NovelToon NovelToon
Dear, Husband

Dear, Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Nikahmuda / Nikah Kontrak / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Poporing

Gimana jadinya kalau kau harus menikah dengan muridmu sendiri secara rahasia?? Arghhh, tidak ini gak mungkin! Aku hamil! Pupus sudah harapanku, aku terjebak! Tapi kalau dipikir-pikir, dia manis juga dan sangat bertanggung-jawab. Eh? Apa aku mulai suka padanya??!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poporing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21 : Ngidam part 2 berlanjut

Keesokan harinya Risa dan Dewi sudah gak kaget melihat Rio yang bakalan muntah atau mengeluh capek, padahal dia gak ngapa-ngapain (Dewi sengaja nginep beberapa hari buat ngecek keadaan Rio). Hal yang lebih membagongkan, Rio masih mual dong setiap habis melihat Risa. Tentu itu bikin Risa otomatis ngamuk. Pengen nyekek itu anak, tapi ada emaknya.

Jadi, Rio selalu gak makan pagi bareng bukan karena dia gak mau atau gak suka. Tapi karena dia gak mau ngeliat muka Risa. Pokoknya habis bangun tidur, dia bakal siap-siap mandi, pakai seragam dan langsung ngacir tanpa permisi, kayak pagi ini.

"Kurang ajar, dia berani jalan tanpa pamit supaya gak ketemu gue!" Ucap Risa yang lagi duduk di meja makan dan menyadari Rio sudah pergi menurut laporan pak satpam.

"Lucu banget sih suami kamu. Bisa-bisanya dia ngidam ogah liat muka istrinya sendiri!" Dewi terkikik geli.

"Gak ada yang lucu kali, Ma! Harga diri nih! Masa muka bening paripurna dengan perawatan mahal cuma bikin dia muntah?!" Risa nyolot, masih gak terima fakta kalau Rio beneran muntah kalau liat muka Risa sejak dari kemarin.

"Tapi bukan dia yang mau, lho!" Balas Dewi mencoba membela sang menantu kesayangan. "Itu artinya dia sangat peduli sama kamu, Ris. Dulu, Papa kamu juga begitu waktu Mama hamil kamu." Dewi berbicara sambil mengenang masa-masa indahnya saat awal-awal pernikahan dengan ayahnya Risa.

"Papa kamu dulu juga muntah-muntah, pusing, terus dia pernah minta makan coklat tengah malem," ujarnya sambil tersenyum mengingat kejadian itu.

"Ya, tapi gak sampe muntah pas liat muka Mama 'kan?" Balas Risa agak ketus.

"Enggak sih, tapi Papa kamu itu penyayang banget sampai pas hamil kamu dia bisa ikut ngerasain perjuangan Mama. Kamu dulu bandel, Ris, suka nendangin perut Mama!"

Risa terdiam saat mendengarkan cerita sang ibunda mengenai sang ayah. Yah, ayah Risa memang terkenal sangat baik dan perhatian pada keluarga. Risa merasa beruntung punya ayah yang sangat menyayanginya meskipun dia anak perempuan.

Tapi disaat kebahagiaan itu terasa akan selamanya, tiba-tiba saja orang tua dia bercerai tanpa alasan yang jelas. Sang ayah menggugat cerai ibunya saat Risa baru saja memasuki SMA, dan karena hal itulah yang membuat emosional Risa tidak terkendali.

Risa sempat memberontak dan kabur dari rumah selama beberapa bulan. Saat itulah untuk pertama kalinya dia mengenal Dion. Dia murid dari kelas yang berbeda, kelas khusus anak-anak berprestasi, tapi kalau kalian pikir Dion itu berprestasi? Tidak.

Alasan Dion bisa masuk ke kelas itu karena kekuatan ayahnya. Ya, dulu ayahnya Dion sangat terkenal, bisa dibilang dia itu seorang anak crazy rich karena sang ayah memiliki gurita bisnis.

