang sedang fokus memasak pun sontak terkejut mendengar suara Afifah yang memanggilnya. " Astagfirullah, Fi kamu bikin Bibi jantungan saja..!!"
Afifah malah tertawa melihat Bu Sanah yang terkejut.
" Ha...ha..ha..Maaf Bi, lagian bibinya aja yang terlalu serius,sampe gak sadar Afifah kesini.."
"Ini bibi kan lagi masak ...''
"Emm, Afifah bantuin ya Bi.."
"Gak usah biar Bibi aja, nak Afifah istrihat saja,nanti kalau masakannya sudah matang dan siap Bibi kasih tau .."
"Afifah udah istrihat kok Bu,lagian Afifah bosen gak ada kegiatan. Boleh ya Bu Afifah bantuin Bibi.."Ucap Afifah dengan nada sedikit memohon.
"Yaudah deh terserah Nak Afifah saja.."Ucap Bu Sanah terlihat sudah pasrah dengan keingin majikannya tersebut.
Kemudian Afifah memulai membantu Bi Sanah,menyiapkan bahan-bahan yang akan dimasak dan memotong-motong sayuran.
Sudah hampir Satu jam Meraka berdua berkutat didalam dapur, cukup banyak menu yang mereka berdua buat.
Afifah dan Bi Sanah menata semua menu makanan yang mereka masak Diatas meja makan.
"Akhirnya, selesai juga.."Ucap Afifah.
"Ya sudah nak Afifah makan dulu Sanah,biar Bibi panggilkan den Arka.."
"Nanti saja Bi, Afifah mau salat isya dulu,nanti baru makan, bibi gak usah panggil Arka biar Afifah saja nanti..!!" Ucap Afifah ,kemudian dia beranjak menaiki tangga menuju kamarnya.
Bi Sanah menggangukan kepalanya ,kemudian dia berlalu menuju dapur untuk membersikan dapur yang masih berantakan.
Afifah sampai dikamarnya,dia langsung ke kamar mandi mengambil air wudu,setelah selasai Afifah pun menunaikan salat isya..
**
Arka terlihat masih sedang fokus ke layar laptop yang ada didepannya.
Arka sedang mengecak laporan perusahaan yang Beni kirim.
Walau pun Beni orang kepercayaannya, Arka tetap selalu mengecek berkas laporan yang Beni kerjakan.. Arka sangat telaten dalam mengurus perusahannya.
Lama berkutik dengan Leptop..
"Kruuuk..Kruuukk...kruuuk..." Bunyi cacing dalam perut Arka akhirnya meronta-ronta meminta makan.
Arka menutup leptopnya, beranjak dari tempat tidurnya. Menuju pintu, saat Arka akan membuka pintu kamarnya , seseorang mengetuk pintu tersebut.
"Tok...tok..tok.."
Arka pun langsung membuka pintu tersebut.
"Ada apa...?" Ucap Arka dengan muka datarnya.
"Aku hanya ingin mengajakmu makan malam,tadi aku dan Bi Sanah sudah memasak banyak makanan..." Ucap Afifah sambil menundukkan kepalanya, Afifah tak berani melihat wajah Arka sejak kejadian tadi siang ,Arka yang membentaknya.
"Baiklah aku akan kebawah.." Ucap Arka.
Afifah hanya mengangukan kepalanya,kemudian dia berlalu meninggalkan Arka menuju meja makan.
Tak lama Arka pun menyusul Afifah.
Arka melihat menu yang tersaji Diatas meja makan tersebut sangat menggugah selera, dari aroma masakan tersebut pun sedang tercium makanan yang dihadapannya itu sangat lezat.
" Krukkk...Krukkk..kruuuk..." Cacing dalam perut Arka kembali berbunyi.
Afifah yang mendengar bunyi perut Arka pun,sedikit menahan tawanya.
"Ayo dimakan...!!" Ucap Afifah.
Pipi Arka terlihat memerah karena iya Meresakan malu.Namun Arka berusaha menyembunyikannya. Arka memasang wajah datar dan cueknya.
"Cacing sialan kenapa berbunyi terus,tidak sabaran sekali" Lirih Arka dalam hati nya..
Afifah mengambil Nasi berniat untuk mengambilkan untuk Arka..Namun belum saja Afifah menaruh kedalam piring Arka.
