NovelToon NovelToon
The Quartet Of Desteny

The Quartet Of Desteny

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Sistem / Time Travel / Fantasi Wanita / Reinkarnasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:832
Nilai: 5
Nama Author: TAOYUEDAO

judul lain : Sìmíng (empat takdir)

Chen Chuchu adalah seorang penulis novel daring yang tidak pernah mempublikasikan wajahnya di depan umum.

Suatu hari dia menulis ulang cerita lama yang tidak pernah ia lirik sebelumnya.

Siapa sangka, sebelum memperbaiki akhir tragis dari cerita itu, dia malah bertransmigrasi ke dalam dunia buku tersebut dan menjadi antagonis kedua yang mati di awal cerita.

Dia bahkan tidak sendirian. Selama perjalanan dia ternyata menarik teman-temannya masuk ke dalam dunia buku itu juga.

Selama prosesnya mengubah alur cerita yang berakhir tragis, Chuchu merasa penyimpangan alurnya semakin tidak masuk akal dan terasa aneh.

Misteri satu-persatu mulai terkuak.

Apakah ini dunia ilusi yang ia buat, ataukah dunia nyata?

Saat ingatan lama bangkit, dia mulai meragukan dirinya. Siapakah dia? seorang dewi dari masa kuno, atau antagonis kedua yang berhati hitam, atau hanyalah manusia biasa di dunia modern yang menginginkan kenyamanan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TAOYUEDAO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Chen Chuchu duduk di depan meja bundar di dalam kamarnya. tangannya mengepal dan matanya membara emosi. 

“Tidak bisa dibiarkan! Mereka sudah keterlaluan!” dia menggebrak meja dan berdiri. 

Sementara itu, lelaki yang duduk di hadapannya hanya tersenyum kecil menyaksikan kegaduhannya. 

“tenanglah, Chen Chuchu. Kau tidak bisa memikirkan solusinya jika emosi seperti itu.” dia tersenyum tenang. 

Chen Chuchu meliriknya, merasa apa yang dikatakannya benar. Dia kembali duduk dengan lebih tenang, “jadi… menurutmu apa yang bisa aku lakukan?” 

Li Ziyu sedikit mengerutkan dahinya, dia berkata, “jika menurut cerita aslinya… Yuan Fei sama sekali tidak memiliki koneksi apapun dengan Marquis Yuanji. Dalam cerita aslinya pun, karakter ini hanya dijelaskan sekilas sebagai kepala keluarga dari pemeran utama wanita dan sang antagonis utama… Hmm... sulit mendapatkan kesan terhadapnya.” 

Mata cerah dan penuh harap Chen Chuchu perlahan memudar, tubuhnya jadi lemas. “Jadi bagaimana…” 

“Tapi!” Tiba-tiba Li Ziyu berkata setengah berteriak serta dengan intonasi tegas. Membuat Chen Chuchu yang tadinya sudah hampir kehilangan harapan terkejut dan mendapatkan kembali semangatnya. 

Chen Chuchu tersentak dan bangun dari tempat duduknya, menatap pemuda itu bak lentera di tengah laut yang gelap. Senyumnya mengembang. 

Li Ziyu : “penulis utama cerita ini, apa kau hanya memiliki nyali sekecil ini?” 

Chen Chuchu mengernyit, ‘apa maksudnya?’ tetapi begitu melihat senyum kecil tertarik di salah satu sudut bibirnya, Chen Chuchu langsung paham. 

Chen Chuchu menatap pemuda tampan itu. Dia pikir dia adalah malaikat yang akan menyelamatkannya dari malapetaka ini. Tapi dia salah… itu adalah iblis dengan sayap putih yang disamarkan. 

Mata pemuda itu menyipit dengan senyum miring halus yang familiar. Dia merendahkannya. Chuchu merasa senyum itu merendahkannya. 

Chen Chuchu yang sudah membara sejak tadi, melihat senyumnya membuat amarahnya semakin membumbung tinggi. 

