NovelToon NovelToon
Dear, Husband

Dear, Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Nikahmuda / Nikah Kontrak / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Poporing

Gimana jadinya kalau kau harus menikah dengan muridmu sendiri secara rahasia?? Arghhh, tidak ini gak mungkin! Aku hamil! Pupus sudah harapanku, aku terjebak! Tapi kalau dipikir-pikir, dia manis juga dan sangat bertanggung-jawab. Eh? Apa aku mulai suka padanya??!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poporing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23 : Ketahuan juga!

Rio benar-benar merasa mual dan tak tahan setelah mencium aroma bawang yang begitu kuat di dapur. Tanpa menunggu waktu lama, kakinya melangkah cepat menuju kamar mandi.

BRAKH!!

Pintu itu dibuka kasar oleh Rio yang sedang menutup mulutnya sendiri dengan satu tangan.

Begitu di dalam toilet ia segera memuntahkan semua yang sejak tadi ditahannya.

Adiknya terdiam, menghentikan aktifitasnya di meja makan dan memutuskan untuk berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi dengan alis yang saling bertaut. Sementara sang ibu, dia jelas berlari kecil untuk mengecek apa yang sedang terjadi dengan putranya.

"Rio, kamu sakit?" Tanyanya dengan wajah cemas saat melihat Rio sedang menyiramkan air di wastafel kamar mandi.

"Enggak, Rio cuma gak tahan sama aroma bawang...," jawabnya dengan jujur.

Ia berjalan keluar kamar mandi dengan wajah yang masih pucat dan keadaan tubuh yang lemas.

"Kamu bukannya udah biasa sama aroma bawang?" Tanya si ibu merasa ada yang gak beres sama sikap Rio hari ini.

Pertama ia meminta untuk dibuatkan sambal, kedua dia muntah karena aroma bawang untuk alasan yang tak jelas.

"Ada apa ini...? Kenapa sikapnya seperti...." Wanita itu hanya berani berspekulasi dalam hati, dan berusaha menepis instingnya sebagai seorang ibu dan wanita.

"Gak tau, Bu...." Rio menggeleng lemah, "Rio belakangan emang jadi gak suka sama bau bawang...."

"Kalau begitu kamu makan di meja depan saja, nanti sambalnya Ibu bawa ke sana," ujar sang ibu sambil tersenyum.

"Maaf, Rio jadi bikin repot," balas Rio dengan nada sedih.

"Enggak dong Rio, kamu 'kan anak Ibu. Udah sana, nanti lama jadinya nih."

Rio mengangguk dan segera mengambil piring makannya yang ia bawa ke ruang tamu.

...****************...

Wanita itu duduk di sebelah Rio sambil sesekali mengamati bagaimana putranya makan nasi pakai sambal dengan lahap. Seolah itu adalah makanan yang jauh lebih baik dari ikan bakar kesukaannya sejak kecil. Dina yang melihat sang kakak begitu menikmati makan hanya dengan sambal sampai menelan ludah terheran-heran.

"Dina, kamu masuk kamar dulu, ya," ucap sang ibu meminta Dina untuk naik ke atas.

Tanpa banyak bertanya gadis kecil itu pun langsung patuh. Ia berjalan menaiki tangga dan menoleh sesaat sambil berpikir kenapa wajah ibunya tampak begitu serius? Apa ada kesalahan yang dilakukan oleh sang kakak?

Rio masih menikmati makanannya tanpa menyadari sejak tadi sang ibu terus memperhatikannya.

"Enak banget sambal buatan Ibu! Rio jadi pengen nambah nasi lagi!" Ucapnya dengan wajah bahagia.

"Ibu saja yang ambilkan." Ia segera mengambil piring makan sang anak dari tangannya dan berjalan ke belakang untuk mengambilkan nasi.

Ibunya kembali datang dengan sepiring nasi penuh dan Rio tak keberatan dengan itu selama masih ada sambal.

Porsi kedua dimakannya dengan lahap sampai habis. Padahal cuma nasi sama sambal doang.

Sebagai penutup ia meminum air putih hangat.

"Habis ini Rio mau berangkat kerja, Bu," ujarnya yang segera berdiri dan membawa piring makannya, tapi sang ibu memintanya untuk duduk kembali.

"Rio tunggu sebentar, Ibu mau bicara," ucapnya yang memberi kode agar Rio segera duduk.

"Ada apa, Bu?" Tanya Rio tanpa curiga.

"Ada yang ingin Ibu tanyakan ke Rio, tapi jawab dengan jujur ya." Tatapan wanita itu berubah menjadi tajam dan dalam. Ia seolah siap menggali semua rahasia yang terpancar dari wajah anaknya.

"Apa ya, Bu?" Tanya Rio lagi dengan sedikit keraguan.

"Ah, harusnya tadi gua skip aja bilang buru-buru, kenapa feeling gua jadi gak enak gini sih...." Hatinya mendadak cemas. Ia seakan mendapat firasat kalau sang ibu mengetahui rahasianya yang tersembunyi.

"Rio...." Ia memanggil putranya dengan nada lembut namun serius. "Sekarang coba bilang sama Ibu, siapa perempuan itu?"

