"Hi, Señorita!" Nero tersenyum miring seraya mengacungkan senjata api tepat di kening Elle.
"Kau ingin membunuhku?!" Elle terisak ketakutan saat pria itu hendak menarik pelatuk senjata apinya. Sebentar lagi dia akan mati.
DOR!
Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Nero ingin melenyapkan wanita yang sangat dicintai.
Penasaran? Ikuti terus kisahnya. Dan jangan lupa, Follow IG Author @Thalindalena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penculikan
Greb!
"Argghh! Lepaskan aku!" teriak Elle saat keluar dari butik ada dua orang pria bertopeng yang menyergapnya dan langsung membawanya ke mobil.
"Nona!" Dua bodyguard mengejar sekuat tenaga, hendak meluncurkan tembakan namun mobil itu semakin menjauh dari pandangan. Terlebih lagi di sana banyak orang, takut kalau tembakan mereka mengenai warga sipil. Mereka pun kembali ke butik untuk memberikan informasi pada boss mereka. Mereka siap menerima hukuman apa pun karena telah gagal menjaga Nona Elle.
"Di mana dia?!" sentak Nero begitu melihat anak buahnya berjalan tergesa menghampirinya tanpa ada Ele di sana.
"Tuan, Maafkan kami. Kami gagal menjaga Nona Ele. Nona di culik oleh pria bertopeng," jelas salah satu bodyguard itu dengan menunduk takut.
Nero mengepalkan kedua tangannya kuat, lalu melayangkan tinju pada dua anak buahnya itu. "Mati saja kalian!!" Nero mengeluarkan senjata apinya, siap menekan pelatuknya, tapi dering ponselnya mengurungkan niatnya.
Dua bodyguard itu sudah memejamkan mata ketakutan dan pasrah jika detik itu mati ditangan tuannya. Sungguh besar pengabdian mereka sampai mengikhlaskan nyawa mereka.
Nero menyimpan lagi senjata apinya. Tangan kanannya segera merogoh ponsel dari kantong celana. Ia menatap nomor tak dikenal terpampang di layar ponselnya. Tanpa membuang waktu, ia segera mengangkat panggilan itu.
"Halo?!"
"Nero, tolong aku ... Yang menculikku adalah Nick ... Emhhh!! Lepaskan aku bodoh!" teriak Ele di seberang sana saat mulutnya di bekap oleh Nick. "Kau akan mati jika Nero berhasil menyelamatkanku! Cuih!" amuk Ele, meludahi wajah Nick dengan penuh emosi.
Nero mengepalkan tangannya saat mendengar Nick memaki dan menyakiti kekasihnya. Ia bersumpah akan membuat pria itu tidak akan bisa melihat dunia lagi!.
Panggil terputus begitu saja.
Nero segera menghubungi Pedro agar melacak keberadaan Ele dengan nomor ponsel yang baru saja menghubunginya.
"Kerahkan semua anggota! Bersiap menyerang kelompok Nick. Ini yang aku tunggu-tunggu sejak kemarin." Nero memberikan perintah pada dua bodyguard itu. Ia tersenyum iblis dengan kedua tangan terkepal kuat di kedua sisi tubuhnya.
"Baik, Tuan!"
*
"Bedebah! Lepaskan aku!" teriak Ele seraya berusaha melepaskan ikatan tangannya.
"Diam! Kau dari tadi berisik sekali!" umpat anak buah Nick seraya mendorong Ele ke sebuah gudang tua yang letaknya di tengah hutan belantara.
"Lepaskan aku jelek!" umpat Ele lagi saat dirinya dipaksa duduk di kursi tua dan tubuhnya di ikat di sana.
Tak berselang lama Nick masuk ke dalam gudang itu sembari memegang pisau kecil dan tajam. Ia menggerakkan pisau itu ke arah luar, menandakan ia meminta semua anak buahnya keluar dari sana.
Anak buahnya berjumlah delapan orang langsung patuh, keluar dari sana secara bersamaan.
Ele menatap Nick yang mendekatinya dengan penuh kebencian. "Kenapa kau melakukan ini padaku?!" teriak Ele, melotot pada Nick yang berjongkok di depannya.
Nick tersenyum jahat. "Aku yang harusnya bertanya kenapa kau meninggalkan aku dan memilih pria psikopat itu!" desis Nick seraya berjongkok di hadapan Ele.
Ele memalingkan wajahnya kesal. Jika dulu ia akan sangat bahagia setiap kali bertatap muka dengan pria ini, tapi sekarang ia sangat jijik dan muak.
"Hei, jawab aku, Ele!"
Ele kembali menatap Nick dengan penuh amarah. "Kau pikir aku tidak tahu rencanamu yang akan membunuhku?!" Ia tersenyum sinis, menantang pria itu.
Deg!
Nick terkejut karena Ele tahu rencananya. "Oh, pasti pria itu sudah mencuci otakmu hingga bisa berkata seperti itu padaku." Nick mengelak.
"Aku mendengar semuanya. Di depan rumahmu, malam itu!" balas Ele menatap tajam. "Lebih baik aku bersama psikopat dari pada bersama penipu dan pembunuh sepertimu!"
"Cih! Membandingkan dua hal yang sama buruknya tidak akan membuat salah satunya menjadi baik." Nick menjawab tak kalah sinis. "Asal kau tahu, pria itu adalah pembunuh mengerikan, dia sudah membantai seluruh keluargaku!"
"Kau bohong!" teriak Ele, tak percaya dengan ucapan Nick.
Coba nanti muntah lagi tidak si Nero ini.
Salahnya Elle, Nero untuk sementara tidak boleh ngopi atau ngeteh. Nero pinter - minum susu cap nyonya boleh.
heeeemmm pas banget kebetulan d larang ngopi dan ngeteh jd nya ya nyusu aj.. 😜