Di harap kan bijak saat membaca.
Menceritakan seorang anak yang berbeda dan
mempunyai kelebihan,
Sejak kecil sudah hidup berdampingan dengan makhluk dunia lain.
Bisa melihat dan merasakan makhluk tak kasat mata, sampai harus berjuang dari kerasnya hidup dan takdir yang sangat kejam.
Mempertahan kan sesuatu yang di berikan oleh pencipta,
akan kan selamanya akan seperti ini,
Jika dia bisa memilih dan di beri kesempatan untuk memilih,
Apa yang akan dia pilih, Memilih Hidup dengan kelebihan, atau membuang kelebihan itu,.
Klik hati untuk mengikuti kisah ini,
dan jangan lupa Rate bintang lima, tinggalkan jejak kalian di colom comentar..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RuQi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch-23. BERKUNJUNG
...Next...
Malam hari Aku berencana berkunjung ke rumah Tante mawar dan om alex, ingin pamit untuk liburan dan menitipkan rumah,
Aku memakai baju kemeja panjang dan celana Levis panjang, ku ikat acak rambut ku, tak lupa tas kecil kesayangan ku untuk menaruh dompet dan hp ku.
ku buka pintu kamar dan menutupnya lagi, ku turuni tangga, ku lihat mbak Dina lagi asyik duduk di kursi tamu dan memainkan hp,.
"Mbak, sibuk nggak.." kata ku
"Nggak dek, lagi ga ada kerjaan mbak,."
"Anter yuk ke rumah Tante mawar dan om alex.." pinta ku
"Sekarang.."
"Bulan depan aja mbak.." ledek ku
"Bulan depan kok ngomongnya sekarang si dek." ucap mbak Dina
"Ya sekarang lah mbak, cepet yuk mbak ganti baju nggak, aku tunggu sini.." ucap ku
"Gitu dong, bilang sekarang, mbak ganti baju dulu ya.."
"Ish.. mbak jangan lama ya, takut malem.."
"Beresss.. 5 menit.."
aku menunggu di kursi ruang tamu sambil memain kan hp,.
5 menit mbak Dina datang dan dia hanya mengganti bajunya saja..
"Ayo jalan dek.." kata mbak Dina
"Ayo mbak.."
Mbak Dina sudah ku anggap seperti Kakak sendiri, dia sudah menemaniku dari kecil saat pindah ke rumah ini sampai sekarang.
aku berjalan kaki menuju rumah om alex, bulan purnama menerangi jalan ku, saat sudah di depan pagar rumah Tante mawar, aku melihat kak putra yang sedang bermain gitar..
"Assalammualaikum.." sapa ku dan di ikuti mbak Dina
"Waalaikumsalam.."
ku lihat muka kak putra sedikit kaget..
"Tante ada kak.." ucap ku
"Ada dek di dalem, mungkin lagi di dapur.."
(Astaga.. baru ini kak putra panggil ruru afek.. biasanya selalu memanggil seenaknya..) kata ku dalam hati.
"Boleh masuk.." pinta ku
"Ehh.. boleh lah.. masuk ajah.." kata kak putra canggung
"Misi ya kak.."
"Iya"
Karna sudah di persilakan masuk jadi aku masuk saja ke dalam.. ternyata ada om alex di ruang tamu,
"Assalammualaikum om.." salam ku
"Waalaikumsalam.. ruqi tumben malem malem kesini.." ucap om alex
"Mau ketemu Tante ma om.."
"Tiap hari Dateng kesini juga ga papa, jangan pas cari om Tante ajah baru Dateng.."
"Iya om.. nanti di usahain.." kata ku
"Kamu sama siapa ruqi ke sini..?"
"Sama mbak Dina.." ucap ku sambil menoleh ke belakang..
"Lahhh.. mbak Dina kemana..?" aneh ku
"Kamu dari tadi juga sendiri ruqi.." kata om alex
"Ketinggalan di luar mungkin om, ruqi panggilin dulu.."
"Hahahah.. ada ada saja, emang barang di tinggal.."
aku cuma cengengesan dan balik lagi kedepan pintu, ternyata benar mbak Dina di luar sama kak putra, mereka asyik main gitar dan kak putra menyanyi.
"Jarang jarang aku denger kak putra nyanyi denger bentar ah.." kata ku dalam hati
"Krispatih ada aku disini"
Kau yang membuat
Aku jadi lebih bahagia
Dan kau yang jadikan
Hidup ini penuh dengan warna
Jangan lagi kau resah,
ada aku disini
*Peganglah hatiku
Jiwa ini adalah duniamu
Nikmatilah cinta meski hari tak selalu cerah
Bersandarlah disini,
hapuskan s'gala dukamu
Reff :
Marilah coba tersenyum
Hangatkan rasa
Ku yakinkan cintaku
Tetap Milikmu
Meski tak ada satupun
Yang mengerti kita
Aku seorang yang bisa memahami arti dan tulus cintamu
Bridge :
Walau kadang rasa tak sanggup
Lagi untuk bertahan
Namun keteguhan cinta kita yang sanggup mengalahkan s'galanya
"Gila.. suaranya keren ternyata.." kata ku dalam hati
Saat asyik menguping tiba tiba om alex mengagetkan ku.