Rio seketika terdiam dengan pertanyaan seperti itu secara tiba-tiba. Kenapa ibunya membahas perempuan? Apa ibunya mulai curiga kalau ia ada hubungan dengan seorang perempuan tapi masih belum mengetahuinya secara pasti?

"Kayaknya, Ibu gua lagi pengen ngetes deh...."

"Perempuan apa maksud Ibu?" Rio berusaha memancing apa ibunya benar-benar sudah tahu, atau baru dugaan saja.

"Rio jangan bohong sama Ibu. Perempuan mana yang sudah hamil, Rio?" Kali ini nada suara sang ibu naik sedikit. Rio terkejut.

"Kok, dia bisa nebak sampai ke situ????"

Rio masih terlihat tenang padahal hatinya sudah enggak karuan pengen teriak.

"Hamil? Maksud ibu apa, Rio beneran bingung?"

"Rio, kamu jangan berusaha menutupi lagi. Kamu pikir Ibu anak kecil?" Wanita yang sudah berumur itu menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan. "Pengalaman Ibu banyak, Rio! Kamu gak bisa bohongi Ibu," ucapnya langsung menatap lurus ke mata putranya.

"Kamu kayak orang yang lagi ngidam! Pastinya lagi ada perempuan yang hamil anak kamu! Sekarang Rio jawab Ibu, siapa perempuan itu, Rio? Ibu janji gak akan marah."

Rio langsung terhenyak. Sang ibu benar-benar sudah menguliti semua rahasia yang ia bungkus dengan rapih.

"Kayaknya gua emang udah gak bisa bohong lagi...."

Rio akhirnya menghela napas panjang sebelum akhirnya bicara, "Maafin Rio ya Bu, kalau selama ini Rio udah bohong sama Ibu." Pemuda itu langsung bersimpuh di depan kaki ibunya.

"Astaga Rio..., kok bisa...." Meski sudah dapat menduganya tapi tetap saja pengakuan dari sang putra terasa berbeda. Hatinya langsung merasa nyeri dan kedua kakinya seakan telah kehilangan tulang, sehingga ia nyaris tak bisa berdiri.

"Bu...!" Rio reflek memegangi sang ibu yang nyaris saja terjatuh dan mendudukkannya dengan hati-hati.

"Rio ambilin air dulu ya!" Ia berinisiatif untuk mengambilkan air, namun langkahnya terhenti karena sang ibu yang menahannya.

"Gak usah Rio. Ibu butuh penjelasan kamu sekarang," ucapnya dengan tangan yang memegang erat kepada Rio.

Rio akhirnya tak jadi mengambil air dan kembali duduk. Tatapannya teralih, ia tak berani menatap wajah sang ibu. Ia tak ingin melihat adanya gurat kekecewaan dari wanita yang sangat ia sayangi itu.

"Semuanya terjadi karena gak sengaja...." Rio mulai bercerita.

"Gak sengaja gimana Rio? Kamu mabuk? Bukannya Ibu udah bilang kamu gak boleh mabuk?" Ibunya bertanya terlalu cepat. Pikirannya memang sedang kacau, putra yang sangat ia percayai ternyata menghamili anak perempuan orang.

"Enggak, Rio gak mabuk...." Rio menggeleng, dan belum sempat melanjutkan, sang ibu kembali memotong pembicaraannya.

"Jadi kamu ambil kesempatan pas ada wanita mabuk?" Wajah wanita itu sudah tampak memerah.

"Bukan gitu juga, tolong biarkan Rio jelasin dulu sampai tuntas," ujarnya meminta diberi kesempatan agar ia bisa menjelaskan.

"Jadi waktu itu ada perempuan mabuk yang Rio antar ke parkiran...." Rio diam sebentar karena dia bingung bagaimana menjelaskan kejadiannya setelah itu.

"Apa Rio???" Tanya sang ibu yang gak sabar.

"Waktu Rio antar ke mobilnya, pas Rio mau balik, dia narik Rio ke dalam mobil..., dia mengira Rio pacarnya dan...."

"Dan kalian melakukannya?" Tebak sang ibu dengan benar.

Rio hanya mengangguk, merasa bersalah.

"Kenapa kamu mau saja melakukannya??? Kenapa kamu gak nolak atau lawan perempuan itu??"

"Ma-masalahnya..., waktu dia narik Rio ke mobil..., di-dia langsung banting Rio ke belakang, bahu Rio sempet kepentok dan dia tiba-tiba nindih badan Rio...."

"CUKUP!!!" Sang ibu tiba-tiba panik, dan ia pun bertanya, "kamu diper...."

"ENGGAAAAKKK!!" Rio langsung menepis, "gak tau..., tapi Rio gak mau mikirin itu..., Rio bingung, itu semua salah paham...." Rio berusaha menjelaskan situasinya.

"Wanita itu hamil?"

"Iya dan dia..., kepala sekolah Rio sendiri...."

"APAAAAAAA!?? MAKSUD KAMU BU MARISA KARISMA??"

Rio cuma bisa mengangguk pasrah.

Apa yang bakal dilakukan sama ibunya Rio setelah mengetahui semuanya??? Lalu apa reaksinya setelah tahu kalau Rio sudah menikah diam-diam dengan Risa??

.

.

.

TBC....

1
✨♡vane♡✨
Ingin baca lagi!
Harry
Mantap jiwa!
Zamasu
Memukau dari awal hingga akhir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!