NovelToon NovelToon
Istri Kedua

Istri Kedua

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:891.7k
Nilai: 5
Nama Author: triy

Rezza pria tampan dan mempunyai kehidupan cukup mapan sejak lahir dengan terpaksa harus menerima perjodohan dari ibunya dengan seorang wanita yang bernama Artiya sepupu dari kekasihnya sendiri,yang menurut Rezza wanita itu sama sekali tidak menarik dilihat dari segi manapun juga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon triy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IBU PULANG KE INDONESIA

Siang itu bu Sanusi sudah kembali dari Belanda,dia sudah mengabari anak laki lakinya untuk menjemputnya dibandara beberapa hari sebelumnya.

Namun sudah hampir satu setengah jam bu Sanisi menunggui putranya tak kunjung datang juga,bu Sanusi sudah mencoba menghubungi Rezza,namun panggilannya tak diangkat oleh anak laki lakinya itu.akhirnya bu Sanusi memutuskan pulang kerumah menaiki taxi.

Sesampainya dirumah bu Sanusi disambut oleh mbok Sugi dan pak Jono,melihat bu Sanusi turun dari taxi merekapun membantu membawakan barang barang bu Sanusi yang terdiri dari tiga koper untuk dibawa kerumah.

"kok mboten nyuwun dijemput to bu(kok nggak minta dijemput to bu)?" tanya mbok Sugi,

"jauh jauh hari aku ki wis(udah) ngomongi Rezza tak kon(suruh) njemput,eee...tak tunggu sampe hampir dua jam ra teko teko(nggak dateng)"

"yowis aku pesen taxi wae" ucap bu Sanusi sedikit jengkel,

"lha..ndak ditelpon dulu to bu?"

"tadi udah tak telpon tapi ora diangkat kok yu(kak)"

"cah bagus nembe repot mungkin,lha wong pak Jono nggih(ya) wonten(ada), kok mboten(nggak) nyuwun(minta) pak Jono mawon(aja) sik(yang) njemput to bu bu?"tanya mbok Sugi lagi,

"wong karepku ki sik marani anak lanang kok yu(orang aku maunya yang jemput anak laki lakiku kok kak)!"

" lha Tiya ning(di) ngendi(dimana) yu?"

"oohh...mbak Tiya dikamarnya,lagi kurang sehat bu" jelas mbok Sugi

"masuk angin apa?","apa Rezza masih nggak nggagas(nggak peduli) istrine po yu?"

"sekarang mas Rezza suayange tenanan(beneran) sama mbak Tiya lho bu"

"hampir tiap hari mbak Tiya itu dilembur sama mas Rezza lho bu",

"lha ini kurang enak badan sebab mbak Tiya tu kecapekan,ngladeni mas Rezza sampek pagi tirosne(katanya) bu"ucap mbok Sugi antusias,

"wooo...lha bocah gemblung(edan) Rezza kie",mosok nggarap(ngerjakan) istrine sampek esuk(pagi)".

"nggak kasihan sama istrine opo?"

"lha badan dia itu kan kayak cagak(tiang) listrik",

"tenagane koyo jaran(kuda) wae wong lanang kie,nik dibandingkan karo(sama) badan istrine sik kecil gitu yo kalah adoh(jauh) to yu" sewot bu Sanusi,

"aduh..mesakne(kasihan)tenan mantuku to yu..yu.."

"ya mas Rezza sama mbak Tiyakan masih dalam suasana pengantin baru to bu,ya..dimaklumi aja" jawab mbok Sugi membela Rezza.

"yo bener pengantin baru,tapi ya mesti liat kondisi istrine juga to yu?,ra gaco(ndak asal) nubruk wae sak penakke dewe(seenaknya sendiri)" ucap bu Sanusi masih jengkel dengan kelakuan Rezza pada istrinya selama ditinggalkannya.

Mbok Sugi hanya terkekeh mendengar kesewotan bu bosnya itu dan sedikit menyesal sebab sudah mengadu ke bu Sanusi tentang kelakuan Rezza ,dalam hati mbok Sugi"waduh kenapa aku ngadu sama ibu yo? pulang nanti siap siap aja cah bagus, dapet omelan dari ibumu","aduh mesakne men koe le..le..(aduh kasihan bener kamu )".

Bu Sanusipun langsung menuju kamar Rezza dan Tiya,dia ingin mengetahui keadaan mantu kesayangannya itu,dengan pelan bu Sanusi membuka pintu kanar Rezza dan Tiya lalu masuk untuk memastikan keadaan Tiya.

Mendengar suara pintu terbuka Tiyapun membuka matanya kemudian melihat siapa yang masuk,

"ibu"

"ibu udah pulang?"

Tiyapun bangun, ingin menghampiri ibu mertuanya.

