NovelToon NovelToon
Istri Pengganti

Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Selingkuh / Pengantin Pengganti / Pengganti / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cinta Murni
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Purpledee

Noari Liora, gadis sederhana yang hidup dalam keterbatasan, tiba-tiba ditarik masuk ke dunia mewah keluarga Van Bodden, ketika Riana, sepupu perempuan kaya yang pernah menyakitinya di masa lalu, justru memintanya menjadi istri pengganti untuk suaminya, Landerik.

Di tengah rasa iba, dan desakan keadaan, Noa menerima tawaran itu. Pernikahan yang seharusnya hampa justru menyeretnya ke dalam lingkar emosi yang rumit, cinta, kehilangan, luka dan harapan.

Ketika Riana meninggal karena sakit yang dideritanya, Noa dituduh sebagai penyebabnya dan kehilangan pegangan hidup. Dalam rumah megah yang penuh keheningan, Noa harus belajar menemukan dirinya sendiri di antara dinginnya sikap Landerik, dan kehadiran Louis, lelaki hangat yang tanpa sengaja membuat hatinya goyah.

Akankah Noa bertahan di pernikahan tanpa cinta ini?
Atau justru menemukan dirinya terjebak dalam perasaan yang tidak pernah ia duga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purpledee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 2. Tamu

Noa membuka pintu dan melangkah masuk, tapi langkahnya terhenti seketika. Ia bahkan terpaku melihat Riana.

Riana, sepupu yang selalu tampak sempurna, angkuh, dan menyebalkan kini duduk di sofa dengan tubuh yang tampak jauh berbeda dari terakhir kali ia melihatnya. Tubuhnya lebih kurus, pipinya cekung, dan kulitnya pucat tampak seperti kehilangan cahaya. Rambutnya yang biasanya rapi kini terurai dengan kusut di beberapa bagian.

Dan yang paling mengejutkan, mata Riana yang tampak berkaca-kaca.

Saat pandangan mereka bertemu, Noa merasa seperti sedang menatap orang lain. Bukan Riana yang selama ini penuh kesombongan. Bukan Riana yang selalu berdiri lebih tinggi darinya. Bukan Riana yang membuat hidupnya selalu berasa kecil.

Riana berdiri perlahan, ia hampir jatuh terhuyung sampai ia harus berpegangan pada sofa. Ia menatap Noa dengan campuran keterkejutan, rasa bersalah, dan ketakutan yang tidak pernah Noa bayangkan akan ia lihat di mata perempuan itu.

“Noa.” suaranya lirih dan goyah. “Senang akhirnya bisa bertemu denganmu lagi, Noa.”

Noa tidak sempat berkata apa-apa ketika Riana melangkah cepat dan tanpa peringatan langsung memeluknya. Pelukan itu membuat Noa membeku. Tubuh Riana terasa dingin, kurus, dan gemetaran. Noa berdiri kaku, tidak tahu harus membalasnya atau melepaskannya.

Pelukan ini bukan sesuatu yang pernah mereka lakukan. Bahkan tidak pernah terbayang sedikit pun. “R-Riana?” Noa akhirnya bersuara, Noa merasa bingung “Ada apa?”

Riana menutup mata rapat-rapat, dan suara isaknya tertahan di bahu Noa. “A-aku tidak tahu harus melakukan apa lagi.” bisiknya. Noa terdiam. Kata-kata itu menusuknya, bukan karena iba saja, tapi karena rasa tidak percaya. Di balik mereka, kedua orang tua Noa menyaksikan tanpa banyak bicara, wajah mereka kebingungan, tapi juga ada kilatan sesuatu yang Noa kenal, harapan akan uang atau keuntungan dari situasi apa pun yang tengah terjadi.

Namun Noa tidak memikirkan itu dulu. Fokusnya hanya pada Riana yang memeluknya seolah dunia sedang runtuh dan Noa adalah satu-satunya tempat ia bisa bersandar.

