NovelToon NovelToon
Istri Berbahaya Sang Mafia

Istri Berbahaya Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Ketos / Mafia / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ecly

Lea Michele wanita berusia ( 22 ) tahun, seorang wanita berdarah dingin, dan bekerja sebagai pembunuh bayaran, yang harus mengalami kecelakaan hebat. alih-alih pergi ke alam baka. jiwanya malah terperangah di dalam tubuh seorang gadis yang bernama Carlin Christine. seorang gadis yang sudah menikah. tapi yang tidak pernah di anggap sebagai istri oleh suaminya.

__________________________________________

lantas bagaimana kelanjutan kisahnya, mari kita bersama-sama untuk membacanya. mampukah Lea sang pembunuh bayaran, berperan sebagai Carlin Christine. atau malah sebaliknya...!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ecly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panik.

Lea menatap pantulannya di cermin, ia merasa kacau, dan ceroboh. Seharusnya ia tidak menggebu-gebu, dan mengamuk membahas pernikahan Carlin Christine!

   " Bisa-bisanya aku keceplosan, dasar sialan! " ucapnya kesal, kepada dirinya sendiri Kemudian.

Bug~

Pyaarrrr crying.

Cermin di kamarnya, pecah berkeping-keping.

tangannya terluka, dan mengeluarkan banyak darah. tapi sama sekali tidak terasa untuk Lea.

    Tes~tes~tes.

Darah terus mengalir Lea memejamkan matanya, teringat ucapan Axel beberapa menit yang lalu. Seharusnya dia tetap berpura-pura tidak tahu apa-apa. niatnya tadi hanya ingin memprotes Axel kenapa dia tidak memberi tahunya tentang kematian ibunya Carlin tetapi dia tidak bisa mengontrol emosinya.

    " Baik lah aku akan menjelaskan, setelah mood ku jauh lebih baik. Apa itu respon dari tubuh Carlin? Bisa jadi. "

Tidak mau ambil pusing, dan membuat moodnya semakin hancur, Lea memilih untuk menghilangkan pikirannya..! bagaimana caranya agar Axel lupa untuk membahas pernikahan yang terjadi di antara mereka.

Lea menatap tangannya, yang terus-menerus mengeluarkan darah segar, tanpa henti. Dia segera mengambil kotak obat untuk mengobati tangannya.

" Bodoh, seharusnya aku. tidak mengunakan tangan kanan! " dia merutuki kebodohannya.

" Ngomong-ngomong Kenapa,pesan yang aku kirim nggak ada di balas? Apa terjadi sesuatu di New york! " gumamnya, mengingat beberapa hari yang lalu dia sudah mengirim pesan anonim pada grup ilegal.

*****

Di dalam kamarnya Axel tengah berdiri di balkon kamarnya. tatapan rumit, dan menghisap cerutu. Dia masih bingung dari mana istrinya tau, alasan di balik pernikahan mereka.

" Apa Juan yang...! Dia tidak mungkin lancang, dan seberani itu." gumamnya karena saat ini hanyalah Juan yang mengetahui semuanya.

       " Tapi Carlin tidak mengetahui kelanjutannya kan? Tadi dia hanya bilang, aku

Menikahinya demi posisi kepemimpinan Ale---"

Tok~tok~tok.

" Masuk. " suara bariton nya.

  " Tuan, Anda memanggil saya.? " Kelly menundukkan kepalanya, sambil menahan nafasnya.

" Aku dengar kamu, menyuruh pasukan ku. untuk mencari keberadaan orang tuanya Carlin? Tatapan dinginnya, menusuk tajam.

   " Iya, tuan. Saya waktu itu sudah memberi tahu Juan! kalau nyonya mampir ke rumah orang tuanya. di karna kan rumah itu sudah kosong, saya mengatakan akan meminta beberapa pasukan Alexander untuk segera mencarinya. "

Axel terdiam. dia teringat saat perjalanannya menunju ke Austin Texas. Juan memang sudah memberi tahunya.

" Sejak kapan kamu, melaporkan hasilnya? "

" T...tiga hari yang lalu tuan. "

      " Hanya itu! "

" Iya tuan. "

" Dia tidak mengajak mu, pergi ke pemakaman. Atau ke rumah ayahnya? "

    " Tidak, tuan. "

" Keluar! "

Kelly mengangguk kepalanya, kemudian membungkukkan badannya, lalu pergi keluar.

  " Ini juga, aneh! " ucapnya kemudian duduk di sofa single. sambil mengepul asap cerutunya..

Seingat Axel Carlin sangat Menyayangi orang tuanya. Bukti dia mau menerima perintah dari ke-dua orang tuanya. ketika ayahnya mengancam untuk bunuh diri. Meskipun saat ini dia sedang hilang ingatan, setidaknya dia pasti sedih karena ibunya sudah meninggal dunia. Axel merasa heran entah apa yang sudah terjadi kepada istrinya, sehingga membuatnya tidak mau ke makam ibunya.