"udah buat tiduran aja nduk"

"kamukan lagi kurang sehat"

"Tiya sehat kok bu", "tadi cuman pengin rebahan sebentar aja" ucap Tiya,

bu Sanusipun duduk ditepi ranjang Tiya kemudian bu Sanusi memeluk Tiya dengan penuh kerinduan,sambil bertanya "gimana hubunganmu sama suamimu nduk?", "lak baek baek aja to?"

"alhamdulillah bu,baik baik aja kok" jawab Tiya sambil tersenyum bahagia.

"gimana kabar mbak Ana sekeluarga bu?" Tiya balik bertanya,

"ya alhamdulillah sehat semua,si Ivan juga udah pulih tangannya"

" ibu udah makan belum?"

"sudah tadi dipesawat", " yawis ibu juga mau istirahat dulu ya nduk"

"njih bu", "ibu mau dipijitin Tiya?"

" ndak usah nduk"," kamu istirahat aja,jaga kesehatanmu"

"ibu liat kamu kok tambah kurusan sih nduk?"

"tempurnya jangan sering sering yo nduk,dijaga badanmu itu !" ucap bu sanusi tanpa teding aling aling,

"makan yang banyak yo nduk,jangan tidur malem malem!"

Seketika wajah Tiya menjadi merah sebab malu,ibu mertuanya tau kalo dia dan suaminya sering tancap gas hingga dini hari,

semua itu bukan keinginan Tiya namun sudah menjadi kebutuhan dari Rezza.

Haripun sudah sore,Tiya dan mbok Sugi sedang sibuk menyiapkan makan malam.Dihalaman luar terdengar suara deru mesin mobil Rezza yang baru pulang dari kantor.

Tiyapun menghampiri suaminya yang baru pulang dan menyambutnya tanpa senyum "assalamualaikum mas"sambil mencium tangan suaminya,

"waalaikumsalam sayang" jawab Rezza tak lupa mencium kening istrinya,

"ibu mana?"

"lagi istirahat dikamarnya mas"

"tadi ibu kok nggak dijemput sih mas,kan kasihan mesti pulang sendiri naik taxi?"

"tadi aku ada miting penting sayang,jadi nggak sempet jemput ibu",

"kenapa nggak minta pak Jono aja sih mas yang jemput?"

"tadi aku lupa sayang mau ngabari kamu sama pak Jono,lagian ibu maunya aku sama kamu yang jemput".

"ya..mas nggak mau bilang sama aku sih..,kalo ibu mau pulang"

"kan aku sama pak Jono bisa jemput ibu dibandara kalo mas nggak bisa?" protes Tiya pada suaminya.

"maaf sayang", "aku yang salah,beneran mas lupa tadi",

"laen kali jangan diulangi lagi lho..mas" ucap Tiya sedikit ngambek,

"iya...iya...mas minta maaf ya sayang,kamu jangan cemberut gitu dong!",

"mas kekamar ibu dulu ya sayang,mau minta maaf sama beliau"

"hheemm" jawab Tiya singkat.

Rezza kembali menciumi kening istrinya sebab merasa bersalah.

Kemudian Rezza melangkah kekamar ibunya untuk meminta maaf kepada ibundanya.

Dikamar bu Sanusi terlihat segar setelah mandi dan sedang duduk dimeja rias untuk mengeringkan rambutnya yang masih basah.

"assalamualaikum ibu.." salam Rezza setelah masuk kekamar ibunya,

"waalaikumsalam"

"baru pulang le..?"

"iya bu,Rezza baru aja nyampek"

Rezzapun menghampiri ibunya lalu mengambil alih hairdryer ibunya untuk membantu ibunya mengeringkan rambut bu Sanusi.

"bu Rezza minta maaf ya bu.."

"tadi Rezza lupa nggak jemput ibu"ucap Rezza penuh sesal.

"ra po po le...","ibu ngerti kok kerjaanmu banyak dan sekarang tanggung jawabmu kekaryawan juga berat" ucap bu Sanusi lembut.

"matursuwun njih bu,udah dimengerti" kata Rezza sambil mencium pucuk kepala ibunya.

"tapi jangan lakukan itu sama istrimu yo le..", " kasihan dia",

"siap..ibuku tersayang",

"ibu tinggal dua bulan kok Tiya jadi tambah kurus to le..?" tanya bu Sanusi,

"masak sih bu..?" ucap Rezza tak percaya,

"iya...ibu denger kamu tiap hari tancap gasnya pol polan sama istrimu to le?"