Dion datang mendekati Risa karena ternyata kedua ayah mereka adalah kolega, pernah jadi rekan bisnis. Dion masuk seperti membawa sesuatu yang hilang dari Risa. Kasih sayang ayahnya.

Keberadaan Dion seperti mengisi kekosongan itu kembali setelah sang ayah yang pergi. Sejak saat itulah keduanya berpacaran.

"Tapi, kalau Papa sangat sayang sama Mama, kenapa dia pergi?" Tanya Risa tiba-tiba yang membuat suasana berubah.

Sampai sekarang jujur saja, Risa masih tidak mengerti kenapa ayahnya menggugat cerai ibunya. Ada orang ketiga? Tidak, setelah bercerai ayahnya pergi meninggalkan kota dan dia malah menyerahkan sebagian usahanya kepada sang ibunda. Jadi apa dan kenapa?? Pertanyaan itu sampai sekarang tidak terjawab dan menjadi sebuah ganjalan di dalam hati Risa.

Sementara itu di sekolah Rio belum pulang. Dia malah ngerujak sama ibu-ibu di depan sekolah, membuat semua teman sekelas dan satu sekolah melongok. Pasalnya dia duduk bareng ibu-ibu di depan warung makan sambil comotin buah-buahan kayak mangga muda, kedondong, jambu, nanas dari cobek ulek yang sambalnya tumpah-ruah.

"Gila itu Rio, sejak kapan sirkelnya jadi ke emak-emak yang doyan rujak?" Roni nyenggol Dika yang matanya nyaris copot melihat teman sebangkunya mendadak akrab sama emak-emak setempat.

"Beneran ngidam kali itu anak!" Celetuk Wina yang berkeyakinan cowok itu lagi ngidam sejak kemaren.

"Dia laki, bahlul! Gimana ceritanya ngidam dah?" Dika langsung nyembur.

"Yaaa, bisa aja kalau bininya yang hamil tapi dia yang ngidam!" Ini lagi satu cewek asal nyamber.

"Lebih odong lagi, bini darimana? Pacaran aja kagak dia, lagian sejak kapan dia nikah dan punya bini?" Dika melotot ke arah Rana.

"Samperin aja yuk!" Roni, Agung dan Dimas, ketiganya langsung nyamperin Rio yang masih asik menikmati rujak pinggiran jalan ala emak-emak.

Ketiga pemuda itu berhenti menatap Rio asik sendiri dan gak sadar sama keberadaan mereka dan anak-anak lain yang sejak tadi memperhatikannya dari kejauhan.

"Wedeeeh, Mamet! Kayaknya enak bener neh, ngerujak!" Roni nepok punggung Rio secara tiba-tiba yang bikin pemuda itu langsung kaget dan keselek.

"Uhuk!!!! Air!!! Tolongg airr!!!" Rio nunjuk-nunjuk ke arah gelas yang gak jauh darinya.

"Walah, Mas! Temannya kok dikageti!" Seorang wanita paruh-baya ikutan kaget saat melihat Rio keselek.

"Eh, *sorry*!" Roni panik dan langsung memberikan gelas berisi air putih itu ke Rio.

"Parah lu, Ron! Anak orang nyaris lewat!" Sembur Agung sambil geleng-geleng.

"Ya, maap, gua gak sengaja...." Roni masang muka melas.

"Lu kenapa dah, bikin kaget gua aja!" Rio baru ngebacot abis minum.

"Lu asik bener rujakan di sini, emang gak nyadar satu sekolahan merhatiin lu?" Ucap Dimas dan menunjuk ke arah anak-anak sekolah yang keluar gerbang sambil melihat ke arahnya.

"Gak apa-apa toh, Mas! Temennya doyan kok!" Ucap seorang ibu ber daster merah dengan corak bunga-bunga.

"Tau lu, ganggu kesenangan orang aja!" Balas Rio yang malah ngambil mangga muda dan dimasukin ke dalam mulutnya.

Dika, Dimas, Agung dan Roni keheranan. Sejak kapan rujak jadi makanan *favorite* si Rio? Setahu mereka, Rio itu bukan pencinta makanan pedas. Minimal dia bisa tahan sama level sambal ABC. Kena cabe rawit aja udah pengap dia.

