Berawal dari Kasihan...
Berlanjut dengan Cinta...
Berakhir pada Kesedihan...
Setelah 15 tahun lamanya, impian Sang Gadis terwujud dan dimulailah Perubahan untuk segalanya, namun perubahan itu mengubah segalanya begitu juga dengan keasliannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviRazRhasti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
5.2 Terbongkar
"Eka, apa kau psikopat??" Mei
"Apa? Ap-Apa maksudmu Mei?" Eka
"Kau sepertinya tak mempunyai hati sama sekali, aku tau kau membunuh para koruptor dan mengambil setengah hartanya untum dirimu sendiri, aku suka itu, tapi sampai mutilasi mereka dan memajang kepala seperti itu bukanlah tindakan bijak, apa kau senang melakukan itu," Mei
"Maafkan aku, aku akan memperbaiki kesalahanku," Eka
"Dan, misi terakhirmu sepertinya di mansionku, kau mau membunuh siapa disana? Dinara? Aji? Derick? Para keluarga lain? Varo? Bulkrish? Atau- diriku?" Mei
"Jangan bicara sembarangan Mei, dalam mimpipun aku tak akan berani melakukan itu, walau dirimu menggambil seluruh dunia, aku tak perduli," Eka
"Oh ya, bagaimana janjimu untuk membuatku menjadi Ratu?? Padahal aku sudah menyiapkan beberapa mutiara dan permata langka untuk hiasan mahkotaku," Mei
"Aku akan segera membuatmu menjadi Ratu Mei," Eka
"Baiklah, akan kutunggu," Mei
Mei meminum susu ibu hamil yang Bulkrish bekalkan,
"Mei-" Eka
"Bawa tahananmu kemari," Mei
"Tapi-" Eka
"Kau mau membuatku tertekan lagi, kau tak kasihan pada bayimu, turuti saja aku," Mei
"Ah baiklah," Eka
Eka menyuruh bawahannya membawa tahanan yang ada, saat hampir 25 orang sudah menghadap,
"Jadi- mereka tahananmu, kau tak membiarkannya mati dengan mudah ya. Bolehkan aku memainkan mereka??" Mei
Eka memberikan sebuah pistol,
"Suara pistol ini tak akan mengganggu telingamu," Eka
Mei pun mempersiapkan pistolnya,
"Aku akan mengakhiri penderitaan kalian," bathin Mei
Mei mulai menembak tepat di kepal mereka,
Dorrr....
Dorrr....
Dorrr....
Dorrr....
Dorrr....
"Eka kau tau, aku tak suka menembak, tapi aku ingin menembak," Mei
Dorrr....
Dorrr....
Dorrr....
Dorrr....
Dorrr....
"Aku tau itu, karena itu, tanganku saja yang kotor akan darah," Eka
Dorrr....
Dorrr....
Dorrr....
Dorrr....
Dorrr....
"Dasar bodoh, kamu mengotori tanganmu tapi masih berpikir kalau kau suci, tapi aku yang salah, aku yang melatihmu sejak kecil," Mei
Dorrr....
Dorrr....
Dorrr....
Dorrr....
Dorrr....
"Ya lebih baik seperti itu kan Mei, aku mencintaimu, aku akan melakukan segalanya untukmu,"
Dorrr....
Dorrr....
Dorrr....
Dorrr....
Dorrr....
"Kau yakin?? Apa kau masih yakin walaupun peluru terakhir ada dikepalamu," Mei
Mei menodongkan pistol itu dikepala Eka,
"Jika kematianku membuatmu senang, maka- silahkan tembak saja aku dengan pistol yang tak berisi peluru itu," Eka
"Kau menyadarinya juga ya, tapi-" potong Mei
Dorrr....
Prangg....
Eka menghadap kebelakang dan melihat foto dirinya masih SMA yang bermanja pada Mei telah hancur,
"Kau memang bodoh, lebih latih lagi dirimu. Aku mau pulang sekarang," Mei
Mei pergi sambil menginjak mayat baru yang menghalangi jalan,
"Hampir saja, aku menjadi jasad, tapi- aku tidak tau lagi, apa maunya Mei," Eka.
.
.
.
Sorenya, Mei sampai di rumah dan langsung tertidur, Eka pun juga mengurung diri di kamarnya.
Lain halnya di ruang bermain, Keitel dan Rykell senang sekali bermain bersama Ray,
"Kakak Ray," Keitel
"Ya??" Ray
"Kakek kapan sembuh ya??" Keitel
"Iya, aku juga penasaran," Rykell
"Hm, entahlah, Kak Asa kan sudah mengobati Kakek, jadi Kakek pasti cepat sembuh," Ray
"Oh ya, bagaimana dengan KaMei?? Katanya KaMei sakit karena bayi dalam perutnya," Rykell
"Bayi?? Ehm, Kakak juga ngak tau. Sekarang udah jam mandi, kalian mandi lah makan malam sana," Ray
"Baiklah," Keitel-Rykell
2 saudara itu pergi,
"Kaka Mei- punya bayi?? Kak Eka yang benar saja, dia kan udah ada tunangan," Ray
Ray pergi dari ruang bermain.
.
.
.