Ia menggebrak meja (lagi) dengan suara “Brak” yang menggema. 

Dengan tangan yang mengepal dan gebrakan tangan di atas meja, Chen Chuchu berdiri. “Meremehkan?! Siapa yang kau remehkan? Aku?” dia tersenyum dan mendengus, “huh! Lihat saja, aku akan menyelesaikannya dalam satu kali percobaan!”  

Li Ziyu merubah posisi duduknya, yang tadinya tegap dan lurus, menjadi lebih santai. Menyilangkan kakinya dan bersedekap, ekspresi wajahnya pun berubah. Lebih tepatnya pada senyumnya. Awalnya dia hanya melihat kelicikan, namun kini Chuchu melihat senyum yang lebih tulus. Dia seolah bangga kepadanya. 

Li Ziyu : “bagus, semangatlah, Xiao Chuzi.” 

Chen Chuchu terhenti pada wajah itu. Angin menerbangkan kelopak bunga persik di luar jendela, aromanya sangat menggoda. Tepat pada saat itu, Chen Chuchu sepertinya berhalusinasi. Bagaimana mungkin dia bisa melihat kelopak-kelopak bunga itu beterbangan di sekitar pemuda di hadapannya  ini? Dia bahkan melihatnya tersenyum dengan gerakan yang lambat. 

'Deg deg deg’ 

Jantungnya berdetak sangat cepat, pasokan oksigen tiba-tiba terasa mandek, wajahnya perlahan terasa panas. 

Chen Chuchu tahu itu hanya sekedar ilusinya, untuk menghentikan ilusi itu, Chen Chuchu mengepalkan tangannya kemudian memukul dadanya dengan kuat. 

'Sadarlah, dasar bodoh!’ 

Li Ziyu hanya bisa mengernyit melihat aksi konyol gadis itu. Setelah berteman selama dua puluh tahun, apakah dia tidak pernah melihat kebiasaan aneh dan bodohnya itu. 

Dia menggeleng dan tersenyum kecil, mengelus kepala Chuchu, lalu berdiri dan hendak pergi. “Kalau tidak ada lagi yang mau kau katakan, aku pergi sekarang” 

Chen Chuchu menatapnya datar, “kau mau kemana?” 

Dia bertanya seperti orang bodoh yang tidak tahu apapun. Tetapi Li Ziyu… dia berdiri tanpa melihatnya dan terus menyeka pakaiannya yang terkena debu. “Kalau kau lupa, aku bukanlah pengangguran seperti dirimu. Aku sangat sibuk.” 

Chen Chuchu berdecih dan memutar matanya, “ya, ya… yang paling sibuk.” 

Tetapi sesaat kemudian pikirannya kembali terpusat. Dia harus cepat-cepat  memikirkan cara untuk  menyelesaikan misi ini. 

Tapi di pagi hari seperti ini, otaknya sama sekali tidak mau bekerja sama. Dia sama sekali tidak bisa memikirkan ide apapun. 

Dalam otaknya yang kecil, dia memiliki sebuah pemikiran yang impulsif; jika berdiam lebih lama maka dia tidak dapat menyelesaikan apapun. Bergerak lebih dulu dan pikirkan solusinya lain kali. 

Dengan pemikiran ini, sebelum Li Ziyu menggapai pintu keluar, dia cepat-cepat berlari dan menghadangnya. 

“Tidak! Aku tidak punya banyak waktu, kau… ikutlah denganku!” 

Li Ziyu : “ha?” 

*** 

Saat matahari berada diatas kepala, seorang gadis di dalam sebuah kamar di halaman Haofeng, masih terlelap di antara tumpukan-tumpukan berkas gulungan di sekitarnya. Kamar itu benar-benar berantakan dari berbagai sisi. 

Ketika  dia sadar, dia cepat-cepat bangun. Matanya masih setengah terbuka ketika ia duduk diatas tempat tidur yang berantakan. tangannya meraba ke atas kasur dan di bawah selimut, mencari sebuah benda yang selalu bersamanya selama ini.