Drrrttt..

* Bagaimana? * tanyanya.

   * Tuan tebakan, anda benar sekali. Bahwa madam Sarah, menaruh mata-mata di mansion tuan. Dan menyambar menjadi pelayan, tapi Beberapa waktu yang lalu sudah mengundurkan diri! dengan alasan orang tuanya sakit keras di kampung. Tapi anda tidak perlu khawatir, saya sudah memerintahkan beberapa pasukan untuk menyusulnya, dan membawanya kemari untuk menghadapi anda. *

Mata Axel menggelap. Sarah istri kedua pamannya itu, benar-benar tidak tahu diri. Suka sekali ikut campur, haruskah Axel mengeksekusinya. Sekarang!

" Terlalu mudah! " lirihnya.

* Apa anda mengatakan, sesuatu tuan? *

* Tidak. lalu bagaimana dengan mafia yang sudah, menyerang kita malam itu! Apa Kamu sudah tahu, dari kelompok mafia mana? *

   * Sudah tuan dia berasal dari, black rose! penyerang, itu atas perintah dari Maxim. karena dia tidak terima atas, kematian adiknya. *

Axel mendengus dingin, dia jadi teringat kejadian sebulan yang lalu. saat menghadiri pesta di kapal pesiar saat itu ada seorang wanita datang padanya, dan mengatakan bahwa dia sedang mengandung anaknya. lalu meminta tanggung jawabnya, Axel tidak perduli dengan apa yang sudah di katakan oleh wanita itu. Karena Axel tidak pernah tidur dengannya, atau pun wanita lain di luar sana.

   Selama ini dia hanya membiarkan wanita, menggerayangi tubuhnya saja, dia tidak pernah Melawati batasnya. lalu wanita itu mengancam Axel, jika Axel tidak ingin tanggung jawab, dia akan bunuh diri. Di karenakan Axel sudah kesal dengan wanita itu Axel menjawab.

" Hamil dengan laki-laki lain. lalu datang meminta tanggung jawab ku?! Kalau kamu mau mati...mati saja sana! "

Dan benar saja beberapa jam kemudian, kapal pesiar itu di hebohkan, dengan kematian seorang wanita yang mengapung di kolam renang. dan si Maxim menuduh Axel yang sudah membunuh adiknya. karena tidak ingin tanggung jawab. padahal rekaman cctv dan bukti-bukti lainnya, adiknya sengaja bunuh diri setelah di putusin pacarnya. Tapi Maxim tidak terima, dia masih menuduh Axel penyebab kematian adiknya.

* Tuan apa apa ada tugas yang lain lagi? *

* Bunuh orang-orang itu, ambil bola matanya. lalu kirim kepada ku? *

* Baik tuan! *

Tuuttt~

Panggilan telponnya terputus. Axel kembali menikmati cerutunya sambil memikirkan setiap keanehan yang di tunjukkan Carlin.

*****

" Nyonya tangan and---"

" Berisik! Bereskan saja pecahan kaca nya!

dan ganti kacanya dengan yang baru? "

2 orang pelayan hanya mengangguk kepalanya, mereka berdua saling pandang. Entah apa yang sudah terjadi dengan sang nyonya sehingga melukai tangannya sendiri.

Lea segera keluar dari kamarnya, pergi menuju ke arah ruang makan. Karena sudah waktunya malam malam. Akan tetapi dia malah berpapasan dengan Axel yang mau menekan tombol lift. Dengan cepat Lea berbalik dia akan meminta kepada pelayan untuk mengantarkan makan malamnya di kamar saja' dia belum siap mau bertemu Axel.

Axel yang melihat istrinya tidak tinggal diam.

apa lagi saat melihat tangannya kanan istrinya di perban.

Sret~

" Lepaskan aku? " Lea menghentak tangan kirinya, yang di cekal Axel.

" Kamu melukai tangan mu? " Axel meraih tangan kanan istrinya. Menatapnya lekat.

" Apa ini gara-gara aku? Tanyanya.

" Apa sih! Bukan urusan mu? Cepat lepaskan tangan ku! " ucap Lea sebal.

" Carlin."

Lea dengan cepat menarik tangannya dari genggaman Axel. Kemudian melanjutkan langkahnya.

" Jangan begini, kamu keluar dari kamar mu! Untuk makan malam kan? "

" Aku akan makan malam di kam---Axel bajingan turunkan aku? Axel turunkan aku! "

Tangan Lea terangkat dia sudah bersiap menjambak rambut Axel.

" Sekali lagi kamu berontak, dan mengumpat. Aku akan mengurung mu di dalam kamar ku. "

" Kam---" Lea melotot kan matanya.

Bertepatan dengan kelakuan suami-istri itu.

Kedua pelayan yang ada di kamarnya Lea keluar. kedua pelayan itu nampak terkejut. Tapi buru-buru membungkukkan badannya, kemudian dengan pergi secepat kilat, dengan

Pipi yang memerah malu.