"Ketemu mbak mu ruqi.." kata om alex mengagetkan ku
"Astaghfirullah.. om ngagetin deh.." protes ku
"Kaget kenapa, kaya orang lagi ngintip ajah.. hayooo ngintip siapa sih.." ledek om alex
"Ga ngintip om.. tadi mau panggil mbak Dina, tapi kak Alex lagi nyanyi jadi aku nunggu selesai dulu baru rencana manggil.." jelasku, padahal emang aku lagi ngintip sih.. hahahaha..
"Di panggil Tante di dapur.." kata om alex
"Oia Tante.. lupa aku om.. ruqi kedapur dulu ya om.." elak ku agar bisa pergi
aku menuju arah dapur untuk menemui Tante mawar, kulihat Tante mawar sedang memasak sup ayam.
"Assalammualaikum Tante.." ucap ku sambil mencium tangan Tante mawar
"Waalaikumsalam.. kamu kesini ga langsung temui Tante ya," protes Tante
"Heheheh.. maaf Tante, tadi asyik ngobrol Ama om alex.."
"Tante masak apa.."
"Tante masak banyak makanan, kamu udah makan belom..?"
"Belom Tan.. tadi belom sempet makan," jawab ku
"Makan di sini ya.."
"Sipp Tan.."
aku membantu mencicipi masakan Tante ajah.. karna ga terbiasa masak untuk orang lain selain bunda dan ayah.
"Udah selesai.." senang Tante
"Panggil yang lain ya ruqi, kita makan malam.."
"Oke Tante.." jawab ku sambil berlalu
Ku panggil om lebih dulu yang ada di ruang tamu nonton tv, lalu ku pergi ke depan untuk memanggil kak putra dan mbak Dina
"Om alex makan kata Tante.." kata ku
"Ayokkk " ajak om alex
"Mau panggil kak putra dulu om.. om duluan ajah.."
"Ya udh om duluan.." ucap om alex
dan aku pergi ke depan rumah
"Kak, di panggil Tante buat makan.." kataku
Kak Putra menghentikan bermain gitar dan menganggukkan kepala.
"Mbak Dina kemana..?" tanya ku karna tadi ada mbak Dina di sini, kenapa sekarang ga ada
"Pulang, katanya lupa matiin kompor.."
"Hahhh.. matiin kompor.." heran ku
(pasti akal akalan mbak dina lagi ini, trus aku pulang Ama siapa nanti.)
"Hufff.. ya udah lah.. ayo kak makan.."
"Ayo.." jawab nya
Aku berjalan lebih dulu, kak putra di blakang ku Sambil menutup pintu,
aku berjalan fokus pada pikiran ku karna kepulangan mbak dina
(kenapa mbak Dina pulang ga bilang bilang) kataku dalam hati.
Dukkkk..
"AIHHHH..." triak ku karna menabrak meja dan melukai kaki ku
"Kamu kenapa ceroboh sekali sih.." kata kak putra membantuku duduk
"Salahkan mejanya, kenapa mejanya di sini, kaki ku jadi menabraknya" keluh ku
"Meja nya memang selalu di sini, tak pernah berubah tempat.."
"Tadi ga ada waktu aku keluar dapur memanggil kakak dan om.." kesalku
"Tadi kau mengarah kedapur, sekarang kau mengarah ke kamar ku.." ucap kak putra
Ku lihat sekeliling, ternyata aku melamun jalan sampai sampai ada di depan kamar kak putra,
"Kakak mengikutiku tapi tak memberitahuku kalo aku berbelok arah yang salah.."
"Salah sendiri kamu melamun waktu jalan.."
"Sudah lah.." kata ku
"Ayo bangun, aku lapar mengitimu"
"Kayaknya kaki ku masih sakit kak.. kakak duluan saja, nanti aku menyusul.."
"Astaga.."
kak putra berjongkok dan melihat kaki ku, tak memar sih, tapi sakit karna menabrak meja.. kak putra juga memijitnya pelan
"Ga papa kok, ayo jalan.."
"Iya iya bawel.." kata ku tapi kaki ku sudah tak sakit lagi
Aku menuju dapur dengan bersebelahan dengan kak putra
"Lama sekali, kalian kemana saja.." kata Tante
"Ada kucing kesasar mama.." jawab kak putra
"Apa hubungannya kucing kesasar sama kalian.." heran om alex
aku hanya diam dan kak putra hanya mengangkat bahu cuek
"Udah udah ayo kita makan.." ajak Tante
Aku duduk dan makan dengan bersama, seperti biasa, aku makan Tampa nasi,
selesai makan aku berpamitan pulang dan tak lupa aku bilang kalo akan ke Jogja menghabiskan libur
Aku pulang di antar kak putra, karna rumah kita cuma sebelahan jadi tak lama sampainya
setelah sampai rumah, kak putra pamit pulang dan aku masuk ke kamar atas untuk tidur..
sampai sini..
lanjut besok ya..
udah di crazy up nih..
wassalamu'alaikum
tour, itu