"Lu beneran temen gua 'kan?" Ucap Dika tiba-tiba.

"Ngomong apaan sih lu?" Balas Rio malah jadi dia yang bingung.

"Lu bukan jin iprit, atau dedemit yang suka nunggu di bawah pohon sekolah dan nyamar jadi Rio 'kan?" Tanyanya lagi dengan mata memicing, buat mastiin itu beneran Rio teman sebangkunya atau bukan.

"Otak lu setan aja perasaan!" Dimas geplak kepala Dika gegara mikir hal yang gak masuk akal.

"Siapa tahu! Sekolah kita 'kan angker!" Dika ngeyel.

"Dia otaknya emang rada-rada, masa bilang gua jelmaan iprit!" Sambar Rio heran dengan cara otak Dika bekerja.

"Lagian mana ada, Mas, jin doyan rujak!" Timpal ibu-ibu lain yang pakai daster batik cokelat.

"Kalau begitu...." Dika terdiam sejenak. Otaknya lagi berusaha mikir keras. Tatapannya intens ke arah Rio yang kini duduk dan menatap ke arah Dika.

"Lu hamil?" Tanya Dika langsung melihat ke arah perut Rio.

"Si goblok...," ucap Agung, Dimas dan Roni barengan.

"Colot! Makan nih!" Rio ngambil sepotong jambu yang mandi sambal dan langsung dijejalkan ke mulut Dika.

"Hueeeek, pueeehhh, asem sama asin, pedes benerrr!!!!" Dika malah jadi *review* makanan sambil muntah-muntah (lha?). "Air, gua butuh air!!!" Dika ngambil gelas minuman sembarang punya orang.

"Nano-nano kali, Dik!" Agung sama yang lainnya ngakak melihat Dika kepedesan heboh.

Gluk gluk gluk gluk...!

"Aaaahhh, gila lu ya, itu rujak pedes banget sama asemmm!!" Dika protes sambil ngibas-ngibasin mulutnya yang terasa panas dan pedas.

"Lu bawel sih!" Rio ngasih satu gelas air lagi untuk Dika.

"Tapi seriusan, lu gak kepedesan? Bukannya lu gak suka pedes ya?" Tanya Roni yang sebenarnya juga ngerasa aneh sama perilaku Rio.

"Mana asem bener lagi!" Sambar Dika.

"Ya maklum Mas, kalau suami yang ngidam biasanya 'kan gitu! Emang suka aneh!" Celetuk seorang wanita secara tiba-tiba.

Rio kembali keselek part 2 setelah mendengar ucapan si ibu. Walhasil dia sama Dika jadi ngabisin air minum aja di situ.

"Bu, dia itu masih sekolah! Punya bini darimana dia?" Ujar Dika nunjuk-nunjuk Rio yang jelas-jelas pakai seragam sekolah.

"Oh, iya-ya hahahah, maaf saya gak ngeh!" Wanita itu malah tertawa renyah, tapi tatapannya seperti mengatakan sesuatu.

"*Waduh, emang iya ya gua aneh, bisa ketahuan nih*!" Rio mulai merasa panik sendiri.

Sementara di apartemen, Risa dari tadi bersin-bersin gak karuan. Dewi sampai heran melihat anaknya bersin gak berhenti.

"Kamu kenapa Ris? Sakit?"

"Enggak, Ma, cuma gatel aja ini hidung...."

"Wah, ada yang lagi ngomongin kamu tuh!"

"Ya elah, masih percaya hal kayak begitu aja. Itu kuno!"

"Tapi suka bener!"

Yah begitulah kira-kira. Hal aneh apalagi yang bakal dilakukan sama Rio? Apa dia bisa jaga rahasia selamanya??

.

.

.

BERSAMBUNG....

1
✨♡vane♡✨
Ingin baca lagi!
Harry
Mantap jiwa!
Zamasu
Memukau dari awal hingga akhir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!