Pernikahan adalah sebuah rumah bagi setiap pasangan yang telah menikah untuk berpulang. namun apa jadinya kalo Seorang suami tidak menginginkan dirinya. sedangkan di hatinya masih belum bisa melupakan wanita lain yang sudah bahagia dengan suami dan anaknya tersebut.
Itu lah yang di alami oleh Rania
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda sri ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23. Kemarahan lintang
Saat ini Rania tengah berada di dapur untuk menyiapkan makanan siang untuk mertua serta wanita sombong tersebut dan tidak ia kenal. Apa lagi tujuan mertua nya ke sini yang membuat Rania terkejut pasalnya pria itu tidak ada pemberitahuannya kalau orang tuanya bakal berkunjung kesini.
Namun yang membuat Rania sedih adalah dirinya hanya dianggap pembantu di rumah tersebut.
Walaupun mereka belum tahu kalau dirinya adalah istri dari pemilik rumah tersebut karena pernikahan mereka yang masih dirahasiakan, namun apakah tidak ada rasa sedikit menghormati sesama manusia bukan malam merendahkan seperti yang dilakukan oleh wanita sambong tersebut terhadap dirinya.
Jadi mau tidak mau rania saat ini pun terpaksa memaksakan untuk kedua orang tersebut yang saat ini tengah bercanda tawa di ruang keluarga yang sangat kedengaran sampai ke dapur gimana rania sedang menyiapkan makan siang.
Apalagi kedekatan mertua serta wanita tersebut membuat sebagian hati Rania cemburu. seharusnya dirinya lah sebagai menantu yang diperlakukan seperti itu bukan wanita lain. namun lagi-lagi Rania sadar diri kalau dirinya bukan wanita yang beruntung untuk mendapatkan perhatian dari mertua tersebut.
Dan belum tentu juga mertuanya itu mau menerima dirinya yang menikah tanpa restu dari mereka secara tiba-tiba apalagi kedua orang tuanya lah yang meminta putranya untuk menggantikan posisi pengantin pria yang menghilang secara tiba-tiba.
Ntah Bagaimana tanggapan kedua orang tua dari pria tersebut kalau sampai mengetahui hal tersebut.
Sampai di mana Rania tidak sadar wanita baru baya tersebut pun menyusul dirinya ke dapurdan menanyai apakah makanannya sudah jadi atau belum dengan tatapan sinisnya terhadap Rania hingga terkejut.
” Hai kamu kenapa masaknya lama sekali apa nggak tahu kalau kamu ini udah lapar! seharusnya kamu sebagai pembantu itu cekatan, bukan asik melamun saja sambil masak membuat saya dan calon menantu saya kelaparan." hardik mama sita pada Rania yang terkejut.
Apalagi rania semakin terkejut saat mertuanya tersebut menyebut kalau wanita itu adalah calon menantunya.
Apa maksud dari mertuanya tersebut berbicara seperti itu apa jangan-jangan kepergian pria tersebut ke Jakarta ada kaitannya dengan kedatangan mertua serta wanita sebanyak itu ke sini pikir Rania dalam hati.
” Kenapa sih Tante kok ribut-ribut."tanya Syifa yang baru saja datang dengan lemah lembut kepada Mama sita yang tampak kesal dan marah kepada Rania.
” Ini lho sayang tante tadi cuman mau ngasih tahu sama pembantu ini kalau kerja itu jangan melamun apalagi kita dari tadi sudah menunggu sampai kelaparan." ujar Mama sita dengan kesal membuat hati Rania sakit kalau di sebut sebagai pembantu, padahal aslinya ia adalah menantu yang tidak diketahui oleh siapapun kecuali keluarganya sendiri.
” Udah nggak papa Tante, mungkin Mbak ini lagi capek makanya kerjanya sedikit lama. lagian Syifa belum laper kali kok." kata Syifa dengan lemah lembut untuk mencari muka di hadapan calon mertuanya tersebut.
Apalagi setelah dilihat-lihat pembantunya itu kelihatan lebih cantik dan lebih muda dibandingkan dirinya yang membuat Syifa merasa iri. gimana dengan Lintang yang setiap hari bertemu dengan pembantunya tersebut, bisa bisa jatuh cinta walaupun dalam hatinya Syifa sedikit meragukan kalau wanita muda dan cantik tersebut adalah pembantu di rumah ini.
” Tuh kamu dengerin calon menantu saya Untung Dia belum terlalu lapar Kalau enggak mungkin saya akan marah sama kamu." balas mama sita yang tampak tenang setelah di nasehati oleh Syifa yang kini tengah tersenyum miring pada Rania yang hanya bisa terdiam.
*
Setelah berputar selama satu jam lebih akhirnya masakan yang di masak oleh Rania pun selesai dan kini tengah dihidangkan di meja makan dan dinikmati oleh mertua serta wanita tersebut.
” Nggak sia-sia anak saya menyewa kamu ternyata makanan kamu lumayan juga."kata Mama sita saat merasakan merasakan wanita tersebut yang ia anggap sebagai pembantu di rumah sang putra.
sedangkan Syifa sendiri hanya diam tanpa berkomentar apapun namun dalam hatinya membenarkan ucapan tante sita kalau masakan wanita tersebut memang enak, namun dirinya tidak mengakui hal tersebut dihadapan wanita muda itu yang nantinya bisa besar kepala.
” Tapi menurut Syifa biasa aja sih tante. kalau Tante mau bisa Syifa bisa kok masakin untuk tante yang lebih enak dari pada ini." kata Syifa yang ingin menunjukkan kalau dirinya bisa memasak lebih enak daripada masakan wanita tersebut.