Setelah beberapa detik yang terasa begitu panjang, Noa perlahan meletakkan tangannya di punggung Riana, tidak penuh, tapi cukup untuk menunjukkan bahwa ia mendengar.

“Apa yang terjadi?” tanya Noa pelan.

Riana melepaskan pelukannya perlahan, namun tetap memegang lengan Noa seolah takut gadis itu pergi. Ketika Riana menatapnya lagi, air mata jatuh begitu saja di pipinya.

“Noa,” suaranya pecah. “Aku butuh bantuanmu.”

...♡...

Noa membuka pintu kamarnya dan mempersilakan Riana masuk. Di Kamar yang kecil namun rapi, dengan cahaya matahari pagi menembus tirai putih tipis. Riana perlahan berjalan masuk. langkahnya goyah, tubuhnya tampak lebih rapuh dibanding beberapa menit lalu di ruang tamu.

Noa menutup pintu di belakang mereka, lalu berbalik dan melihat Riana duduk di tepi ranjangnya. Gadis itu memeluk kedua tangannya sendiri, seolah mencoba menjaga dirinya tetap utuh.

“Noa,” suara Riana bergetar. “Aku tidak punya banyak waktu.” Noa duduk di kursi kecil di depannya. “Riana sebenarnya apa yang terjadi denganmu?”

Untuk beberapa detik, Riana hanya menunduk. Rambut coklatnya yang dulu tenal dan terawat kini nampak menipis. Bahunya mulai gemetaran sebelum ia menghapus air mata yang sudah jatuh duluan.

“Aku sakit,” katanya lirih. Noa menaitkab alisnya “Sakit? Sakit apa?” tanya Noa.

Riana menarik napas panjang, seperti sedang mempersiapkan dirinya untuk mengucapkan sesuatu yang ingin ia sembunyikan selama bertahun-tahun. “Aku mengidap kanker otak,” ujarnya, suaranya gemetaran menahan tangis “Sudah hampir 3 tahun.”

Dunia Noa seperti berhenti sejenak. “Riana,” ia berbisik, tidak percaya. Riana mengangguk pelan. “Aku terus mencoba sembuh. Aku bolak-balik menjalani operasi, kemoterapi, perawatan khusus. suamiku melakukan segalanya, Dia menghabiskan uang, waktu, dan tenaganya untuk mempertahankanku agar tetap bertahan hidup.” Riana tersenyum pahit. “Tapi tubuhku tidak kuat lagi.”

Noa menutup mulutnya, menahan emosi yang tiba-tiba mencengkram dadanya. “Kenapa kau tidak memberitahu keluarga?” tanya Noa, suaranya hampir tidak terdengar.

“Keluarga?” Riana tertawa kecil, getir. “Kau tahu sendiri seperti apa mereka. Yang mereka pedulikan hanya reputasi dan harta. Jika mereka tahu, aku akan dijadikan topik pembicaraan dan simpati palsu. Aku lebih memilih menderita diam-diam dari pada menjadi tontonan.”

Noa menunduk, pahit mendengarnya, tapi ia mengerti. Riana menatap Noa lagi, tatapannya penuh luka, ketakutan, dan permohonan.

“Noa, ada alasan kenapa aku datang kepadamu hari ini.” Noa menegakkan tubuhnya, perlahan merasa sesuatu yang tidak ia mengerti sedang mendekat.

“Ada apa sebenarnya?” tanya Noa. Riana menggenggam tangan Noa dengan penuh harapan.

“Noa, aku ingin kau menikah dengan suamiku.”

Hening.

Dunia Noa seperti berhenti berputar. “A-apa? apa yang kau bicarakan.” Noa tersentak mundur, tidak yakin ia mendengar dengan benar.

Air mata Riana jatuh tanpa bisa ia tahan lagi. “Aku tahu ini tidak masuk akal. Aku tahu kau pasti membenciku. Aku tahu selama ini aku memperlakukanmu dengan buruk, aku tahu. Tapi Noa aku benar-benar membutuhkanmu.”