Begitu ingatannya pulih dia berhenti bergerak. “Ah iya, benar, sekarang aku berada di zaman kuno, kenapa aku mencari ponsel?” 

Ia akan kembali berbaring di atas kasurnya sampai sebuah ingatan kembali. 

Ia akhirnya membuka matanya lebar-lebar. “Astaga jam berapa sekarang? Oh my god! Apa aku terlambat?!” dia bergerak dengan cepat dan tergesa-gesa mengumpulkan semua berkas di atas tempat tidur. 

Saat kakinya yang lincah mencapai lantai, ia mendengar suara ketukan di jendela. Dengan curiga, dia hati-hati mendekati jendela. Melangkah dan bergerak pelan tanpa suara. 

suara ketukan kembali terdengar. 

“Li Rongrong! Kau tidur atau mati? Bangunlah, ini sudah siang tahu!” 

Setelah mendengar suara itu, Li Rongrong barulah merasa lega. Dia menggapai pengait jendela dan membukanya. Begitu membukanya, dia melihat wajah cerah seorang pemuda dengan seragam biru tua khas prajurit Tie Wei Si. 

“Apa? Mau apa kau pagi buta begini kemari?” 

Pemuda itu mengernyit dengan tatapan jijik dan heran yang kental. 'astaga humornya masih saa semengerikan ini'

 Li Rongrong tidak terkejut ataupun merasa kesal dengan ekspresinya, itu karena dia sudah begitu terbiasa. Dia sudah cukup banyak melihat ekspresi itu selama dua puluh tahun ini, apa yang harus dikejutkan? 

“Ya, ya, terserah kau saja.” ekspresinya menunjukkan kejengkelan, tetapi tindakannya berbeda. Dia dengan santai mengulurkan sebungkus roti pipih wijen ke arah wanita itu. 

Mata Li Rongrong sedikit berkilat ketika melihat penekuk itu. Semalaman dia begadang membaca dokumen-dokumen dan tertidur entah sejak kapan, dia bahkan melewatkan makan malamnya. Awalnya dia tidak merasa begitu lapar, tapi mencium aroma wijen yang menggugah selera, Li Rongrong tak mampu menahannya lagi. 

Dia mengambil roti itu dan tersenyum pada pemuda itu, “perhatian sekali, bagaimana kau tahu aku melewatkan makan malam tadi malam?” 

Shen Haijin membulatkan matanya terkejut. “Kau melewatkan makan malammu lagi? Li Rongrong apa kau lupa, kau itu punya penyakit lambung. Kau tidak bisa melewatkan waktu makanmu!” 

Ah benar, Li Rongrong lupa. Jika itu tentang penyakit lamanya, Shen Haijin bisa lebih cerewet dari ibunya dalam hal mengomel. 

Tetapi dia mengabaikannya  hanya terus mengunyah Shaobing-nya(roti pipih wijen) dengan nikmat. “Baiklah, aku tahu, lain kali tidak akan ku ulangi. Berhentilah mengomel, kau bahkan lebih cerewet dari ibuku!” 

“itu untuk kebaikanmu, dasar ceroboh!” Dia meninggikan sedikit suaranya karena kesal, kemudian mendengus dan menambahkan, “sudahlah, cepat habiskan makananmu dan segera bersiap.” 

Menghadapi kekesalan Shen Haijin, dia akan bertindak acuh tak acuh seperti biasa dengan mengatakan “oh” rendah yang terdengar jengah.

Li Rongrong melihat keluar jendela, hari ini pelayan terlihat lebih banyak dan sibuk dari hari biasanya. Dua orang pelayan yang lewat di dekat kamarnya dan tidak sadar keberadaan Li Rongrong sedang bergosip. 

“Nyonya muda memang unik, aku tidak menyangka dia akan melakukan itu, sungguh hal yang mengejutkan dan menakutkan.” 