"ibu ngerti kamu itu masih muda,masih kuat bergadang"

"tapi mbokyo jangan tiap hari nglembur sampek pagi"

"kasihan to istrimu yang badannya udah kecil,mbok garap tiap hari malah tambah kurusan gitu"

"istrimu itu dikasih istirahat,kamu tu jangan kayak mesin wae karepe(maunya) gur ngebooorrr terus"

dan bla bla bla bla..bu Sanusi erocos tak habis habis mengomeli anak laki lakinya itu,

Rezza hanya sesekali menjawab "iya ibuku tersayang" tanpa membantah satu katapun sambil memijit mijit bahu ibunya.

"yo wis,kamu mandi dulu trus kita makan bareng bareng"ucap bu Sanusi menyudahi omelannya.

Sebelum Rezza keluar dari kamar ibunya ,diapun menciumi pipi ibunya yang sudah lama ia rindukan.

Malam itu mereka makan malam dengan bahagia sebab bu Sanusi sudah kembali ke Indonesia,mereka makan sambil ngobrol ringan tentang kabar Ana sekeluarga maupun tentang Rezza dan Tiya selama ditinggal oleh bu Sanusi.

Selesai makan, sekeluarga itu melanjutkan perbincangan mereka diruang keluarga,ditengah tengah obrolan mereka, bu Sanusi kembali kekamarnya untuk mengambil tas trevelnya yang berisi oleh oleh untuk Rezza dan Tiya,

"ibu ada oleh oleh buat kalian berdua" bu Sanusipun memberikan dua kotak yang didalamnya terdapat jam tangan laki laki dan wanita dari merek terkenal didunia,dan satu kotak berisi perhiasan untuk Tiya.

"banyak banget bu oleh olehnya?" ucap Tiya,

"ndak pa pa nduk,wong buat anak sendiri kok yo"

"wah jamnya keren ini bu,ibu tau aja selera anak muda" ucap Rezza penuh bahagia,

"sik milihke mbakyumu kok le" jawab bu Sanusi jujur,

"tapi tetep aja,ibu yang terbaik deh", "emuah" Rezza memuji ibunya lalu mencium pipi ibunya penuh sayang.

bu Sanusi tersenyum sumringah melihat anak laki laki dan anak mantunya menghargai pemberiannya.

"matursuwun njih bu" ucap Tiya penuh haru.

"Sama sama nduk" jawab bu Sanusi,

setelah membagikan oleh oleh untuk Rezza dan Tiya,bu Sanusi menghampiri mbok Sugi dan pak Jono yang sudah kembali keruang belakang lalu memberikan kotak kecil berisi kalung emas untuk mbok Sugi,dan jam tangan kepada pak Jono sebagai oleh oleh.

Mbok Sugi dan pak Jono mengucapkan terimakasih atas kebaikan hati ibu bosnya tersebut,setelah berbasa basi sebentar bu Sanusipun berpamitan kembali kekamarnya untuk istirahat sebab masih merasa lelah.

Setelah ibunya kembali kekamarnya,Rezzapun mengajak Tiya kembali kekamar mereka untuk beristirahat juga.

1
Safa Almira
singkat dan berkualitas
Anih Suryani
ayah sontoloyo
Anih Suryani
s rezza punya bini terllu bego polos polos oon
Anih Suryani
hilang satu tumbuh seribu pelkor
Anih Suryani
diih rumah tngga masih ngurusin mantan knpa g d masukin aja s surya ke bui
Anih Suryani
s rezza oon s tiya terllu dungu baik hati g gitu juga x
Anih Suryani
bpk s amel terllu bego y
Anih Suryani
orang tua s amel goblog atau bego masih aja ketipu dgn akl licik y orang tua bodoh
Anih Suryani
s tiya jgn jd orang bego lh tegas ke ke s amel walpun sodra
Anih Suryani
bego aja s rezza orang mantan ko d kasih tunjangan
Anih Suryani
itu nmnya istrinya bego lemah lma lama dia bisa d kancungi sma cewe laun s tiya itu oon
Alanna Th
tq bnyk", othor 👍😘😍🤣😂🙏👋👋👋
Alanna Th
amel sdh dcerai, bkn kwjbn rezza tuk mngurusny, kan msh ada ortuny; kabarin aja k ortuny agar mrk tau klakuan anakny 🤔😠😜
Alanna Th
beu, pelakor satu blm beres, udeh muncul pelakor baru! 😱😠😜
Alanna Th
thor, aq ngebut baca novelmu, penasaran bgmn akhirnya stlh bu sanusi tau kronologisnya n bgmn nasib s amel stlh 'dberi pljrn' oleh rezza? 😱😫😰😥😭💔💔💔
Anisa 977
kok gk enak yah bacanya. besok lan bukan besuk
Anisa 977
emang gk pake leging
Alanna Th
rezza mulai trgoda 😱😜
Sur yani
semangat rezza ..
Nur Ain
hahaha sayang tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!