” Wah tante nggak sabar mau mencoba ini masakan kamu sayang. tante nggak salah pilih ternyata kamu selain berpendidikan tinggi cantik, ternyata kamu bisa masak yang membuat tante semakin yakin untuk menjadikan kamu sebagai calon istri dari Lintang." puji mama sita yang yang senang karna calon menantunya itu ternyata bisa masak. karena salah satu Mama sita mencari menantu salah satunya yaitu bisa memasak.
Rania sendiri yang bediri di belakang kursi meja makan nampak terdiam mendengar obrolan kedua wanita berbeda usia tersebut.
Sampai tidak lama kemudian suara lantang terdengar dari arah ruang depan yang membuat Rania dan keduanya nampak sangat terkejut dengan kedatangan seorang pria berpakaian jam lengkap dengan tatapan tajam kepada mereka semua.
”Ngapain mama Kesini!??" Tanya lintang dengan keras saat sampai di ruang makan.
” Kamu itu tidak ada sopan santunnya sama sekali ya Lintang! seharusnya kamu senang mamamu itu berkunjung ke sini bukannya marah-marah nggak jelas." balas mama sita yangsudah tidak berselera lagi makan karena kedatangan sang putra yang tiba-tiba saja membuat mood mama sita hilang begitu saja.
”Mama tau dari mana alamat rumah lintang. dan kenapa mama kesini Dengan wanita itu!." lontar lintang dengan dingin sambil menujuk ke arah Syifa yang kini menunduk di sebelah tubuh mama sita.
.”Emang kenapa kalo mama tau alamat rumah kamu. dan mama kesini karena mama mau kamu mengenal lebih dekat dengan Syifa. apa Syifa ini bakal menjadi calon istri tamu seharusnya kamu itu lebih menghormati ataupun menganggap Syifa bukannya malam sikap seperti ini."
Mendengar ucapan sang Mama membuat mata Lintang sedikit menoleh ke arah Rania yang tidak menunjuk reaksi apapun saat sama menghendak menjodohkannya dengan wanita lain.
Rania sendiri yang merasa diperhatikan oleh pria tersebut pun hanya membuang muka tanpa berani menatap ke arah pria yang berstatus suami rahasianya itu.
Ternyata tebakan Rania tadi benar kalau wanita itu sudah dijodohkan dengan pria tersebut oleh orang tuanya. apakah pria tersebut menerima permintaan mertuanya atau menolak yang saat ini menjadi pikiran Rania.
Melihat kediaman Lintang dengan pernyataan tersebut membuat Rania semakin kalo pria itu menerima perjodohan dengan perempuan sombong tersebut yang membuat Rania hanya bisa tidak bisa berkata apa-apa.
Rania merasa dirinya tidak punya hak untuk melarang pria itu menikah dengan orang lain, walaupun saat ini dirinya yang sudah menjadi istri rahasia pria tersebut.
”Lintang lagi capek, mendingan mama sekarang pulang karna lintang lagi gak mau berdebat apa pun lagi." kata lintang yang mengusir mama serta wanita itu dari rumahnya.
”Kamu keterlaluan ya Lintang. mama udah jauh-jauh datang ke sini malah kamu usir kamu sudah tidak menganggap kamu sebagai orang tua kamu lagi hah!." bentak mama sita kepada putranya tersebut yang malah mengusirnya dari rumah tersebut padahal dirinya belum lama sampai di rumah itu.
” Udah mah lintah nggak mau marah-marah lagi Mama pasti ke sini tanpa seizin papa kan dan pasti Mama juga yang membohongi papa dan minta alamat Lintang supaya bisa ke sini. sekarang Lintang bakal telepon papa dan menyuruh papa untuk mau minta Mama pulang." putus Lintang dengan mengambil handphone yang berada di saku jasnya lalu menghubungi sama papa.
Namun tanpa disangka-sangka di saat lintang sedang menghubungi sang Papa, tiba-tiba saja Syifa langsung memeluk tubuh lintang yang membuat Rania terkejut dengan sikap wanita itu yang seberani itu memeluk pria itu.
Hal tersebut pun membuat lintang murka dan dengan cepat mendorong tubuh wanita tersebut hingga jatuh ke lantai serta menatapnya dengan tajam.
Brakkk
”Kurang ajar kamu. berani-beraninya kamu memeluk saya." bentak lintang dengan mengibaskan tangannya serta pakaian nya yang tadi sempat di sentuh oleh wanita. hal tersebut dengan membuat pertanian mama sita terkejut melihat sikap lintang yang kasar terhadap Syifa yang saat ini masih berada di lantai.
”Kamu apa apaan lintang, Kenapa kamu mendorong Syifa seperti itu." Ujar mama sita yang membantu Syifa berdiri dari lantai.
” Mama kasih tahu tuh sama dia jangan sembarangan memeluk orang lain apa dia sudah tidak punya harga dirinya sebagai wanita." balas lintang yang tak mau kalah.
” Mendingan sekarang mama mau pergi wanita ini dari rumahku karena Lintang sudah tidak ingin melihat mama dan wanita ini berada di sini lagi." lanjut lintangdengan tegas selalu langsung pergi dari hadapan mereka semua dengan wajah datar plus dinginnya dan langsung naik ke lantai 2 di mana kamarnya berada.
....
saking banyaknya list cerita yg di baca 😁😁
rajin up dong 🙏🙏🙏
dan ternyata sy jatuh cinta sama cerita nya.. dan suka alur seperti ini 👍👍🤗🤗🤗
gak sabar saat si Lintang malah berubah haluan dalam memperhatikan Rania 👍🤩😁😁