Malam harinya, Mei sudah tertidur di kamarnya setelah mandi, makan dan minum obat, Eka yang ada disisinya tersenyum mengelus lembut pucuk kepala Mei, Eka mencium kening Mei lalu pergi, di luar kamar Mei, Eka terkejut melihat Ray,
"Akhirnya kau punya waktu luang Kak," Ray
"Kau mencariku? Ada apa?" Eka
"Apa maksudnya KaMei hamil Kak? Kakak, ayah dari bayi itu??" Ray
"Tentu saja aku Ayah dari bayi itu, aku dan Mei akan segera menikah dan secepatnya menjadi orang tua," Eka
"Lalu Meira?" Ray
Eka menatap tajam Ray,
"Jangan berani kau membahas itu di sekitar sini," Eka
"Tapi-" Ray
Eka menarik kerah kaos polo Ray,
"Jika kau berani membahas itu lagi, aku tak akan segan menghabisimu," Eka
Eka melempar Ray ke lantai,
"Ingatlah Ray, jangan pernah kau membahas masa lalu, aku sudah melupakannya," Eka
Eka pergi,
"Bagaimana mungkin Kak Eka bisa melupakan Meira secepat itu," Ray.
.
.
.
Kebesokan paginya, seluruh keluarga sedang makan bersama namun Mei dan Dinara tidak ada disana,
"Dimana Mei??" Dwi
"Mei sedang makan berdua sama Mumuk di kamar Mei, Bi," Bulkrish
"Ahhh, oh ya Asa, kau sudah memeriksa Papaku??" Dwi
"Sudah Bi, aku sudah memberi Kakek obat, jika Kakek berkeinginan untuk cepat sehat, beberapa hari aja Kakek sudah sembuh, apalagi ada Mei di rumah," Bulkrish
"Baguslah," Dwi
"Ibu," Ray
"Ya??" Dwi
"Kak Eka sepertinya harus segera menikah," Ray
"Seluruh dunia seharusnya tau kalau Kakakmu mempunyai cinta terlarang sama Bibi Bungsumu, lagian Ibu malas mengurus Kakakmu lagi," Dwi
"Ibu, aku sudah dewasa, aku bisa mengurus hidupku sendiri, aku bukan boneka Ibu lagi," Eka
"Tapi Ibu- Kak Eka sudah mempunyai tunangan," Ray
"APA??!!" Semua
"Ray kau-!!!" Eka
"Ray, apa maksudmu??" Bulkrish
"Kak Eka waktu masih di Amerika, Kak Eka mempunyai seorang tunangan bernama Meira, tapi sekarang Kak Eka berniat membunuhku jika aku membongkar hal ini, hanya Kak Asa dan Kaka Mei yang bisa melindungiku," Ray
"Kenapa hanya aku yang bisa melindungimu??"
Semua menatap Mei dan Dinara yang menatap kebawah kearah meja makan,
"Kaka," Ray
"Eka, kau jangan pernah menyentuh Ray, berani kau melakukannya, aku akan membunuhmu juga. Apapun yang Ray lakukan, kau harus bisa memakluminya," Mei
"Tapi Mei-" Eka
"Sstttt. Bulkrish, Papa kayaknya akan sadar, kau periksa gih," Mei
"Baiklah," Bulkrish
Bulkrish pergi dari meja makan,
"Eka, ingat jangan sakiti adik adikmu kau jadi menakut nakuti adik kembarmu, aku masih harus maskeran wajah. Ayo Muk," Mei
Mei dan Dinara pergi,
"Ray, kau beruntung," Eka
Eka pergi dan mebanting kursinya hinga cukup hancur,
"Ray, siapa nama gadis yang jadi tunangan Eka??".
.
.
.
"Meira,"
Mei melihat kuku yang berisi cat kuku,
"Iya Kaka, aku mendengarnya kemarin, namanya Meira, lalu aku mencari informasi dan ternyata dia tunangan Eka, ih!!! Si Eka itu benar benar, dia juga sampai punya an-" Dinara
"An-??" Mei
Dinara terdiam,
"Maafkan aku Kaka, Eka sudah mempunyai 2 anak yang masih balita, se-sebenarnya dia mempunyai hampir 5 anak dari 3 wanita, tapi 2 wanita dan 3 anaknya, dia bunuh," Dinara
"Apa?!!" Mei
"Aku bergadang semalaman, bahkan sampai saat ini kau masih terbangun, sisa 1 wanita bersama anak kembarnya," Dinara
"Eka, jika dalam kingdom, dia sangat tiran," Mei
"Tapi Kaka, Eka memang benar mencintaimu, buktinya semua nama wanita itu isi nama Mei," Dinara
"Maksudnya??" Mei
"Para wanita itu bernama Meina, Meira, dan Meisa, mereka jauh lebih tua dari Eka, badan berisi, ya pokoknya persis sepertimu. Eka terasing 7 tahun lalu, 1 tahun pertama memang benar Eka menggila karena tak bisa tersambung denganmu, tapi di tahun ketiga, Eka mulai meniduri para wanita itu, tapi yang namanya Meira itu adalah wanita yang sama persis denganmu bahkan sampai tanggal lahir kalian, di tahun kelima, si Eka mendapatkan wanita bernama Meira itu, namun Meira kabur ke Korea setelah 2 tahun di kurung dan dijadikan pelampiasan kerinduan Eka padamu," Dinara
"Eka- melakukan hal itu juga?? Kukira dia hanya suka memutilasi orang tapi dia juga psikopat penipu," Mei
"Ray menyembunyikan wanita itu 3 tahun terakhir," Dinara
"Dinara, panggil Ray kesini," Mei.
selamat siang👍
semangat terus ya💖
mampir juga di novel terbaruku "Suami dadakan" ya💖
salam dari kisah danau hijau buatan kakek
aku tunggu nih😁