" Jangan sok melayaniku seperti Istri sungguhan,aku bisa mengambilnya sendiri, sudah ku bilang berapa kali kalau kau itu hanya "Istri Diatas Kertas" ku, jadi kau tidak usah repot-repot melayaniku seperti Istri pada umumnya..Kau paham" Ucap Arka menatap sinis pada Afifah.
Kemudian Arka mengambil colek nasi dari tangan Afifah, Arka mengambil nasi dan lauk pauk yang ada dimeja tersebut.kemudian dia menyantapnya dengan lahap..
Karna memang sedari tadi Arka sudah merasa sangat lapar.
Afifah pun perlahan mengambil Nasi dan Lauk pauk yang ada dimeja..
Namun Afifah hanya mengaduk-aduk makanan tersebut.
Entah kenapa Afifah meresa nafsu makannya hilang begitu saja,padahal tadi Afifah meresa sangat lapar sekali . .
Di dalam pikirannya, Afifah masih terngiang-ngiang ucapan Arka ...
Namun Afifah mencoba menyupkan makanan tersebut kedalam mulutnya..Perlahan Afifah mengunyah makanan tersebut dan menelannya.
"Kamu harus banyak makan Afifah ,karna pura-pura bahagia itu butuh tenaga extra'' Lirih Afifah dalam hatinya,menyemangati dirinya sendiri.
Sedangkan Arka , dia sudah terlihat kenyang dengan makannya, Arka mengelus-elus perutnya.
Kemudian Arka beranjak dari meja makan tersebut tanpa sepatah kata pun, Arka berlalu menuju lantai atas menaiki anak tangga rumah tersebut.
Afifah tidak menghiraukan Arka ..Terlihat Arka melirik kearah Afifah.
"tumben sekali dia menghiraukanku,tapi baguslah kalau begitu, aku tidak perlalu lagi mengingatkan kalau dia itu Hanya "Istri Diatas Kertas"ku...."Arka tersenyum sinis kemudian melanjutkan langkahnya.
"Alhamdulillah..Akhirnya habis juga,.." Ucap Afifah..
terlihat nasi yang dipiring Afifah sudah habis iya makan.
Kemudian Bi Sanah menghampiri Afifah .
"Sudah selesai Nak Afifah ...?"
"Sudah bi...!! Ucap Afifah sambil mengelap mulutnya dengan tisu.
"Ya sudah kalau gitu Bibi beresin ya nak Afifah...!!"
Afifah mengangguk..
"Biar Afifah bantuin ya Bi ..!!"
Bi Sanah hanya menggangguk,karna dia pikir kalau dia melarang pun percuma,majikannya tersebut tidak akan mendengarkannya.
Afifah pun membantu membereskan meja makan tersebut, mengambil piring kotor dan mencucinya.
Setelah selesai, Afifah pun berpamitan kepada Bi Sanah untuk ke kamarnya beristrihat.
Afifah pun beranjak menuju kamarnya.
Setelah sampai Afifah membaringkan tubuhnya diatas kasur..
Mencoba memejamkan mata nya ,dan akhirnya Afifah pun terlelap dalam tidurnya dan mulai menjelajahi dunia mimpi.
Dikamarnya Arka mencoba memejamkan matanya, mencoba untuk tertidur. Namun usaha Arka sia-sia.
Arka terlihat kesal kemudian dia bangun dari kasur tersebut ,Arka menuju balkon dia duduk dikursi yang ada di balkon tersebut.
Suasa malam yang terlihat cukup indah,langit dipenuhi bintang-bintang ,dan cahaya bulan cukup terang malam itu.
Arka menikmati suasana tersebut. Menatap ke atas langit dan memejamkan matanya.
Namun saat Arka memejamkan matanya Yang terlihat dalam angannya adalah Afifah dengan senyum manisnya.
Arka pun terburu-buru membuka matanya kembali.
" Sadar Arka Sadar.....!!" Ucap nya sambil menepuk-nepuk pipinya sendiri.
Namun bukan nya bayangan Afifah menghilang ,bayangan tersebut malah semakin menguasai Arka .
"Ada apa dengan diriku..." Ucap Arka sambil mengusap wajahnya dengan Kasar.
@@@@@
Maaf ya baru sempat Up.😅😁
Terimaksih yang setia stay dikaryaku.🤗🤗
Jangan lupa Like,comen dan Votenya💓💓💓😁
wlo udh jd saudra tiri.tpi masih bisa nikah kok.
kan gk ada hub darah.
ya semoga afifah klo gk sama angga ya sama indra.
msih bnyak typo yg harus di benahi semangat berkarya thor