" Apa-apaan Mereka itu! " ucap Lea kesal.

" Mereka malu karna melihat kita bermesraan.

Memangnya apa lagi? " sahut Axel santai kakinya mulai menjauh dari kamar istrinya.

Lea menanggapi ucapan Axel, dengan ekspresi mau muntah darah.

" Axel cepat turunkan aku! Aku bisa jalan sendiri? " Lea kembali memberontak.

" Segitunya enggak sukanya kamu pada ku."

Lea sontak menatap mata elang, yang tengah menatapnya juga.

" Apa kamu masih tidak sadar diri tuan Axel Alexander? Apa perlu aku menghajar mu "

" Baiklah kalau begitu, kita makan di kamar ku? " Axel tersenyum manis.

Lea melotot. " Ap-apa? heh apa kamu sudah gila? Nggak mau turunkan aku, sekarang! Axel Kamu tidak tuli kan! Cepat turunkan aku!"

Lea panik dia bahkan memukul bahu Axel, dengan tangannya yang terluka.

" Berhenti bergerak Carlin, atau kamu akan ku buat menyesal nantinya. ! Mau? "

" Kalau begitu cepat turunkan aku! Apa susahnya sih menga---"

" Oh. Ya ampun aku sepertinya, datang di waktu yang tidak tepat~ "

Lea terdiam kaku dengan perasaan malu. Bagaimana tidak kelakuan suami-istri itu di saksikan langsung oleh Grace Alexander, yang baru saja keluar dari lift bersama kepala pelayan. sudah pasti mereka salah paham melihat posisi mereka berdua. Rasanya Lea mau menghilang saja kalau bisa.

" Benar sekali mama datang, di waktu yang tidak tepat! Mama menganggu kami.! " Axel menatap datar sang mama. Sedangkan tangannya mencengkram kuat tubuh Lea.

Lea mengumpat dalam hatinya. sumpah suami laknatnya benar-benar nyebelin.

Grace tersenyum manis, dia senang saat melihat kemajuan anak Dan menantunya. Akan tetapi senyumnya tiba-tiba memudar saat melihat tangan menantunya di perban.

" Menantu ku! Apa yang sudah terjadi dengan tangan mu? Apa Axel menyakiti mu, atau dia berbuat kasar' dengan mu! " tanya Grace cemas.

Pasangan suami-istri itu sama-sama diam. Lea diam-diam mencubit bahu Axel.

" Jawab Carlin ada apa? Nggak sudah takut sama anak nakal ini! kasih tahu mama? " Grace menatap tajam Axel.

" Iya. Ma, Axe---"

" Itu karena Carlin nggak hati-hati ma. dia nggak sengaja' menjatuhkan Guci, jadi tangannya terluka Karana pecahan Guci nya!

Tapi mama nggak perlu khawatir, karena tangannya nggak patah atau pun retak? " sahut Axel. Lea hanya bisa mencubit bahu kirinya Axel.

" Menantu ku, benarkah begitu? "

" Ah.. itu eng---"

" Udah ma nggak usah di bahas, mana mungkin dia mau ngaku? " sekali lagi Axel memotong perkataan istrinya. Axel yakin istrinya tangah mengutuki nya dalam diam. lihat saja matanya yang melotot.

" Ya ampun menantu ku, lain kali kamu harus hati-hati yah! Kalau anak nakal ini berbuat kasar' dengan mu kasih tau mama? "

Lea hanya mengangguk kepalanya, dan tersenyum kikuk.

" Turun---"

" Nggak bisa, kaki mu juga keseleo kan? kamu sendiri yang bilang masih sakit' kan! Nanti kalau kamu memaksakan, semakin sakit dan caramu. berjalan jadi aneh. "

" Aaaahh! dasar. bajingan! " Lea berteriak frustasi dalam hatinya. Andaikan ibu mertuanya tidak ada, sudah pasti dia akan menghajar Axel.

Grace dan Sam membelalakkan matanya.

" Astaga selain tangannya, kakinya juga! Keseleo. " tanya Grace menatap menantunya.

" Ma--"

" Iya ma, dia kepeleset di kamar mandi? " lanjut Axel.

" Apa sudah di obatin? "

" Ma---"

" Sudah ma, tapi sepertinya belum kelihatan efeknya. " Axel tersenyum dia senang sekarang. Biasanya dia yang mati kutu karena ucapan pedas dari istrinya. Nah sekarang gantian biar istrinya tahu rasa. "

1
Reka Cantika
lanjutkan lagi Thor
Reka Cantika
lanjutkan
winda _
lanjut Thor 💪❤️❤️
KaylaKesya
terbaek thor💪🥰
Trifandi Saputro
kayak pernah baca. .alurnya sama hanya namanya aja beda. . .
yaaahhh mungkin cuma kebetulan sama aja kali yAA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!