Mendengar pembicaraan itu, Li Rongrong jadi penasaran. 

“Kalian… sedang membicarakan apa?” 

Mendapati keberadaan Li Rongrong yang tidak terduga, mereka terkejut dan cepat-cepat memberi hormat, kemudian menjawab. “Itu adalah Chuchu Xiao Furen.”

Li Rongrong mengernyit. "Chen Chuchu?"  

4 jam yang lalu. 

Dengan pemikiran yang dangkal dan tanpa memikirkan solusi jangka panjang, Chen Chuchu menarik Li Ziyu ke halaman Da Yun. di depan kamar Marquis Yuanji, Li Zheng Han, Chen Chuchu berdiri dengan tegang dan mulai mempersiapkan ekspresi terbaiknya. Li Ziyu yang melihatnya dari samping tidak sabar lagi, dia langsung mengetuk pintu kamar Li Zhenghan. 

“jia zhu… kami datang untuk memberi salam.” 

*Jia Zhu : kepala keluarga. 

bahkan setelah Li Ziyu mengatakan itu, tidak terdengar suara dari dalam untuk beberapa waktu. 

Chen Chuchu merasa semakin gelisah. 

“Apa aku terlalu terburu-buru dan datang di waktu yang tidak tepat?” 

Li Ziyu membuka mulutnya dan akan menjawabnya, tepat sebelum menjawab pertanyaan Chen Chuchu, suara terdengar dalam kamar. 

“Masuklah.” berat dan mengintimidasi. 

Auranya sangat cocok dengan Li Ziyu yang ia tulis dalam novelnya. Chen Chuchu merinding dan merasakan sesuatu yang mencekam di dalam hatinya. 

Pintu dibuka dan ia memasuki ruangan itu. Walau matahari sudah terbit, tetapi tempat ini masih dikelilingi kegelapan. 

“jia zhu…” Li Ziyu memberi hormat. 

Pria tua itu duduk di kursi besar di salah satu sisi ruangan, tirai-tirai yang tidak terbuka membuat ruangan itu gelap dan mendominasi aura yang menyeramkan. 

“Ziyu… bukankah tadi kau mengatakan istrimu sedang kurang sehat?” 

Suara yang begitu mengintimidasi. Chen Chuchu yang telah memasuki dunia novel ini tidak memiliki ketakutan, tetapi untuk pertama kalinya merasa ketakutan. Entah mengapa dia seolah mengingat sesuatu yang menakutkan ketika mendengar suaranya. 

“Sekarang ia sudah lebih baik. Setelah mendengar Jia Zhu telah kembali, dia bersikeras ingin bertemu dengan anda.” 

Chen Chuchu mengangguk sebagai persetujuan. Walaupun dia masih merasa takut, Chen Chuchu memberanikan dirinya untuk melihat wajah tuan Marquis yang terkenal galak ini. 

“Chuchu… kemarilah.” 

Sara itu membuat bulu kuduknya merinding. 'Dia memanggil dengan nama asliku, bagaimana dia bisa tahu?’hiii ini jadi menakutkan' 

Dia melihat ke arah Li Ziyu, seolah ingin meminta pemuda itu memverifikasi keamanan. Setelah melihatnya mengangguk, dia akhirnya berani melangkah mendekat. 

Saat dia berjalan mendekat, tirai-tirai dinaikkan dan cahaya dari luar perlahan lahan memasuki ruangan. Saat ruangan cukup membuat Chuchu bisa melihat wajah Marquis Yuanji dengan jelas, ia terbelalak terkejut. 

Ia berbalik dan menatap Li Ziyu. 

Chen Chuchu : “bukankah ini ‘Yeye’?”     

1
StarJustStar
Bagus banget, semoga mendapat banyak pujian dan dukungan!
Mamimi Samejima
OMG! Gemes banget!
Kamiblooper
Kisahnya bikin baper thor, semangat terus menulisnya!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!