Ia menutupi wajahnya sebentar, suaranya patah. Riana memegang kedua bahu Noa untuk meyakinkannya.

“Tapi suamiku, Landerik, dia pria terbaik yang pernah aku temui. Dia mencintaiku, Noa. Dia merawatku, meninggalkan semua kemewahan di Paris hanya untuk menemaniku menjalani hari-hari terburukku.”

Ia menatap Noa, kali ini dengan ketulusan yang Noa tidak pernah lihat selama ini. “Aku tidak bisa membayangkan dia hidup sendirian setelah aku tiada.”

Riana menggenggam tangan Noa lebih erat, seolah hidupnya bergantung pada itu. “Kau satu-satunya wanita yang aku percaya. Kau baik, lembut, kau tidak pernah membalas perlakuan burukku walaupun sebenarnya kau bisa membalasku” suaranya makin pelan. “Aku ingin dia bersama seseorang yang bisa mencintainya dengan jujur. Dan aku tahu kau orangnya.”

Noa menggeleng pelan, merasakan dadanya sesak. “Riana, I-ini terlalu berat untukku. A-aku tidak bisa—”

“Aku mohon, Noa.” bisik Riana, suaranya serak. “Aku mohon, sebelum aku mati, biarkan aku tenang mengetahui bahwa dia tidak akan sendirian.”

Noa merasa seluruh dunia runtuh menimpanya. Masih ada rasa sakit atas masa lalu, rasa bingung akan masa depan, dan kini permintaan absurd yang terasa seperti beban seluruh hidup seseorang.

Namun saat Noa menatap Riana, melihat tubuhnya yang rapuh, mata yang memohon, dan ketulusan yang ia tidak pernah tahu disimpan sepupunya, Noa tidak bisa berkata apa-apa. Dia hanya menatap Riana dengan mata yang perlahan berair.

Di luar angin berhembus menggetarkan tirai. Dan di dalam kamar kecil itu, dua perempuan yang dulu saling menjauh kini terhubung oleh nasib yang sama-sama tidak pernah mereka bayangkan.

To Be Countinue...

...Visual Character...

...◇...

■ Noari Liora

■ RIANA

1
Kam1la
hati2 Laderick bisa tergoda Mora
Kam1la
💪💪💪 lanjut , Noa
Kam1la
Tidak... Noa!!🤭
Deii Haqil
ow.. no, Noa..🙈💪💪
Miu Nuha.
rasany nyesek ya, harus menahan diri demi mewujudkan keinginan orla 🤧
Miu Nuha.
paham banget kalo mau nentuin kapan meninggoynya 😩😩😩
Deii Haqil
lanjut lagi..hemhemhem🤭
Kam1la
makin seru nnih ....! semangat up. dan jangan lupa mampir di Terlambat Mencintaiku...😍
Deii Haqil
makin seru😊 lanjut kak💪
Afriyeni
setidaknya kamu punya hak untuk itu saat ini noa. sebab landerik juga tidak punya kuasa untuk menekan mu.
Afriyeni
Riana, noa dan landerik adalah orang orang yg tengah bermain di atas luka masing masing
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): ouh suka bnget kata-kata nya kak😭
total 1 replies
Deii Haqil
keren kak, mantap! semagat nulisnya😁
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): makasih dh mampir kak🤗
total 1 replies
Kam1la
lanjutkan...
Deii Haqil
jangan lupa ngopi. kak. semangat😁
Kam1la
alur yang bikin nyesek..... semangat berkarya Kak !!
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): makasih kak🤗
total 1 replies
Kam1la
semangat 2.....up😍
Deii Haqil
lanjut baca, kasian juga Riana😭
ss
Kak semangat yahh...
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): makasih dh mampir kak🤗
total 1 replies
Kam1la
sedih....
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): wah... makasih dh mampir kak🤗
total 1 replies
Miu Nuha.
kekny si ibu gk dpt perlakuan baik dari keluarga Landerik 🤔 ,, jadi nikah gk nih...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!